
Rosaline sedang bersantai di dalam kamar sembari menonton film di laptopnya. Kakak dan ayahnya baru beberapa jam lalu pergi dan dia sudah merasa bosan.
Tak lama terdengar dering bunyi ponsel. Rosaline mengambil ponselnya yang diletakkan di meja kecil samping tempat tidurnya. Dilihatnya siapa yang menelfon, kemudian dia mengangkatnya.
“Halo?” jawab Rosaline.
“Kamu sedang apa Ros?”
“Hanya sedang bersantai di rumah”
“Apa ayahmu dan Rayen juga ada di rumah?”
“Tidak. Mereka sedang bermain golf dengan dengan teman-teman bisnisnya. Tadi ayah dan kak Rayen juga mengajakku, tapi aku tidak berminat”
“Ohh begitu. Kalau begitu...emm...jika...kamu tidak keberatan, apa kamu mau menemaniku membeli hadiah untuk ulang tahun mamaku?”
“Tidak masalah. Kapan?”
“Sekarang. Bagaimana?”
“Baiklah. Kebetulan aku juga sudah mulai bosan di rumah” ucap Rosaline terkekeh.
“Kalau begitu sebentar lagi aku akan menjemputmu di rumah. Segera bersiaplah”
“NO! Jangan menjemputku! Kita bertemu disana saja. Aku akan minta diantar oleh supir. Aku hanya tidak ingin membuatmu terlibat masalah jika nanti orang rumah mengadu pada kak Rayen atau ayah” ucap Rosaline sambil memijit keningnya.
“Ahh...benar juga. Baiklah, aku akan bersiap lalu berangkat. Aku akan menghubungimu lagi saat sudah sampai”
“Alright”
Panggilan telfon pun selesai.
Kini Rosaline akan bersiap-siap untuk pergi. Untung saja ada orang yang menyelamatkannya dari rasa bosannya saat ini. Tak lupa dia akan mengirim pesan kepada ayah dan kakaknya terlebih dahulu untuk memberitahu bahwa dia akan pergi keluar.
🐤🐤🐤
• Di Golden Envo Mall •
Rosaline saat ini mengenakan celana panjang jeans navy dan blouse berkancing lengan panjang dengan model sedikit longgar yang di masukkan ke dalam celana jeans berwarna krem. Rambutnya yang panjang dikucir dengan model rambut kuncir kuda setengah dengan pelintiran. Sungguh terlihat anggun, cantik, dan dewasa meskipun dengan baby facenya. Seperti biasanya, siapapun orang yang melihat tampilan Rosaline, mereka pasti terpana.
Gadis itu berdiri menunggu kedatangan orang yang sudah janjian dengannya di tempat yang ditentukan. Sesekali melihat ke arah jam tangan dan melihat suasana keramaian sekitar. Mengingat ini adalah akhir pekan, sudah pasti keadaan mall menjadi tambah ramai dari biasanya.
Tak lama dari itu, orang yang ditunggu pun datang. Orang itu sudah melihat Rosaline dari arah samping dan langsung menepuk bahu Rosaline, membuat gadis itu menoleh kepadanya.
“Apa kamu sudah lama menunggu? Maaf aku tadi terkena macet”
“Ahh tidak, aku baru sampai beberapa menit yang lalu” jawab Rosaline tersenyum.
Rosaline melihat orang itu dari atas sampai bawah. Tampilannya saat ini benar-benar berbeda dibandingkan dengan tampilannya saat menggunakan pakaian kerja. Ya, orang yang di depannya sekarang adalah Glenn.
Glenn memakai celana panjang berwarna coklat muda, kemeja polos putih yang digulung sampai siku, dan sepatu model boat shoes warna coklat yang hampir senada dengan warna celananya tapi sedikit lebih tua. Tampilannya saat ini benar-benar santai tetapi masih tampak berkelas, mengingat dia memang adalah anak pemilik mall ini. Entah mengapa menggunakan baju seperti ini, Glenn tampak lebih mempesona dibanding menggunakan baju formalnya.
Waah...pantas saja kak Rayen waktu itu bilang kalau orang ini sering berganti-ganti kekasih, dan kak Rayen juga memanggilnya buaya sint*ng. Jika dia berpenampilan seperti ini, dosa besar jika ada wanita yang berani menolaknya. Bisa terdampar di pulau terpencil dengan orang seperti ini, mungkin akan menjadi impian yang diharapkan setiap wanita. Sungguh pesona om-om yang begitu menggoda dan sesat – racau Rosaline dalam hati.
Sejenak Rosaline tenggelam dalam pikirannya sendiri yang tidak karuan itu, dan kembali tersadar. “Kak Glenn...tampak berbeda jika tidak sedang dalam keadaan memakai pakaian kerja” ucap Rosaline terheran.
Glenn tertawa geli mendengar ucapan Rosaline. “Tentu saja berbeda Ros. Kamu pikir aku tidak punya kehidupan lain selain di tempat kerja? Jika sedang tidak kerja, ya aku akan berpenampilan seperti sekarang ini” ucapnya santai. Rosaline hanya menjawabnya dengan ber-oh saja.
Kamu juga tampak sangat cantik seperti biasanya - ucap Glenn dalam hati.
“Baiklah, ayo kita segera mencarinya” ajak Glenn, lalu mereka beranjak dari tempat itu.
🐤🐤🐤
• Di salah satu luxury store •
“Kamu yakin mamaku akan suka dengan pilihanmu ini?” tanya Glenn pada Rosaline. Saat ini dia sedang memegang sebuah syal dari salah satu merk ternama dunia.
“Ya, tentu. Mamamu pasti akan senang. Syal seperti ini bisa mamamu pakai saat merasa kedinginan. Dan syal ini juga melambangkan bahwa kamu ingin mamamu selalu menjaga kesehatannya. Tapi menurutku, apapun hadiahmu itu tidak masalah. Karena mamamu pasti akan merasa senang selama itu pemberian hadiah dari anaknya sendiri” balas Rosaline tersenyum.
“Benar juga. Baiklah...” Glenn bahkan tidak berpikiran seperti Rosaline. Gadis itu memang selalu berpikiran lebih dewasa daripada umurnya.
“Tuan Glenn, apa anda tidak akan membelikan sesuatu untuk kekasih anda ini?” ucap karyawan wanita lain yang berdiri tak jauh dari Glenn dan Rosaline.
Rosaline seketika menoleh ke arah karyawan itu, dan menatapnya dengan melongo. “Hei hei, siapa yang kamu katakan kekasihnya? Mana mungkin aku jadi kekasih dari teman kakakku ini ” ucapnya dalam hati.
Lalu dia beralih menatap Glenn. Pria itu sekarang sedang menatapnya.
“Apa kamu ingin sesuatu Ros? Aku akan membelikannya untukmu” ucap Glenn santai dengan tersenyum.
Rosaline masih terdiam. Dia masih tidak terima karena Glenn tidak protes saat karyawan tadi menyebutnya sebagai kekasih Glenn.
"Apa ada produk yang baru datang? Yang kira-kira cocok untuk dipakai olehnya" tanya Glenn kepada karyawan store.
“Sepertinya ada sepatu yang sangat cocok jika dipakai oleh kekasih anda yang cantik ini. Sepatu itu baru saja datang dua hari yang lalu. Mari ikuti saya...” ucap karyawan itu ramah.
Kemudian Glenn menggandeng tangan Rosaline untuk mengikuti karyawan itu. Rosaline masih melongo melihat sikap Glenn. Dia juga tidak mungkin berdebat dengan Glenn di tempat umum seperti ini.
Rosaline mencoba bicara dengan Glenn. “Ttu-tunggu sebentar. Aku tidak butuh dibelikan apapun. Jika aku mau, aku bisa membelinya sendiri. Kamu tidak perlu membelikannya. Lebih baik kamu tabung saja uangmu” ucap Rosaline sambil menghentikan langkah Glenn.
“Kamu yakin tidak ingin aku belikan apapun? Anggap saja ini hadiah dariku” ucap Glenn terheran.
Rosaline menghela nafas panjang. “Ya, aku sangat yakin. Asal kamu tahu, walk in closetku sudah banyak sekali barang-barang yang bahkan belum sempat aku pakai. Aku tidak ingin menambahnya lagi. Jika kamu masih memaksa, aku tidak mau lagi bertemu denganmu”
“Ahh...aku hampir lupa dengan siapa sekarang aku sedang jalan” Glenn terkekeh merasa dirinya bodoh. Dia baru ingat kalau orang yang sedang menemaninya jalan saat ini adalah Rosaline, putri mahkota dari keluarga Heinanverero. Jadi tentu saja gadis itu tidak akan silau dengan barang-barang branded seperti ini.
“Baiklah kalau begitu. Tapi jika ada yang kamu mau, maka jangan sungkan untuk memintanya padaku” ucap Glenn tersenyum.
“Waah...kekasih anda ini selain muda dan cantik, dia juga baik hati ya tuan Glenn” ucap karyawan tadi dengan ramah sambil menatap kedua orang itu.
“Yah, begitulah. Dan dia ini juga sangat menggemaskan” ucap Glenn santai dengan menampilkan senyum jahilnya. Dia juga mencubit manja pipi mulus Rosaline.
Rosaline yang tidak terima dan sudah mulai geram, langsung menginjak keras kaki Glenn. “Kamu ini jangan bicara macam-macam om...”
Glenn mengaduh karena kakinya terinjak. Dia menggoyangkan kakinya berulang kali karena terasa nyut-nyutan setelah diinjak.
“Ros...tidakkah kamu bisa bersikap lebih lembut padaku? Kenapa kamu memanggilku om lagi sih? Lalu kenapa kamu menginjakku sekeras itu? Apa kamu tidak sayang denganku, huh?” ucap Glenn dengan nada sedih yang dibuat-buat.
Rosaline melongo mendengar ucapan Glenn. “Sayang? Yang benar saja. Aku memang menyukaimu, tetapi sebagai teman dari kak Rayen. Jadi jangan bicara yang macam-macam lagi” ucap Rosaline terkekeh dan geleng-geleng kepala.
Gadis itu jadi merasa sedikit bersalah karena tadi sudah menginjak Glenn. Sepertinya pria itu masih merasa kesakitan karena injakan darinya tadi.
"Apa injakanku terasa sakit? Maaf karena tadi sudah reflek menginjakmu..." ucap Rosaline menyesal sambil mendekat ke arah Glenn.
"Ini sakit sekali Ros..." ucap Glenn memelas dengan mengeluarkan wajah sok imutnya.
"Maaf...." ucap Rosaline menyesal. "Sebagai rasa permintaan maafku, aku akan menuruti keinginanmu"
Mata Glenn berbinar setelah mendengar ucapan Rosaline. Ternyata aktingnya sudah berhasil membuat gadis itu tertipu. Dia merasa bangga karena sudah berhasil membalas Rosaline yang saat itu sudah mempermainkannya.
"Benarkah? Kamu janji akan menuruti keinginanku?" ucap Glenn.
Rosaline mengangguk dan menjawab, "Uhmm, asalkan aku bisa melakukannya"
Glenn mendekatkan wajahnya ke telinga Rosaline dan mengatakan, "Karena kamu merasa menyesal sudah menginjakku, maka bisakah kamu memberikanku pelukan mesra? Anggap saja rasa sakitku akan setimpal dengan menerima pelukan darimu..." bisik Glenn dengan seringai jahilnya dan nada menggoda.
Mendengar bisikan dari Glenn, membuat Rosaline membeo dan merasa geram karena pria itu tidak henti-hentinya menggoda dirinya.
“DASAR OM OM MENYEBALKAN!!!” ucap Rosaline sambil menjauhkan wajah Glenn darinya.
Glenn tertawa puas karena berhasil menjahili adik dari temannya itu. Kini terbayar sudah rasa kekonyolannya saat itu.
Sementara karyawan tadi merasa kebingungan mendengar perkataan Rosaline dan melihat tingkah kedua orang itu.
Om? Wah wah, ternyata hubungan mereka bukanlah hubungan yang biasa ckckck - batin karyawan itu.
🐤🐤🐤
Saat sudah keluar dari store tadi, Glenn pamit sebentar untuk mengangkat telfon dan agak menjauh dari tempat Rosaline berdiri menunggunya. Lalu Rosaline melihat suasana di sekitar mall. Dan tiba-tiba ada sebuah tangan yang memeluk kedua kakinya dari arah samping, membuat Rosaline tersontak kaget. Sebelum sempat menoleh ke arah dimana kakinya dipeluk, dia sudah terlebih dulu mendengar suara imut yang memanggil namanya.
“Tante Rosaline....”