
• Di Orchard Residence •
Di dalam sebuah rumah mewah bergaya eropa klasik, para pelayan sedang mengerjakan aktivitasnya di pagi hari. Hari ini adalah akhir pekan. Sang pemilik rumah pun masih bersantai di rumah menikmati hari liburnya.
Rosaline yang sudah terbangun, langsung membersihkan dirinya seusai bangun tidur. Setelah selesai merapikan dirinya seusai mandi, dia berjalan menuju ke arah pintu belakang yang tembus ke area rooftop lantai dua. Ini adalah area rumah yang paling disukainya. Disini luas dan dia bisa menatap langit diatasnya tanpa terhalang apapun. Di tempat ini disediakan kursi meja besi, kursi ayunan rotan, dan dua kursi panjang khas pantai yang terbuat dari rotan sintesis. Selain itu juga ada beberapa tanaman yang memperindah area rooftop tersebut.
Dia mengedarkan pandangannya ke sekitar. Melihat pemandangan belakang rumah. Lalu melihat ke bawah di area rumahnya, ada beberapa asisten rumah tangganya sedang merapikan area kebun belakang rumah. Di sisi yang lain, dia juga melihat kakaknya yang sedang berenang. Rosaline menyeringai melihat kakaknya yang sudah bangun. Kemudian dia langsung turun ke bawah.
🐤🐤🐤
Rosaline berdiri tidak jauh dari kolam renang dan bersembunyi di balik tembok, matanya selalu memantau ke arah kolam renang. Mengecek apakah kakaknya sudah selesai atau belum. Dan sepertinya sebentar lagi akan selesai.
Tak lama Rayen keluar dari kolam renang. Setelah keluar, dia berdiri sejenak di pinggir kolam dengan posisi menghadap ke arah kolam renang. Mengusap tetesan air di wajah dan rambutnya serta mencopot kaca mata renangnya.
Melihat kakaknya yang sudah berada di posisi tepat, posisi yang membelakangi tempatnya bersembunyi sekarang, Rosaline langsung berlari dengan sedikit berjinjit ke arah kakaknya itu. Dan kakaknya juga tidak menyadari keberadaan adiknya yang sekarang sudah berdiri tepat di belakangnya. Kemudian, Rosaline dengan kaki saktinya menendang bokong kakaknya itu hingga tercebur lagi ke dalam kolam renang.
BYUUUUUUUUURRRRRRRR
Tawa Rosaline seketika pecah melihat rencananya berhasil untuk menjahili kakaknya itu. Dia tertawa terpingkal-pingkal. Ini bukanlah kejadian yang pertama, dan kakaknya itu masih saja mengulangi kesalahan yang sama.
Rayen sudah muncul di permukaan. Melihat adiknya yang sedang tertawa terpingkal-pingkal melihat penderitaannya. Melihat kakaknya sudah muncul, Rosaline langsung lari terbirit-birit masuk ke dalam rumah.
Rayen memasang wajah geramnya melihat adiknya yang kabur. Kemudian..........
“ROOOOSAAAAALIIIINEEEE!!!!!!!!!!!”
suara menggelegar keluar dari mulut Rayen dan mengguncang seluruh penghuni rumah. Burung-burung yang bertengger di pohon pun turut beterbangan karena mendengar suara Rayen.
🐤🐤🐤
• Di meja makan •
Tuan Anthoni, Rayen, dan Rosaline sedang menikmati sarapannya. Rayen menatap tajam dan sengit ke arah Rosaline yang sekarang duduk di depannya.
Rosaline yang di tatap seperti itu justru menahan tawanya. Ayahnya hanya geleng-geleng melihat tingkah kedua anaknya itu.
“Rayen...”
Rayen yang merasa terpanggil langsung menoleh ke arahnya. “Kenapa ayah?”
“Apa proyek kerja sama kita dengan temanmu itu lancar?” tanya ayahnya di sela-sela makan.
“Kemarin sempat ada gangguan, tapi untungnya masih bisa diatasi. Aku menyuruh dia segera berangkat ke Singapore untuk mengatasi segala permasalahan. Dan sudah hampir sebulan ini dia mengawasi langsung proyek disana” jawab Rayen.
Rosaline masih duduk santai menikmati sarapannya. Tidak menghiraukan pembicaraan bisnis ayah dan kakaknya.
“Ahh...ngomong-ngomong soal dia, beberapa minggu lalu ayah ketemu dia di restaurantnya. Katanya dia sedang makan siang bersama dengan gadis yang dia sukai”
Rayen terkejut mendengar ucapan ayahnya itu dan menghentikan makannya. “Si kakak tertua itu bisa suka dengan seseorang? Apa ayah yakin? Dia itu selama ini tidak pernah mau menjalin hubungan dengan siapapun, hanya sekedar berteman saja. Siapa tahu gadis itu hanya salah satu temannya” kata Rayen.
“Emm...ayah rasa dia serius. Karena dia juga mengakuinya sendiri”
“Tapi kenapa dia tidak bilang-bilang kalau sedang mendekati seseorang" Rayen terheran. "Apa dia cerita ke ayah siapa orang itu?” lanjutnya.
“Katanya masih anak kuliah. Hubungan mereka juga belum terlalu dekat. Selera temanmu itu benar-benar diluar dugaan” tuan Anthoni terkekeh.
Wajah Rayen shock mendengar ucapan ayahnya. “WHAT?! APA AKU TIDAK SALAH DENGAR??!”
“Kakak, turunkan nada suaramu. Kamu bisa membuat gendang telingaku bocor” protes Rosaline.
“Tapi ini gilaaa Ros. Kamu harus tahu kalau temanku itu sudah tidak muda lagi. Dia lebih tua dariku beberapa tahun. Dia sudah 34 tahun. Jika dia menyukai gadis yang masih kuliah, jarak umur mereka sudah pasti terpaut jauh” ucap Rayen ngotot.
“Ayah juga sama dengan pemikiranmu. Jika masih kuliah, mungkin dia hampir seumuran dengan Ros...” ucap tuan Anthoni sambil melirik sekilas Rosaline.
Rosaline yang tidak tahu apa-apa, tentu saja jadi bingung. Karena tiba-tiba dia dilibatkan dalam pembicaraan ayah dan kakaknya. “Aku?” ucapnya dengan mengernyitkan alis.
Rayen mencengkram rambutnya dengan kedua tangannya. Wajahnya masih melongo tak percaya. “Ahh...ya benar. Bisa jadi dia seumuran denganmu. Ini benar-benar gila. Aku tidak percaya. Astaga, aku jadi membayangkan jika gadis yang di dekatinya adalah Ros. Apa dia sudah tidak waras....”
“Memang apa yang salah? Jika mereka saling cinta, umur tidak jadi masalah bukan?” Rosaline mengatakan dengan santai.
Tuan Anthoni melirik ke anak gadisnya itu. “Ros...umur memang tidak masalah. Tapi itu terkesan seperti tidak ada pilihan lain. Sementara diluar sana mungkin banyak wanita yang bersedia menggantikan posisi gadis itu”
“Ayah, kita tidak akan pernah tahu kepada siapa akhirnya kita akan merasakan jatuh cinta. Jika dua orang sudah saling mencintai, mereka bahkan tidak akan memperdulikan omongan orang lain. Perasaan seseorang tidak akan pernah bisa dipaksakan. Dan jodoh juga tidak ada yang tahu...” Rosaline menatap hangat ayahnya. Gadis itu memang masih muda, tetapi jalan pikirannya sudah sangat dewasa.
Rayen menatap adiknya. “Itu memang benar. Tapi Ros, bukankah rasanya aneh jika kamu punya pasangan yang umurnya jauh darimu? Coba bayangkan saja, jika gadis itu adalah kamu, apakah kam---“ belum sempat menyelesaikan omongannya, Rosaline sudah menyahut. “Aku bersedia” ucap Rosaline dengan wajah serius.
Tuan Anthoni seketika menoleh cepat ke anaknya. Rayen juga tak kalah terkejut mendengar ucapan adiknya. Mereka secara bersamaan berkata, “APAA?!”
“Ya, aku bersedia” ucapnya serius menatap bergantian ke arah ayah dan kakaknya.
“Ros...apa kamu---“ Rayen belum menyelesaikan pertanyaannya, kembali Rosaline menyahut. “Aku tidak bercanda. Aku sangat serius. Jujur, jika gadis itu aku, aku tidak akan keberatan menerimanya selama aku memang benar-benar mencintainya dan dia pun juga tulus mencintaiku. Aku tidak akan mempermasalahkan umur, status, atau yang lainnya. Aku sudah mempunyai segalanya. Jadi yang aku butuhkan hanyalah orang yang bersedia menerimaku dan mencintaiku dengan tulus seumur hidupnya...”
Sweetheart, apa kamu benar-benar serius dengan ucapanmu ini - ucap tuan Anthoni dalam hati sambil menatap putrinya.
Tiba-tiba suasana meja makan terasa canggung. Rayen dan tuan Anthoni menatap ke arah makanannya dengan pikiran masing-masing yang entah sedang terbang kemana. Sedangkan Rosaline hanya melanjutkan makan dengan biasa saja.
Kemudian Rosaline teringat sesuatu untuk disampaikan pada ayahnya. “Ohh iya! Ayah, tante Sandra waktu itu menelfonku. Dia....emm...dia memintaku untuk membantunya” ucapnya ragu.
Tuan Anthoni kembali tersadar dan menjawab putrinya. “Sandra? Dia meminta bantuan apa? Jangan bilang dia memintamu untuk kembali ke London” ucapnya.
Rosaline terkekeh mendengar ucapan ayahnya. “No dad, of course not”
“Lalu apa? Kalian kan sudah hidup berjauhan, lalu bantuan seperti apa yang dia inginkan?” tanya tuan Anthoni.
“Tante Sandra memintaku untuk membantu temannya. Karena temannya pernah melihat salah satu fotoku dan menginginkanku untuk membantunya, karena katanya aku sangat cocok dengan yang dia butuhkan. Dan aku sudah mengatakan bersedia”
Tuan Anthoni menyudahi sarapannya dan akan berbicara serius dengan putrinya. “Foto? Jangan bilang yang dimaksud teman tantemu itu adalah rekan bisnisnya, Ellena Rein. Ros, apa kamu akan kembali lagi ke dunia modelmu?” ucapnya datar.
Rosaline mengangguk. “Emm yaa benar. Ayah, aku pikir ini tidak ada salahnya bukan jika aku juga melakukannya disini. Lagi pula tante Sandra kan juga termasuk pemilik di tempat itu. Dan aku juga masih bisa dibilang pekerja lepas dari tante Sandra. Bukankah ayah sebelumnya tidak keberatan jika aku menjalani profesi ini? Aku sudah vakum selama dua tahun. Jadi sepertinya, sekarang sudah saatnya aku kembali lagi....”
Sandra...kau...benar-benar adikku yang menyebalkan. Jika kau bukan orang yang sudah berjasa memberi kehidupan baru untuk Ros, aku pasti sudah menyeretmu kembali ke negara ini. Aku tahu Ros memang sudah mencintai profesinya, dan aku sangat bersyukur melihatnya bisa kembali menemukan dunianya yang baru. Tetapi masalahnya jika dia kembali ke profesinya ini, cepat atau lambat pasti Ros akan bertemu dengan orang itu lagi – ucap tuan Anthoni dalam hati.
Tuan Anthoni memijit keningnya. Dia tidak paham dengan apa yang adiknya dan putrinya pikirkan.
Adik kandungnya Anthoni, Sandra, memang selalu saja mengambil keputusan seenaknya tentang Rosaline. Padahal adiknya itu juga sangat tahu alasan apa yang membuat Rosaline akhirnya bersedia kembali ke negara ini.
Lalu Rosaline, juga dengan polosnya bersedia menerima permintaan Sandra. Apa Rosaline tidak sadar jika keputusannya ini justru akan menciptakan peluang untuk membuatnya bertemu lagi dengan orang yang sangat ingin dia lupakan? Tetapi masalahnya jika Rosaline sudah membuat keputusan, maka ayahnya, Rayen, atau keluarganya yang lain, tidak akan ada yang bisa merubah keputusan Rosaline.
Baiklah, apa boleh buat. Aku hanya akan melindungi Ros dari belakang. Jika dia berani mendekati Ros lagi, maka kali ini mungkin aku akan benar-benar menghancurkan perusahaannya. Tidak peduli meskipun itu adalah salah satu perusahaan terbaik di negara bagian barat. Aku tidak akan segan untuk menggunakan kekuatanku yang sebenarnya - ucap tuan Anthoni dalam hati.
Ya, siapa yang menyangka kalau ayah yang sangat hangat dengan kedua anaknya, sebenarnya memiliki sisi kejam jika sudah diusik. Anthoni Heinanverero adalah seorang pebisnis yang sangat tangguh dan berdarah dingin. Jika orang baik terhadapnya atau keluarganya, maka dia akan membalasnya berkali lipat. Tetapi jika ada orang yang mengusiknya atau keluarganya, maka dia akan membalasnya dengan menghancurkan orang itu hingga tak tersisa. Dan kebenaran tentang hal itu sudah menjadi rahasia umum bagi semua kalangan pebisnis di negara ini ataupun di negara lain.
Tuan Anthoni menghela nafasnya dan berkata, “Rosaline Heinanverero, apa kamu sudah yakin dengan keputusanmu?” ucapnya serius.
Jika tuan Anthoni sudah memanggil putrinya dengan nama ‘Rosaline Heinanverero’, maka dia benar-benar serius dan tidak sedang main-main. Dan Rosaline ataupun Rayen sudah paham benar dengan ini.
“Aku yakin ayah” jawab Rosaline memantapkan diri.
“Baiklah ayah satuju. Kamu tahu kan, kalau ayah akan selalu mendukung apapun keputusanmu. Kamu sudah dewasa. Apapun resikonya nanti, kamu harus menghadapinya dan tidak akan menyesal. Mengerti?” tuan Anthoni menatap Rosaline serius.
Rayen menoleh ke ayahnya. “No dad! Please don’t---“ belum sempat selesai mengatakan, tangan tuan Anthoni sudah terlebih dulu memberikan isyarat untuk jangan dilanjutkan bicaranya. Rayen hanya bisa menghela nafas pasrah.
“Mengerti ayah. Aku bersedia menanggung resikonya...” jawab Rosaline dengan tersenyum.
Sebenarnya Rosaline menyadari apa yang dimaksudkan resiko oleh ayahnya. Ternyata memang benar, keluarganya sangat mengetahui apa yang terjadi dengan Rosaline saat di London. Tetapi Rosaline yakin, bahwa apa yang dikhawatirkan ayahnya itu tidak akan pernah terjadi. Kini Rosaline sudah kembali ke negaranya. Dan sepertinya juga sangat mustahil dirinya bisa terlibat dengan orang itu.
Rayen menatap lekat adiknya. Dia tak habis pikir kenapa adiknya masih mau kembali lagi ke profesinya dulu. Tetapi dia juga tidak mungkin untuk menghalangi keinginan adiknya itu. Karena Rayen paham, jika sudah kehilangan sesuatu, maka juga harus ada harga yang dibayar.
God, kenapa kehidupan Ros harus seberat ini. Aku hanya ingin melihatnya bahagia. Aku tidak sanggup lagi jika harus melihatnya........... Ah sudahlah. Mengingat semua kejadian mengerikan itu hanya membuatku semakin menderita, karena sebagai kakak, aku sudah gagal melindungi adikku saat itu. Jika ayah melindungi Ros dari belakang, maka aku akan melindunginya dari depan. Maafkan kami semua Ros. Bukan maksud kami untuk membuatmu hidup dalam kebohongan, tetapi ini semua demi kebaikanmu. Semoga kamu bisa memaafkan kami jika suatu saat kamu mengetahui kebenarannya. Tetapi semoga saja kebenaran ini tidak akan pernah terungkap selamanya - ucap Rayen dalam hati.
🐤🐤🐤
“Kamu yakin tidak mau ikut aku dan ayah untuk bermain golf, Ros?” tanya Rayen yang berdiri di depan kamar Rosaline.
Rosaline menghampiri kakaknya. “Yakin kak. Aku tidak mau ikut karena disitu ada teman bisnis kalian yang juga ikut bermain. Kamu tahu kan kalau aku tidak terlalu nyaman. Aku takut teman bisnis kalian akan mencoba menjodohkanku dengan salah satu anak mereka” ucap Rosaline dengan terkekeh.
“Hei hei, apa kamu sedang menyindirku sekarang? Hatiku merasa tertohok dengan ucapanmu itu Ros...” ucap Rayen dengan berakting memegang dadanya yang sakit.
Rosaline meninju pelan dada kakaknya. “Dasar tidak waras. Kakak itu memang sudah saatnya menikah. Jadi wajar jika ayah atau teman bisnisnya selalu berusaha menjodohkanmu. Jadi mulai sekarang, hentikanlah meminta bantuanku untuk mengusir para wanita yang mendekatimu....” ucap Rosaline terkekeh. “Sudah sana kalian berangkat saja tanpa aku. Aku akan bersantai di rumah saja” imbuhnya.
“My baby girl, kakak ini terlalu sayang padamu. Makanya kakak belum menikah, karena masih ingin menjagamu” ucapnya sambil memeluk erat Rosaline.
Rosaline selalu senang dan nyaman jika dipeluk kakaknya seperti ini. Dia juga tahu kalau kakaknya begitu sayang padanya. Berada di pelukan Rayen seperti ini, membuatnya merasa aman dari dunia luar.
“Aku tahu kak. Terima kasih sudah menjagaku selama ini....” ucap Rosaline sambil membalas pelukan Rayen.
Kemudian Rayen mengendurkan pelukannya dan menatap adiknya. “Kamu tidak mau pergi keluar?” tanya Rayen.
“Hmm aku belum tahu. Sementara aku belum ada rencana”
“Baiklah. Jika kamu ingin pergi, jangan lupa beritahu aku atau ayah dengan mengirim pesan atau telfon seperti biasa. Mengerti?” Rayen mengelus lembut rambut adiknya.
“Okay brother” jawab Rosaline tersenyum.
🐤🐤🐤
• Di kamar Anthoni Heinanverero •
Tuan Anthoni menatap sebuah foto yang dia sembunyikan rapat di brankas tersembunyi di dalam kamarnya. Pria yang terkenal sangat tangguh dan berdarah dingin dalam dunia bisnis itu kini sedang meneteskan air mata sambil memandang sendu bingkai foto yang dipegangnya.
Selama ini, kelemahan terbesar pria yang masih terlihat tampan gagah dan berdarah dingin itu adalah gadis kecilnya, Rosaline. Dan kebenaran tentang hal ini sangat diketahui oleh seluruh anggota keluarga Heinanverero.
“Aku harap semua yang sudah aku lakukan kepada Ros ini benar. Meskipun ini terlalu kejam dan tidak adil untuknya, tetapi aku harus melakukannya. Aku hanya tidak sanggup jika harus merasakan kehilangan lagi. Sekarang Ros segalanya untukku. Aku bersedia menyerahkan semuanya yang kumiliki asal membuatnya kembali hidup bahagia. Maafkan aku. Aku sudah berdosa padamu....” ucap tuan Anthoni lirih.