
β’ Di The Heinan Hotel β’
Rosaline duduk di sekitar area yang tidak jauh dari kolam renang. Sebenarnya dia belum benar-benar ingin pergi dari hotelnya, dia hanya meninggalkan kakaknya dan temannya itu. Karena dia tidak mau melanjutkan topik pembicaraannya. Toh kakaknya juga tidak akan mengetahui kalau dia masih disini.
Sudah hampir satu jam dia berada di tempat itu dengan memegang sebuah buku bacaan yang cukup tebal. Ini adalah salah satu hobinya, membaca buku dengan menikmati suasana sekitar. Sesekali dia mengalihkan pandangannya ke arah kolam renang yang sedang tidak begitu ramai orang, karena ini masih siang. Banyak orang yang berlalu lalang disekitar sana. Terlihat juga beberapa turis asing yang sedang bersantai di kursi pinggir kolam renang.
Tanpa sengaja pandangan Rosaline tertuju pada seorang gadis kecil yang sedang memainkan boneka di sekitar pinggiran kolam. Umurnya mungkin sekitar 5 tahun. Dia memakai baju dress lengan pendek, rambutnya dikuncir dua, wajahnya juga sangat cantik dan menggemaskan.
Gadis kecil itu memainkan bonekanya dengan dilemparkan ke udara kemudian ditangkap. Berulang kali dia melakukannya. Rosaline tersenyum melihat tingkah gadis kecil itu.
Tiba-tiba boneka gadis kecil itu terlempar ke tengah kolam renang. Lalu gadis kecil itu berusaha meraih bonekanya kembali. Rosaline tersentak dan tanpa pikir panjang langsung menghampirinya. Tapi ketika sampai, Rosaline sudah sedikit terlambat. Gadis kecil itu sudah tercebur ke dalam kolam. Rosaline langsung masuk ke dalam kolam dan menggendong gadis kecil itu untuk dibawa ke pinggir kolam.
Untung saja gadis kecil itu tidak tercebur di bagian kolam yang dalam. Dia tercebur dibagian kolam yang di khususkan untuk anak-anak, hanya sekitar selutut Rosaline saja. Jika itu bagian kolam yang dalam, Rosaline pasti hanya bisa berteriak mencari pertolongan orang lain. Karena dia sama sekali tidak bisa berenang.
Orang-orang banyak yang melihat aksi Rosaline. Mereka memuji tindakannya yang sangat cakap dalam menyelamatkan gadis kecil tadi.
Rosaline menggendong gadis kecil tadi ke tempat yang teduh dekat kolam. Dilihatnya gadis kecil di depannya sudah basah kuyup. Wajahnya masih terlihat shock. Yang membuat Rosaline kagum adalah gadis kecil itu tidak menangis meskipun mungkin dia merasa ketakutan.
Rosaline berlutut untuk menyamakan tinggi dengan gadis kecil itu untuk memastikan keadaannya. "Apa kamu baik-baik saja? Apa kamu merasa ada yang sakit?" tanya Rosaline kepada gadis kecil itu.
Gadis kecil itu hanya menggelengkan kepala. Lalu sesaat kemudian matanya tertuju ke arah kolam renang. Disusul tangannya yang menunjuk ke arah bonekanya yang masih berada di tengah kolam.
"Tunggu disini, aku akan segera kembali untuk mengambilkan bonekamu" ucap Rosaline tersenyum dan mengusap lembut pipi gadis itu.
"Nona Adeline!" seorang perempuan yang umurnya tampak beberapa tahun lebih tua dari Rosaline meneriakkan nama gadis kecil itu. Sepertinya dia adalah pengasuhnya.
Pengasuh itu melihat gadis kecil itu sudah basah kuyup. Wajahnya sangat terkejut. Dia menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya, matanya sudah mulai berkaca-kaca. Dia mendakati gadis kecil itu dan mengecek keadaannya. Kemudian tak lama Rosaline datang dan mendekati mereka.
"Apa kamu pengasuh gadis kecil ini?"
" Iya nona. Saya yang mengasuh nona Adeline. Apa yang terjadi hingga membuat nona kecil seperti ini?" jawabnya dengan nada bergetar dan khawatir. Dia sepertinya takut karena sudah berbuat kesalahan.
"Dia tadi sedang bermain boneka dipinggir kolam. Lalu boneka beruangnya ini terjatuh ke tengah kolam. Dia tercebur karena berusaha mengambil bonekanya. Tapi tenang saja, karena dia tidak kenapa-napa. Aku langsung menggendongnya sesaat setelah dia tercebur. Mungkin sekarang dia sedang merasa terkejut saja"
"Astaga! Aku sangat berterima kasih atas bantuanmu nona. Aku tidak tahu harus bagaimana jika terjadi sesuatu dengan nona Adeline. Aku tadi hanya meninggalkannya sebentar untuk ke kamar mandi yang tidak jauh dari kolam renang, tetapi nona Adeline pergi sendiri dan meninggalkan saya. Saya sangat khawatir karena sempat kehilangan nona Adeline. Saya juga minta maaf karena sudah merepotkan nona muda" pengasuh itu membungkukkan badannya beberapa kali pada Rosaline. Suaranya masih bergetar ketakutan. Tangannya meremas bagian depan bajunya.
"Tidak perlu meminta maaf padaku. Kamu harusnya meminta maaf pada orang tuanya, dan juga jelaskan semua kejadiannya. Mereka pasti akan bertanya-tanya dan khawatir karena melihat baju Adeline basah seperti ini" balas Rosaline dengan tersenyum kepada pengasuh itu.
"Dan juga ini memang sudah sepantasnya untuk aku lakukan. Siapapun yang melihat pasti akan membantu Adeline. Hanya saja aku selangkah lebih cepat dari mereka" sambungnya dengan sedikit mengajak bercanda agar pengasuh itu tidak tegang.
Rosaline mendekat ke arah gadis kecil itu. Mensejajarkan tinggi mereka agar terlihat nyaman. Rosaline menyerahkan boneka beruang itu kepadanya. "Ini beruang milikmu". Gadis kecil bernama Adeline itu menerimanya. Adeline tersenyum saat menerima boneka beruangnya kembali.
"Gadis kecil...dengarkan nasihat kakak. Adeline jangan pernah mengulangi lagi perbuatan yang seperti tadi, karena itu sangat berbahaya dan membuat orang lain khawatir" Rosaline tersenyum pada gadis kecil itu. Dia juga mengusap lembut kepalanya.
Adeline tersenyum menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
Tak jauh dari mereka, berdiri seorang karyawan perempuan yang di tangannya membawa handuk kering. Rosaline menghampiri karyawan itu dan mengambil salah satu handuk.
Rosaline kembali ke tempat Adeline untuk mengeringkan badan gadis kecil itu menggunakan handuk tadi. Setelah selesai mengeringkan, Rosaline beranjak meninggalkan Adeline. Dia berjalan ke tempat dimana dia bersantai tadi, dan mengambil oversize blazer miliknya yang ditinggalkan disana.
Kemudian Rosaline kembali menghampiri Adeline, dan dia menempatkan oversize blazernya ke tubuh Adeline yang masih agak basah. "Kakak tidak ingin melihat Adeline merasa kedinginan lalu jatuh sakit. Setelah ini langsung hangatkan badan dan jangan membuat pengasuhmu khawatir lagi. Mengerti?" Rosaline mencubit kecil pipi Adeline karena gemas.
Adeline mengangguk dengan semangat dan tersenyum lebar.
Rosaline berdiri dari tempatnya dan berpamitan dengan Adeline. "Kalau begitu aku pergi dulu. Sampai jumpa lagi gadis kecil..."
Sebelum beranjak pergi, tangan Rosaline ditarik oleh Adeline.
"Nama...."
Rosaline mengerutkan kedua alisnya mendengar perkataan Adeline.
"Apa kamu menanyakan namaku?" ucap Rosaline terkekeh.
Gadis itu menganggukkan kepalanya.
Rosaline berlutut lagi agar sejajar dengan gadis kecil itu.
"Sepertinya namaku mirip denganmu. Namaku, Rosaline..."
Adeline merespon dengan menunjukkan wajah menggemaskannya dan kemudian memeluk leher Rosaline. "Terima kasih" ucap Adeline.
Rosaline yang merasa kaget karena tiba-tiba dipeluk hanya bisa tersenyum dan membalas pelukan Adeline.
π€π€π€π€π€
β’ Di kamar hotel yang khusus disediakan untuk Rosaline pribadi β’
"Apa nona sekarang tidak apa-apa?" ucap salah satu perempuan karyawan hotel dengan menyodorkan handuk kepada Rosaline.
"Aku tidak apa-apa. Hanya basah saja tidak akan membuatku terluka parah" canda Rosaline.
Setelah menerima, Rosaline langsung mengeringkan badannya yang basah menggunakan handuk.
"Nona benar-benar membuatku khawatir. Nona tidak seharusnya langsung menceburkan diri ke kolam seperti tadi. Nona Ros kan bisa memanggil salah satu karyawan yang ada disini saja" omelan kekhawatiran keluar dari mulut karyawan perempuan itu.
Rosaline tertawa mendengar ucapan karyawan perempuan yang lumayan dikenalnya.
"Aku sungguh baik-baik saja, karena itu hanya kolam selutut. Jika lebih dari itu, mungkin aku hanya bisa berteriak minta tolong. Aku juga sangat tidak keberatan untuk menolong sendiri gadis kecil tadi..." ucap Rosaline tersenyum.
"Dan mengenai hal yang terjadi tadi, aku mohon jangan beritahukan ke kak Rayen. Bilang pada karyawan lain jika melihat kejadian tadi agar merahasiakannya. Aku tidak mau membuat kak Rayen menguras air kolam renang setelah mendengarku tadi yang sempat masuk ke kolam" Rosaline terkekeh geli membayangkan jika kakaknya tahu, pasti responnya akan sangat heboh.
"Ahh...dan juga tolong belikan aku baju ganti, karena setelah ini aku masih akan pergi" sambung gadis itu.
"Baik nona..." jawab karyawan hotel itu.
π€π€π€π€π€
β’ Di salah satu kamar hotel β’
"Sekali lagi maafkan saya nyonya. Karena saya sudah lalai menjaga nona Adeline"
"Sudahlah jangan diperpanjang lagi. Yang penting Adeline sekarang dalam keadaan baik-baik saja"
Nyonya itu mengecek keadaan Adeline yang sekarang sedang duduk disampingnya. Dia sampai rela menyewa kamar hotel agar Adeline bisa istirahat dan mengganti bajunya yang sekarang sudah basah. Dia tidak mau ambil resiko harus menunggu hingga nanti sampai di rumah.
"Adeline, apa ada bagian badanmu yang terasa sakit?"
Gadis kecil itu menjawab dengan menggelengkan kepalanya.
"Syukurlah kalau begitu..."
Kemudian dilihatnya oversize blazer yang sedang dipakai Adeline. Melihat dari modelnya, tentu saja ini bukan milik pengasuhnya. Pasti ini milik perempuan yang menolongnya tadi.
"Apa ini milik orang yang menolongmu tadi?" tanya nyonya itu sambil menunjuk ke arah oversize blazer itu.
Gadis kecil itu menganggukkan kepalanya dengan riang.
"Milik tante Rosaline" jawab Adeline dengan menampilkan senyum merekah di wajahnya.
Nyonya itu mengernyitkan alisnya. Sepertinya Adeline merasa senang dengan perempuan yang sudah menolongnya tadi. "Rosaline...?" gumamnya.