
" kalian semua! " Nana meminta perhatian dari anggotanya. semuanya menoleh kearah Nana.
" aku mau kalian berpatroli selama sebulan penuh, untuk pergantian Shift, Ryoma yang akan mengurusnya." Nana memberi arahan pada bawahannya, seluruh bawahannya hanya mengangguk dan membungkuk begitu Nona-nya berjalan melewati mereka.
" Baik, nona!" jawab mereka semua dengan serempak
" Nana!" suara lembut dari seorang wanita muncul dibelakang Nana.
" ah, kak Serena?" Nana menoleh pada wanita yang ada dibelakangnya itu
" anu, siapa pria yang tadi?" tanya wanita itu, dia menunjuk pada seorang pria setinggi 190cm dengan rambut yang dicat merah, dengan mata cokelat keemasan, yang kini tengah berjalan pergi menjauh.
" oh, itu Ryoma! dia tangan kiriku" jawab Nana.
" ah, bisakah kamu mengenalkannya padaku?" tanya wanita itu memelas.
" hahh, kakak datangi saja dia, lalu ajak kenalan!" kata Nana yang memberi kode pada anak buahnya untuk pergi menjauh.
" eh, Nana tunggu!" Wanita itu panik begitu Nana pergi dengan anak buahnya.
" haha, ayo pergi!" kata Nana yang berjalan pergi. dia tidak peduli kalau punggungnya diperhatikan oleh anak buahnya. dia sudah melindungi keluarganya, jadi untuk apa Nana malu dengan luka bodoh itu. dan ya, dia lebih tidak peduli kalau anak buahnya melihat luka itu.
" maafkan kelancangan saya, Nona!" kata salah seorang bawahannya, dia memakaikan jasnya yang masih bersih pada Nana. dia adalah James Carry, dia tangan kanan Ryoma. pria tinggi dengan kulit putih,rambut yang dicat ungu, dan mata hazel.
" thanks, James!" Nana masuk kedalam mobil, dia membawa setengah pasukannya menuju ke kediaman Rose. setibanya dikediaman Rose, dia melihat anak buahnya sudah membereskan mayat dan kekacauan yang mereka buat.
" kerja bagus, semuanya!" ucap Nana lembut.
Nana berjalan masuk menuju ke pintu masuk kediaman Rose. para pengawalnya membukakan pintu kediaman yang kokoh itu untuk Nona-nya. Nana masuk dan menjelaskan situasi yang terjadi saat ini, dia juga meminta maaf atas masalah yang mereka perbuat, dia bahkan mengganti rugi semua kerusakan yang ada.
seluruh keluarga Rose sangat terkejut begitu mendengar kata-kata Nana. mereka menolak pemberian dari Nana, mereka sudah diselamatkan dan sekarang mereka mendapat ganti rugi. bukankah itu sama saja tidak tahu terimakasih?
" hah, semuanya maaf! ini salah Thalia! ( keluarga Rose biasa memanggil Nana dengan nama Thalia ) " Nana membungkuk dan meminta maaf.
" tidak, gadis baik sepertimu tidak pantas membungkuk seperti ini!" kata salah seorang wanita tua yang mengangkat tubuh Nana.
" Nenek Sherin?" Nana terkejut, Sherin adalah salah satu tetua dikeluarga Rose. dia memang sangat dekat dengan wanita tua itu, namun sudah sangat lama Nana tidak mengunjunginya dan wanita itu masih mengingatnya. Nana senang, dia bahagia karena dia bisa menyelamatkan orang-orang yang berharga baginya.
" sayang, kita adalah keluarga! jangan menyalahkan dirimu atas apa yang terjadi, kamu gadis yang hebat bukan!" wanita itu tersenyum menunjukkan lesung pipi diwajahnya.
" ah. terimakasih semua! tapi, aku disini bukan untuk hal itu"
Nana kembali fokus, dia menunjukkan tatapan serius. pandangan semua orang kembali terfokus ke tatapan tajam Nana. sorot mata yang memang tidak pernah lepas dari tatapan orang-orang yang memandangnya dengan penuh rasa takjub akan keindahan sorot matanya.
" apa maksudmu, sayang?" tanya Sherin, semua orang bingung dengan kata-kata Nana.
" hm, Thalia datang untuk hal ini!" Nana menunjukkan grafik pasar saham. dia menunjukkan harga saham keluarga Yukki dan keluarga Rose yang anjlok total, hal ini membuat semua orang terkejut.
" aku kemari untuk meminta persetujuan kalian, K7 akan mengakuisi Rose Grup dan Yuuki Grup. saat ini kak Kuro dan kak Yora sedang menunggu keputusan kalian, jika kami mengakuisi Rose grup maka, seluruh kuasa akan tetap berada dibawah keluarga Rose, selain itu K7 tidak akan mengambil 1% pun keuntungan dari kalian!" kata Nana dengan tatapan seriusnya. semua mata fokus pada Nana, mereka tengah berpikir keras, keputusan apa yang akan mereka ambil.
" lakukan!" kata seorang pria tua yang duduk tidak jauh darinya.
"ah, tapi kek!" salah seorang cucunya mencoba menolak kembali keputusan kakeknya.
" tidak, keputusanku bulat!" kata pria tua itu.ya dia adalah Jake Rose, dia adalah suami dari Nenek Sherin, seorang pria tua dengan rambut putih yang menghiasi kepalanya, menunjukkan seberapa berumurnya dia.
" Thalia mengerti, sekarang Thalia permisi. pers sudah menunggu, Thalia akan meninggalkan beberapa ratus orang untuk menjaga tempat ini!" Nana pamit undur diri, selepas dari kediaman Rose, Nana langsung menelfon Yora kemudian memberitahunya kondisi yang terjadi dan langkah apa yang harus diambilnya.
Nana pergi menuju ke kantor pusat K7, dimana pers sudah menunggu kedatangannya. Nana sengaja mengundang pers untuk memberitahu bahwa mereka telah mengakuisi Rose Grup dan Yuuki Grup. Nana juga tidak lupa memberi tahu bahwa mereka telah mengakuisi Grup Naga pada saat itu juga, selain itu Nana mengumumkan pada dunia bahwa K7 berhasil menguasai seluruh penjuru dunia saat ini. mereka berhasil menguasai seluruh Asia selama setengah tahun ini. Nana juga mengatakan bahwa K7 akan turun di Industri makanan cepat saji, dan pariwisata. selain itu,dia juga...
" baiklah hanya itu yang ingin saya sampaikan, Saya sebagai wakil Presdir dari K7 Corporation hanya ingin memberitahu hasil kerja keras kami selama 3 setengah tahun ini, dan kami sebagai 2 bersaudara pendiri K7, saya Nathalia Yuu mewakili 2 bersaudara ingin mengatakan SIAPAPUN YANG INGIN MEMBUAT LANGIT BIRU K7 MENJADI MENDUNG, MAKA HARUS SIAP MENERJANG BADAI!" kata-kata itu terngiang dengan sangat jelas bagi para pendengarnya, pers yang saat itu menyaksikan langsung Nana menantang musuh-musuhnya, kini mereka tengah menelan ludahnya. mereka kagum dengan Nana, mereka takluk dengan kharismanya. seakan melihat seorang Jendral yang mengacungkan pedangnya.
selepas konfrensi Pers berhasil, Nana kembali ke kantor. tidak terasa baru beberapa lama tapi, saham Rose grup dan Yukki grup langsung naik.entah ini karena K7 mengakusisinya atau karena kharisma yang Nana pancarkan ketika mengatakan bahwa mereka telah mengakuisi Rose grup demi melindungi kekuasaan 5 keluarga besar.
BRUKK
Nana menjatuhkan dirinya ke sofa. Louis yang melihat nonanya itu, langsung memberikan air yang ada didalam lemari pendingin.
" ini!" Louis meletakkan sebotol air dingin di kepala Nana. dia melihat Nana sangat kelelahan\, bahkan Louis melihat ada aliran sungai air mata yang turun dari matanya. *eh? aliran air mata!?*
" Nana, ada apa? kamu menangis, kenapa? siapa yang membuatmu sedih?" Louis langsung memegang erat bahu Nana, dan menatap matanya. wajah sendu yang sudah lama tidak pernah muncul kini kembali ke permukaan, entah sudah berapa lama Nana tidak menangis didepan matanya hingga membuatnya tidak percaya.
" mereka...hiks..mereka semua.."
VICTOR_WRITE