
" hahhh, akhirnya! " Nana menjatuhkan dirinya ke kursi santai yang disiapkan disana
" nona, lain kali bisakah kita berpesta lagi?" tanya salah seorang maid
" hm, tentu saja! kita harus sering berpesta seperti ini" kata Kuro menyela mereka
" kyaa, senangnya!" teriak para pelayan ,baik mereka yang sadar atau mereka yang telah mabuk.
" silahkan dinikmati nona!" kata Jun yang memberikan Dessert pada nonanya itu
" hm, kamu memang mengerti diriku, Jun!" Nana tersenyum manis begitu melihat Dessert yang telah dibawa oleh Jun.
" hm, aku membuat Cake Cokelat spesial untuk nona!" Jun menghidangkan Dessert yang dibawanya.
" ah, nona! silahkan mencoba Hot Cokelat yang aku buat ini!" Ken menyela
" hm, kalian! aku sangat suka" kata Nana yang memeluk kedua pelayannya itu
pesta dilanjutkan hingga senja datang, banyak pelayan yang sudah tumbang. Nana tidak minum karena kondisi tubuhnya yang tidak memungkinkan dirinya untuk minum. Kuro juga dia nampak sangat bersenang-senang, akan tetapi kesenangan itu berakhir saat matahari terbenam.
" urgh, aku mau mandi" Kuro berjalan ke arah Nana yang tengah bermain ponsel
" eh, kakak?" Nana menatap Kuro yang tampaknya sudah sangat kelelahan itu
" apa kamu sudah puas bermain-main?" tanya Kuro lesu
" hm, ayo pergi!" Nana mengangkat tubuhnya dari kursi dan beranjak pergi ke dalam mengikuti Kuro
Nana kemudian masuk dan Mandi, selepas itu dia tidur. sementara Kuro mencoba membangunkan Luciffer dan Himawari. selepas itu dia meminta mereka membersihkan semua kekacauan yang ada, sementara Kuro pergi ke kamarnya untuk bersih-bersih. beberapa minggu kemudian...
" selamat pagi, nona!" Luciffer membangunkan Nana
" urgh..." Nana menggosok matanya.
" ahh..............., sekarang pukul berapa?" tanya Nana malas
" ini pukul 8 pagi!" jawab Luciffer
" APA???" Nana sangat terkejut, dia bergegas mandi kemudian bergegas pergi ke sekolah, dia bahkan lupa dengan Kuro.
" AH, NONA, TUNGGU DULU! INI HARI MINGGU!!" Luciffer berteriak
Nana terlihat sangat lesu dan malas, dia kembali ke kamarnya mengganti pakaian kemudian pergi ke studionya. sementara itu Luciffer membangunkan Kuro dan Himawari mengkoordinir para pelayan yang lain untuk membersihkan rumah. waktu menunjukkan pukul 9, dan Nana sudah merasa sangat bosan. dia akhirnya pergi ke studio musik miliknya, begitu masuk Nana langsung melihat piano yang terletak di seberang jendela. Nana kemudian menghampirinya, dia duduk dan menyentuh tuts tuts piano itu. setelah beberapa lama dia kemudian memainkannya. dia memainkan Moonlight Sonata by Beethoven. suara piano yang menghiasi ruangan itu membuatnya merasa sangat nyaman, dia merasakan kedamaian.
" nona!" tiba-tiba Himawari datang kesana dan mengejutkan Nana
" ada masalah apa?" Nana terkejut begitu Himawari langsung masuk ke Studio
" anu, anda kedatangan tamu penting!" kata Himawari
" eh, siapa lagi?" tanya Nana bingung, dia pikir itu Clair dan yang lainnya
" TUAN MUDA YUKKI DAN NONA MUDA ROSE!!!" teriak Himawari
DEENGGG!!!!
mendengar perkataan Himawari membuat Nana menekan tuts yang salah dan itu membuat keharmonisasian yang telah dibuatnya rusak parah. hal ini sontak membuat Himawari terkejut.
" hahhh, dimana kuro?" tanya Nana
" tu...tuan muda su..sudah di..dibawah!" Himawari ragu
" APA?" Nana sangat terkejut dengan hal itu.
" cepat siapkan pakaianku!" Nana meminta Himawari bergegas
Nana kemudian kembali ke kamarnya, dia kemudian menganti pakaiannya dan menata rambutnya. setelah beberapa lama kemudian nana turun dan menghampiri Kuro.
" Nana!" Raymond memanggil Nana
" ah?" Nana terkejut kakaknya sudah keluar dari rumah sakit, Nana tidak menjawab sapaan kakaknya itu dan hanya berjalan begitu saja
" Ku-chan!" Nana berbisik ke telinga kuro
" hm, kita akhiri saja ini!" Kuro memecah keheningan yang ada
" jadi, untuk apa tuan muda Yukki dan nona muda Rose kemari?" tanya Kuro dengan sopan
" ah, Tuan muda Yukki dan nona muda Rose?" Ray tidak percaya dengan apa yang dia dengar