
Orchard Residence adalah kawasan rumah mewah terbaik yang banyak dihuni oleh kalangan pebisnis, banker profesional, politisi kelas atas, atau keluarga dari kalangan tertentu. Rumah di kawasan ini dijaga sangat ketat karena berisi orang-orang penting. Mampu tinggal di kawasan ini artinya bisa dipastikan keluarga tersebut berasal dari latar belakang keluarga yang tidak biasa. Dan jangan ditanya, seluruh bangunan rumah di kawasan ini sudah pasti sangat mewah.
π€π€π€π€π€
β’ Di kediaman keluarga Heinanverero - Orchard Residence β’
Sebuah taksi memasuki area Orchard Residence. Taksi itu berhenti di depan sebuah rumah mewah yang mempunyai gerbang besar. Terlihat Rosaline keluar dari taksi itu. Dia langsung segera masuk ke dalam rumahnya setelah selesai membayar ongkos. Hari sudah mulai petang ketika dia sampai di rumah.
"Selamat malam nona muda" sapa salah seorang satpam rumahnya.
"Selamat malam juga paman" balas Rosaline ramah.
Gadis itu menapakkan kakinya masuk ke dalam rumah.
"Selamat datang ke rumah nona Ros" sambut bibi Mey seperti biasa.
Rosaline membalas sapaannya dengan senyum hangat.
"Bibi Mey, apa kakakku sudah pulang?"
"Tuan muda belum pulang nona. Sepertinya akan pulang terlambat seperti biasa" balas bibi Mey dengan tersenyum.
Rosaline mengerucutkan bibirnya saat mendengar kakaknya belum datang. Sebentar lagi jam makan malam, tetapi kakaknya belum juga pulang. Semoga saja Rosaline tidak berakhir dengan makan sendiri.
"Baiklah kalau begitu. Aku akan masuk ke kamar dulu untuk beristirahat" balas Rosaline kemudian naik ke lantai dua kamarnya.
π€π€π€π€π€
Setelah dari hotel tadi, Rosaline memutuskan pergi ke mall untuk bersenang-senang sebentar.Dia membeli beberapa buku untuk menambah koleksi buku bacaan di perpustakaan pribadi miliknya di rumah ini. Gadis itu juga berbelanja beberapa barang yang dia butuhkan. Rosaline memang sesekali menikmati hidupnya sebagai anak dari seorang konglomerat. Hanya saja dia tidak pernah menyalahgunakan statusnya dan hidup berfoya-foya.
Rosaline jarang membeli sendiri barang-barang yang branded atau mewah. Bukan karena dia tidak menyukainya, dia adalah perempuan normal, sudah pasti dia juga ada ketertarikan dan pasti membutuhkannya untuk saat-saat tertentu. Tetapi kakak dan ayahnya akan lebih dulu membelikan barang-barang seperti itu untuk Rosaline.
Biasanya mereka akan membawakan Rosaline oleh-oleh berupa barang-barang branded ketika mereka menyelesaikan urusan bisnisnya dari luar negeri. Atau jika ada keluaran barang terbaru dari suatu brand, mereka akan memesankannya untuk Rosaline. Bahkan isi walk in closet miliknya kebanyakan adalah barang-barang yang dibelikan oleh ayah dan kakaknya. Padahal sekali pun Rosaline tak pernah memintanya.
Hidup Rosaline memang sangat dimanjakan oleh ayah dan kakaknya. Bahkan apapun yang gadis itu inginkan, dalam sekejap akan dikabulkan oleh keluarganya. Karena Rosaline adalah anak gadis yang paling berharga di keluarga Heinanverero.
Meskipun dia punya banyak barang branded di kamarnya, tetapi dia akan tetap menyamar dengan berpenampilan sederhana ketika dia menggunakan identitasnya sebagai 'Raline'. Dan meskipun Rosaline bisa meminta apapun yang dia inginkan kepada keluarganya, tetapi sejauh ini dia tidak pernah menyalahgunakan kuasanya tersebut dan justru hidup dengan mandiri.
π€π€π€π€π€
Ketika sampai di kamar, Rosaline langsung merebahkan tubuhnya di kasur. Sembari menunggu kakaknya pulang, dia ingin istirahat sebentar lalu pergi membersihkan diri. Perlahan-lahan karena merasa kelelahan, akhirnya Rosaline pun memejamkan matanya.
β’ Beberapa jam kemudian β’
Rosaline terbangun dari tidurnya. Dia melihat ke dinding dan sekarang sudah pukul setengah delapan malam. Gadis itu turun dari tempat tidurnya dan menuju ke kamar mandi.
Berada di bawah guyuran shower membuat pikiran Rosaline menjadi lebih rileks. Hari ini terasa panjang baginya. Terlebih karena mendengar pertanyaan dari Glenn tadi. Seolah dirinya diseret untuk mengingat kembali ke masa dirinya saat hidup di London, yang selama ini sudah berusaha dia lupakan.
Sudah hampir 2 tahun dia kembali kesini, tempat asal kelahirannya. Hidupnya sejauh ini sudah nyaman bersama dengan orang-orang yang sayang padanya. Tidak ingin mengingat lagi semua yang sudah dikubur olehnya. Dia akan menjadi Rosaline yang selalu ceria.
π€π€π€π€π€
"Apa Rosaline sudah makan malam?" ucap Rayen yang baru saja datang ke rumah. Dia menanyakan keadaan adiknya kepada bibi Mey.
"Belum tuan. Nona muda sedari pulang belum turun dari kamar. Sepertinya dia sedang istirahat"
Rayen hanya menganggukkan kepalanya saja.
Lalu dia menuju kamar adiknya. Dia mengetuk pintu kamar dan memanggil adiknya. Rosaline yang baru saja selesai mandi dan masih menggunakan handuk kimononya.
Rayen mengetuk pintu kamar adiknya, lalu berkata, "Ros, apa kamu sudah bangun?"
"Ya, aku baru saja selesai mandi" Rosaline menjawab panggilan kakaknya dari balik pintu tanpa membukanya.
"Iya kak. Aku akan turun setelah selesai berpakaian" jawab Rosaline dari dalam kamar.
"Baiklah. Aku akan membersihkan diri sebentar dan menyusulmu turun"
π€π€π€π€π€
β’ Di meja makan β’
"Ros, kamu baik-baik saja kan?" ucap Rayen di sela-sela makan.
Rosaline mengerutkan dahinya. Dia berpikir, apakah kakaknya tahu tentang kejadian di kolam renang.
"Maksud kakak?" ucap Rosaline gugup.
"Tentang pertanyaan Glenn...."
DEG
DEG
Jantung Rosaline berdegup cepat. Kenapa kakaknya harus membahas tentang ini lagi. Pertanyaan ini bahkan lebih buruk dari masalah insiden kolam renang. Apakah selama ini kakaknya tahu tentang dirinya?
Ahh, sudah pasti kakaknya itu tahu. Mana mungkin dia tidak tahu. Bodoh sekali jika Rosaline mengira bahwa keluarganya tidak akan tahu apa saja yang dia lakukan selama di London.
Gadis itu berusaha bersikap tenang menghadapi kakaknya. "Aku tidak mengerti maksud kakak. Tidak ada yang salah kok dengan pertanyaan kak Glenn. Hanya saja aku memang tidak ingin menjawabnya, karena menurutku itu tidak perlu" ucap Rosaline tersenyum.
Rayen menatap lekat Rosaline. Pria itu sangat mengenal adiknya. Rayen bisa merasakan apa yang adiknya rasakan. Meskipun mereka berdua berjauhan, tetapi tidak lantas membuat Rayen tidak bisa mengetahui apa yang terjadi dengan adiknya.
"Rosaline, aku tahu apa yang---" belum sempat Rayen menyelesaikan ucapannya, Rosaline sudah manyahut kakaknya dan mengatakan, " Aku sudah di rumah. Sekarang aku sudah pulang. Apa yang terjadi disana, sudah aku tinggalkan semuanya disana. Aku hanya pulang membawa barang bawaanku dan tubuhku saja. Dan meskipun aku pulang membawa tubuhku, tetapi aku tidak membawa serta kenanganku saat tinggal disana. Jadi aku mohon, apapun yang kakak ketahui dan ingin katakan, sebaiknya kakak pendam saja. Anggaplah kak Rayen tidak mengetahui apapun tentangku" ucap Rosaline tegas dengan menatap sendu kakaknya.
Rayen tersenyum hangat menatap adiknya. Dia begitu menyayangi adiknya, jadi dia akan melakukan apapun yang diminta adiknya, asalkan itu bisa membuatnya bahagia. "Alright baby" ucap Rayen.
Kemudian kedua kakak beradik itu melanjutkan lagi makan malam dengan tenang. Mereka memilih membicarakan hal-hal lain seperti biasa.
π₯π₯π₯π₯π₯
.
.
.
MOHON PERHATIAN!
Hello readers! Thank you so much karena sudah mau menyempatkan waktu untuk membaca karya novel ini. Maaf jika masih ada kekurangan, karena author bukan orang yang profesional. Novel ini bukanlah novel harian, tetapi author pasti akan update di setiap minggunya. Jadi mohon bersabar menunggu.
Author jelaskan sedikit tentang novel ini
Novel ini bercerita tentang kehidupan, keluarga, teman, kasih sayang, cinta, pengorbanan, dan rahasia. Aturan membaca novel ini adalah memahami secara perlahan jalan ceritanya, maka kalian akan menemukan benang merahnya. Ingat, ini bukan novel dengan alur cerita cepatπ
Author mungkin akan menjelaskan sifat/karakter tokoh secara tersirat, tidak secara langsung. Kalian nanti akan menemukannya di sela-sela jalannya cerita dan bisa menebak dari caranya berdialog.
Disini author akan membuat alur cerita yang berbeda, penuh kejutan, dan berusaha menjelaskan situasi ceritanya secara detail. Maka dari itu, kalian mungkin akan menemukan beberapa episode yang ada bagian "EPILOG" di akhir cerita, yang bertujuan untuk menjelaskan situasi kejadian dengan lebih singkat.
Readers tidak akan menemukan konflik yang disiksa/ditindas tanpa perlawanan disini. Karena Rosaline bukanlah karakter tokoh utama yang lemah.
Author sudah membuat penjelasan lebih lanjut tentang gambaran novel ini dan penokohon cerita. Jadi agar nantinya readers tidak bingung, mohon silahkan cek di episode 37 PENGUMUMAN sebelum membaca kelanjutan novel iniπ€
Jangan lupa untuk selalu klik tanda jempol (like) di setiap episode. Jangan lupa juga klik favorite supaya dapat notifikasi episode baru. Usahakan untuk tinggalkan jejak komentar ya
Jadi, terus ikuti ceritanya dan nantikan kejutannya di episode ME vs OM OM selanjutnya! Thank youβ€