ME vs OM OM

ME vs OM OM
Pemilik Hati Rosaline Yang Sebenarnya



Tuan Anthoni sedang bermain catur dengan Rayen di ruang keluarga sembari berbincang-bincang masalah pekerjaan. Sesekali mereka berdua juga bercanda.


“Arrghh kalah lagi” Rayen kesal karena sudah 3 kali bertanding catur dengan ayahnya, sebanyak itulah dia dikalahkan.


“Sampai 1000 tahun pun kamu tidak akan bisa mengalahkan ayahmu ini, boy”


“Harusnya ayah pura-pura mengalah kan bisa”


“Hmph, apa begini sikap penerusku? Memalukan” tuan Anthoni terkekeh melihat sikap putranya yang kekanakan di usianya yang sudah tidak muda lagi.


Ayah dan putranya terus saja berargumen hingga seorang gadis turun dari tangga dan membuat keduanya mengalihkan pandangannya pada gadis itu.


Gadis itu mengenakan gaun selutut berwarna champagne tanpa lengan, memperlihatkan bahu dan lehernya yang putih mulus. Rambutnya di gelung simple dengan menyisakan beberapa helai rambut di bagian samping Dia juga memakai tas selempang clutch pesta dan high heels setinggi 5cm yang senada dengan warna gaunnya.


“Wah, nona Ros cantik sekali. Apakah nona ada urusan pekerjaan?” puji bibi Mey, kepala pelayan di rumah itu.


“Tidak bibi Mey. Aku akan pergi ke acara resepsi pernikahan kak Gina. Dia kakak perempuan dari temanku kak Nexon”


Ketika kedua pria itu mendengar bahwa precious baby girl mereka akan pergi dengan Nexon, sekejap mereka berubah menjadi singa mematikan yang siap menerkam mangsa. Mereka kembali mengaktifkan mode over protektifnya. Dengan langkah cepat, keduanya langsung menghampiri Rosaline.


Rosaline serasa berada di area gunung berapi teraktif di dunia karena sedang diapit oleh kakak dan ayahnya. Kehadiran kedua pria itu membuatnya geleng-geleng kepala. Rosaline sudah bisa menebak kalau mereka akan segera berubah menjadi pria yang kekanakan dan mengeluarkan sikap protektifnya.


“Baby, bagaimana kamu akan kesana?” ucap Rayen.


“Jam berapa kamu akan pulang?” sahut tuan Anthoni.


“Kamu tidak akan menginap kan?”


“Kenapa bocah itu tidak menjemputmu kemari?”


“Kenapa kamu berdandan secantik ini hanya untuk pria itu?”


“Rayen benar, kenapa penampilanmu cantik sekali? Apa karena Nexon?”


Ayah dan putranya itu saling gantian bersahutan membombardir pertanyaan untuk Rosaline.


Rosaline merasa lucu melihat tingkah mereka berdua yang mengajukan berbagai pertanyaan. Dia ingin tertawa, tetapi mencoba menahannya agar tidak menyinggung perasaan ayah dan kakaknya.


Bibi Mey terkekeh kecil melihat sikap tuan Anthoni dan Rayen yang berlebihan karena mendengar gadis itu akan pergi dengan seorang pria.


“Okay, father, brother, bisakah kalian berdua tenang? Aku hanya akan pergi ke acara pernikahan, bukan ke acara kencan. Jadi kalian tidak perlu berlebihan” ucap Rosaline dengan menahan tawanya.


“Aku dan ayah hanya khawatir denganmu, Ros” ucap Rayen.


“Aku tahu kak Ray. Tapi kalian tidak perlu mengkhawatirkanku. Aku akan pulang jika memang acaranya sudah selesai, dan aku kesana diantar supir” jawab Rosaline tersenyum, lalu mengecup sekilas pipi kakaknya.


Kemudian dia beralih ke ayahnya. “Dan untuk ayah, kenapa kak Nexon tidak menjemputku? Itu karena aku yang melarangnya. Kalian kan tahu kalau selama ini aku menyamar, jadi tidak mungkin aku memberitahu alamat rumahku. Aku juga tidak berdandan untuknya, ini hanya penampilan biasaku. Aku bisa secantik ini karena aku punya ayah yang sangat tampan. Jadi jangan lagi mencurigaiku” Rosaline juga mengecup sekilas pipi ayahnya.


“Ayah dan kak Rayen tersayang, ijinkan Ros untuk undur diri. Sesi tanya jawab sudah selesai. Aku tidak ingin terlambat, jadi aku harus berangkat sekarang” Rosaline melepaskan diri dari kedua singa jantan itu dan langsung pergi.


“Dad, aku tidak siap menyerahkan adikku secepat ini”


“Ayah juga”


“Apa Ros menyukainya?”


“......”


Tuan Anthoni tidak bisa menjawab pertanyaan Rayen. Karena dia juga belum yakin kalau putrinya menyukai bocah itu. Tuan Anthoni sangat mengenal putrinya. Meskipun saat ini Rosaline mungkin dekat dengan bocah itu, tetapi tuan Anthoni tahu hati putrinya masih berada dimana.


“Tuan besar, tuan muda, yang perlu kalian lakukan sekarang adalah selalu mendukung nona Ros. Siapa pun prianya, apakah dia sederajat atau tidak, itu tidak penting. Asalkan dia pria yang baik dan mereka berdua saling mencintai, maka restuilah” bibi Mey menasehati kedua pria yang masih tampak gusar itu.


“Tapi, bibi Mey tahu kan kondisi Ros. Bagaimana jika Nexon tidak bisa menerima keadaannya dan menjaganya? Bagaimana jika pria lain juga tidak ada yang---” ucap Rayen bergetar, dia tidak sanggup meneruskan ucapannya.


Bibi Mey menggenggam tangan Rayen yang sudah dianggap sebagai cucunya sendiri. “Tuan muda, adikmu adalah gadis yang kuat dan mengagumkan. Siapa pun pria pasti akan jatuh hati padanya. Yang tuan muda khawatirkan tidak akan pernah terjadi. Jika ada pria yang bisa mencintai dan menyayangi nona Ros dengan tulus sepenuh hati, maka dia pasti juga bersedia menerima segala kekurangan nona Ros dan siap melindunginya seumur hidupnya” ucapnya dengan penuh pengertian.


“Aku harap juga begitu” sahut tuan Anthoni yang sedari tadi mendengarkan pembicaraan mereka berdua.


🐤🐤🐤


• Di Heinan Castaways Resort •


Merupakan resort mewah milik Heinan Group yang dibangun di area pinggir pantai. Para pengunjung dapat menikmati pemandangan sunset dan sunrise khas pantai, serta dimanjakan dengan berbagai fasilitas yang disediakan pihak resort jika menginap disini.


Resepsi pernikahan diadakan malam hari di luar ruangan resort dengan latar belakang pemandangan alam pantai yang indah. Membuat kesan suasana lebih romantis dan santai.


Sementara keluarga mempelai pria dan wanita menyambut para tamu undangan, ada satu orang yang berjalan mondar-mandir dengan perasaan gelisah menunggu kehadiran seseorang.


“My son, apa yang kamu lakukan?” ayahnya memperhatikan tingkah putranya yang terkesan aneh, apalagi para tamu juga memperhatikannya.


“Kenapa kamu terlihat gugup? Ini adalah pernikahan kakakmu, bukan pernikahanmu. Jadi berhentilah bertingkah konyol” sang ibu dengan frustrasi berkata kepada putranya, karena dia tidak bisa tahan lagi melihat tingkah putranya yang seperti itu.


Pemuda itu mengabaikan perkataan orang tuanya dan terus mondar-mandir memeriksa apakah orang yang ditunggu telah tiba. Kedua orang tuanya merasa jengkel dengan putranya, tetapi mereka juga tidak tahu harus berbuat apa.


Tiba-tiba, dia berhenti bergerak ketika matanya tertuju pada seorang gadis yang ditunggunya. Kebahagiaan tergambar jelas di wajahnya saat dia mendekati gadis itu. Penampilan gadis itu sangat memukau dan sekejap membius kesadarannya. Gadis itu tidak menggunakan sesuatu yang macam-macam ataupun makeup berlebihan, tetapi entah kenapa kecantikannya begitu memabukkan.


“Raline, kamu sangat cantik” ucapnya memuji. “Ayo, aku akan memperkenalkanmu kepada orang tuaku” dia menggandeng gadis itu untuk menemui orang tuanya.


Ketika kedua orang tuanya melihat putra mereka sedang jalan bergandengan dengan seorang gadis muda yang cantik, mereka akhirnya paham mengapa tadi putranya bertingkah aneh.


“Mom, dad, ini Raline. Gadis yang pernah aku ceritakan pada kalian sebelumnya”


“Senang bertemu dengan kalian berdua tuan dan nyonya. Saya Raline Vero, teman kak Nexon” ucap Rosaline ramah memperkenalkan dirinya.


Kedua orang tua Nexon terpesona setelah melihat Rosaline dalam jarak yang dekat. Kehadiran gadis muda itu terasa begitu elegan, seperti aura gadis yang berasal dari keluarga terhormat, namun di saat yang bersamaan juga terasa mengintimidasi.


“Raline, senang bertemu denganmu. Nexon dan Gina sering bercerita tentangmu...” sambut hangat ibunya.


🐤🐤🐤


“Kak Gina, kakak ipar!” Nexon menyapa dengan semangat ketika dia membawa Rosaline menghampiri mereka. Pasangan pengantin baru itu melihat Nexon dan Rosaline yang tampak sangat serasi saat bersama.


“Kak Gina, selamat ya. Aku akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kalian berdua” ucap Rosaline sembari memeluk Gina.


“Thank you, Raline. Semoga kamu juga bisa cepat menyusul” ucap Gina. Kemudian mereka melepaskan pelukan.


“Sepertinya tidak akan secepat itu” balas Rosaline terkekeh. Lalu dia juga menyelamati suami Gina.


Gina dan suaminya memandang Rosaline dengan tatapan yang mengagumi. Gadis itu tidak hanya ramah dan berkepribadian menyenangkan, tetapi juga anggun dan menawan.


“Nona Raline, aku sangat menyukai hasil pemotretanmu dengan adik iparku. Kalian berdua terlihat seperti perfect couple yang sesungguhnya” puji suami Gina.


“Terima kasih. Itu berarti hasil kerja samaku dan kak Nexon berhasil” jawab Rosaline.


“Ngomong-ngomong, aku dan Raline ingin mempersembahkan sesuatu untuk kalian berdua” ucap Nexon sambil melempar kode senyum kepada Rosaline. Tentu gadis itu tahu apa yang dimaksud, karena memang mereka berdua sudah merencanakan untuk memberikan kejutan untuk Gina dan suaminya.


Pasangan pengantin itu tampak bingung dengan maksud ucapan Nexon. Mereka berdua hanya bisa menatap penasaran Nexon dan Rosaline yang sedang senyum-senyum penuh arti.


Rosaline dan Nexon berjalan pergi setelah menyapa pasangan itu.


Di antara kerumunan para tamu undangan, ada dua orang yang tampaknya telah mengenali Rosaline.


Steve merasa tidak rela saat melihat pemandangan yang tidak menyenangkan. Dia menyaksikan dengan jelas Rosaline sedang bergandengan tangan dan tertawa mesra dengan Nexon. “Yo! Will! Dewi keberuntunganmu ada disini dan bersama bocah tengil itu lagi”


William mengabaikan ocehan Steve. Matanya sekarang tertuju ke arah Rosaline. Tiba-tiba saja dadanya terasa mengencang dan sesak ketika melihat pemandangan itu.


🐤🐤🐤


“Baiklah, selamat malam para tamu undangan” sebuah suara terdengar menggema. “Aku ingin mempersembahkan lagu ini untuk saudara perempuan kesayanganku dan suaminya”


“Kakak ipar, tolong cintai dan bahagiakan kakakku seumur hidupmu. Dia adalah satu-satunya saudari yang aku miliki, aku tidak tahan jika melihatnya bersedih. Dan untuk kak Gina, terima kasih karena terus mendukung semua mimpiku dan selalu menjadi kakak yang terbaik. Meskipun pada awalnya mom and dad menentang pilihan karierku, kamulah orang yang setia membelaku dan akhirnya membuat mereka berdua menyadari dimana kebahagiaan sejatiku berada. Aku akan selalu mendoakan agar kalian berdua terus saling mencintai dan bersama hingga akhir hayat memisahkan” Nexon mencurahkan isi perasaan terdalamnya.


Pasangan suami istri itu saling menggenggam tangan erat, mereka berdua sungguh terharu. Apalagi Gina, dia sudah berurai air mata sepanjang mendengar kata-kata menyentuh dari adiknya. Dia bangga memiliki adik yang luar biasa seperti Nexon.


Ketika Nexon mencuri perhatian para tamu undangan, Rosaline sudah duduk di kursi baby grand piano. Kemudian dia mulai memainkan melodi lagu, dan Nexon mengikuti dengan gitarnya.


The day we met frozen, I held my breath


Right from the start


Knew that I found a home


For my heart beats fast


Colors and promises


How to be brave, how can I love when I’m afraid to fall


But watching you stand alone


All of my doubt suddenly goes away somehow


One step closer


Semua orang terkejut mendengar nyanyian gadis itu. Suaranya begitu merdu. Mereka pun juga terpikat oleh kecantikannya.


I have died everyday waiting for you


Darling don’t be afraid I have loved you for a thousand years


I’ll love you for a thousand more


Beberapa orang di antara tamu undangan ada yang menangis ketika mendengar suara malaikat gadis itu yang nyanyiannya terdengar sangat tulus dan menyentuh hati. Segera semua orang memberikan tepuk tangan.


Time stands still


Beauty in all she is


I will be brave


I will not let anything take away


What’s standing in front of me


Every breath


Every hour has come to this


One step closer


Orang-orang juga terkejut mendengar suara Nexon yang ternyata sama bagusnya dengan gadis itu. Mereka tidak menyangka kalau model dan aktor seperti Nexon punya bakat menyanyi.


Suara mereka berdua terdengar selaras, alunan piano dan gitarnya juga mengagumkan. Nexon dan Rosaline sukses menyanyi dengan harmonisasi yang sangat indah. Membuat semua orang ikut terhanyut, apalagi di dukung dengan suasana yang


Di antara para kerumunan, ada seorang pria yang matanya hanya terfokus pada gadis muda yang sedang memainkan piano. Tubuhnya terasa tenang saat mendengarkan suaranya, tetapi di lain sisi jantungnya berdetak kencang.


Setelah Nexon dan Rosaline mengakhiri lagunya, mereka berdua mendapatkan pujian dan apresiasi tinggi dari para tamu undangan.


Pengantin wanita berlari ke arah adiknya dengan mata berkaca-kaca dan langsung memeluknya. Itu adalah pemandangan yang mengharukan bagi semua orang yang melihatnya. Setelah itu dia menghampiri dan memeluk Rosaline yang duduk di belakang piano.


Kerumunan mulai bertanya-tanya dan berspekulasi tentang hubungan gadis itu dengan keluarga sang pengantin.


‘Itu kan Raline, gadis yang pernah digosipkan berkencan dengan Nexon’


‘Apakah dia memang kekasihnya Nexon?’


‘Sepertinya begitu. Karena cara keluarganya memperlakukan gadis itu benar-benar spesial, membuatnya tampak jelas kalau mereka berdua memang sedang ada sesuatu’


🐤🐤🐤


“Nexon beruntung sekali punya pacar secantik itu”


“Sepertinya gadis itu akan segera menjadi calon adik ipar dari teman kita ”


“Apa yang kalian katakan?! Mereka berdua tidak berkencan! Raline hanya berteman dengan Nexon. Jangan asal menggosip” ucap Steve tidak terima.


“Apa kau mengenalnya, Stev?”


Steve memandang temannya dengan senyuman mengejek. “Tentu aku mengenal Raline. Aku bahkan pernah menjenguknya saat dia sakit”


“Wow, serius? Kalau begitu kau harus mengenalkan kami dengannya”


“Yeah, benar. Karena Raline masih lajang, mungkin aku berkesempatan memenangkan hatinya”


Steve mengarahkan telunjuknya ke masing-masing dari mereka. “Kalian semua tidak layak untuknya. Raline gadis yang istimewa. Selain itu, dia sudah menjadi dewi keberuntungan milik pria lain” ucap Steve selengekan. Steve tidak tahu kalau ucapannya barusan mengakibatkan terbukanya gerbang neraka. ‘Pria lain’ yang dimaksud oleh Steve tadi ingin sekali menyeret dan melemparnya ke pantai agar Steve bisa segera menyatu dengan terumbu karang.


Ketika teman-temannya terus bercekcok, William juga merasa penasaran, apakah dirinya memang layak untuk gadis itu? Menyadari betapa konyol pikirannya, dia segera pergi meninggalkan pria-pria bodoh yang sedang adu mulut itu.


🐤🐤🐤


Hari sudah semakin larut. Nexon sedang dipaksa oleh semua kerabatnya untuk minum wine karena dia menghindari pertanyaan mereka yang ingin tahu apakah dirinya berkencan dengan Rosaline atau tidak. Rosaline hanya tersenyum memperhatikan dari kejauhan saat Nexon disiksa oleh kerabatnya.


Berada di acara pernikahan ini, tiba-tiba saja membuat hati Rosaline sesak. Merasa udara di sekitarnya semakin mencekiknya, Rosaline memilih beranjak dari tempatnya untuk menenangkan dirinya di dekat pantai.


Saat dia sudah berada di dekat pantai, seketika dia langsung berjongkok dengan mendekap kedua lengannya. Rosaline terpaksa mengeluarkan air matanya, karena ini adalah satu-satunya cara mengurangi rasa sesak di dadanya. Suara tangisan gadis itu tidak terdengar karena tertelan suara deburan ombak. Sungguh berada di situasi ini membuat batinnya tersiksa. Dinginnya angin pantai dan udara malam yang menusuk kulitnya, tidak bisa dirasakan karena dikalahkan oleh suasana hatinya yang memburuk.


🐤🐤🐤


Beberapa tahun yang lalu


“Sangat cantik pemandangan disini. Aku menyukainya” Rosaline berkata sembari menatap langit dan birunya laut di Santorini. Wajahnya yang cantik bisa merasakan hembusan angin laut dari balkon kamar penginapan.


“Kamu jauh lebih cantik daripada pemandangan apapun di dunia ini” seorang pria berjalan menghampiri Rosaline dan memeluknya dari belakang. Pria itu mencium puncak kepala Rosaline begitu lama seakan tak ada hari esok.


Setelah beberapa saat, pria itu membalikkan badan Rosaline untuk berhadapan dengannya. “Karena kamu sangat menyukainya, mari kita memiliki rumah disini. Ketika nanti kita menikah dan punya anak, kita bisa pulang ke sini untuk liburan tahunan. Ini akan selamanya menjadi tempat paling berkesan dan romantis bagi cinta kita berdua”


Rosaline terkekeh mendengar ucapannya. Dia menatapnya dengan satu alis terangkat. “Aku tidak mengira kamu bisa menjadi pembicara yang bermulut manis”


“Itu karena aku sangat mencintaimu dan takut kehilanganmu, Lin...” pria itu mencium kening Rosaline.


“Benarkah?” Rosaline tersenyum hangat menatap pria yang sepenuhnya sudah memiliki hatinya, kemudian dia memeluknya dengan erat. “Kalau begitu aku akan menunggumu untuk mewujudkan ucapanmu tadi”


🐤🐤🐤


Kenangan manis tentang masa lalu. Ya, itu hanyalah sepenggal kenangan yang mengganggu Rosaline sampai sekarang. Sebuah mimpi saat dia dan pria itu masih bersama. Kembali mengingatnya seperti ini membuat hatinya hancur berkeping-keping.


Rosaline tidak pernah membayangkan hari ini akan datang, hari ketika dia harus berpisah dengannya dan tersiksa mengingat segala moment kebersamaan. Bertahun-tahun sudah berlalu, tetapi mengapa dia masih memikirkannya? Apakah pria itu layak untuk terus dipikirkan?


“Ini sangat menyakitkan. Bagaimana caranya agar aku bisa melupakannya...” gumam Rosaline.


Tiba-tiba saja sebuah jas membalut tubuh Rosaline yang dingin. Gadis itu bingung karena ada jas yang entah datang dari mana. Dia mendongakkan kepalanya, dan melihat seorang pria yang tak disangka bisa berada di tempat ini juga.


Rosaline berdiri dan berkata, “Ttu-tuan William...” ucapnya dengan sesenggukan. Pikirannya menjadi tambah kacau karena bertemu dengannya.


William tidak tahu apa yang sudah membuat gadis itu menangis. Jika orang lain salah sangka, mungkin mereka akan menduga gadis itu menangis karena ditinggal menikah. Namun karena William mengenal baik suami Gina, jadi jelas dugaan itu tidak benar.


Sebenarnya sudah sedari tadi William memperhatikan gadis itu menangis sendirian dengan menatap kosong ke arah pantai. Hingga akhirnya dia memberanikan diri untuk menghampirinya.


“Kamu tidak kedinginan?” ucap William sambil menghapus air mata di wajah Rosaline.


Rosaline merasa canggung karena tertangkap basah oleh pria itu dalam keadaan yang memalukan.


“Aa-ak-aku...aku...” Rosaline menggigit bawah bibirnya. Dia tidak tahu harus berkata dan berbuat apa saat ini. Faktanya, tubuhnya memang merasa lebih hangat setelah dibalut jas oleh pria itu.


“Apa dengan menangis bisa membuatmu merasa lebih baik?” ucapan William tepat sekali. Itulah yang dirasakan Rosaline, tetapi dia tidak bisa mengakuinya.


Alih-alih menunggu jawaban dari gadis itu, William langsung menarik Rosaline ke dalam pelukannya. “Kalau begitu menangislah. Aku tidak akan biarkan orang lain melihatmu lemah seperti ini”


Karena Rosaline juga tidak berniat menolaknya, dia pun membalas pelukannya. Dia memeluk William dengan erat sambil menangis di dalam pelukannya yang terasa hangat.


Sedangkan William, dia hanya bisa menenangkan gadis itu sambil mengelus lembut punggung dan belakang kepalanya. Dia tidak akan menanyakan apapun, dia hanya ingin mendampinginya.


“Sebenarnya apa yang sudah membuatmu seperti ini?” ucap William dalam hati.


Setelah beberapa lama mereka berpelukan dalam keheningan, Rosaline mengendurkan pelukannya. Dia merasa bersalah karena sudah membasahi kemeja pria itu. “Maaf, kemejamu...”


William tersenyum dan berkata, “Tidak masalah. Sudah lebih baik?”


“Hmm, jauh lebih baik” Rosaline tersenyum kecil.


Entah angin mana yang sudah menghasut dan membawa kabur akal sehat William, pria itu mengusap bekas air mata Rosaline lalu mencium kedua matanya. Sungguh William tidak mau melihat gadis itu menangis lagi.


Seakan terhipnotis, gadis itu otomatis memejamkan matanya dan menerima semua perlakuan manis William. Rosaline bisa merasakan kehangatan tulus tersalur dari pria itu. Hal-hal tak terduga dari William, selalu berhasil membuatnya berdebar dan tersentuh.


“Sudah malam. Lebih baik segera pulang”


Bagaikan anak kucing yang patuh, Rosaline menganggukkan kepalanya.


“Mau kuantar?”


“Aa-aah-emm tidak perlu...” ucap Rosaline gagap.


“Baiklah” jawab William dengan tersenyum.


Rosaline menatap lekat William. Perlu diakui bahwa wajahnya memang sangat tampan dan seksi. Dia tidak menyangka kalau William akan datang kepadanya disaat dia membutuhkan seseorang. Pria itu juga sudah memberikan perasaan aman dan nyaman untuknya, seakan rasa sakitnya perlahan terobati oleh pelukan hangatnya. Rosaline sangat bersyukur karena William tidak menanyakan apapun kepadanya. Sungguh pria itu sudah memporak-porandakan pertahanannya.


Sepertinya Rosaline juga sudah kehilangan kewarasannya, karena dengan lancang, tangannya sudah memegang pipi kiri pria itu, dan kemudian dia menempelkan bibirnya di pipi kanannya. Gila memang. Ya, Rosaline sudah gila karena mulai berani mencium William.


William pun membeku di tempat mendapatkan ciuman tak terduga dari Rosaline. Pikirnya, apa gadis itu sekarang sedang balas dendam padanya? Jadi begini rasanya mendapatkan serangan dadakan. Jantungnya seperti mau meledak dan tubuhnya bergetar hebat. Tetapi rasanya tidak terima jika gadis itu hanya mencium bagian pipinya saja, William menginginkan lebih.


Sadar apa yang dilakukannya, Rosaline langsung menarik dirinya menjauh dari pria itu dan segera berpamitan. “Mmm terima kasih sudah membuatku merasa lebih baik. Selamat malam tuan William” Rosaline pun pergi meninggalkan William yang masih terpaku di tempatnya. Namun tak lama, senyum cerah merekah di wajah tampannya.


🐤🐤🐤


Setelah kejadian mendebarkan tadi, William kembali lagi ke tempat temannya berkumpul. Di sana juga ada suami Gina.


“Hei Will, dari mana saja?” tanya suami Gina.


“Mencari udara segar” jawab William dengan memperlihatkan senyumannya. Dan itu mengejutkan semua temannya, karena selama ini William hampir tidak pernah terlihat tersenyum.


“Yo yo yo! Apa fengshui di sekitar sini membawa aura positif hingga mampu membuat pria kaku ini tersenyum?”


“Kau tidak sedang kerasukan kan, Will?”


“Dasar bodoh” ucap William sinis.


“Will, dimana jasmu?” tanya Steve.


“Jasku berada di tangan yang tepat”


🐤🐤🐤


Sementara itu, di Orchard Residence


Dua pria yang nampak seperti perampok, sedang menunggu Rosaline di halaman rumah. Mereka berharap Rosaline sudah pulang ke rumah satu jam yang lalu, namun sampai sekarang masih belum tiba juga.


“Ini sudah sangat larut. Apa aku harus menjemputnya?”


“Kita tunggu sebentar lagi, Ray. Jika Ros masih belum pulang, kamu boleh menyusulnya”


Tak lama dari itu, orang yang ditunggu pun tiba.


“Oh itu dia Ros datang...” ucap Rayen girang.


Rayen dan Tuan Anthoni sangat senang ketika gadis kesayangan mereka sudah datang. Setelah Rosaline turun dari mobil, mereka berdua tertegun melihat ada jas pria di tubuh Rosaline. Seakan petir menyambar, seketika wajah mereka berubah mendung.


“Apa kalian berada di luar untuk menungguku? Ahh dad, brother, I’m sorry, aku pulang terlalu malam. Anyway, aku akan masuk duluan dan beristirahat. Good night” ucap Rosaline. Lalu dia berjalan melewati keduanya dengan ekspresi wajah malu-malu dan salah tingkah. Rosaline tidak menyadari bahwa dia masih mengenakan jas milik William.


“Dad, aa-apa barusan wajah Ros memerah?”


“Hm”


“Yang dipakai Ros itu jas pria kan?”


“Hm”


“Ap-apa kali ini adikku benar-benar jatuh cinta dengan Nexon?”


“......”


“Dad, aku pikir kita akan segera kehilangan bayi perempuan kita...”


“......”


Rayen dan Tuan Anthoni tiba-tiba menyadari bahwa Rosaline bukanlah anak kecil lagi. Cepat atau lambat Rosaline akan dibawa pergi oleh seseorang dan meninggalkan mereka berdua.


🐤🐤🐤


Di sisi lain, di dalam kamar mandi Rosaline


Rosaline menenggelamkan kepalanya di dalam bathtub yang terisi penuh air sambil merutuki kebodohannya. Dia tidak habis pikir bisa bertindak segila tadi. Bagaimana bisa dia lepas kendali saat bersama William. Ini gila. Rasanya air saja tidak cukup untuk menjernihkan pikirannya.


Setelah cukup lama Rosaline merendam otaknya yang sedang tidak sehat, dia berdiri di depan cermin wastafel dengan wajah yang berteteskan air. “Ini mengerikan. Aku pasti sudah mulai tidak waras. Bibirku sungguh sialan, beraninya bibir ini melakukan pemberontakan dan dengan lancangnya melakukan pendaratan di pipi William. Aku tidak mungkin menyukainya. Iya kan? Benar begitu kan?” Rosaline ragu dengan ucapannya sendiri. Kini dia mulai mempertanyakan perasaannya terhadap pria itu.