ME vs OM OM

ME vs OM OM
Viral Online



{Nexon Andreas Diam-Diam Berkencan Dengan Rekan Modelnya}


{Sikap Manis Nexon Andreas Pada Raline Vero Di Lokasi Pemotretan}


{Nexon Andreas dan Raline Vero Kepergok Bermesraan}


Semua media sosial, berita digital entertaiment, dan group chat online dilanda kehebohan karena model terkenal dan aktor pendatang baru Nexon Andreas terlibat skandal kencan dengan seorang perempuan. Dari dulu hingga sekarang pria tampan itu tidak pernah terekspose memiliki kedekatan dengan siapapun. Sehingga saat ada gosip seperti ini, media gencar memburu beritanya.


Foto mesra antara Nexon dan Rosaline menjadi viral online sejak tadi pagi dan mengejutkan semua orang. Di foto itu terlihat Nexon yang memberikan buket bunga kepada Rosaline, mencubit pipinya, hingga tertawa bersama. Foto tersebut mencerminkan bahwa keduanya memang seperti mempunyai suatu hubungan.


Semua ini terjadi berkat Regina yang menyebarkan foto-foto mesra Nexon dan Rosaline kepada reporter. Tentu saja dia lakukan ini untuk melancarkan rencananya agar Jeffrin bisa melihat sendiri foto kekasihnya yang berselingkuh, karena Regina ingin main bersih tanpa ketahuan.


Fans dari Nexon memberikan komentar di postingan online di media sosial. Dan yang mengejutkan adalah mereka justru mendukung hubungaan pria itu dan memberikan respon positif.


‘Apa kalian perhatikan cara Nexon menatap Raline? Nexon menatapnya dengan kasih sayang, bahkan dia juga membawakan bunga untuknya. Ini membuatku iri. Aku juga ingin menjadi Raline’


‘Aku tidak rela pangeran Nexonku mempunyai pacar secepat ini. Tapi entah mengapa mereka terlihat cute saat bersama. Mereka pasangan yang tampan dan cantik’


‘Mereka berdua menjadi perfect couple yang sesungguhnya. Aku sangat mendukung keduanya berkencan! #NeRalTogether’


‘Nexon bertemu Raline sebagai rekan dan kini mereka sungguh berkencan. Oh astaga, ini cerita yang romantis karena mereka terlibat cinta lokasi. Ini bisa disebut cinta pada pandangan pertama’


‘Aku sudah menyukai Raline sejak dia muncul di majalah ELJE, dia sangat cantik dan terlihat berkarakter lembut. Aku akan mendukung pilihan Nexonku! #NeRalTogether’


🐤🐤🐤


• Di sisi lain, di SJ Management •


Semua orang berada dalam kekacauan karena panggilan telfon yang terus masuk, media dan reporter meminta klarifikasi seputar berita yang beredar. Selain itu ada juga yang menghubungi agar Rosaline melakukan endorse produk mereka, ada yang meminta Rosaline sendiri, dan ada juga yang meminta Rosaline bekerja sama dengan Nexon.


“Sialan, siapa orang iseng yang sudah menyebarkan foto Raline dan Nexon? Apa ada orang yang sengaja ingin menghancurkan karier mereka berdua?” Nyonya Ellena terlihat frustasi akibat situasi ini.


“Setidaknya kita masih bisa bersyukur nyonya, karena orang-orang merespon positif dan merestui hubungan mereka. Apalagi semenjak mereka pernah bekerja sama sebelumnya di project perfect couple” ucap Lisa, manager dari Rosaline.


“Untungnya saja respon mereka tidak buruk. Jika sampai ini mempengaruhi karier Raline, aku tidak akan tinggal diam. Kamu cepat urus klarifikasi mengenai berita ini, dan jangan lupa hubungi Gina selaku pihak management Nexon. Jangan sampai citra Raline dan Nexon terpengaruh akibat gosip ini”


“Baik nyonya...” ucap Lisa mengerti. Lalu dia meninggalkan ruangan kantor Nyonya Ellena untuk mengerjakan perintahnya.


🐤🐤🐤


• Di sisi lain, di sebuah cafe •


Rosaline sedang menikmati makan siangnya bersama Angel dan Cheryl setelah selesai kuliah. Dia masih belum tahu bahwa dirinya sedang menjadi bahan perbincangan hangat.


“Ini hanya perasaanku saja, atau sekarang orang-orang memang sedang memandangku” ucap Rosaline sambil melihat sekelilingnya. Saat ini kondisi cafe sedang rame, dan rata-rata pengunjung adalah anak muda.


Angel dan Cheryl jadi ikut melihat sekelilingnya karena sahabatnya bicara begitu.


“Mungkin mereka mengenalimu. Secara kamu kan juga lumayan terkenal di media sosial semenjak muncul bersama Nexon...” ucap Cheryl santai.


“Wah, kamu harus hati-hati Ral. Siapa tahu mereka fans berat Nexon yang tidak rela jika idolanya dekat dengan perempuan lain. Apalagi Nexon akhir-akhir ini semakin terkenal karena film yang dia bintangi sukses besar” Angel mengungkapkan kecurigaannya.


“Ah...masuk akal juga yang dikatakan Angel. Tapi kan mereka tentunya tahu kalau Raline dan Nexon hanya sebatas rekan kerja” ucap Cheryl.


“Raline, apa akhir-akhir ini kamu melakukan sesuatu?” tanya Angel menyelidik.


Rosaline menggelengkan kepalanya. “Aku tidak melakukan apapun. Hanya kerja seperti biasanya saja”


“Apa kamu pernah terlibat kerja sama dengan pria selain Nexon?” tanya Angel lagi. Dia sudah seperti detektif.


“Sejauh ini belum ada, sekedar job individu atau bertemu dengan model perempuan lain saja”


“Lalu apa kamu masih berhubungan dengan Nexon? Maksudku, apa kalian berdua pernah jalan bersama diam-diam?” entah kenapa sekarang Angel lebih terlihat seperti reporter daripada detektif.


“Kami berdua memang masih saling kontak, tapi belum pernah pergi bersama. Sejauh ini aku hanya pernah jalan berdua bersama kakakku, teman kakakku, dan Jeffrin. Selain itu tidak ada”


“Aahh...apa jangan-jangan mereka fans fanatik dari om om tua hot si Jeffrin itu? Dia kan CEO Avicena Group dambaan kaum perempuan. Bisa jadi juga kan?” Angel semakin bicara asal-asalan.


Cheryl memukul punggung Angel. “Apa kau sudah gila? Kalau bicara yang benar. Kau ini seenaknya mengatakan tuan Jeffrin seperti itu”


Angel merengut menatap Cheryl. “Ck. Beib, dia kan memang tua, dan sialnya dia juga terlihat semakin tampan dan hot di umurnya yang sudah sepertiga abad itu. Tapi sayangnya dia sangat ketus dan hanya bisa lembut dengan Raline saja. Aku ingin sekali mengutuk wajah tampannya yang terpahat sempurna itu” Angel mengutuk Jeffrin yang menyebalkan tetapi sekaligus menggiurkan. Angel juga jadi teringat pria lain lagi.


“Aku rasa Angel sudah mulai tambah gila” ucap Cheryl dalam hati.


“Lalu ada kakak Raline yang overprotektif itu. Aku adalah fans barisan terdepan dari kak Rayen. Aku bahkan rela di rantai di dalam rumah asal bisa melihat kakak setampan dia. Tidak hanya berjiwa penyayang, tapi juga ramah. Rasanya aku ingin melamar menjadi adik angkat kak Rayen” lanjut Angel dengan muka tanpa dosanya.


“Kapan temanku ini bisa sedikit lebih waras? Apa otaknya hanya ada pria tampan saja?” ucap Cheryl dalam hati.


Rosaline hanya melongo mendengar ucapan Angel yang terlihat seperti seorang gadis pemuja pria tampan. Rosaline tahu kalau sahabatnya itu memang kadang tidak waras dan suka ceplas-ceplos, tetapi dia tidak menyangka kalau Angel bisa segila ini. Bagaimana bisa Angel berkata seperti itu tentang Rayen di depan adik kandungnya sendiri?


“Ahh, dan jangan lupakan yang satu ini. Ingat waktu Raline di rumah sakit? Si om yang sudah punya anak, temannya Mister Evan, aduh aku lupa namanya. Si om badai salju itu juga tidak kalah dari mereka berdua. Oh my God, aku merasa dia punya badan seksi dan wajah yang sangat tampan meskipun auranya menindas. Sungguh hot daddy yang menggoda dan sesat. You know what, mungkin gadis perawan sepertiku tidak akan selamat jika dikunci di dalam kamar sehari semalam bersamanya, karena aku mungkin bisa saja yang menerjang daddy itu, tidak peduli meskipun dia terlihat menakutkan” kini Angel sudah semakin menggila, ucapannya sudah tidak terkontrol. Sepertinya otaknya memang sedang konslet.


“Oke fix. Sepertinya Angel perlu dibawa ke psikiater untuk ditangani lebih lanjut” ucap Cheryl dalam hati.


Sedangkan Rosaline, gadis itu melongo ketika Angel mengucapkan perkataan yang terakhir. Dia berpikir, apakah mata Angel bisa tembus pandang? Bagaimana bisa dia tahu kalau William punya tubuh yang seksi? Perlu di akui bahwa tebakan sahabatnya itu 100% benar. Keberadaan spesies sebangsa William memang sudah mengancam populasi gadis seperti Rosaline dan kedua sahabatnya. Bahkan Rosaline selalu sesak nafas saat berada di dekat William.


“Oh astaga beruntung sekali temanku ini bisa dekat dengan om om seperti mereka. Aku jadi iri dengan Raline. Apa masih ada lagi kenalanmu yang tampan? Bisakah kamu membagi satu untukku baby?” ucap Angel memelas kepada Rosaline. Entah kenapa Angel merasa para pria yang sudah berumur seperti mereka terlihat lebih menantang.


“Siapapun tolong bunuh Angel sekarang juga” umpat Cheryl dalam hati.


Rosaline merasa sahabatnya itu sudah gila akut. Bisa-bisanya dia berkata seperti itu, otaknya sungguh tidak beres.


“Ya, masih ada. Kau bahkan belum bertemu kak Glenn. Kau mungkin akan meneteskan air liurmu saat bertemu casanova seperti dia” jawab Rosaline dalam hati.


Cheryl sedari tadi menahan pening di kepalanya mendengar perkataan tidak masuk akal Angel. “Kau tahu Ngel, saat ini aku ingin sekali mencekikmu. Aku tidak paham dengan ucapan gilamu itu. Kau terus saja membahas pria-pria tua seperti mereka, sedangkan diluar sana masih banyak pria muda seumuran kita. Kau...kau sungguh tidak waras jika benar-benar berhubungan dengan pria yang umurnya jauh diatas kita” Cheryl memijit kepalanya.


DEG


Rosaline merasa tertohok mendengar perkataan Cheryl. Bagaimana jika sahabatnya itu tahu kalau dulu dia pernah berhubungan dengan pria yang umurnya berbeda jauh? Apakah dia akan dihujat? Apakah dia termasuk orang yang tidak waras? Apa salahnya mencintai orang yang lebih tua? Bukankah kita tidak bisa memilih dengan siapa kita jatuh cinta? Ya benar, Rosaline memang sudah tidak waras. Bagaimana bisa dia bisa sangat mencintai pria itu? Bahkan tak bisa dipungkiri bahwa dia juga masih mencintai pria yang sudah meremukkan hatinya.


“Hei hei, apa yang kau katakan? Mana boleh bicara seperti itu. Apa salahnya menyukai pria tua? Cinta itu buta. Justru kau yang tidak waras jika melihat cinta berdasarkan umur. Aku sumpahi kau akan jatuh cinta sejatuh-jatuhnya dengan om om yang umurnya jauh darimu!” ucap Angel ngotot.


“Kau! Sini, kemari kau! Aku akan menggosok mulut biadabmu itu supaya tidak bicara sembarangan lagi” Cheryl menarik leher sahabatnya dan mengapit dengan lengannya, kemudian dia mengusap mulut Angel. Kedua gadis itu memang sering bercekcok, tetapi sebenarnya mereka saling menyayangi. Memang beginilah cara mereka mewarnai persahabatan mereka.


Rosaline tersenyum melihat kedua sahabatnya yang sedang bertengkar itu. Dia merasa beruntung bisa mempunyai sahabat seperti mereka.


Lalu Rosaline tersadar jika sedari tadi bangun tidur hingga sekarang, dia sama sekali belum mengecek ponselnya. Kemudian dia mengambil ponsel di tasnya. Betapa terkejutnya gadis itu melihat banyak notifikasi. Dia bingung mengapa banyak orang yang menghubunginya.


Belum sempat membuka isi pesan, ponselnya sudah ada panggilan telfon lagi, kemudian gadis itu mengangkatnya.


“Hal--” Rosaline belum sempat menyapa, pria itu sudah menyahut lebih dulu.


“Akhirnya kamu menjawab telfonku. Apa kamu sedang selingkuh dariku baby?” terdengar suara dingin dari seberang telfon.


“WHAT?!! Apa kau sedang mabuk di siang bolong?! Kau ini bicara apa Jeff?” Rosaline tidak mengerti dengan perkataan pria itu.


Suara Rosaline yang cukup keras membuat Angel dan Cheryl kaget.


“Berita kencanmu dengan Nexon sudah tersebar”


Rosaline mengerutkan keningnya. Dia merasa sebal karena Jeffrin mengatakan hal yang tidak masuk akal.


“Omong kosong apa ini?! Kau sadar dengan apa yang barusan kau katakan? Kau sudah menuduhku selingkuh dan sekarang menuduhku kencan dengan kak Nexon. Sebenarnya ada apa denganmu Jeff?”


Mendengar kata selingkuh, membuat Angel dan Cheryl terkejut. Sejak kapan sahabatnya itu berkencan?


“Apa kamu ingin mengelak? Jadi selama ini diam-diam kamu berhubungan dengannya?”


Sungguh Rosaline ingin meledak mendengar ucapan pria itu. Namun dia berusaha meredamnya dan tidak ingin bertengkar dengannya. Rosaline mengatur nafasnya untuk menahan amarahnya.


“Alright, Jeffrin, aku rasa kamu sudah keterlaluan. Aku tidak tahu apa yang sedang kamu bicarakan. Tetapi tak bisakah kamu meminta penjelasanku dulu sebelum menuduhku? Aku rasa kita jangan saling menghubungi dulu jika kamu masih seperti ini” kemudian Rosaline langsung memutuskan telfonnya sepihak tanpa mau mendengarkan balasan dari pria itu. Dia tak percaya kalau Jeffrin bisa setega itu menuduhnya. Karena sedang dalam mood buruk, Rosaline langsung menaruh ponselnya tanpa mengecek notifikasi yang lain.


“Ada apa?” tanya Cheryl.


“I don’t know. Tiba-tiba saja Jeffrin menelfonku dan menuduhku kencan dengan kak Nexon. Sungguh aneh kan?”


“Bahkan Jeffrin juga menuduhku selingkuh. Memangnya sejak kapan kami berdua berpacaran...” ucap Rosaline dalam hati.


“Ee-eeh my bestie, lebih baik kalian lihat ini dulu” wajah Angel terlihat aneh saat mengatakan itu. Lalu dia menyodorkan ponselnya ke Cheryl yang duduk di sebelahnya.


Setelah melihatnya, Cheryl menutup mulutnya tak percaya atas apa yang baru saja dilihatnya.


“Raline, sepertinya tuan Jeffrin menelfonmu bukan tanpa alasan. Kamu dan Nexon benar-benar viral hari ini. Lihatlah...” Cheryl mengoper ponselnya ke Rosaline.


Mata Rosaline melotot melihat foto mesranya bersama Nexon ada di media sosial. Dia juga melihat ada berita online yang menggosipkan dirinya.


“Jadi...apa kamu benar-benar berkencan dengan Nexon?” tanya Angel ragu-ragu.


Rosaline langsung menatap Angel. “Tentu saja tidak! Foto ini pasti diambil dua hari lalu saat aku syuting iklan di gedung yang sama dengan pemotretan kak Nexon. Dan buket bunga itu adalah ucapan selamat darinya karena aku berhasil mendapatkan audisi. Kami berdua memang dekat, tapi hanya sebatas teman saja”


“Apa pihak management kalian sudah mengklarifikasinya?” ucap Cheryl.


Seketika Rosaline jadi teringat kalau ponselnya memang banyak notifikasi. Jangan-jangan sedari tadi orang-orang berusaha menghubunginya.


Setelah di cek ponselnya, ternyata memang benar. Managernya dan nyonya Ellena menanyakan dia dimana, meminta untuk segera menghubungi balik dan segera ke kantor. Nexon pun juga menghubungi Rosaline.


Kini Rosaline tahu mengapa orang-orang menatapnya. Ternyata karena berita kencannya ini.


“Raline, tenanglah. Respon dari orang-orang justru mendukung hubungan kalian. Setidaknya kamu tidak perlu khawatir” ucap Angel berusaha menenangkan. Dia sudah melihat komentar di postingan foto itu. Dan tanpa disangka respon mereka positif.


Rosaline tidak menggubris perkataan Angel. Dia masih sibuk membalas pesan.


“Aku harus segera ke kantor management” Rosaline mengambil tasnya dan segera beranjak. “Aku pergi dulu...” pamitnya sebelum meninggalkan sahabatnya.


“Jangan lupa kabari kami” ucap Cheryl sebelum Rosaline meninggalkan mereka.


🐤🐤🐤


{SJ Management selaku agensi yang menaungi Raline Vero dan perwakilan Nexon Andreas memberikan klarifikasi terkait hubungan keduanya. Pihak agensi membantah keras bahwa Raline dan Nexon berpacaran. Agensi juga menambahkan bahwa rumor kencan itu tidak masuk akal, karena Raline dan Nexon sama-sama berlaku profesional sebagai rekan kerja. Kedekatan mereka hanya sebatas teman saja. Mereka memang menjalin hubungan baik dan saling mendukung satu sama lain}


Setelah berita itu dirilis, keadaan bisa kembali tenang. Namun tetap saja hubungan keduanya masih menjadi perbincangan. Orang-orang malah meminta Rosaline dan Nexon bisa menjalin hubungan yang sesungguhnya.


“Jangan dipikirkan, Raline. Sekarang kan semuanya sudah kembali normal” ucap Nexon kepada Rosaline yang saat ini duduk di lantai bersamanya dan bersandar di lengannya.


Sampai malam hari, kedua orang itu masih berada di kantor SJ Management. Para karyawan lain sudah pulang, hanya menyisakan nyonya Ellena, Gina, dan Lisa yang masih mengurus beberapa tawaran kerja untuk kedua orang itu. Sedangkan Nexon dan Rosaline memilih untuk mengobrol diluar ruangan nyonya Ellena dan mempercayakan sepenuhnya kepada mereka.


“Aku hanya tidak habis pikir bisa mendapatkan gosip seperti ini” ucap Rosaline yang masih memejamkan matanya dan bersandar di lengan Nexon. Hari ini terasa berat untuknya.


“Anggap saja ini sebagai sambutan awal untukmu. Untuk ke depannya kamu harus siap jika diberitakan seperti ini. Untungnya orang-orang mendukung kita. Jadi, apa kita perlu mengabulkan keinginan mereka?” Nexon menyeringai jahil.


Rosaline mengangkat kepalanya untuk menatap pria itu dan memasang wajah cemberutnya yang lucu. “Berhentilah menggodaku, candaanmu menyebalkan. Untuk apa mengabulkan keinginan orang lain. Sudah bagus sekarang kembali normal. Jika berita ini terus berlanjut, bisa-bisa aku akan kembali pindah ke London supaya hidupku tenang”


“Benarkah? Kamu yakin jika tinggal di sana membuatmu terhindar dari berita kencan seperti ini?” ucap Nexon terkekeh.


Raut wajah Rosaline seketika berubah datar. Tanpa sadar dia sudah keceplosan. Omong kosong apa yang baru saja dia ucapkan? Benar-benar gila, untuk apa dia kembali ke London, ingin menggali lubang kuburnya sendiri?


“Ya, aku yakin. Rob tidak akan pernah membiarkan media manapun untuk memberitakan hubungan kami berdua, karena dia selalu menjagaku dan ingin membuatku hidup tenang” jawab Rosaline dalam hati.


Rosaline menggelengkan kepalanya, menghapus pikiran bodohnya yang masih saja mengingat pria itu.


“Yah kak Nexon benar. Ini adalah resiko pekerjaan kita” ucap Rosaline dengan memaksakan senyum.


Nexon mengusap lembut rambut gadis itu. “Sudahlah jangan dibahas lagi. Ngomong-ngomong, apa kamu sudah mempersiapkan segala keperluan untuk berangkat ke Australia?”


“Hm, sudah semua. Jadwalnya dipercepat, jadi lusa aku harus berangkat”


“Jangan lupa bawakan oleh-oleh untukku” ucap Nexon.


“Ingin apa? Australian girl?”


canda Rosaline.


“No, aku lebih suka asian girl. Bisakah kamu membungkus dirimu dengan pita lalu dijadikan sebagai oleh-oleh untukku?” balas Nexon dengan seringai jahilnya.


Rosaline memelototi pria yang suka sekali menggodanya itu. “KAK NEXON MENYEBALKAN!!!”


🐤🐤🐤


• Malam hari, di sisi lain •


Di Cloud Lounge, salah satu rooftop bar and lounge yang terletak di lantai 7 atap gedung hotel.


Sekumpulan empat pria tampan sedang duduk di area VIP dari Cloud Lounge sembari menikmati musik dan suasana kota yang terlihat indah di malam hari.


Seorang pria tiba-tiba saja batuk saat minum.


“Hei, ada apa?” ucap pria pertama.


“Come on Steve, apa kau sudah terbiasa minum susu strawberry hingga tidak bisa lagi minum cocktail?” ucap pria kedua.


“Brengs*k, jangan menghina susu strawberry kesukaanku yang tidak bersalah. Aku ini sedang shock karena membaca berita online di ponselku” jawab Steve.


“Jika dilihat dari wajahmu, apakah ini karena berita penyanyi idolamu yang terlibat skandal kencan?”


“Sembarangan! Idolaku sejauh ini belum pernah terlibat skandal kencan! Berita ini tentang skandal kencan sepasang model” ucap Steve tidak terima.


“Memangnya siapa?”


“Kau tahu kan model terkenal Nexon, yang baru-baru ini filmnya meledak di pasaran, dia sedang diberitakan kencan dengan rekan modelnya. Dan masalahnya aku tahu siapa perempuan yang terlibat skandal dengannya” jawab Steve.


Kedua pria itu mendengarkan dengan antusias, menuntut Steve melanjutkan ucapannya.


“Perempuan ini mahasiswi Evan, namanya Raline Vero. Makanya aku shock melihat beritanya” lanjut Steve.


“Ahh, dia model pendatang baru itu kan? Aku pertama kali melihatnya di media sosial. Dia masih muda dan sangat cantik. Pantas saja jika Nexon menyukainya”


“Oh yang waktu itu fotonya kau perlihatkan padaku? Dia terlihat cute dan sangat cantik”


“Tadi aku sempat membaca beritanya. Katanya mereka selama ini menjalin hubungan diam-diam. Nexon romantis sekali membawakan Raline bunga ke lokasi pemotretan”


“Bocah ingusan itu tidak cocok untuk Raline! Dia pikir dia siapa, beraninya mengencani rekan modelnya. Gadis seperti Raline pantas mendapatkan pria yang jauh lebih baik” ucap Steve tidak terima.


Kedua pria itu saling pandang, lalu tertawa melihat sikap Steve yang berlebihan.


“Lalu menurutmu siapa yang pantas mengencaninya? Kau?”


“Jangan katakan kau menyukai model itu”


Steve melotot tak percaya. Sungguh bukan itu maksudnya. Steve masih berpegang teguh untuk menyukai idola penyanyi girl band favoritnya. “Bukan begitu maksudku. Saat itu aku pernah bertemu Raline dalam keadaan terbaring sakit, aku tidak tega melihatnya begitu lemah. Karena itulah aku berpikir Raline butuh orang yang bisa menyayangi dan melindunginya dengan baik dalam keadaan apapun. Nexon itu masih muda dan labil. Jadi Raline pantas mendapatkan sosok pria pendamping yang lebih dewasa dan perhatian”


“Kau sudah seperti kakaknya saja bicara seperti itu”


Diantara ketiga pria yang sedang asik mengobrol, masih tersisa satu pria lagi yang sedang duduk terdiam bagaikan patung buddha yang diguyur air hujan. Terlihat wajahnya begitu suram. Dan ekspresi itu ditangkap oleh salah satu temannya.


“Yo! Ada apa dengan brother yang satu ini? Kenapa kau tampak menyedihkan? Harusnya kita bersenang-senang karena sudah menyelesaikan proyek”


“Apa ada masalah kerjaan lagi?”


“Hei, kau kenapa? Hari ini kau terlihat murung sekali selama di kantor” tanya Steve kepada pria itu.


“Diam dan jangan ganggu aku” ucap pria itu dengan nada dinginnya. Pria itu mengabaikan ketiga temannya dan melanjutkan menyesap minumannya.


Steve mulai menaruh curiga kepada temannya itu. Pasalnya dari tadi pria itu menjadi lebih menyebalkan dari biasanya, dan hal ini terjadi ketika suasana hatinya sedang buruk. Jangan-jangan apa yang dicurigainya benar. “Willam, jangan bilang suasana hatimu buruk karena berita Raline berkencan dengan Nexon”


Tiba-tiba kedua pria lainnya langsung duduk mengapit William. Mereka siap mencecar pria itu berbagai pertanyaan


“Benarkah itu?”


“Jadi, apa akhirnya kau sudah normal?”


“Sejak kapan kau menyukai perempuan?”


“Kau juga mengenal Raline?”


“Oh my God! My beloved brother akhirnya bisa menjadi pria sejati”


“Apa kau sungguh tertarik dengan model itu?”


“Apa kau sudah pernah bertemu Raline?”


Demi apapun William ingin sekali menyumpal kedua mulut temannya itu dengan kaos kaki. Suara mereka begitu berisik.


“Aku penasaran apa yang sedang William pikirkan. Sepertinya dia memang sudah menyukai Raline tapi masih belum menyadarinya. My idiot brother, rasanya aku ingin sekali menjebloskan kepalamu ke tembok agar kau bisa segera sadar dengan perasaanmu itu” ucap Steve dalam hati.


“Jika kau mengkhawatirkan tentang itu, maka sia-sia. Berita itu tidak benar, pihak SJ Management sudah mengklarifikasi bahwa mereka berdua tidak berkencan. Jadi kau tenang saja” ucap Steve santai. Entah temannya itu dengar atau tidak, yang penting dia sudah memberitahunya. Steve yakin kalau William pasti belum melihat berita terbaru tentang mereka berdua yang baru dirilis sore tadi.


Mendengar perkataan Steve, membuat pria itu tersenyum tipis, sangat tipis hingga tak terlihat.


Kemudian William berdiri dari tempat duduknya, membuat ketiga temannya terkejut dengan sikapnya yang tiba-tiba itu.


“Yo Will! Kau mau kemana? Apa sudah mau pulang?”


“Bukankah ini masih terlalu dini untuk pulang ke rumah?”


William mengabaikan perkataan kedua temannya yang berisik dan langsung jalan keluar dari tempat itu. Meninggalkan mereka dalam kebingungan.


“Ada apa dengannya? Dia seperti anak gadis yang harus pulang cepat ke rumah”


“Sikap William hari ini sangat aneh. Apa kau tahu alasannya, Stev?”


Steve menggunakan jarinya memberikan isyarat agar kedua temannya itu mendekat padanya. Dan kedua pria itu pun menuruti perintahnya.


“Saudara tersayang kita si idiot William itu akhirnya sudah beranjak dewasa. Dia akan segera meninggalkan popoknya dan menggantinya dengan celana dalam Calvin Klein” ucap Steve dengan menganggukkan kepala dan melihat kedua temannya bergantian. Dan kedua pria itu juga ikut menganggukkan kepala, mengerti apa yang dimaksudkan Steve.


“Ya, kejarlah Raline. Dasar saudaraku yang polos dan idiot. Aku senang akhirnya hatimu yang beku itu bisa mencair juga” ucap Steve dalam hati.


William masuk ke dalam mobilnya sembari menelfon asistennya.


“Kirimkan buket bunga mawar yang besar untuk nona Raline Vero ke SJ Management besok pagi. Tuliskan nama pengirimnya Adeline”


Setelah selesai menelfon, William menyalakan mobilnya lalu meninggalkan tempat itu. Dia mengemudi dengan perasaan yang lega dan terlihat sedikit senyum di wajahnya.