
" berikan padaku!" Nana memperhatikan setiap inchi dari ponsel itu, mulai sistemnya, mesin, dan semua onderdil yang ada.
" bagaimana?" Kuro menatap Nana dengan penuh rasa gemas pada Nana yang kini tengah sibuk membongkar ponsel yang ada didepannya.
" hahh, aku ambil saja. oh ya, berikan aku nomornya sekalian!" Nana menatap manja pada Kuro, ya tentu saja. dia baru keluar dari rumah sakit, tanpa membawa ponsel ataupun dompet.
" hahhh" Kuro menghela nafas panjang, padahal sudah sangat jelas bahwa Nana lebih kaya dari Kuro tapi, dia masih saja suka menghabiskan isi dompet kakaknya itu π_π. ya, pemegang 65% saham perusahaan K7 dipegang oleh NANA. selain itu jabatannya sebagai wakil presdir sekaligus direktur utama dari ratusan bahkan ribuan cabang perusahaan lain yang berada dibawah tangan Nana, sudah tidak terhitung jumlahnya.
ya, wajarlah. orang paling kaya sedunia dengan total kekayaan USD $ 250 milliard.
" thanks, Kuro" Nana mencium pipi kiri Kuro sambil tersenyum manis.
mereka akhirnya pergi kembali ke kediaman, setibanya dikediaman...
" aku pulang!" para pelayan menyambut kedatangan Nana dan kuro, mereka membungkuk dan memberikan sambutan penuh makna bagi Nana.
" selamat datang, Nona!" para pelayan itu menyambut Nana dengan senyuman hangat, membuat Nana hampir menitikkan air mata karena terharu.
" urgh, kalian...." Nana menutup mulutnya dengan kedua tangganya. dia benar-benar terharu dengan pemandangan yang ada didepannya. para pelayan yang menyadari reaksi dari nonanya langsung berlutut dan menundukkan kepalanya untuk menghormati nonanya itu.
Nana dan Kuro berjalan masuk kedalam, para pelayan masih berlutut dan menghormati Nonanya itu. Ken dan Jun menjemput Nonanya yang baru saja kembali dari rumah sakit itu.
" ken?" Nana bingung karena tiba-tiba saja Ken menarik lengan Nana dan mencium punggung tangannya, kemudian membukakan pintu untuknya.
" Jun!" saat pintu terbuka disana nampak Jun yang tengah menunggu kedatangannya, dibelakangnya terdapat ratusan meja yang penuh dengan makanan dan anggur yang nikmat. Nana langsung terpukau dengan pemandangan yang disuguhkan didepan matanya.
" ini, kalian!" Nana memeluk erat kedua koki favoritnya itu. Nana kemudian berbalik dan memberi salam dengan style kerajaan, dia membungkuk dan mempersilahkan para pelayan untuk masuk.
setelah semua pelayan masuk, Nana dan Kuro juga masuk dan duduk disalah satu meja yang telah disiapkan disana. Nana mengangkat segelas jus Jeruk kemudian diikuti yang lainnya untuk bersulang.
~~
Author : NO COMENT
Nana: Victo, ayolah! masak ketua gengster minum jus jeruk?:(
author: iya ya?
GENGSTER APAAN
Nana: yayyy!!! ^3^
Author: NO COMENT !!!
~~
pesta dilanjutkan dengan sangat meriah mereka semua bersulang untuk kesembuhan Nana walau Nana sendiri tidak minum. dia baru keluar dari rumah sakit, tentu saja Kuro juga tidak mau kalau adiknya itu masuk rumah sakit lagi.
" ahh...aku kenyang!" Nana menyantap habis makanan yang ada di depan matanya kini seluruh piring yang ada di meja makan telah kosong. Jun dan Ken sangat senang karena Nona kesayangannya ini telah kembali lagi, jadi dia bisa memasak berbagai jenis makanan untuk nona tercintanya.
" kamu pergilah istirahat!" titah Kuro pada Nana, dan Nana hanya mematuhinya.
Nana bergegas ke kamarnya dan pergi beristirahat, sedangkan Kuro memilih untuk menyelesaikan semua pekerjaan yang telah menantinya. Nana terlelap namun... saat tengah malam dia terbangun karena haus.
Nana berjalan menuju ke dapur, dan dia mendapati ruang belajar Kuro masih terbuka dan lampunya masih menyala. Nana memutuskan untuk mengetuk pintu itu dan Kuro menengok ke arah Nana.
" apa kamu akan berkencan dengan berkas-berkass itu untuk malam ini, **Presdir Kuro " **Nana berjalan masuk dan memeluk Kuro dari belakang.
" hahh, bukankah presdir yang sebenarnya tengah bercinta dengan selimut dan bantal?" Kuro masih fokus dengan berkas-berkas yang ada didepannya, dia bahkan tidak menengok ke arah Nana sedikitpun.
" do you want a Coffee?" Nana berjalan keluar dan berniat untuk kembali ke dapur.