MY CUTE BOY FRIEND ...

MY CUTE BOY FRIEND ...
Episode 75



"ayo kita turun" Nana mengumpulkan semua tekadnya kemudian mengajak Kuro turun.


" apa kamu yakin?" Kuro menatap Nana yang hanya mengenakan Kemeja putih dan tidak mengenakan apapun ditubuhnya.


" ah!" Nana bergegas menuju ke kamar mandi dan menganti pakaiannya.


setelah beberapa lama kemudian Nana dan Kuro turun menemui keluarga Yuuki dan Rose yang kini tengah berdebat dengan Alan dan Louis.


" ehm.." Kuro hanya berdehem agar perdebatan panas itu berhenti sejenak.


" bisa kita duduk lebih dulu?" Nana yang ada dibelakang Kuro mulai angkat bicara, semuanya mengangguki dan langsung duduk disofa yang disediakan.


keheningan melanda ruang tamu di mansion Yuu, kini mereka bingung bagaimana memulai pembicaraan ini, hingga...


" Nana ..Kuro.." Harry Yuuki membuka pembicaraan, semuanya langsung mengalihkan fokus padanya. tidak lupa dengan Kuro dan yang lainnya juga langsung mengembalikan fokusnya.


" tujuan kami kemari adalah kami ingin meminta maaf dan berterimakasih, selain itu kami ingin membicarakan prosesi pernikahan kalian dengan Tris dan Yora. " kakek Yuuki menatap intens pada manik merah milik kedua anak yang duduk diseberangnya.


" ah, tidak!" Nana berteriak dan membantah usulan tersebut.


ini adalah hari yang sangat buruk. ( Nana berbisik dalam hatinya, dia pikir hari ini mungkin akan sangat menyebalkan) 


semua yang mendengarnya merasa terkejut dengan bantahan Nana, kini mereka hanya terdiam dan melihat tubuh Nana yang gemetar. mereka pikir Nana sekarang sudah sangat marah akan tetapi ini adalah ketakutan.


" Na..na.." Lisa menatap sedih pada anak perempuan semata wayangnya. dia menyesal karena telah memperlakukan Nana dan Kuro dengan sangat buruk.


" maaf, bisakah kalian pergi" Nana menundukkan kepalanya, dia tidak ingin melihat mereka.


" ah!" Nana terkejut mendapati Kuro yang sudah berdiri didepannya, disampingnya ada Ryoma, Alan dan Louis yang siap melindunginya.


aku tidak sendiri~


kata-kata itu terngiang di dalam kepalanya, dia kembali mendapat keberaniannya lagi.


" hahh...maaf, aku tidak pernah egois" Nana mendorong pelan tubuh Kuro agar semua orang bisa melihatnya dengan sangat jelas.


" aku tidak pernah egois, aku tidak pernah seenaknya sendiri, aku selalu berpikir, aku tidak berbuat seenak jidat seperti yang kalian lakukan. "


"aku mengorbankan masa kecilku untuk belajar bisnis dan mengurus perusahaan, itu adalah keinginan keluarga Yuuki."


" Aku menghabiskan hidupku dibawah bayang-bayang Queen, apa kamu pikir aku tidak takut? aku melakukan itu demi melindungi keluarga Yuuki, demi mencari sosok kakak kesayangannku yang dulu hilang, dan mencari kakak iparku yang ditangkap disana."


" aku terus hidup dalam pelarian bukan karena keinginanku, setiap hari selalu penuh ancaman, setiap hari selalu terjadi perang, aku bahkan masih sempat memikirkan kalian disaat posisiku sendiri tidak menguntungkan!"


" aku membiarkan nama Yuuki menginjak-injak harga diriku dan aku hanya diam. ibuku setiap hari memukulku, ayahku hanya bisa pergi bekerja dipagi dan malam."


" hanya Kuro, hanya dia yang selalu bersamaku. hanya dia yang ada untukku, hanya dia harta yang ku miliki. apa kalian masih belum cukup menghancurkanku? "


" tubuh ini..tubuh ini sudah hancur! aku sudah mati, hanya bagaikan mayat hidup. apa kalian masih belum puas!" Nana melempar sebuah laporan kesehatan terbaru miliknya, disana tertulis.


" ah, " pada laporan itu tertulis, rusaknya jaringan syaraf pada otak membuat sistem imunnya rusak, dan dia akan mati tidak lama  lagi.....