MY CUTE BOY FRIEND ...

MY CUTE BOY FRIEND ...
Episode 82



" ah...hahh...hahhh....." Nana mencoba mengatur nafasnya yang terengah-engah.


" BODOH!" Kuro memukul kepala Nana. dia tidak percaya adiknya begitu egois, bahkan pada tubuhnya sendiri.


" ouch" Nana mengusap lembut kepalanya yang telah dipukul oleh Kuro. sedangkan Ryoma dan yang lain hanya tertawa melihat tingkah kakak beradik itu


" jangan pernah lakukan itu lagi!" Kuro memeluk erat Nana, dia tidak akan melepaskan adik tersayangnya itu.


" hm, aku janji! aku tidak akan pernah melakukan itu lagi" Nana memeluk balas Kuro, terlihat senyuman yang memuaskan diwajahnya. akan tetapi, dalam hati dia ..


aku tidak akan pernah seenaknya lagi, karena aku akan ....per...gi...


Nana menangis dalam hati, tiba-tiba suara kembang api memecah keheningan. Nana dan Kuro melepas pelukannya kemudian menikmati indahnya pemandangan malam.


" can...tik...." Semua menatap ke arah langit, bintang-bintang yang menghiasi gelapnya malam, warna kembang api yang bertebaran diatas cahaya putih sang rembulan.


" ahhh..." Nana menghempaskan tubuhnya, cairan merah mulai mengalir dari hidungnya.


"Nana!" Raymond langsung menangkap tubuh Nana yang jatuh ke tanah. mendengar teriakan Raymond. Kuro, Alan dan Louis langsung menoleh ke arah mereka.


" kita kembali sekarang!" Kuro langsung memutuskan seenaknya, Nana menahan lengan baju Kuro.


" aku ingin tetap disini" Nana tersenyum lembut, dia melihat wajah Kuro yang sangat khawatir.


"Nana!" Louis sangat terkejut Nana menjadi begitu keras kepala. Nana hanya tersenyum menatap langit, darah masih terus mengalir dari hidungnya, pandangannya mulai memudar dia tidak bisa melihat degan jelas.


" hei, hapus air mata kalian!" Air mata Louis jatuh diatas wajah Nana, Nana hanya bisa tersenyum. Louis membaringkan kepala Nana diatas lututnya sambil terus terisak. Ryoma dan Alan menundukkan kepalanya, mereka berharap Nana tidak melihat air mata mereka.


" kak" Nana menoleh ke arah Kuro, dia menatap lembut iris merah yang ada disampingnya.


" tolong beritahu Tris, kalau aku sangat mencintainya, dan beritahu dia. aku tidak menyesal karena dia tidak ada disini, aku juga tidak marah karena dia melanggar janjinya."


" Alan, bisa kamu mengambil cetak biru dilaci yang ada dikantor ku di Queen! paswordnya dua ke kiri, empat ke kanan dan lima ke kiri. " alan hanya meanggukan kepalanya lemah.


" Alan, Ryu mulai sekarang kekuasaan naga merah dan Queen akan jatuh ke tangan kalian, dan perintah terakirku untuk kalian adalah...hiduplah dan tolong.... jaga kakakku!" Nana tersenyum, kristal bening mulai turun dan membasahi wajah Kuro. bahkan diakhir hayatnya, Nana masih memikirkan orang lain.


" Louis..." Nana menatap ke manik yang ada diatasnya, Louis hanya mengangguk dan memandang wajah indah Nana.


" tolong jaga K7 milikku" Nana menghapus air mata Louis, Louis hanya mengangguk dan tersenyum mendengar kata-kata Nana.


" dan tolong, berhenti menangis. kalian boleh menangis dalam hati, tapi tidak didepan orang-orang. kalian adalah tubuh dan jiwaku, jadi bagaimana mungkin seorang Nathlia Yuu menangis didepan umum?" Nana terkekeh ketika mengucap kata-kata itu, sungguh lucu.... tapi, Nana tidak ingin perpisahan yang menyedihkan.


mendengar kata-kata Nana tangis mereka pecah, isakan terus keluar dari mulut mereka, buliran air mata telah membentuk anak sungai diwajah mereka.


" hahh...senang betemu dengan ka..li...an...." Nana menghembuskan nafas terakhirnya dipangkuan Louis, Kuro langsung memeluk tubuh dingin adiknya. Ryoma dan Alan menangis semakin menjadi, dan Louis dia kini terpaku. dia tidak percaya nonanya tewas dipangkuannya.