
Di Orchard Residence
Setelah selesai dengan segala urusan pekerjaannya, Rosaline langsung pulang ke rumahnya karena dia harus menghadiri acara ulang tahun Heinan Group. Ayah, kakak, nenek, dan kakeknya sudah terlebih dulu berangkat ke tempat acara dan menunggunya disana.
Seorang private stylist dan asistennya sudah menunggunya di rumah. “Nona muda, saya kemari untuk membantu anda.”
“Ayo, kita segera ke kamarku” ucap Rosaline. Kemudian dia membawa mereka ke dalam kamarnya.
Saat kedua wanita itu masuk ke kamar Rosaline, mereka terkagum dengan betapa mewah dan elegantnya kamar tersebut. Tetapi yang lebih mengejutkannya adalah ketika melihat walk in closet milik Rosaline yang dipenuhi barang limited edition, bahkan ada beberapa yang belum keluar di pasaran. Stylist dan asistennya mengambil dress dan aksesoris yang dibutuhkan, lalu menunggu Rosaline yang sedang mandi.
Setelah Rosaline selesai mandi, keduanya segera merias dan mengatur penampilan Rosaline agar penyamarannya sempurna. Sang stylist memasangkan wig berwarna golden highlight dan menatanya serapi mungkin agar terlihat seperti rambut asli. Rosaline juga memakai softlens berwarna hijau kecoklatan untuk menutupi warna bola mata aslinya yang coklat. Wig dan softlens tersebut dibeli di luar negeri dengan harga yang lumayan mahal, karena ketika dipakai akan terlihat natural.
Sekarang penampilan Rosaline begitu luar biasa. Dari ujung kepala sampai kaki sangat berkelas dan menawan. Tidak akan ada yang menyangka kalau Rosaline cucu dari Heinan Group sebenarnya adalah si model ‘Raline Vero’.
“Apa menurutmu orang-orang akan menyadari kalau aku adalah ‘Raline’?” tanya Rosaline pada sang stylist.
“Tenang saja, Nona Ros. Mereka tidak akan tahu. Sekarang penampilan nona terlihat sempurna dan berkelas, berbeda sekali dengan image saat menjadi ‘Raline’. Wig dan softlense ini sangat membantu penyamaran nona. Apalagi makeup nona sekarang juga berbeda dari biasanya. Jika nanti ada orang yang mengatakan bahwa nona mirip dengan ‘Raline Vero’, itu bukan masalah besar. Bukankah di dunia ini ada tujuh orang yang mukanya mirip? Jadi nona tidak perlu khawatir kalau identitas nona akan terbongkar” ucap sang stylist menenangkan Rosaline. Dia memanglah stylist kepercayaan keluarga Heinanverero.
“Aku percaya padamu. Terima kasih sudah membantuku” ucap Rosaline.
🐤🐤🐤
Di Heinan Castaways Resort
Hari ini adalah ulang tahun Heinan Group. Perusahaan memutuskan untuk mengadakan acara lelang yang nanti seluruh hasilnya akan di donasikan untuk orang yang membutuhkan.
Banyak orang kalangan atas yang berkumpul. Mereka saling berbaur mencoba membangun relasi. Dalam kesempatan ini, para istri pengusaha menggunakannya untuk menjodohkan putra dan putri mereka. Mengingat mereka berasal dari kalangan yang sederajat, dan tentu saja perjodohannya demi kelangsungan kejayaan perusahaan mereka.
Pada saat yang sama, orang-orang juga membicarakan kabar cucu perempuan Heinan Group yang akan hadir di acara. Mereka antusias ingin melihat legenda putri mahkota yang selama ini disembunyikan oleh keluarga Heinanverero. Mereka juga tidak akan melewatkan kesempatan untuk mencoba mendekatinya. Siapa tahu mereka dapat keberuntungan untuk bisa mendekatkan putra mereka dengan putri Tuan Anthoni. Karena Rayen terkenal dingin terhadap wanita, jadi para istri sudah pupus harapan untuk mendekatkan putri mereka dengan Rayen.
“Apa kalian sudah dengar, cucu perempuan Tuan Rudy juga akan menghadiri acara lelang. Kesempatan yang sangat langka bisa melihatnya disini.”
“Ya, aku tahu beritanya. Begitu aku mendapat kabar kalau Tuan Rudy mengajak cucu perempuannya kemari, aku segera mengajak putraku juga. Siapa tahu aku bisa dapat kesempatan emas.”
“Aku penasaran dengan penampilannya. Kabarnya dia tinggal di luar negeri cukup lama. Selama ini Tuan Anthoni sangat melindunginya. Pasti keluarga Heinanverero sangat menyayanginya.”
“Tentunya dia pasti sangat cantik. Mengingat Tuan Anthoni yang masih tampan di usianya yang sudah tidak muda lagi, lalu putranya Rayen yang sangat tampan dan postur badannya yang sempurna.”
“Masa bodoh dengan tampilannya. Mau dia cantik atau tidak siapa yang peduli. Dia tetap perempuan yang bernilai jutaan bahkan miliaran dollar, karena dia adalah putri kesayangan Tuan Anthoni, orang terkaya di negara ini. Akan ada banyak keuntungan yang di dapatkan jika bisa menjodohkan anak kita dengannya.”
Mendengar keributan tentang kehadiran putri Tuan Anthoni, seorang wanita paruh baya segera menarik putranya yang sedang berkumpul dengan teman-temannya. “Billy, putri Tuan Anthoni akan hadir malam ini. Kamu harus coba mendekati dia.”
Billy menghela nafasnya mendengar perkataan ibunya. “Mom, aku sekarang sedang dekat dengan orang lain.”
“Maksudmu dengan Aurel? Ayolah nak, dia tidak sebanding dengan putri Tuan Anthoni. Lagi pula kalian ‘kan masih sebatas dekat, belum tunangan atau menikah. Sah-sah saja jika kamu mau mendekati perempuan lain. Siapa tahu setelah melihat wajahnya, kamu akan menyukainya. Plus, dia jauh lebih baik dan berharga daripada keluarga Aurel. Kalau kamu bisa mendapatkan putri Tuan Anthoni, maka Eriston Group akan jauh lebih mudah kita dapatkan. Dan kita bisa menyingkirkan William dari daftar pewaris.”
Mendengar Eriston Group akan menjadi miliknya, Billy akhirnya menuruti kemauan ibunya. “Baiklah. Nanti aku akan mencoba mendekatinya.”
🐤🐤🐤
“Tuan Rudy, saya dengar cucu anda akan hadir disini juga” ucap salah satu teman Tuan Rudy.
“Benar. Aku meminta Rosy untuk datang kemari. Aku ingin dia bisa kenal dengan dunia bisnis keluarga kami” jawab Tuan Rudy.
“Apa dia juga akan terjun ke dunia bisnis seperti Rayen?”
“Sebenarnya aku mengharapkan begitu. Tapi aku tidak mau memaksanya. Rosy punya pilihannya sendiri. Dan putraku Anthoni juga tidak mau kalau aku terlalu mencampuri kehidupan Rosy.”
“Sepertinya Tuan Anthoni dan Rayen sangat menjaga Rosy...”
“Memang sudah sepantasnya kami semua menjaganya” ucap Tuan Rudy.
Di sisi lain
Rayen sedang bersama temannya yang sudah lama tidak ditemui.
“Ray, apa adikmu serius akan datang?”
“Ya, dia akan datang menyusul. Grandpa yang memintanya untuk hadir.”
“Tapi bagaimana jika orang-orang tahu kalau dia adalah Raline Vero? Bukankah itu akan membongkar penyamarannya?”
Rayen terkekeh dan menjawab, “Glenn, kau tidak mengenal Ros dengan baik. Adikku yang penuh tipu daya itu tentu saja akan menyamar supaya tidak ketahuan. Dia menyamar dalam penyamaran. Ros masih mau menjalani kariernya sebagai model dengan tenang, tanpa embel-embel keluarga dari Heinan Group. Jadi dia tidak akan mengungkap identitas aslinya dengan mudah.”
“Terkadang tingkah Ros susah untuk dimengerti. Tapi aku bisa maklum mengapa dia seperti itu” Glenn mengusap-usap dagunya.
“Kau maklum? Apa dia cerita padamu tentang masalahnya?” Rayen mengernyitkan alisnya.
Glenn menganggukkan kepalanya. “Hm iya, dia pernah cerita.”
“Kapan?” Rayen mulai curiga dan bertanya menyelidik.
“Emm...kapan ya. Sudah lama sih. Kami mengobrol banyak hal. Ternyata seru juga adikmu. Aku pikir dia akan membosankan sepertimu” jawab Glenn dengan entengnya.
Rayen menghembuskan nafasnya berat. Dia berusaha menahan rasa geramnya. “Bukankah kalian berdua hanya pernah bertemu saat di hotelku waktu itu?”
“Tentu saja tidak. Setelah itu kami berdua bertemu lagi. Aku dan Ros jalan-jalan bersama, makan bersama, bahkan Ros juga--“ Glenn tertegun, tidak bisa melanjutkan ucapannya. Dia menyadari telah melakukan kesalahan dengan mengusik singa tidur. Mulut sialannya yang asal ceplos sudah membuatnya kesulitan sendiri.
“Ee-eh Rayen, aku bisa jelaskan semua. Ini tidak seperti yang kau pikirkan, sungguh” dengan gemetaran, Glenn berusaha menenangkan Rayen.
“Atau jangan-jangan selama ini orang yang dekat dengan adikku adalah kau?”
Glenn melotot dan langsung menampiknya. “Tti-tidak, jangan asal menuduh! Hubunganku dengan Ros tidak seperti itu. Aku mana berani mendekatinya, keluargamu sangat mengerikan. Aku masih ingin hidup nyaman dan tentram. Ros hanya menganggapku sebagai kakaknya, tidak lebih. Percayalah padaku, aku tidak akan bohong...”
“Sudahlah, aku tidak akan mempermasalahkannya. Lagi pula aku tahu kalau kau akan menjaga adikku dengan baik. Baguslah kalau dia bisa dekat denganmu. Setidaknya sekarang ada kau yang bisa membantuku untuk menjaganya” Rayen menepuk pundak Glenn.
Glenn melongo tak percaya kalau Rayen bisa setenang itu menanggapinya. Glenn pikir akan mendapatkan amukan atau minimal bogeman dari Rayen karena diam-diam dia sudah jalan berdua dengan Rosaline. “Kau tidak marah denganku?”
“Untuk apa marah, kau kan temanku. Seharusnya bilang saja dari awal kalau kalian berdua dekat. Tidak perlu sembunyi-sembunyi” ucap Rayen dengan wajah datarnya.
“Kau tidak takut kalau aku berniat mendekati Ros?”
“Kalau kau siap mati untuknya aku tidak masalah. Aku tidak mau mengekang urusan asmara Ros. Jika dia memang menyukaimu, aku bisa apa? Aku tidak mungkin melarangnya juga. Toh aku sudah mengenalmu. Meskipun kau sint*ng, tapi aku tahu kalau kau orang yang baik dan tanggungjawab. Setidaknya kau jauh lebih dewasa daripada si Nexon.”
“Maksudmu Nexon yang pernah digosipkan kencan dengan Ros?”
Glenn bisa melihat kalau Rayen begitu khawatir dengan adiknya.
“Ray, bagaimana kalau kau menjodohkan Ros denganku? Aku bisa sedikit meringankan bebanmu, benar kan? Kau tidak perlu repot-repot mengkhawatirkan adikmu, karena sudah ada aku yang mengurusnya” Glenn dengan senyum bodoh di wajahnya ingin menjahili Rayen.
Rayen langsung mengapit leher Glenn. “Kau ini lama-lama melunjak ya, Glenn. Beraninya bicara sembarangan. Dasar buaya sint*ng.”
Di tengah pertikaian Glenn dan Rayen, tiba-tiba ada seorang pria yang datang melerainya. Dia memegang kerah belakang Glenn untuk dipisahkan dari Rayen. “Kalian berdua kekanakan sekali. Bisa-bisanya bertengkar di acara seperti ini.”
“My brother, Jeffrin! Tolong selamatkan aku dari si bedebah gila Rayen. Dia nyaris mencekikku dan hampir membuat Envo Group kehilangan pewarisnya” ucap Glenn meminta perlindungan pada temannya.
“Memangnya kalian berdua ribut masalah apa?” tanya Jeffrin.
“Aku meminta Rayen untuk menjodohkanku dengan adiknya, tapi dia marah dan justru menganiayaku seperti tadi” ucap Glenn dengan wajah bagaikan korban yang tersakiti.
“Sudahlah Jeff, jangan hiraukan Glenn. Kami berdua hanya sedang bercanda saja” ujar Rayen. Dia tidak mau membuatnya semakin rumit. Toh memang faktanya mereka berdua hanya sekedar bercanda. “Ngomong-ngomong, kau datang kemari dengan siapa?”
“Dengan kedua orang tuaku. Mereka sekarang sedang mengobrol dengan ayahmu” jawab Jeffrin.
“Oh, Jeff. Bagaimana kabar baby kekasihmu? Apa kalian masih berhubungan?” tanya Glenn antusias. Meskipun Glenn tidak tahu wajah perempuan itu seperti apa, tetapi dia ingin menanyakan kemajuan hubungan Jeffrin dengannya.
“Baby? Kekasih?” Rayen bingung. “Kau sudah punya kekasih, Jeff?”
“Ahh kau belum tahu, Ray? Si lajang tua ini akhirnya berkencan. Dan emm...dia mempunyai baby yang menurutku sedikit agresif” Glenn dengan santainya mewakili Jeffrin untuk menjawab pertanyaan Rayen.
Rayen jadi teringat dulu ayahnya sempat cerita bahwa Jeffrin sedang dekat dengan seorang perempuan yang umurnya sama dengan Rosaline. Tetapi dia tidak pernah menanyakan lebih lanjut ke Jeffrin. Tak disangka setelah sekian lama berlalu ternyata Jeffrin benar-benar sudah berhasil menjalin hubungan dengan perempuan itu. Rayen menatap Jeffrin meminta kepastian. “Benar begitu?”
“Jangan dengarkan omongan si sint*ng ini.”
“Hei, kau masih mau menyangkalnya setelah aku melihat dengan mata kepalaku sendiri? Kalian berdua waktu itu saling berpelukan mesra seolah tidak ingin berpisah. Mengingatnya saja sudah membuatku berpikiran yang iya-iya tentang kalian” ucap Glenn ngotot.
“Glenn, jaga mulutmu. Dia tidak seperti yang kau pikirkan. Dia gadis baik-baik. Waktu itu dia hanya sedang kesal denganku. Tapi aku justru menjahilinya dan membuatnya semakin marah. Selain itu dia tidak mau bertemu dengan orang asing lagi, termasuk kau. Jadi jangan salah sangka dengan sikapnya.”
Mulut Glenn membentuk huruf ‘O’ tanda paham. “Aku pikir kalian berdua ada sesuatu yang...you know what I mean...” ucapnya dengan menyeringai.
“Dasar otak mesum. Aku tidak akan merusak orang yang aku cintai” Jeffrin melirik tajam Glenn.
Rayen sedari tadi hanya memperhatikan kedua temannya yang sedang mengobrol. Namun dia merasa kesal mendengar pembicaraan mereka. Hatinya terusik dan tidak terima saat keduanya membicarakan perempuan yang sedang dekat dengan Jeffrin. Apalagi mengingat umur perempuan itu yang sama dengan umur Rosaline.
“Jeff?” ucap Rayen.
“Ada apa?” jawab Jeffrin.
“Berapa lama aku tidak bertemu tatap muka denganmu?”
Jeffrin mencoba mengingat-ingat. “Mmm, cukup lama. Karena selama ini kita lebih banyak komunikasi lewat ponsel. Memang kenapa?”
“Aku juga tidak tahu, tapi entah mengapa rasanya sekarang aku ingin sekali menghajarmu.”
Seketika suasana berubah hening. Tak lama kemudian Jeffrin dan Glenn tertawa.
“Apa kebetulan aku sudah berbuat salah dalam proyek kerja sama kita?” tanya Jeffrin.
“Tidak, bukan karena itu” jawab Rayen.
“Lalu apa? Ray, kau ini lucu. Untuk apa kau ingin menghajar Jeffrin? Memang dia salah apa?” ucap Glenn yang masih tertawa.
“Entahlah, akhir-akhir ini aku jadi lebih sensitif. Setelah melihat wajah Jeffrin, aku merasa sepertinya dia telah merebut sesuatu dariku” Rayen memijat keningnya.
“Yang benar saja, alasan macam apa itu, dasar aneh. Apa kau iri karena sekarang Jeffrin punya kekasih?” tanya Glenn.
“Cih, tentu tidak” jawab Rayen. “Lupakan. Mungkin aku hanya tidak suka kalau kalian membicarakan masalah perempuan saat kita berkumpul seperti ini.”
“Santailah sedikit. Perempuan yang kita bicarakan juga bukan adikmu. Jadi kau tidak perlu emosi” ucap Glenn.
“Benar juga...” Rayen menghela nafasnya. “Tapi kenapa aku tiba-tiba ingin sekali menghajar Jeffrin...” ucapnya dalam hati.
“Sudah, jangan dibahas lagi. Mungkin kau hanya sedang kecapekan, makanya jadi sensitif terhadap segala hal” ucap Jeffrin pada Rayen. “Oh ya, aku dengar adikmu akan datang ke sini juga. Dimana dia sekarang?”
“Mungkin sebentar lagi dia datang. Tadi Ros sedang ada urusan, makanya tidak bisa datang bersama kami.”
“Brother, untuk apa kau menanyakan Ros? Bukankah sekarang kau sudah punya babymu itu? Apa kau masih mengharapkan untuk bisa membahagiakan adik Rayen?” Glenn menyindir Jeffrin.
“Ck, jangan mimpi! Kau terlalu tua untuk adikku. Kau lebih pantas menjadi omnya daripada menjadi kekasihnya” ucap Rayen dengan melirik sinis Jeffrin. Meskipun nadanya terdengar bercanda, tetapi Rayen bersungguh-sungguh. Rayen masih tidak suka dengan konsep memiliki pasangan yang umurnya berbeda jauh. Jika adiknya menyukai Glenn, Rayen masih bisa maklum, karena Glenn setidaknya beberapa bulan lebih muda darinya. Tetapi kalau Jeffrin, pria itu sekitar 4 tahun lebih tua darinya. Bayangkan, beda umur Rosaline dan Jeffrin adalah hampir 15 tahun. Benar-benar gila, Rayen bukannya mendapatkan adik ipar, melainkan malah mendapatkan kakak ipar karena umur Jeffrin yang lebih tua darinya. Membayangkannya sekilas saja sudah membuat Rayen merinding.
“Tapi kalau adikmu suka padaku, lantas kau bisa apa? Hanya bisa merestui kami, kan? Ayolah jangan bersikap kekanakan, Ray. Jaman sekarang tidak ada yang namanya cinta terhalang perbedaan umur. Kau itu kakak yang kuno. Ya Tuhan, aku harap gadisku tidak punya kakak yang menyebalkan sepertimu” ucap Jeffrin terkekeh.
“Aku juga tidak berharap adikku bisa suka dengan pria tua sepertimu” ucap Rayen tidak mau kalah.
Kedua pria tampan itu saling menatap sengit seolah ada kilatan petir keluar dari sorot mata mereka.
Sekarang gantian Glenn melihat kedua temannya yang bertikai. Sungguh mereka bertiga bukanlah anak remaja lagi. Tetapi kenapa terkadang kelakuan mereka seperti bocah. Namun inilah yang membuat pertemanan mereka menjadi lebih akrab dan menyenangkan.
“Hei kalian, sebaiknya jangan terlalu saling membenci. Kau tahu kan sistem kehidupan di dunia ini penuh misteri dan mengerikan. Siapa yang tahu kalau ternyata perempuan yang dikencani Jeffrin adalah Ros? Atau mungkin tiba-tiba saja kedua keluarga kalian sepakat untuk menjodohkan Jeffrin dengan Ros. Apalagi perjodohan bisnis sangat wajar dalam kalangan kita. Coba bayangkan, tidakkah terasa lucu mengingat kalian berdua yang seperti Tom and Jerry akan menjadi saudara ipar?” Glenn tertawa membayangkan jika hal itu benar terjadi.
Rayen dan Jeffrin kompak menatap tajam Glenn dan berkata bersamaan, “ITU TIDAK AKAN PERNAH TERJADI!!!”
🐤🐤🐤
Sementara itu di sisi lain, rombongan orang baru saja tiba di tempat itu. Billy yang melihatnya langsung menghampiri mereka.
“Paman Theo, Bibi Martha, William” sapa Billy.
Nyonya Martha tersenyum disambut oleh Billy. “Kamu terlihat tampan, Bil. Apa orang tuamu juga disini?”
“Ya. Mereka sedang mengobrol dengan tamu yang lain.”
“Ayo, kita temui mereka” ucap Tuan Theo dengan menggiring Nyonya Martha ke tempat orang tua Billy berada. Meninggalkan Billy dan William berdua dalam kecanggungan.
Antara Billy dan William jelas terlihat tatapan yang saling tidak menyukai. Di tempat umum mereka harus berakting sebagai keluarga yang baik-baik saja. Namun nyatanya, mereka adalah keluarga yang sedang memperebutkan kekuasaan. Meskipun orang-orang tahu bahwa mereka adalah saudara sepupu, tetapi sudah ada rumor beredar yang mengatakan kalau keduanya mempunyai hubungan yang tidak baik. Setelah saling tatap dalam kebencian, akhirnya mereka berdua berpisah jalan.
Tak beberapa lama kemudian, para tamu undangan akhirnya sudah hadir semua. Pembawa acara memutuskan untuk segera memulai acaranya. Dia menyambut semua tamu undangan yang hadir. Saat dia tengah bicara, pembawa acara itu berhenti sejenak sembari matanya tertuju pada pintu masuk. Matanya menatap kagum sosok yang sedang masuk ke dalam ruangan acara. Tanpa sadar pembawa acara itu bergumam, “Sangat cantik...”