ME vs OM OM

ME vs OM OM
Kekhawatiran Rosaline



• Di tempat makan •


Rosaline memilih untuk memesan minuman. Karena dia sudah merasa kenyang. Dia hanya akan menemani Glenn makan saja, karena dia sudah berbaik hati mau membawanya pergi.


“Ngomong-ngomong Ros, kenapa tadi kamu bisa di restaurant itu?” tanya Glenn di sela-sela makan.


Rosaline terdiam sejenak. Dia akan memikirkan alasan yang tepat.


“Emm..itu hanya acara makan biasa bersama dengan dua dosenku, dua temanku, narasumber dan asistennya. Sekedar untuk merayakan kesuksesan acara saja, tidak ada yang spesial. Aku dan temanku diajak karena kami sudah turut membantu menyukseskan acara. Singkatnya begitu” jawab Rosaline menatap Glenn yang sekarang duduk di hadapannya. Mau tidak mau gadis itu harus berbohong. Karena sangat tidak mungkin dia mengatakan kalau hanya makan bertiga saja.


“Begitu rupanya. Lalu kenapa kamu tampak khawatir dan ingin segera pergi dari sana?” tanya Glenn menyelidik.


“Itu karena aku melihat ayah ada disana juga. Sepertinya dia sedang ada pertemuan bisnis disana. Dan aku tidak mau ayah mengetahui kalau aku berada disana juga”


Glenn terheran mendengar ucapan Rosaline. Jika hanya bertemu ayahnya saja, kenapa dia harus sepanik itu. “Tidak mau? Kenapa? Aku rasa tidak ada salahnya kalau ayahmu mengetahui kamu sedang ada disana juga”


“Itu karena aku tidak mau identitas asliku diketahui oleh yang lain. Jika ayahku melihatku, sudah pasti ayah akan datang menghampiriku, dan orang-orang akan tahu kalau ayahku adalah pemilik Heinan Group. Dan aku tidak mau itu terjadi, aku tidak ingin penyamaranku terbongkar” jawab Rosaline santai.


“Terbongkar penyamaran? Memangnya selama ini kamu menyamar?” ucap Glenn terheran.


Rosaline menganggukkan kepala. “Hmm, begitulah. Aku di kampus menyamar sebagai Raline. Anak dari keluarga orang biasa”


Glenn meletakkan sendok dan garpunya. Sepertinya dia akan bertanya lebih lanjut tentang hal ini dengan serius. “Tung- tunggu sebentar. Aku tidak paham. Jadi selama ini di kampus kamu menyamar sebagai Raline anak dari keluarga orang biasa begitu?” tanyanya terheran. Dan Rosaline menjawabnya hanya dengan mengangguk.


“Dan satu pun tidak ada yang tahu bahwa kamu sebenarnya adalah Rosaline anak dari Heinan Group?” tanya Glenn lagi. Rosaline kembali menjawabnya dengan mengangguk.


Glenn semakin tidak paham dengan situasinya. Dia merasa gemas sampai meremas kepalanya dengan kedua tangannya. “Sse-sebentar. Bukankah itu bagus jika mereka tahu bahwa kamu adalah anak dari Heinan Group? Semua orang pasti akan mendekatimu, Ros. Kamu bisa mendapatkan banyak teman, kamu akan disegani, mendapatkan keistimewaan, orang lain juga pasti tidak akan ada yang berani mengganggumu juga. Selain itu, yang paling penting adalah kamu tidak perlu susah-susah menyamar dan meninggalkan semua fasilitas yang kamu miliki saat sedang berada di kampus.”


Rosaline menggelengkan kepala. “Tidak, kamu salah. Aku tidak butuh semua itu. Aku tidak perlu di istimewakan. Aku tidak suka jika di dekati atau berteman karena mereka tahu aku siapa. Aku hanya ingin di dekati atau berteman karena mereka tahu aku seperti apa” jawabnya.


Glenn terheran. “Bukankah itu sama saja Ros


?”


Rosaline menggeleng. “Tentu itu berbeda. Jika mereka tahu ‘aku siapa’, mereka akan menerimaku hanya karena ‘ada apanya’. Saat mengetahui aku adalah Rosaline anak dari Heinan Group, mereka mungkin hanya menyukai kelebihanku sebagai anak konglomerat dan mencari keuntungannya sendiri, tetapi mereka tidak akan pernah bisa tulus berteman denganku ataupun menerima semua kekuranganku.


Tetapi jika mereka tahu ‘aku seperti apa’, mereka akan menerimaku dengan ‘apa adanya’. Saat mengetahui aku hanyalah Raline anak dari keluarga orang biasa, mereka yang mendekatiku dan berteman denganku adalah mereka yang tahu benar pribadiku seperti apa, dan memilih untuk tetap bersamaku disaat mereka tahu semua kekuranganku dan sifat burukku. Pertemanan seperti itulah yang benar-benar aku butuhkan.”


Rosaline tersenyum kecil, menghela nafasnya sejenak.


Dan jikalau pun suatu saat nanti aku sudah menemukan orang yang kucintai, aku ingin dia bisa mencintaiku karena aku adalah Rosaline yang apa adanya. Bukan mencintaiku karena aku adalah Rosaline yang ada apanya. Aku tidak ingin dipandang sebagai Rosaline, putri dari pemilik Heinan Group. Aku hanya ingin dipandang sebagai Rosaline, putri kesayangan dari ayahnya.” lanjut Rosaline. Wajahnya kini sudah terlihat sendu. Sesekali di juga menggigit bibir bawahnya.


“Aa-apa menurutmu aku sudah menipu mereka? Apa mereka bisa memaafkanku jika suatu saat penyamaranku terbongkar? Ap-apa menurutmu keinginanku ini terlalu berlebihan?” Rosaline tersenyum getir, matanya memancarkan kesedihan, bibirnya juga bergetar. Sekuat tenaga dia menahan rasa sesak di dadanya.


Glenn yang sedari tadi mendengarkan perkataan Rosaline dengan serius benar-benar terpaku. Dia tidak bisa berkata apa-apa. Semua yang dikatakan gadis di depannya itu tidak ada yang salah. Rosaline hanyalah seorang gadis yang masih berumur 19 tahun, yang menginginkan bisa merasakan pertemanan tulus dan menginginkan balasan cinta yang tulus dari orang yang dicintainya kelak. Keinginannya benar-benar sederhana. Umurnya memang masih muda, tetapi jalan pikiran Rosaline bahkan mungkin bisa dibilang sama dewasanya dengan Glenn. Sungguh mendengar perkataan Rosaline, membuat hati Glenn bergetar.


Glenn benar-benar kagum dengan sosok Rosaline. Dia sangat tidak menduga. Ternyata dibalik sosoknya yang ceria, Rosaline mempunyai kekhawatiran yang sebesar ini. Hidupnya yang bisa dibilang memiliki segalanya yang orang lain inginkan, dan bahkan dimanjakan oleh seluruh keluarganya, ternyata tidak menjamin Rosaline untuk bisa merasakan ketenangan. Dia tidak mau menyalahgunakan statusnya, dan malah memilih untuk mengabaikan statusnya.


Aku tidak tahu apa yang sudah kamu alami sebelum ini Ros. Tetapi untuk kedepannya, aku hanya ingin kamu bisa mendapatkan kebahagiaanmu.... – ucap Glenn tulus dalam hati.


Glenn langsung menggeser mundur kursinya, dia beranjak berdiri untuk menuju kursi kosong di samping Rosaline. Rosaline merasa bingung dengan respon Glenn yang tiba-tiba beranjak dari tempat duduknya dan sekarang beralih duduk di kursi sampingnya.


Glenn menatap lekat Rosaline yang sekarang sudah berada dekat dengannya. Dia memandang sejenak kedua bola mata coklat Rosaline yang meneduhkan hati. Mencoba mengetahui apa yang di rasakan gadis itu. Rosaline pun juga hanya menatap balik Glenn, dia bingung dengan situasi yang dihadapinya saat ini.


Tiba-tiba, Glenn menarik tubuh Rosaline ke dalam pelukannya. Glenn memeluk erat Rosaline dan terdiam beberapa saat. Gadis itu sangat terkejut karena tiba-tiba dia dipeluk tanpa alasan seperti itu. Dia juga tidak membalas pelukannya dan ikut terdiam.


Glenn menghela nafas panjangnya. “Ros...kamu tidak salah. Keinginanmu juga tidak berlebihan. Aku sangat memahami semua maksud perkataanmu tadi. Aku yakin, jika suatu saat nanti teman-temanmu tahu kebenarannya, mereka akan bisa memahami alasan dibalik kamu melakukan semua itu.


Aku juga yakin, jika suatu saat nanti kamu sudah menemukan orang yang kamu cintai, orang itu pasti akan sangat mencintaimu dengan tulus. Orang itu hanya akan mencintaimu sebagai Rosaline yang apa adanya di matanya. Dan orang itu pasti akan merasa sangat beruntung bisa dicintai olehmu.


Rosaline, aku memang belum lama mengenalmu secara langsung. Tetapi aku yakin bahwa kamu adalah perempuan yang memiliki hati luar biasa. Percayalah, tidak ada yang perlu kamu khawatirkan. Kamu pasti akan menemukan kebahagiaan yang kamu inginkan” ucap Glenn lembut dengan mengelus bagian belakang rambut Rosaline.


Mendengar perkataan dari Glenn, membuat hati Rosaline merasa hangat. Dia merasa Glenn memang memahami apa yang selama ini dia khawatirkan. Saat ini, Glenn benar-benar bersikap dewasa dan bisa membuat Rosaline nyaman. Dan Rosaline pun akhirnya paham mengapa Glenn memeluknya dengan tiba-tiba.


Perlahan Rosaline mulai membalas pelukan hangat dari Glenn. Suasana ini benar-benar membuatnya haru. Sebisa mungkin Rosaline menahan air matanya. Tapi akhirnya air itu berhasil lolos juga dari matanya.


“Terima kasih karena sudah mau memahamiku. Terima kasih karena sudah mau mendengarkanku....” ucap Rosaline tersenyum tulus. Suaranya terdengar sedikit bergetar. “Dan terima kasih karena kak Glenn sudah memelukku di saat aku benar-benar membutuhkannya seperti ini” lanjutnya dalam hati.


Glenn mengendurkan pelukannya. Dilihatnya wajah cantik Rosaline yang ada bekas air mata. Lalu dia menghapus bekas air mata itu. “Don’t cry, Ros. Kamu terlihat jelek jika sedang menangis seperti ini” ucapnya bercanda.


“Hei, siapa yang menangis? Mataku hanya terasa perih saja karena terkena AC. Dan juga aku tidak jelek, enak saja mengataiku. Aku sumpahi kau akan menyukai si wajah jelek ini” balas Rosaline dengan mengerucutkan bibirnya.


Glenn menyentil pelan kening Rosaline. “Dasar gadis konyol” ucapnya.


Rosaline mengusap bekas sentilan Glenn masih dengan duck facenya.


Keduanya saling menatap sesaat, lalu mereka pun tertawa bersama, melupakan suasana haru yang baru saja mereka lalui.