ME vs OM OM

ME vs OM OM
Don’t Judge a Book by It’s Cover



Keesokan harinya


Berita tentang Nexon dan Rosaline yang bernyanyi bersama di pesta pernikahan Gina telah menjadi viral sejak semalam. Semua ini terjadi karena banyak tamu undangan yang memvideokan penampilan keduanya dan mengunggahnya ke jejaring sosial. Orang-orang semakin gencar untuk menjodohkan keduanya.


‘Nexon sangat romantis. Dia bagaikan pemain utama di film yang mengejar cintanya’


‘Sepanjang bernyanyi, Nexon memperhatikan Raline dengan tatapan penuh cinta. Oh astaga aku iri’


‘Mereka berdua pasangan serasi. Raline dan Nexon sama-sama memukau dan berbakat. Siapa yang tahu kalau mereka punya suara yang sangat merdu’


‘Tolong segera resmikan hubungan kalian berdua. Kami akan mendukung dengan senang hati! #TimNeRal


🐤🐤🐤


Di dalam studio, orang-orang sedang menyiapkan setting tempat untuk pemotretan. Rosaline baru saja tiba di lokasi setelah kuliahnya selesai. Dia langsung menuju ruang makeup dan menemukan Nexon yang sedang bersiap-siap.


“Raline, I’m sorry. Tadi malam kerabatku membuat aku minum banyak sekali. Jadi aku tidak bisa mengantarmu pulang”


Rosaline memperhatikan wajah Nexon yang terlihat kelelahan. Sepertinya dia masih hangover akibat semalam.


“Tidak masalah, aku mengerti kok. Pasti kak Nexon juga sudah lama tidak bertemu dengan mereka dan ingin berkumpul bersama. Ini, aku buatkan jus jeruk untuk menghilangkan rasa hangovermu” jawab Rosaline tersenyum, lalu menyerahkan botol tumbler berisi jus yang dia bawa dari rumah.


Wajah Nexon berbinar gembira menerima jus yang telah disiapkan gadis itu untuknya. Dia serasa sedang diatas awan mendapatkan perhatian dari Rosaline.


“Terima kasih” Nexon mengambil tumbler jus tersebut. “Apa semalam terjadi sesuatu saat aku tidak bersamamu?”


Mengingat lagi apa yang terjadi semalam, membuat Rosaline malu sendiri. Tiba-tiba jantungnya mulai berdebar dan wajahnya menghangat.


“Ee-eeh tidak ada. Setelah beberapa saat kamu meninggalkanku, aku langsung pulang karena sudah kemalaman” jawab Rosaline berbohong.


“Ahh aku lega. Aku khawatir jika terjadi sesuatu denganmu. Aku pikir kamu akan marah karena aku meninggalkanmu” Nexon tersenyum sembari mengacak rambut Rosaline.


Kemudian Rosaline bersiap-siap. Hari ini Nexon dan Rosaline memang ada pemotretan bersama untuk sebuah majalah.


Setelah keduanya selesai, mereka jalan bersama ke tempat pemotretan yang sudah siap. Saat keduanya berjalan berdampingan, para kru tidak bisa membendung rasa penasarannya. Mereka ingin tahu hubungan apa yang sedang dijalin oleh Nexon dan Rosaline.


‘Apa Nexon dan Raline benar-benar berkencan?’


‘Jika melihat video di acara pernikahan kakak Nexon, sepertinya memang ada sesuatu diantara mereka’


‘Wah, hubungan mereka bahkan sudah ke tahap saling mengenal keluarga’


Lisa yang mendengar ucapan para kru hanya diam saja. Namun dia tidak percaya jika Rosaline benar-benar berkencan dengan Nexon. Setelah sekian lama dia menangani Rosaline, perlahan dia mulai memahami karakter gadis itu.


“Raline bukanlah tipe orang yang mudah jatuh cinta, karena sepertinya dia juga takut untuk merasakan hal itu. Aku yakin, saat ini cinta tidak ada dalam kamusnya. Tindakannya mungkin seolah tampak dia berkencan dengan Nexon. Tapi bagi Raline, dia hanya sedang bersikap ramah dan peduli terhadap semua orang” ucap Lisa dalam hati.


• Saat pemotretan •


Nexon dan Rosaline harus menjalani pemotretan yang mesra. Keduanya harus selalu berdekatan atau berpelukan. Dan klimaksnya, fotografer mengarahkan agar Nexon memegang pipi Rosaline dan mendekatkan wajahnya ke sudut bibir gadis itu.


“Oke cukup” fotografer menghentikan pemotretan karena semua hasil foto sudah sangat memuaskan.


Semua orang di dalam studio masih takjub oleh adegan kedekatan mereka berdua.


Nexon perlahan menarik dirinya menjauh dari Rosaline ketika mata mereka saling menatap. Wajahnya mulai memerah saat dia melepaskan tangannya dari wajah Rosaline dan jantungnya berdegup cepat.


“Apa ada sesuatu yang salah kak?” tanya Rosaline. Dia memperhatikan wajah Nexon yang memerah.


“Aa-aku baik-baik saja. Aku permisi dulu” balas Nexon. Lalu dia meninggalkan tempat pemotretan dan pergi entah kemana.


Fotografer hanya geleng-geleng kapala melihat sikap Nexon yang pengecut seperti ayam. “Mungkin kamu perlu membantu bocah itu supaya bisa lebih dekat dengan Raline” fotografer mengajak bicara Lisa.


Lisa terkekeh mendengar perkataannya. “Jika Raline memang bersedia, aku pasti akan senang hati membantu Nexon”


🐤🐤🐤


Beberapa hari kemudian


Lencom meluncurkan produk baru mereka yang bekerja sama dengan Rosaline. Video iklan telah diterbitkan online di setiap platform media sosial Lencom dan bahkan juga ditampilkan di papan layar iklan yang ada di jalan. Sehingga semua orang memungkinkan untuk melihat produk baru mereka sekaligus mengenal wajah ambassadornya.


Tidak butuh waktu lama bagi semua orang untuk menyuarakan komentar mereka secara online.


‘Aku senang Lencom memilih orang yang tepat untuk endorse produknya. Raline mampu mempresentasikan produk dengan baik. Selain itu dia juga memiliki kecantikan natural. So perfect!’


‘Lencom benar-benar tidak terduga. Mereka berani menggunakan Raline sebagai ambassadornya. Tapi aku sangat menghargai keputusan mereka, karena memang Raline layak mendapatkannya’


Banyak orang yang mununjukkan respon positif. Mereka jadi lebih mengenal Rosaline dan mulai menjadi fansnya. Akibatnya, banyak orang yang akhirnya pergi ke mall untuk mengunjungi store Lencom dan membeli produknya.


🐤🐤🐤


Semua orang dari pihak Lencom dan orang-orang yang terlibat dalam pembuatan iklan merayakan keberhasilan launch new product mereka yang sukses besar di pasaran. Mereka benar-benar mendapatkan hasil yang diluar harapan.


“Nyonya Diana, ini luar biasa. Kita baru saja mendapatkan laporan bahwa beberapa store sudah menjual habis produk terbaru kita. Mereka meminta untuk melakukan restock secepatnya”


“Nyonya Diana, orang-orang memuji kita yang telah memilih Raline sebagai ambassador”


“Semua hasil pemotretan dan video Raline sangat memuaskan. Hanya orang bodoh yang membandingkannya dengan Regina Tan. Disini jelas terlihat kalau Raline Vero lebih layak menyandang gelar Top International Model”


“Tentu saja, Raline memang istimewa. Sejak aku melihatnya secara langsung untuk pertama kali, aku sudah mempunyai firasat bahwa dia akan menjadi pilihan yang terbaik untuk kita. Dia tak hanya cantik di luar, tapi juga cantik di dalam. Dia memiliki aura yang kuat dan mempesona. Aku pribadi mengagumi sosoknya yang bijaksana di usianya yang masih terbilang muda” ucap Nyonya Diana.


“Benar sekali nyonya. Ternyata benar kata pepatah. Don’t judge a book by it’s cover. Siapa yang menyangka gadis semuda itu mempunyai talenta dan kepribadian yang mengagumkan”


Orang-orang tertawa bersama menikmati kesuksesan mereka. Acara perayaan dilewati dengan perasaan suka cita.


🐤🐤🐤


Sementara semua orang senang dengan hasilnya, ada satu orang yang terbakar amarah. Regina memporak-porandakan apartemennya hingga berantakan tak berbentuk. Piring, gelas, ornamen, vas, semua terbang melintasi ruangan dan membentur dinding. Dia mengeluarkan kemarahannya dengan membanting semua barang yang ada di hadapannya.


Regina sangat emosi karena dia tidak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Dia tidak terima jika orang-orang merespon positif. Bahkan ada juga orang yang mengatakan bahwa Regina tidak sebanding dengan kecantikan Rosaline yang alami.


“That b*tch! Who the f**k is she! Persetan dengannya! Harusnya semua pujian ini menjadi milikku! Sialan, kau berani membuatku terlihat bodoh. Hmph! Jangan mengujiku b*tch. Kau hanyalah orang baru di industri ini, sedangkan aku sudah lama dan berpengalaman. Lihat saja, aku akan mencari cara untuk menghancurkanmu!”


Wanita yang menjadi manager Regina bergidik ngeri melihat tindakannya yang menggila tak terkendali.


“Sudahlah, tidak perlu dipikirkan. Nanti kamu pasti akan mendapatkan endorse yang lebih baik. Jangan coba-coba mencari masalah” ucap manager Regina.


“Kau ini siapa? Kau hanyalah orang yang kubayar, jangan sok ikut campur urusanku jika tidak mau kupecat. Cepat cari tahu jadwal si j*lang kecil itu. Kali ini aku tidak bisa tinggal diam”


“Regi, apa kau sudah gila? Sekarang ini kau sedang emosi. Jangan memutuskan sesuatu hal yang bodoh saat kondisimu tidak stabil. Lupakan semuanya, dan lakukan hal-hal lain yang lebih bermanfaat”


“Just shut your f**king mouth dan lakukan semua yang aku perintahkan!!” Regina berteriak dan membanting ponselnya.


🐤🐤🐤


Di bagian negara lain, ada dua orang pria yang sedang sibuk dengan urusan pekerjaan.


“Kau sudah memberi selamat untuk Raline?”


“Ya, aku sudah menelfonnya begitu melihat launching iklannya”


“Kau tidak berencana untuk memberikan hadiah untuknya, Jeff?” tanya Andrew.


Pria itu berpikir sejenak lalu menjawab, “Hadiah?”


“Yah, misal membelikan sesuatu untuknya. Mungkin tas, sepatu, pakaian. Atau juga bisa memberikan tiket liburan untuknya” usul Andrew.


“Tapi Raline bukan tipe orang yang menyukai hal-hal semacam itu. Terlebih sekarang dia semakin sibuk dan susah ditemui”


Andrew tertawa kecil. “Jadi selama ini kau tidak bisa membelikan sesuatu untuknya?”


“Begitulah. Selama ini kami hanya pergi ke tempat yang biasa-biasa saja, bukan tempat mahal. Dia juga menolak jika aku mau membelikannya sesuatu. Raline berbeda. Dia...dia menyukai kesederhanaan” Jeffrin tersenyum mengingat gadis itu.


“Kalau begitu berikan saja kejutan spesial yang sederhana tapi berkesan untuknya” ucap Andrew.


“Maksudmu?”


Andrew menyeringai penuh arti. Kemudian dia membisikkan sesuatu ke telinga Jeffrin.


“Bagaimana, bagus kan?” tanya Andrew.


“Tidak sia-sia aku memeliharamu sampai sekarang. Ternyata kau berguna juga” Jeffrin tersenyum sinis ke Andrew.


“Tentu. Karena aku adalah Andrew, generasi asisten terbaik sepanjang masa” ucapnya dengan menepuk-nepuk dadanya bangga.