ME vs OM OM

ME vs OM OM
Siapa Raline Sebenarnya?



• Beberapa hari kemudian •


Hari ini Rosaline akan mengadakan pemotretan dan syuting iklan Lencome di sebuah gedung yang khusus dibuat untuk keperluan pemotretan.


Para staf sedang menyiapkan setting tempat di dalam studio. Selain itu juga ada staf lain yang mengurusi pemotretan untuk model lain. Namun beberapa staf juga ada yang bergosip.


‘Apa kalian sudah dengar, manager dari Lencome menghentikan audisi mendadak hanya untuk memilih orang yang akan menjadi ambassador ini. Dan yang terburuk adalah dia masih model pendatang baru’


‘Kalau tidak salah Regina Tan juga ikut audisi tapi ditolak. Model baru si Raline ini pasti sudah tidur dengan seseorang dari pihak Lencome atau salah satu investor, sehingga dia berhasil mendapatkan audisi’


‘Sebenarnya apa sih hebatnya Raline, beraninya dia mencuri audisi yang seharusnya untuk Regina. Benar-benar tidak tahu malu’


Lisa yang sudah berada di tempat itu merasa emosi mendengar gosip murahan seperti itu. Saat ini dia juga sedang ditemani oleh Gina, manager dari Nexon, kebetulan dia juga ada pemotretan di gedung yang sama. Gina juga tidak kalah geram, dia tidak terima jika Rosaline dijelekkan seenaknya.


“Mulut para staf itu sangat kejam menuduh Raline. Sungguh tidak bermoral” ucap Lisa berbisik pada Gina.


“Biarkan saja, itu karena mereka belum mengenal siapa Raline. Jika orang-orang itu sudah mengenal Raline, aku yakin mereka akan menjilat ludahnya sendiri” balas Gina.


Tiba-tiba Regina turun dari mobil mewahnya. Ternyata dia juga ada pemotretan di gedung yang sama dengan Rosaline. Dia sengaja membawa mobil BMW sedan 320i miliknya untuk mempermalukan Rosaline yang tidak ada apa-apanya dibandingkan dengannya. Sebelumnya dia juga sudah tahu kalau gadis itu akan mengadakan pemotretan dan syuting iklan di gedung yang sama dengannya, jadi dia menyuruh asisten dan yang lainnya untuk datang ke gedung itu terlebih dulu.


‘Wah, berasal dari keluarga kaya memang banyak keuntungannya. Regina bahkan memiliki mobil mahal seperti itu’


‘Beruntung sekali Regina, dia tidak hanya cantik dan menjadi model terkenal, tetapi dia juga berasal dari keluarga pengusaha’


‘Seharusnya dia saja yang menjadi ambassadornya, bukan malah si Raline itu’


Regina bisa mendengar orang-orang memujinya, dan dia merasa sangat bangga. Dia senang karena rencananya berhasil untuk mempermalukan Rosaline.


Lisa dan Gina semakin merasa down. Tidak hanya mereka harus mendengar gosip dari para staf yang menjelekkan Rosaline, tetapi sekarang makin diperburuk dengan Regina yang pamer mobil mewahnya.


Tak lama kemudian, datang lagi sebuah mobil yang jauh lebih mewah dari milik Regina.


‘Oh my God, itu adalah Range Rover Velar yang baru keluar beberapa bulan lalu!’


‘Itu pasti mobil dari salah satu investor Lencome’


‘Astaga, harga mobil itu bahkan 3x lipat dari mobil Regina’


Semua orang semakin penasaran dan tidak sabar ingin tahu siapa pemilik mobil Range Rover Velar itu. Ketika pemiliknya turun dari mobil, mereka melotot tak percaya dan speechless.


“Raline?!” ucap Lisa dan Gina bersamaan. Mereka berdua shock melihat orang yang mengendarai mobil itu.


‘Itu kan Raline Vero’


‘Aku tak menyangka dia bisa punya mobil semewah itu’


Mereka semua terkejut melihat Rosaline mengendarai mobil itu. Padahal mereka tadi sudah merasa takjub dengan mobil yang dibawa Regina, namun ternyata masih ada yang jauh lebih membuat mereka tercengang.


“Sebenarnya Raline ini siapa? Selama ini dia terlihat sangat low profile, tetapi sekarang muncul dengan membawa mobil semewah itu. Pasti ada alasannya mengapa nyonya Ellena tidak memperbolehkan aku menanyakan hal-hal pribadi kepada gadis ini...” ucap Lisa dalam hati.


Di sisi lain, Regina sudah menggenggam kuat tangannya. Kuku tangannya bahkan hampir melukai kulitnya. Dia tidak percaya bahwa rencananya untuk mempermalukan Rosaline gagal total. Tak disangka gadis itu muncul dengan cara yang mengejutkan.


“D*mn it! This b*tch! Beraninya gadis sialan ini menghalangi jalanku! Aku benar-benar ingin menghancurkannya! Pasti mobil itu dibelikan oleh Jeffrin. Dasar j*lang murahan!” umpat Regina dalam hati.


Rosaline mengabaikan keberadaan Regina yang dia lewati. Dia tidak ingin mencari masalah dengan wanita itu. Dia langsung jalan menghampiri managernya yang ternyata sedang ditemani oleh Gina.


“Ahh kak Gina juga disini...” Rosaline melambaikan tangannya untuk menyapa orang yang dikenalnya itu dan tersenyum padanya. Lalu dia beralih pada managernya. “Maaf jika aku terlambat kak Lisa. Karena aku harus pulang ke rumah dulu setelah selesai kuliah” ucap Rosaline dengan senyum ramahnya.


Kedua orang itu masih terpaku dengan kehadiran Rosaline. Gadis itu hanya berpenampilan simple menggunakan t-shirt dan celana jeans, namun dia datang dengan mengendarai mobil seharga milyaran.


“It’s okay, Raline. Para staf juga masih menyiapkan setting tempatnya” jawab Lisa.


“Emm by the way Raline, apakah itu mobilmu?” ucap Gina penasaran.


“Ohh, mobil itu milik sahabatku Lauren. Aku hanya meminjamnya saja” jawab Rosaline berbohong. Tentu saja mobil itu miliknya, hadiah dari kakeknya, namun dia tidak bisa mengaku.


“Wow, benarkah? Jadi, apakah sahabatmu itu termasuk golongan ‘crazy rich asians’? Karena sepertinya dia sama sekali tidak keberatan meminjamkan mobil semahal itu kepadamu. Dia pasti sangat menyayangimu...” Gina yang tidak tahu apa-apa hanya percaya saja dengan jawaban gadis itu.


“Hmm yah, bisa dibilang begitu...” Rosaline terkekeh mendengar perkataan Gina.


“Nexon benar, gadis ini sangat misterius. Selama ini dia memang berpenampilan sederhana. Tetapi dia bisa tinggal di luar negeri, bahkan juga mempunyai sahabat yang kaya raya. Siapa kamu sebenarnya Raline...” ucap Gina dalam hati.


“Apa kak Nexon masih pemotretan?” ucap Rosaline mengalihkan pembicaraan.


“Ya, dia masih di dalam studio. Dia baru saja mulai 20 menit yang lalu...”


“Kak Gina, aku dan Raline akan masuk ke dalam studio. Karena sepertinya kami sudah ditunggu. Kami permisi dulu, terima kasih sudah mau menemaniku...” ucap Lisa ramah. Kemudian mereka pun berpisah.


🐤🐤🐤


Ketika Rosaline memasuki studio, orang-orang yang kemarin ada saat audisi juga hadir di tempat itu.


“Nyonya Diana, senang bertemu dengan anda lagi. Aku harap anda sehat selalu...” sapa Rosaline ramah.


Nyonya Diana menyambut hangat gadis itu. “Thank you, Miss Raline. Aku juga senang bertemu denganmu...”


“Aku minta maaf sebelumnya, tapi aku harus permisi untuk bersiap-siap...” Rosaline pamit undur diri setelah menyapa sejenak.


Beberapa saat kemudian, Rosaline sudah siap. Fotografer menjelaskan sedikit apa yang harus dilakukan oleh gadis itu. Dan saat pemotretan berlangsung, fotografer itu sangat puas dengan hasilnya.


Orang-orang di dalam studio terpukau dengan Rosaline yang sangat lihai dan berkarisma selama pemotretan. Mereka akhirnya menyadari bahwa Rosaline adalah pilihan yang tepat.


‘Aku menyesal sudah meragukannya. Apa kalian lihat? Dia sungguh profesional’


‘Aku juga baru dapat kabar, kalau Raline ini dulu pernah menjadi model di London. SJ Management bahkan tidak mau memutuskan kontraknya’


‘Pantas saja nyona Diana tidak ingin menggaet model lain’


Setelah selesai dengan pemotretan, Rosaline berganti pakaian untuk melanjutkan pembuatan iklan.


Nyonya Diana menghampiri fotografer. “Bagaimana menurutmu, apa hasilnya bagus?”


Wajah fotografer itu dipenuhi dengan rasa puas. “Bagaimana menurutku? Ini sungguh melebihi harapanku. Nyonya Diana, dimana anda menemukan gadis ini? Aku serius, lihatlah fotonya, aku bahkan tidak mengarahkan dia untuk berpose seperti ini. Tetapi dia sangat pintar membaca keadaan dan menunjukkan sisi yang menonjol dari dirinya”


“Benarkah?” Nyonya Diana senang mendengar respon positif dari orang itu.


“Tentu saja. Cara dia berfoto sudah seperti model profesional. Dia juga terlihat sangat cantik meskipun dengan makeup tipis. Sungguh gadis yang berbakat. Aku yakin, endorse Lencome kali ini pasti akan diterima baik di pasaran” ucap fotografer itu antusias.


“Anda benar, dia memang sangat cantik, bahkan tanpa makeup sekalipun. Tak hanya cantik wajahnya, tapi juga hatinya. Sebelumnya aku melihat ada sedikit masalah di bagian staf, tapi dia tidak mempermasalahkannya dan justru dia membantu staf itu agar tidak kerepotan. Jika itu adalah model yang terkenal seperti Regina Tan, dia pasti bertindak acuh dan sombong”


“Ahh benar sekali nyonya, aku setuju denganmu. Aku pernah bekerja sama dengan Regina, wanita itu sungguh menyebalkan, aku tidak menyukainya. Aku penasaran si Raline Vero ini berasal dari keluarga mana. Keluarganya pasti sangat bangga memiliki anak seperti dia...”


Nyonya Diana juga jadi ikut penasaran karena ucapan fotografer itu. Saat menyelidiki, dia tidak bisa menemukan Rosaline berasal dari keluarga mana. Tetapi jika melihat wajahnya, nyonya Diana yakin gadis itu bukan berasal dari keluarga biasa. Jika nyonya Diana harus membandingkan Rosaline dengan seseorang, maka gadis itu bisa dibilang sebanding dengan top international model yaitu Sandra Jean.


🐤🐤🐤


Saat break sejenak.


Ketika Rosaline sedang istirahat, tiba-tiba dia melihat sebuket bunga di depan wajahnya. Lalu dia menengok dan melihat orang yang dikenalnya. “Kak Nexon?” dia terkejut melihat pria itu membawakan bunga untuknya, tetapi dia juga senang menerima bunga seindah itu. Kemudian dia menerimanya. “Untuk apa ini?”


Nexon meleleh melihat ekspresi Rosaline yang menggemaskan saat menerima buketnya. “Ini ucapan selamat dariku atas keberhasilanmu. Aku tidak tahu harus memberimu apa, lalu kak Gina menyarankanku untuk memberimu bunga. Aku minta maaf jika bunganya jelek...”


Rosaline mendekatkan buket itu ke wajahnya, lalu mencium harum bunga mawar dan lili itu. “Terima kasih kak. Bunga ini sangat indah, dan aku juga sangat menyukainya”


Melihat senyuman tulus di wajah cantik Rosaline, membuat Nexon terpesona dan salah tingkah. “Emm well, apakah syutingnya sudah selesai?” ucap Nexon berusaha menghilangkan rasa canggungnya.


“Belum selesai, masih ada beberapa take lagi. Dan akhir pekan nanti aku juga akan berangkat ke Australia untuk melanjutkan syuting iklan disana”


“Kamu benar-benar sudah bekerja dengan baik, Raline. Aku yakin kamu akan segera sukses...” ucap Nexon dengan tanpa sadar sudah mengelus rambut gadis itu.


“Apa kak Nexon tidak takut kalau aku akan menyaingi kepopuleranmu?” ucap Rosaline bercanda.


Nexon terkekeh mendengar perkataan gadis itu. “Gadis konyol. Untuk apa aku takut. Justru aku bangga mempunyai teman berbakat sepertimu. Siapa tahu kita bisa mendapatkan job bersama lagi”


“Yah, semoga kita bisa bekerja sama lagi...” ucap Rosaline tersenyum.


“Oh ya, kamu jadi datang kan ke acara pernikahan kak Gina?”


“Tentu saja aku akan datang. Aku sudah memasukkannya di jadwalku” Rosaline mengedipkan satu matanya dan menunjukkan wajah imutnya. Tak lupa tangannya juga membentuk isyarat tanda ‘oke’.


“Astaga Raline, berhentilah menunjukkan ekspresimu yang seperti ini. Kamu bisa membuatku pingsan karena melihat wajahmu yang menggemaskan ini...” ucap Nexon dengan mencubit pipi Rosaline.


“Aucchh sakit kak! Nanti pipiku bisa melar...”


Kedekatan kedua orang itu pun terus berlanjut. Mereka asik mengobrol berbagai macam hal sembari menunggu syuting dimulai lagi. Nexon juga sudah selesai dengan pemotretannya, jadi dia bisa menghampiri gadis itu.


Tanpa disadari, ternyata dari tadi orang-orang yang berada di sekitar mereka mulai membicarakan kedekatan keduanya. Orang-orang menduga kalau Rosaline dan Nexon memiliki hubungan khusus. Namun mereka tidak berkomentar negatif, justru mereka memuji kalau kedua orang itu terlihat sangat serasi.


Dan dari kejauhan, kedekatan kedua orang itu juga ditangkap oleh Regina. Diam-diam dia sudah mengambil foto mesra Nexon dan Rosaline. “Ahaa, that b*tch! Ternyata juga punya hubungan dengan Nexon. Let’s see, bagaimana Jeffrin akan bereaksi setelah melihat kekasihnya bermain api di belakangnya. Kau pasti akan segera dibuang. Hmph!” ucap Regina dalam hati sambil menyeringai.