
" hahh, bisakah kamu tenang sedikit. Louis?" Ryoma kesal dengan tingkah salah satu temannya itu, dia memotong ucapannya saat dia baru sempat membuka mulut!  ̄へ ̄
" TIDAK BISA, KONDISI NANA SEMAKIN PARAH!!" Louis yang mendapati Kuro ada disana langsung menariknya ke kamar.
" Nana!" Kuro sangat terkejut melihat Adik kecilnya terkapar lemah di ranjang, wajahnya terlihat merah, keringat membanjiri tubuhnya. dia tidak tahu apa yang dilakukan oleh ke-empat pria itu padanya.
" ka..kak...." Nana tersenyum melihat Kuro. dia merasa lega sekarang, ketakukan yang ada dihatinya kini menghilang.
" oh My God! baby, what happen with you?" Kuro menyentuh dahi Nana, demamnya sangat tinggi hingga dia bisa memasak air panas disana.
Kuro segera pergi mengambil sewadah air dan handuk kemudian mengkompres adik kecilnya itu, setelahnya Kuro pergi ke dapur dan membuat bubur untuk Nana.
" hahh, akhirnya kita bisa mengistirahatkan otak kita." James merebahkan dirinya di long Sofa milik Louis.
" hm, aku mau tidur!" Ryoma merebahkan dirinya ke karpet di depan televisi.
" ah, kau punya Video Game!" Alan yang melihat rak penuh konsol dan dvd, Alan segera menyalakannya dan mulai bermain. Louis yang melihat Alan sangat menikmati permainan itu, ikut bermain dan menghabiskan waktu.
Kuro kembali ke kamar Louis dengan semangkuk bubur untuk Nana. dia membangunkan adik kecilnya itu dan memaksanya untuk makan dan minuk obat, dan akhirnya Nana mau menyantap bubur buatan Kuro. dia menghabiskan semangkuk bubur kemudian meminum obat yang diberikan Kuro.
" baby, can you sleep?" Kuro menyelimuti Nana dengan selimut hingga setinggi lehernya.
" ehm.." Nana menggeleng pelan, dia hanya ingin kakaknya berada disampingnya saat ini.
" i love you" Nana memejamkan matanya dan berusaha untuk tidur.
" i love you to, dear!" Kuro kembali mencium punggung tangan Nana dan menggenggamnya erat. dia terus menemani Nana hingga dirinya ikut terlelap.
"urgh..." Kuro terbangun setelah tertidur selama 3 jam, dia kemudian menatap ke jam dinding yang bertengger dengan tenang di sudut kamar Louis. Kuro terkejut mendapati hari sudah gelap,dia bergegas menuju ke dapur dan membuat makan malam.
saat dia keluar dari kamar, dia terkejut mendapati ke-empat pemimin gengster itu tengah terlelap dalam tidurnya. dia mendapati mereka sangat kelelahan, jadi Kuro mengambil beberapa selimut yang ada dilemari Louis kemudian menyelimuti mereka hingga ke bawah pangkal leher mereka.
Kuro kemudian segera pergi ke dapur kemudian membuat makan malam, dia memasak spageti dan beberapa tumis sayuran untuk ke-empat pria yang kini tengah tertidur di ruang tamu, sedangkan dia membuat semangkuk bubur untuk Nana.
" hahh, akhirnya selesai!" Kuro pergi membawa semangkuk bubur ke kamar Louis dan meletakkannya dimeja yang ada disamping Nana, sementara dirinya menggunakan kamar mandi dan meminjam pakaian milik Louis.
" Urgh.." Nana terbangun dari tidurnya, aroma bubur milik Kuro membuat perutnya menari-nari sedari tadi. ya, dia sudah tidak makan selama 3 hari, mau bagaimana lagi? perutnya pasti sudah minta makan sejak beberapa hari yang lalu.
" kamu sudah bangun, sayang?" Kuro melihat adik kecilnya mengeliat dan terbangun dari tidurnya.
" apa aku mengganggu tidurmu?" tanya Kuro sambil mengusap surai hitam milik adiknya itu, dia pikir mungkin suara air dari kamar mandi yang mengganggunya.
" aku lapar.." kata Nana lemah, dia hanya menyandarkan tubuhnya pada dada bidang kakak laki-lakinya itu.