MY CUTE BOY FRIEND ...

MY CUTE BOY FRIEND ...
Episode 3



" aku mau ganti baju , pakaian ini membuatku gerah!" kata Nana


" hehe...tidak akan semudah itu !" gumam Clair


Nana dan Kuro segera menjauh dari sana dan berjalan menuju ke ruang ganti, setelah Nana dan Kuro mulai menjauh Clair dan yang lainnya tengah sibuk dengan rencana tahap 2


" baiklah semuanya ! kita habisi mereka dikolam renang !" kata Clair


" BAIK !" jawab semua serempak


" yuhuu....saatnya bermain air !" kata beberapa anak


Nana dan Kuro kini sudah berada di dekat kolam renang, dan saat melewati kolam renang....


" Serang ! " kata Clair


" Kyaa...." teriak para gadis bersemangat


" ah , apa-apaan ini ?" Kuro bingung


" bersiaplah untuk basah Nathan !" kata Ray


" eh ?"


saat Nana baru saja menoleh tiba-tiba tubuhnya sudah oleng dan jatuh ke kolam


BYURRR.....


" ah, NANA !" Kuro yang terkejut langsung melompat ke kolam dan menyelamatkan Nana


" eh ? ada apa ?" semua orang menjadi bingung


sedangkan semua orang tengah panik dan bingung, Nana mencoba menahan nafasnya sekuat tenaga.


" urgh.." Nana memcoba menahan nafasnya


" eh, kenapa Nathan tidak segera muncul ?" kata Alex


" ah ! mungkinkah , dia tidak bisa berenang ? " gumam Clair menduga-duga


"gawat ! kolam ini sangat dalam, bisa-bisa dia ..." Alex berhenti bicara


" tenanglah , Kuro sudah turun dan menyelamatkannya !" kata Ray tenang


setelah menanti beberapa lama dengan penuh ke khawatiran tiba-tiba Kuro muncul ke permukaan ...


".akh...." Kuro mucul ke permukaan


" ah,cepat bantu dia !" kata Clair


Ray dan Alex langsung membantu menarik Nana keluar dari air, sedangkan para gadis mulai mengerumuni mereka.


" apa kamu baik-baik saja Kuro ?" tanya beberapa gadis


" minggir !" kata Kuro dingin


Kuro langsung memberikan pertolongan pertama untuk Nana.


" uhuk..akh..." Nana sadar dan memuntahkan semua air yang diminumnya


" apa kamu baik-baik saja ?" tanya Kuro


" hm.." Nana mengangguk padahal dirinya masih sangat dipenuhi dengan ketakutan dan kekhawatiran.


" Nathan! " panggil Clair


" ..." Semua orang terdiam , Nana hanya menoleh


" ma..maaf ! aku tidak tahu jika kamu tidak bisa berenang " kata Clair


" hm..tidak masalah !" kata Nana dengan lembut


" oh ya, lain kali kenali dulu siapa musuhmu agar kamu tahu apa yang sebaiknya kamu lakukan padanya !" kata Nana sembari tersenyum membuat semua yang ada disana terpukau dengan senyumnya.


"ah..." Clair terpesona dengan senyum Nana


Kuro dengan sigap langsung menggendong Nana ala bridal dan membuat semua orang terkejut dengan hal itu, terutama para gadis yang langsung berteriak tidak jelas melihat pemandangan dari keduanya yang begitu luar biasa.


" ayo kita pulang !" kata Kuro


"hm..." Nana hanya bersikap patuh


Kuro langsung membawa Nana menuju ke parkiran, setibanya dimobil Kuro langsung mendudukkan tubuh Nana ke kursi dan menyalakan mobil dan penghangat udara.


" pakai ini agar tidak kedinginan !" kata Kuro memberikan jaketnya


" ah, Thankyou " Nana langsung memakainya


Kuro dengan cepat menginjak pedal gas dan melajukan mobilnya menuju ke rumah, saat diperjalanan..


" apa kamu benar tidak apa ?" tanya Kuro


" urgh..." Nana mengenggam erat tangannya


" aku tidak apa kok !" kata Nana dengan sebuah senyum yang diukir diwajahnya, hal ini justru membuat Kuro semakin gelisah. apalagi mendapati tangan kanan Nana yang gemetar bukan main, ditambah lagi bibirnya yang membiru dan pucat.


" hahh...." Kuro hanya menghela nafas


tidak lama terasa kini mereka tiba dirumah, Kuro dengan sigap membawa Nana masuk ke dalam dan membuat seisi rumah terkejut.


" eh, tuan muda ! nona muda ! kalian sudah pulang ?" tanya Lucifer yang mendapati keduanya masuk kedalam rumah.


" hm..." Nana hanya tersenyum


" ah, nona ada kenapa??" tanya Luciffer khawatir mendapati Nana berada digendongan Kuro.


" siapkan air hangat untuknya , hubungi dokter setelah dia selesai mandi !" kata Kuro


"ah, tuan muda ! kenapa anda basah kuyup ?" tanya Himawari yang baru tiba dan panik mendapati tuannya basah kuyup.


" aku baik-baik saja ! "


" Hima ! buatkan bubur untuk Nana !" perintah Kuro


" baik tuan muda !" jawab Himawari bergegas ke dapur


" terimakasih , Kuro !" Nana tersenyum


" hm, jangan sampai sakit ! " kata Kuro lembut


Kuro mengantar Nana hingga ke kamarnya, setelahnya Nana dan Kuro pergi mandiĀ  dan mengerikan tubuh mereka yang basah setelah masuk ke kolam. selepas mandi Luciffer datang dan mengetuk pintu kamar Nana


" permisi..." kata Lucifer meminta izin


" masuklah !" jawab Nana


" nona muda , dokter telah tiba !" kata Lucifer


" persilahkan dia masuk " kata Nana


" baik! "


" silahkan tuan muda Hakku !" Lucifer mempersilahkan dokter masuk


" permisi..." Hakku meminta izin


" ah, kak Hakku ya !" Nana menyambut kedatangan Hakku


" hm, apa lagi yang kamu lakukan ? " tanya Hakku


" ah, kali ini bukan aku ! anak-anak itu menjahiliku dan mendorongku ke kolam !" kata Nana dengan manja


" hahhhh..." Hakku menghela nafas


" kemarikan lenganmu !" kata Hakku menyuntikan antibiotik agar Nana tidak terkena demam


"ouch...." Nana kesakitan


" siapa suruh kamu tidak menurut ! "


" hehe..." Nana tersenyum


" bagaimana keadaanmu ?" tanya Hakku


" hm, aku baik-baik saja ! hanya saja tadi... aku mengingat hal itu ! aku melihat bayang-bayang dirinya, seorang lelaki kira-kira usianya 20-an, tingginya 180 dan memiliki proporsi tubuh ideal !"


" lalu apa ada yang lain lagi ?" tanya Hakku


" aku melihat lambang pistol yang disilangkan dibalakangnya ada Red Corn Poppy ! " kata Nana


" ah, Red Corn Poppy ?" Hakku bingung


" apa ada hal lain ?" tanya Hakku


" tidak ada ? aku tidak bisa mengingatnya !" kata Nana


" baiklah, ingat untuk meminum obatmu !" kata Hakku sembari menatap Nana tajam, bagaimanapun gadis ini sangat sulit jika diminta minum obat.


" hm...aku tahu ! " kata Nana mengantar Hakku


tidak lama setelah Hakku pergi, datang seorang masuk ke kamar Nana.


" permisi..."


" masuklah !" kata Nana


"nona muda saya membawakan bubur untuk anda !" kata Himawari


" letakkan saja disana !" kata Nana


" baik " Himawari meletakkan bubur dimeja kemudian pergi


" Hima ! " panggil Nana


" apa ada yang bisa saya bantu ?" tanya Nana


" ini..berikan padanya !" Nana melemparkan kalung Kuro yang terjatuh saat menolongnya


" ah, baik Nona !" Himawari undur diri


setelah Himawari pergi, Nana menghempaskan tubuhnya ke ranjang.


" urgh..."


" uhuk..uhuk..uhuk...urgh..." Nana batuk dan muntah, pikirannya tengah melayang dan tubuhnya sudah sangat lemas.


" urgh...." Nana duduk bersandar di dinding, matanya sudah sangat lelah untuk tetap terjaga.


tiba-tiba sebuah suara mengalihkan atensinya, Nana menoleh ke sumber suara itu dan mendapati sosok yang dia kenal berada disana.


" tenanglah ! aku disini " kata Kuro dari luar jendela


" ah...kamu melihatnya ya !" Nana mencoba berdiri dan berniat mendekati Kuro.


" akh..." Nana terlalu takut mengingat masa lalunya , seluruh tubuhnya gemetaran hingga dia tak kuat berdiri. tubuh Nana jatuh karena kakinya yang terlalu lemah, dan ini justru membuat Kuro semakin takut dan khawatir.


" Ah !" Kuro langsung masuk dan menghampiri Nana yang sudah terduduk lemas dilantai.


" hei, bukankah sudah kubilang jangan sembarangan masuk !" kata Nana lemah


"cih..jangan banyak bicara ! " Kuro menggendong Nana ke atas ranjang


" Thankyou ! " kata Nana tersenyum


" hm, jangan melihatku begitu ! aku tidak akan mengasihanimu.!" kata Kuro dingin


" hm, aku tahu ! tapi kamu tetap sayang padaku kan " ledek Nana


" hahh..siapa suruh kamu adalah adikku !" sahut Kuro


" hehe.." Nana terkekeh


" oh ya, untuk nanti malam lebih baik kita tidak datang ! " kata Kuro


" eh, kenapa ?" Nana sedih


" kamu harus istirahat !" jawab kuro


" hufth..."


" terserahmu sajalah !" kata Nana kesal, dia sangat ingin datang ke pesta itu karena dia ingin menemui salah seorang teman lamanya. tapi, Kuro melarangnya. apa lagi kondisinya saat ini juga sedang tidak baik, jadi Nana mengalah walau dia tidak terimah.


" hm, baiklah kalau kamu begitu ingin maka kita akan pergi !" kata Kuro


VICTOR_WRITE