MY CUTE BOY FRIEND ...

MY CUTE BOY FRIEND ...
Episode 35



Nana mencoba menutup kedua matanya namun gagal, sudah satu jam dan dia masih belum bisa tidur. tubuhnya semakin dingin, dia bahkan tidak merasakan apapun lagi, Nana semakin mengeratkan pelukannya ( pada dirinya sendiri). walau begitu rasa dingin tidak kunjung menghilang, dia memutuskan untuk pergi ke kamar Kuro. dia menangkat tubuhnya dari ranjang sambil tetap membalutkan selimut ketubuhnya, agar dinginnya tidak semakin menjadi.


Nana melangkahkan kakinya menuju ka kamar Kuro, kini dia sudah ada didepan kamar Kuro. hanya butuh sebuah ketukan dan  Kuro akan membuka pintu, namun Nana tidak melakukannya. dia berpikir jika dia tidur dengan Kuro, maka Kuro akan tahu dengan kondisinya itu. Nana terus berpikir dan akhirnya Nana memutuskan untuk mengetuk pintu, itu lebih baik dibanding dirinya tidak tidur


 


TOK TOK


pintu diketuk dengan perlahan, knop pintu mulai diputar. Kuro mendapati adiknya yang tengah terbalut selimut datang kedepan kamarnya.


" Nana?" Kuro bingung mengapa malam-malam Nana kemari, kenapa dia terlihat sangat pucat dan kenapa selimut membungkus tubuhnya.


" apa aku boleh tidur denganmu, kak?" Nana berkata sambil malu-malu, dia kini tengah menggenggam erat ujung selimut itu. Kuro yang melihat tingkah lucu adiknya ini hanya tersenyum kecil, dia membiarkan Nana masuk. padahal sejak kecil Nana tidak mau tidur dengan Kuro dan kini Nana sendiri yang meminta untuk tidur dengannya.


" jadi, ada apa?" Kuro mencoba merapikan ranjangnya yang penuh dengan berkas.


" hahh.." Nana melepas selimut yang membalut tubuhnya kemudian membantu Kuro agar dia bisa segera tidur.


" aku tidak bisa tidur"  setelah selesai beres-beres Nana menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang.


" kenapa, apa kamu bermimpi tentang Queen lagi?" Kuro menaikkan tubuhnya ke atas ranjang, kini dia memiringkan tubuhnya dan menatap adik kesayangannya itu. Nana yang menggenakan piyama  berwarna biru dengan motif bunga mawar tengah menatap plafon putih yang ada diatasnya. Kuro masih menyangga kepalanya agar dia bisa melihat wajah adik kecilnya itu.


" lebih buruk" Nana menoleh kearah Kuro, dia menatap iris merah milik kakaknya itu.


" ada apa?" Kuro semakin penasaran dengan adiknya itu, dia mulai menyentuh wajah adik perempuannya itu dan menyingkirkan beberapa helai rambut yang menutupi kecantikannya itu. Kuro sangat terkejut mendapati kulit Nana sangat dingin, dia sontak langsung saja memeluk tubuh adik kecilnya itu.


" dingin.." Kuro makin mempererat pelukkannya, tubuh Nana benar-benar dingin sekarang. beberapa kali Kuro menaikkan suhu penghangat ruangan agar Nana tidak kedinginan. kini ruangan itu sudah berada disuhu maksimal, Kuro bahkan sudah sangat kegerahan dan tubuh Nana masih sangat dingin. dia menarik selimut yang tadi dibuang Nana dilantai dan menutupi tubuh gadis itu, namun dinginnya tidak kunjung berkurang. Kuro menjadi semakin khawatir.


" bagaimana ini?" Kuro semakin khawatir dengan kondisi Nana, dia memutuskan untuk membawa Nana kembali ke kamarnya.


"di...ngin...." Kuro kini sudah berada dikamar Nana, dia sangat terkejut mendapati adiknya masih kedinginan. tubuh Nana gemetar parah, bibirnya terlihat sangat pucat. kamar Nana memiliki 4 penghangat ruangan yang sudah dinyalakan hingga batas maksimum, Kuro saja merasa kegerahan disana tapi, Nana masih sangat dingin.


" Lucy! Hima!" Kuro memutuskan untuk membawa Nana ke rumah sakit. dia langsung menggendong Nana dan pergi menuju ke garasi rumahnya.


" ada apa, tuan?" Luciffer langsung pergi menuju ke arah suara Kuro begitu mendengar Kuro berteriak memanggilnya.


" cepat nyalakan mobilnya!" Kuro langsung membawa masuk Nana kedalam mobil, Luciffer langsung masuk dan menginjak pedal gas.


" apa yang terjadi, tuan muda?" sesekali Luciffer menengok ke belakang melalui kaca spion. dia melihat Kuro yang begitu khawatir dengan kondisi adiknya.


" aku tidak tahu, cepat!" Kuro mencari ponselnya, kemudiam menelfon dokter Aldirn.


setibanya dirumah sakit, Dokter dan Suster langsung membawa Nana ke ruang perawatan. Kuro mencoba menghubungi Ryoma dan yang lainnya, keamanan Nana nomer satu.


" Kuro!" Ryoma, Alan, dan Louis tiba di rumah sakit. mereka langsung menghampiri Kuro yang kini tengah terduduk didepan ruang perawatan.


" semuanya akan baik-baik saja!" Louis mencoba menenangkan Kuro yang terlihat begitu khawatir. mereka hanya bisa menatap Nana yang kini berada diruang perawatan.


sebulan telah berlalu, kondisi Nana masih sama saja. setiap hari dokter dan suster bergantian masuk dan mengontrol keadaan Nana.


hari ini adalah malam tahun baru, Kuro datang dan menjenguk Nana.


" ah, kakak!" Nana terkejut mendapati Kuro datang diwaktu seperti tahun baru. ya, biasanya mereka menghabiskan waktu dengan beberapa rekan bisnis mereka dan 5 keluarga bangsawan Negara X.


" hm, kamu terkejut bukan?" Kuro mengangkat kedua bahunya seakan menanyakan sesuatu yang tidak dia ketahui.


" bukankah kamu tahu apa jawabannya?" Nana beranjak turun dari ranjang dan menghampiri kakak tersayangnya itu, akan tetapi saat dia baru turun Nana kehilangan keseimbangan dan jatuh.


" ahh" Kuro berhasil menangkap Nana sebelum tubuh kecilnya mendarat dilantai.


" haish...kamu ini?" Kuro memapah Nana kemudian membantunya duduk di ranjang, setelah Nana duduk dengan benar dia langsung memberikan pelukan hangat pada Kuro.


" kak, hari ini malam tahun baru bukan!" Nana menatap kakaknya itu dengan pandangan penuh harap, Kuro yang melihat pandangan itu benar-benar tidak tahan untuk mencubit wajah Nana.


" so?" Kuro memiringkan kepalanya dan menahan ekspresinya. dia benar-benar tidak tahan dengan wajah lugu dan polos milik adiknya itu. dia bahkan lupa kalau dulu Nana sebenarnya sangat dingin, kejam, dan menyebalkan.


" ayo kita melihat kembang api!" Nana kembali menunjukkan puppy eye's miliknya. dia harap Kuro bisa membawanya melihat kembang api.


" hm.." Kuro hanya menangguk dia tahu kalau adiknya bosan berasa dirumah sakit, tapi Kuro masih menyimpan trik untuk Nana.


" ah, benarkah?" Nana sangat terkejut mendengar jawaban dari Kuro. dia bahkan hampir melompat karena tidak percaya akan apa yang dia dengar.


" hm, kita akan melihat kembang api dari sana!" Kuro menunjuk ke arah balkon yang tidak jauh dari sana, seketika raut wajah Nana berubah. dia kesal mendengar kata-kata Kuro.


" sial, aku mau melihat kembang api diluar!" Nana merengek pada Kuro, dia kesal dengan tingkah menyebalkan kakaknya itu.


" tidak, diluar dingin tubuhmu saja sudah sangat dingin" Kuro menatap tajam pada Nana, Nana tidak mau kalah. dia membalas tatapan itu dengan tatapan mebunuh.


" urgh...aku mau keluar!" Nana semakin merengek, dia tidak mau menghabiskan waktunya diatas ranjang rumah sakit. setidaknya dia bisa menikmati indahnya kembang api yang menghiasi langit malam.


" hahh...baiklah tapi hanya sebentar! " Kuro mencubit wajah adik kecilnya itu, sudah sedari tadi dia menahan agar tidak mencubit wajah adiknya itu.


" argh...sakit.." Nana berteriak kesakitan. dia menatap kesal ke arah kakaknya itu.


" haha, kita akan pergi setengah jam sebelum acaranya dimulai!" Kuro melepas tangannya dari pipi kurus Nana, dia benar-benar kasihan dengan adiknya itu.


" hm, bisa kita pergi dengan Louis dan yang lainnya?" Nana menunjukan puppy eye's miliknya sekali lagi, Kuro hanya bisa menahan gemasnya tingkah adiknya itu.


" hm, tentu saja!" Kuro mengusap lembut surai perak milik adiknya itu.


waktu terus berlalu, sebentar lagi tengah malam. kini Kuro tengah menggendong Nana menuju ke bukit yang tidak jauh dari rumah sakit, di ikuti dengan Louis dan yang lainnya.


" ayo kak, cepat!" Nana menyemangati Kuro yang kini tengah menggendong Nana dipunggungnya.


" hahhh, ini tidak mudah!" Kuro mengeluh, Nana akhirnya memutuskan untuk turun dan berlari dengan yang lainnya menuju ke puncak.


" NANA, JANGAN LARII!!" Kuro terkejut ketika Nana melompat begitu saja dari punggungnya, kini mereka semua berlari menuju ke puncak bukit.


SRAKK SRAKK


DRAP


DRAP DRAPP


suara rerumputan yang dipijak, dedaunan yang bergesekan, dan langkah kaki yang barlari menghiasi perjalanan mereka hingga akhirnya mereka tiba dipuncak.


" ah...hahh...hahhh....." Nana mencoba mengatur nafasnya yang terengah-engah.


" BODOH!" Kuro memukul kepala Nana. dia tidak percaya adiknya begitu egois, bahkan pada tubuhnya sendiri.


" ouch" Nana mengusap lembut kepalanya yang telah dipukul oleh Kuro. sedangkan Ryoma dan yang lain hanya tertawa melihat tingkah kakak beradik itu


" jangan pernah lakukan itu lagi!" Kuro memeluk erat Nana, dia tidak akan melepaskan adik tersayangnya itu.


" hm, aku janji! aku tidak akan pernah melakukan itu lagi" Nana memeluk balas Kuro, terlihat senyuman yang memuaskan diwajahnya. akan tetapi, dalam hati dia ..


 


VICTOR_WRITE