MY CUTE BOY FRIEND ...

MY CUTE BOY FRIEND ...
Episode 71



" semoga kamu baik-baik saja, Nana!"


Kuro hanya bisa memandang adik kecilnya dari balik sekat kaca, Dokter bilang kondisi Nana belum stabil jadi belum diperbolehkan untuk dikunjungi.


ya, kini menatap Nana dari balik kaca adalah keseharian Kuro, dia terkadang lupa akan waktu dan segala hal begitu memandangi Nana yang terlelap. terkadang Kuro bahkan mengabaikan panggilan yang dilayangkan oleh Yora dan yang lainnya.


Untuk sementara waktu K7 Corporation berada dibawah kendali Louis dan Charlote, Kuro tidak akan mempedulikan masalah perusahaan kecuali itu benar-benar penting, yang ada hanya Nana, Nana, dan Nana. hanya itu alasan baginya untuk bertahan hidup, hanya demi adik kecil kesayangannya.


waktu terus berlalu, kini Kuro sudah hampir gila karena Nana tidak kunjung sadar. satu sisi dari tubuhnya senang melihat adiknya tengah terlelap dalam damai, namun satu sisi dirinya ingin sekali adiknya itu segera sadar.


kini satu tahun telah berlalu dan hari itu adalah hari yang menyenangkan bagi Kuro, karena hari itu Nana akan sadar.


kuro POV


hari ini masih sangat pagi dan seperti biasa aku menghabiskan hari dengan menatap adik kecilku yang terlelap dibalik sekat kaca, dia terlihat sangat damai dan tenang namun, hari ini sangat berbeda. Dokter dan suster terus menerus keluar masuk ke dalam ruangan itu, mereka silih berganti memeriksa dan mengecek kondisi tubuh Nana.


ya, pagi ini Nana sadar. saat aku mendengar kabar ini, aku segera melajukan mobil ***Bugatti La Voiture Noire  ***keluaran terbaru yang sudah terparkir di garasi samping mansionku. ya, tidak mahal sih, hanya $ 18,7 Million Dollar's.



setibanya dirumah sakit aku sangat terkejut mendapati Nana yang sudah tersadar, dia bahkan sudah berdebat dengan sang dokter. aku hanya bisa tersenyum menatap tingkah adik perempuan kesanyanganku itu. tidak lama setelah kedatanganku Louis, Ryoma, dan Alan juga tiba. mereka bergegas kemari dan meninggalkan segudang pekerjaan yang tengah menanti mereka.


" bagaimana keadaannya?" Alan yang mendapati keberadaanku didepan ruang perawatan Nana langsung menanyakan kondisi Nana. aku hanya tersenyum sambil menatap ke balik sekat kaca yang membatasi dunia luar dengan dirinya.


sama sepertiku mereka terkekeh melihat tingkah Nana yang kini kembali berlagak menjadi ketua gengster nomor satu di Dunia. tidak lama setelah kami tertawa bersama Nana menatap ke arah kami, muncul raut senang diwajahnya, yang kemudian diikuti dengan raut sedih yang samar.


aku melihat dokter yang kini sedang memarahi Nana habis-habisan. dia menatap ke arah kami, ada sekilas kilauan air mata yang nampak dimatanya, aku tidak mengerti kenapa? tapi, rasanya aku ingin masuk ke sana, ingin memeluk gadis kecil itu, ingin sekali aku melindunginya dan tak akan pernah aku lepaskan dari perlindunganku.


Nana mencoba menghibur dan menenangkan kami, tapi Alan membuatnya semakin menangis. kini sudah 20 menit kami terisak dan kami sudah lelah.


" hahh..rasanya sudah sangat lama tidak melihat kalian!" Nana menyandarkan dirinya pada headboard dibelakangnya, dia menatap kami dengan tatapan yang teramat dalam.


" heh, tentu saja! kamu tidur sangat lama" Alan langsung saja duduk ditepi ranjang Nana dan menusuk-nusuk pipi Nana dengan jari telunjuknya.


" hm, bagaimana keadaanmu,Nana?" ya, Ryoma hanya bertanya tentang kondisinya, memang bukan gaya Ryoma jadi dia hanya bertanya sekilas tanpa basa-basi.


sedangkan aku dan Louis hanya menonton perdebatan antara Nana dan Alan yang berlangsung panjang, sudah lama rasanya tidak sebahagia ini.


~~


Author: padahal cuma Author bikin 2 episode aja ;)


kuro : bodo amat, kan yang jalanin ceritanya gue thor :/


**Author: ok\, siap-siap aja buat pindah lapak kamu\, sekarang saya pecat kamu! **


Kuro: WHAT? ok, kamu mau pendanaan novel ini dihentikan?


Author: Novel ini tidak di danai oleh siapapun termasuk anda tuan muda Kuro _-


~~