
Setelah sampai di rumahnya, Rosaline langsung beristirahat. Dia ingin segera pulang karena nanti malam ada janji untuk pergi lagi. Gadis itu tidak ingin terlalu lelah karena dia juga baru saja sembuh dari sakit.
Rosaline berbaring terlentang diatas tempat tidurnya, memandang langit-langit kamarnya. Lalu dia mengangkat tangan kanannya ke atas, membolak-balikkan tangannya sambil memikirkan apa yang sedang terjadi dengannya.
“Sebenarnya ada apa ini? Tangan ini bahkan bisa melukis, dan aku baru mengetahuinya. Lalu suara tadi itu suara siapa? What’s wrong with me? Kenapa aku merasa selalu ada yang salah dengan diriku....”
“Rosaline, siapa dirimu sebenarnya....”
Gadis itu terus saja bergumam dalam pikiran seriusnya.
Karena sekarang dia sedang memandangi tangan kanannya, Rosaline jadi teringat kejadian beberapa saat lalu saat tangannya digenggam erat oleh William. Terlebih tadi dia juga digendong oleh pria itu. Mengingat hal itu, tiba-tiba saja membuat jantungnya berdebar kencang dan wajahnya mulai menghangat.
Rosaline berulang kali menggelengkan kepalanya, mencoba menghapus pikiran kacaunya yang sudah dengan lancangnya mengingatkan dirinya lagi tentang kejadian tadi.
Gadis itu menghela nafasnya. “Jangan ingat-ingat lagi kejadian hari ini Ros... Dan sebaiknya kau jangan memikirkan pria itu”
Perlahan Rosaline mulai memejamkan matanya untuk beristirahat sejenak, agar nanti saat bangun pikirannya bisa kembali sehat dan normal.
🐤🐤🐤
• Malam hari - Di salah satu hotel mewah •
Rosaline baru saja tiba di hotel tempat janjiannya dengan seseorang. Dia memilih pergi menggunakan taksi agar tidak menimbulkan kecurigaan.
Saat memasuki lobby, gadis itu melihat sosok yang sedang duduk menunggu kedatangannya. Kemudian dia berjalan menghampiri orang itu.
“Apa aku sudah membuatmu menunggu lama Jeff?” ucap Rosaline.
Pria itu menoleh ke arah suara yang sangat dikenalnya. Dia melihat Rosaline yang berpenampilan sangat cantik dan mempesona. Pria itu benar-benar terpikat dan tidak tidak menyangka kalau Rosaline bisa berubah menjadi semakin cantik seperti ini bak jelmaan dewi.
Rosaline saat ini menggunakan lace dress selutut dengan lengan sepanjang siku berwarna abu-abu. Rambutnya yang panjang dibiarkan tergerai dengan di curly. Gadis itu juga menggunakan high heels berwarna silver yang semakin membuatnya menonjolkan kulit kakinya yang putih mulus. Wajahnya dipoles dengan make up tipis, namun sudah begitu membuatnya terlihat bersinar.
Rosaline diminta oleh Jeffrin untuk menemaninya ke pesta ulang tahun teman bisnisnya. Karena memang tidak ada agenda lain di malam hari, maka dia pun menyetujui ajakan Jeffrin.
Jeffrin berdiri menghadap Rosaline. “Raline, you look so beautiful and awesome...” ucapnya memuji.
“Kamu terlalu berlebihan memujiku Jeff...” ucap Rosaline terkekeh.
“No. Aku tidak berlebihan Raline. Malam ini kamu memang terlihat sangat cantik dan mengagumkan. Aku bahkan hampir pingsan melihat penampilanmu sekarang ini”
“Jadi maksudmu aku tidak cantik sebelum malam ini, begitu?” ucap Rosaline bercanda.
“Bukan begitu maksudku. Bagiku kamu selalu terlihat cantik kapan pun, dimana pun, dan dalam menggunakan apapun itu...” jawab Jeffrin tulus sambil tersenyum menatap gadis di depannya.
Mendengar pujian dari Jeffrin, membuat gadis itu menjadi salah tingkah. Rosaline merasa pria di depannya itu semakin hari semakin menunjukkan sikap yang aneh padanya. Entah melalui telfon, mengirim pesan, atau tiba-tiba saja mengajaknya pergi makan. Setelah pergi bersama kala itu, membuat hubungan keduanya memang semakin dekat. Namun karena kesibukan masing-masing, membuat Rosaline dan Jeffrin jarang bertemu menghabiskan waktu yang lama.
“Sudahlah, hentikan bualanmu om Jeff. Kamu membuatku merasa tidak nyaman...”
“Apa katamu barusan? Om Jeff? Raline, harus berapa kali aku katakan padamu, jangan pernah---“ belum sempat menyelesaikan ucapannya, Rosaline sudah menyahutnya dan berkata, “Alright alright. Aku hanya bercanda saja Jeff. Kau benar-benar pria tua yang sensitif dan kekanakan...” ucap Rosaline terkekeh geli melihat sikap Jeffrin.
“Dan kau benar-benar gadis muda yang tidak peka dan menyebalkan...” balas Jeffrin dengan tertawa.
Jeffrin menyodorkan lengan kirinya ke arah Rosaline agar gadis itu menggandengnya. “Let’s go” ucapnya.
Rosaline yang mengerti maksudnya, tentu saja langsung menyambut lengan pria itu dan menggandengnya. Karena memang saat ini tugasnya adalah menemani pria itu.
Kemudian mereka berdua berjalan memasuki tempat acara.
🐤🐤🐤
Saat berjalan memasuki ballroom hotel tempat diadakannya acara, semua mata tertuju pada Rosaline dan Jeffrin. Kedua orang itu benar-benar sudah mencuri perhatian para tamu undangan.
‘Bukankah itu CEO Avicena Group? Siapa wanita yang sedang digandengnya itu? Apakah dia tunangannya?’
‘Apa ini hanya perasaanku saja, atau memang mereka berdua pasangan yang serasi?’
‘Oh astaga, wanita yang bersama tuan Jeffrin benar-benar sangat cantik. Siapa dia sebenarnya? Tuan Jeffrin bahkan tidak pernah dikabarkan dekat dengan siapapun sebelumnya’
‘Ini benar-benar gosip yang panas. CEO dari Avicena Group ternyata diam-diam sudah memiliki kekasih’
Jeffrin akhirnya bertemu dengan temannya dan mengucapkan selamat ulang tahun. Lalu dia juga mengenalkan Rosaline kepada temannya itu.
“Oh halo nona Raline. Senang berkenalan dengan perempuan cantik sepertimu. Apakah kamu kekasih dari Jeffrin yang menyebalkan ini?” ucap pria yang sedang berulang tahun itu.
“Aku hanya sebagai pasangan yang menemaninya saja, dan kami berdua berteman...” jawab Rosaline kepada orang itu.
“Ahh...benarkah begitu?” ucap pria itu menatap menyelidik pada Jeffrin.
Jeffrin hanya menjawab dengan mengangkat bahunya saja, tidak mau memberikan komentar apapun.
Setelah sedikit mengobrol, Jeffrin dan Rosaline pamit undur diri, karena banyak tamu yang ingin menyelamati pria yang sedang ulang tahun itu dan tidak ingin mengganggunya.
“Apa kamu lapar?” tanya Jeffrin.
“Emm aku tidak begitu lapar...”
“Kalau begitu bagaimana jika makan makanan ringan saja??”
“Boleh juga...” Rosaline tersenyum dengan menggembungkan pipinya, membuat wajahnya tampak menggemaskan di mata Jeffrin.
Jeffrin mencubit gemas pipi Rosaline dan menjawab, “Baiklah. Aku akan mengambilkan makanan untukmu. Kamu tunggu saja disini, jangan kemana-mana”
Gadis itu menjawab dengan tersenyum dan mengangguk. Kemudian Jeffrin meninggalkan Rosaline sendirian.
Beberapa saat kemudian, ada dua orang pria yang mendekati Rosaline dan mencoba menggodanya.
“Nona cantik, bolehkah aku mengenalmu?”
“Nona, apa kamu datang kemari hanya sendirian saja?”
Rosaline hanya menatap datar kedua pria penggoda itu. Gadis itu tidak berminat meladeni pria seperti mereka.
“Hei nona, apa kamu pura-pura bisu? Kenapa tidak menjawab?”
“Mentang-mentang cantik, kamu jangan seenaknya. Apa kamu tidak tahu kami berdua ini siapa?”
Rosaline sama sekali tidak bergeming atau takut bertemu pria semacam itu. Sikapnya begitu tenang, karena sebenarnya dia banyak mempelajari berbagai ilmu bela diri sejak dulu. Jadi jika kedua pria hidung belang itu melebihi batas dan berani menyentuhnya, maka Rosaline tidak akan segan mematahkan tangan pria itu.
“Wah, ternyata si cantik ini berani juga”
“Jangan macam-macam dengan kami nona. Kamu pasti berada di pesta seperti ini untuk menjaring pria kaya seperti kami ini kan, mengaku saja. Jangan sok jual mahal!”
“Aku? Hmph! Aku bahkan tidak berminat dengan pria seperti kalian” jawab Rosaline acuh.
“Dasar perempuan tidak tahu diri” ucap salah satu pria penggoda itu, lalu dia mencoba meraih lengan Rosaline. Namun sebelum berhasil meraihnya, tangan kekar sudah terlebih dulu mencekalnya dan meremas tanpa ampun tangan pria penggoda itu.
“Jangan pernah sentuh gadis milikku dengan tangan kotormu ini!” ucap Jeffrin dengan nada dingin dan tatapan penuh intimidasi.
Melihat kehadiran Jeffrin, membuat kedua pria tadi panik. Tentu saja kedua orang itu sangat tahu siapa Jeffrin, mereka berdua sangat tidak ada apa-apanya dibandingkan dengannya.
“Mm-ma-maafkan aku tuan Jeffrin. Aku tidak tahu kalau dia ini adalah kekasihmu. Aku sungguh minta maaf. Tolong ampuni aku” ucap pria yang masih diremas tangannya oleh Jeffrin. Pria itu benar-benar merasa kesakitan.
“Sampah seperti kalian berdua berani-beraninya mendekati gadisku dan ingin menyentuhnya. Jika sampai terjadi sesuatu dengan gadis milikku ini, aku akan membuat kalian berdua menyesal karena sudah dilahirkan ke dunia ini” ucap Jeffrin dengan aura yang mengerikan.
“Kka-kami mengerti tuan Jeffrin. Maafkan aku dan temanku. Kami benar-benar menyesal. Tolong ampuni kami...” ucap teman pria yang diremas tangannya.
Jeffrin melepaskan dengan menyentak kasar tangan pria itu. Dia menatap penuh amarah kedua pria yang sudah dengan lancangnya menggoda Rosaline. Kemudian kedua pria itu langsung kabur dari hadapan Jeffrin dan Rosaline.
“Apa kamu tidak apa-apa? Apakah kedua sampah tadi melakukan sesuatu kepadamu?” ucap Jeffrin khawatir.
Rosaline tersenyum memandang Jeffrin. Dia sama sekali belum pernah melihat sisi garang Jeffrin yang seperti tadi. Sikap Jeffrin yang benar-benar menjaganya di acara pesta ini berhasil membuat Rosaline terkesan. “Tenanglah Jeff, aku tidak apa-apa. Mereka hanya menggodaku dengan perkataan saja, tidak sampai menyentuhku....”
Jeffrin spontan menarik tubuh Rosaline dan memeluknya. “Kamu benar-benar membuatku cemas, Raline. Maafkan aku meninggalkanmu agak lama, karena tadi ada beberapa orang yang menyapaku. Untung saja aku segera kemari saat melihat ada orang yang mendekatimu. Bagaimana jika tadi aku terlambat datang? Kenapa kamu tidak langsung pergi mencariku saja? Jika sampai terjadi sesuatu padamu, aku tidak akan pernah memaafkan diriku...”
Gadis itu kaget dengan sikap Jeffrin yang tiba-tiba memeluknya. Apalagi pria itu sekarang memeluknya di tempat umum, sehingga membuat orang-orang disekitar memperhatikan keduanya.
“Jeff, sudahlah. Lepaskan pelukanmu. Apa kamu tidak malu berpelukan seperti ini dan dilihat banyak orang...”
“Jangan hiraukan mereka. Abaikan saja”
“Jeffrin....”
“Diamlah”
• Di sisi lain •
Seorang wanita dengan penampilan yang mampu menarik perhatian lawan jenisnya, baru saja memasuki ballroom tempat yang sama dengan Jeffrin dan Rosaline berada. Kedatangannya mengundang perhatian para tamu undangan karena dia memang adalah seorang model yang cukup terkenal.
‘Penampilannya terlihat begitu glamour’
‘Bukankah itu model Regina Tan? Aku tak menyangka bisa melihatnya disini’
‘Dia memang pantas disebut sebagai model. Lihatlah, wajah dan tubuhnya benar-benar membuat wanita lain iri’
Regina menyapa beberapa orang yang dikenalnya yang juga turut diundang dalam pesta tersebut. Selain berprofesi sebagai model, dia juga anak dari salah satu pemilik perusahaan. Maka dari itu dia bisa mengenal beberapa orang yang berasal dari kalangan yang sama dengannya.
Saat mengedarkan pandangannya, tanpa sengaja Regina melihat sosok pria yang sudah lama tidak dilihatnya. Pria itu bagaikan hilang ditelan bumi dan sama sekali tidak bisa dihubungi olehnya. Namun yang membuatnya bingung, ada seorang perempuan yang sedang bersamanya. Membuat Regina penasaran dengan hubungan kedua orang itu. Lalu dia menghampiri mereka.
Ketika Regina akan memanggil pria yang dirindukannya, tiba-tiba saja pria itu memeluk perempuan di depannya. Selama Regina mengenalnya, pria itu tidak pernah mau disentuh olehnya. Tetapi sekarang, pria itu justru yang memeluk perempuan di depannya. Tentu saja melihat hal itu semakin membuat Regina naik darah dan ingin sekali mencakar perempuan itu.
“Jeffrin...” ucap Regina.
Jeffrin dengan berat hati melepaskan pelukannya dari Rosaline dan menoleh ke arah suara yang memanggilnya.
Pria itu memandang Regina dengan malas. “Regina. Ternyata kamu juga datang”
Regina tersenyum palsu menatap pria di depannya. “Apa kabar? Aku sudah lama tidak bertemu denganmu. Nomermu juga tidak bisa aku hubungi. Apa kamu sudah berganti nomer?”
“Yah, bisa dikatakan begitu” jawab Jeffrin malas.
“Kalau begitu bisakah aku meminta nomermu yang baru?” ucap Regina dengan tidak tahu malunya.
“Aku rasa tidak bisa” Jeffrin menjawabnya dengan ketus. Dia sudah tahu kalau wanita itu pasti akan selalu berusaha mengejarnya dan mengganggu hidupnya.
Mendengar jawaban dari Jeffrin, membuat Regina seperti tertampar. Lalu dia melirik ke arah perempuan yang terlihat lebih muda darinya. Dia melihat Jeffrin dengan posesifnya sedang melingkarkan tangannya di pinggang perempuan itu.
Regina berusaha menahan emosinya agar tidak terlihat buruk di depan Jeffrin. “Siapa perempuan yang sedang bersamamu ini? Apa dia temanmu?”
Seketika muncul ide di kepala Jeffrin. Sepertinya dia sudah menemukan cara untuk mengusir Regina. “Dia milikku yang sangat penting”
Rosaline melirik pria yang berdiri disampingnya. Pria itu benar-benar sudah bicara sembarangan. “Hei hei, apa yang kamu katakan? Apa kamu bercanda? Jangan sembarangan melibatkan aku dalam masalah rumah tangga wanitamu” ucap Rosaline dalam hati.
Tatapan Rosaline seakan meminta penjelasan atas ucapan Jeffrin. Jika itu tadi saat dirinya digoda, maka Rosaline masih bisa memakluminya. Tetapi saat ini, atas dasar apa dia harus memaklumi perkataan Jeffrin?
“Tolong bantu aku. Aku tidak mau wanita gila ini mengejarku lagi. Kamu hanya perlu diam dan turuti saja apapun perkataanku” bisik Jeffrin ke telinga Rosaline. Dan alhasil, Rosaline hanya bisa menuruti saja keinginan Jeffrin. Toh dia berpikir tidak akan lagi bertemu dengan wanita di depannya itu.
“Mmi-milikmu? Apa maksudmu?” Regina sudah merasa cemas. Takut apa yang dia pikirkan benar.
“Dia kekasihku” jawab Jeffrin tegas.
“Ap-apa?! Jja-jadi sekarang kamu sudah memiliki kekasih?!!” Regina berusaha menahan emosinya. Ternyata apa yang dia pikirkan benar. Perempuan yang bersama Jeffrin adalah kekasihnya.
“Katakanlah begitu”
“Aku baru tidak melihatmu beberapa bulan, dan sekarang kamu sudah memiliki kekasih? Apa bagusnya perempuan ini? Dia terlihat sangat biasa-biasa saja. Aku bahkan jauh lebih baik dibandingkan dia Jeff!”
“Dia tidak bisa dibandingkan dengan siapapun” ucap Jeffrin dengan tatapan dinginnya. Dia semakin mengencangkan pelukannya di pinggang Rosaline.
“Sialan. Aku ingin sekali menyeret j*lang kecil ini agar menjauh dari Jeffrin!” ucap Regina geram dalam hati. Dia tidak terima kalau dirinya kalah dari perempuan biasa seperti Rosaline. Apalagi Jeffrin terlihat posesif sekali dengannya.
“Huh, apa kamu benar-benar mencintainya?! Siapa tahu kamu hanya ingin bermain-main saja dengannya” Regina melirik Rosaline tajam dan penuh amarah. Dia begitu geram karena perempuan itu sudah merebut Jeffrin dari genggamannya.
“Aku sangat mencintainya” Jeffrin menjawab dengan tegas dan tidak ada keraguan. Karena nyatanya, dia memang mencintai Rosaline.
Rosaline terkejut hingga tidak bisa berkata-kata mendengar ucapan Jeffrin. Dia tahu bahwa ini hanya sekedar akting saja. Tetapi mendengar pria itu mengatakan ‘sangat mencintainya’, membuat Rosaline jadi merasa tidak nyaman. Rosaline berpikir kata-kata serius seperti itu harusnya diucapkan Jeffrin kepada orang yang memang benar dicintainya, bukan untuk bahan bercandaan seperti ini.
“Karena tidak ada lagi yang perlu dibicarakan, kami permisi” ucap Jeffrin. Kemudian dia dan Rosaline meninggalkan Regina yang masih terdiam membeku di tempat tadi.
Brengs*k! Siapa perempuan j*lang itu? Beraninya dia mengambil Jeffrinku. Dasar murahan! Pasti dia sudah menjual dirinya hingga bisa membuat Jeffrin masuk ke dalam pelukannya – ucap Regina dalam hati.