MY CUTE BOY FRIEND ...

MY CUTE BOY FRIEND ...
Episode 59



Ryoma menginjak perut Louis, Alan, dan James. dia membangungkan mereka secara kasar, ketiga pria itu langsung terbangun dan mengeluh.


" ouch.." Louis mengeluh sakit.


" UARGH!!" James berteriak sakit.


" Sialan, ouch!" Alan terbangun seketika setelah Ryoma menginjak perutnya.


teriakan ketiganya sangat kencang, hal ini membuat telinga Nana sakit. walau begitu semua anak buahnya tetap tidur dengan lelap.


" urgh, Ryoma!" Louis sangat terkejut mendapati Ryoma berada didepannya dengan posisi siap menginjak perutnya untuk yang kedua kalinya.


" Ryu, apa yang kamu lakukan ha?" Alan sangat kesal dengan apa yang dilakukan Ryoma padanya. dia langsung terduduk dan mengelus perutnya.


" ssttss, berisik! kalian ini cepat bangun dan bantu aku" Ryoma berniat untuk membangunkan James sekali lagi, namun James sudah terbangun. sementara itu yang lain bingung dengan maksudnya membantu.


"hei, kenapa kamu menggendong Nona?" Louis mendekat kearah Nana dan melihat wajah Nana yang benar-benar merah.


" eh, kenapa wajah Nana merah?" Alan yang berada didekat Louis melihat keanehan ini.


" ini semua karena kalian! jika bukan karena kalian yang tidak menjaga nona dengan baik, dia tidak mungkin akan terkena demam seperti ini!" Ryoma menatap mereka dengan tatapan membunuh.


" hei, tunggu kawan. apa maksudmu?" Louis menyentuh dahi Nana dan dia sangat terkejut.


"ah, Nana terkena demam!" Louis langsung berteriak begitu saja dan membuat Nana semakin pusing.


" APA?" Alan dan James yang baru saja membuka mata mereka dengan sempurna, kini mereka sangat terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Louis.


" hah, kalau sudah tahu cepat bantu aku!" Ryoma memberi titah. Louis segera mengambil kunci mobil dan mengambil mobil.


" hei jangan lupa bawa dompet dan ponsel kalian!" Ryoma mengingatkan dan James langsung mengambil dompetnya.


" Alan hubungi tuan muda!" Ryoma memberi titah, hal ini membuat Mereka bertiga jengkel namun, dalam kondisi seperti ini menurutinya akan membuat semuanya lebih baik.


Nana kemudian dibawa menuju ke salah satu kamar VVIP yang ada disana, dokter kemudian masuk dan memeriksa keadaannya. sementara itu ke-empat pria tampan itu kini tengah khawatir, mau bagaimana lagi? Nana sudah bagaikan jiwa mereka sendiri, jika terjadi sesuatu dengan Nana, maka mereka tidak bisa memaafkan diri mereka sendiri.


" ah, Dokter! bagaimana keadaan Nana?" Alan yang melihat dokter keluar dari ruangan segera memberikan segudang pertanyaan.


" nona baik-baik saja, dia hanya terkena demam ringan!" jawab dokter itu dengan tenang, hal ini membuat mereka berempat lega.


" kalau begitu bisakah kami membawanya kembali?" tanya James yang sudah tidak tahan dengan bau obat yang ada.


" hm, kalian boleh membawanya pulang!" jawab dokter itu dengan tenang, setelah kepergian dokter itu Kuro tiba disana.


" ah, dimana Nana?" Kuro terlihat sangat kacau, rasanya seperti dia telah melakukan marathon 10 kali.


" dia ada didalam!" jawab Ryoma dengan tenang.


" lalu bagaimana keadaannya?" Kuro masih mencoba mengatur nafasnya yang menderu berantakan setelah dia berlari.


" tidak apa-apa, hanya demam ringan!" jawab Louis yang baru keluar dan mengendong Nana dalam pelukannya.


" ah, Nana!" Kuro terkejut melihat adik tercintanya itu tengah terlelap dipelukan Louis, wajahnya terlihat begitu pucat, tubuhnya begitu lemah, rasanya dada Kuro sesak.


" kenapa dia begini?" Kuro menatap ke-empat pria yang ada disana dengan tatapan yang teramat dalam.


" ITU KARENA KAMI!!!" jawab mereka ber-empat secara bersamaan, Kuro sedikit terkejut mendengar jawaban yang keluar dari mulut mereka.


" hahh, kalau begitu kalian akan mendapat hukuman!" Kuro menunjukkan smirknya, tanda senyum licik penuh makna itu membuat mereka berempat sedikit terkejut.


" KAMI AKAN MENERIMANYA!" jawab mereka kompak bersamaan.


" kalau begitu kalian harus merawat Nana, dan jangan bawa dia ke Villa yang ada di gunung atau kediaman utama. saat ini kedua tempat itu digunakan untuk rehabilitasi anggota keluarga Yuuki!" kata Kuro yang terlihat serius