
Pada akhir pekan, Rosaline dan managernya Lisa pergi ke tempat audisi. Gadis itu mendapatkan tawaran untuk mengikuti audisi produk kosmetik dan skincare.
Di dalam tempat audisi sudah dipenuhi dengan para model yang berharap untuk bisa menjadi ambassador berikutnya dari produk kosmetik dan skincare Lencome, salah satu luxury brand ternama. Mereka semua sangat gugup dan tertekan, lalu tiba-tiba seseorang datang memasuki tempat audisi dan semakin membuat mereka hilang harapan.
‘Ini tidak mungkin. Bukankah dia Regina Tan?’
‘Astaga, itu benar-benar dia’
‘Apa gunanya sekarang mengikuti audisi? Ini sungguh bodoh dan sia-sia. Sudah jelas sekali kan siapa yang akan mendapatkan audisi ini’
Semua pandangan mereka tertuju pada figur seorang wanita tinggi dengan kulit putih dan pakaian dress merah selutut yang terlihat mahal. Pakaian tersebut memperlihatkan lekuk tubuhnya yang indah.
Regina datang dengan diikuti oleh stylist, asisten, dan managernya yang berjalan dibelakangnya. Dia benar-benar datang dengan aura angkuh dan mengintimidasi para model lain yang berada di tempat itu.
Tak lama kemudian, datang lagi seseorang yang berhasil mengalihkan pandangan para model yang ikut audisi. Kali ini mereka semakin terpesona dengan kehadiran orang itu. Siapa lagi kalau bukan Rosaline
Gadis itu mengenakan pakaian model stand off shoulder blouse floral, rok skater lipit flare berwarna putih, dan dilengkapi dengan sneakers berwarna putih. Rosaline mengikat rambutnya keatas sehingga semakin memperlihatkan lehernya yang putih dan jenjang.
Fokus mereka sudah beralih kepada Rosaline. Di mata mereka, gadis itu memang tidak setinggi Regina, tetapi entah kenapa terlihat lebih unggul.
‘Siapa gadis itu? Kakinya mulus seputih susu. Dia sungguh memiliki kulit yang indah, wajahnya juga cantik. Astaga, aku sangat iri dengannya’
‘Kalau tidak salah dia pernah menjadi cover majalah ELJE bersama Nexon. Dia juga pernah masuk di beberapa majalah lain. Sepertinya dia model pendatang baru yang sedang naik daun’
‘Wah benarkah pendatang baru? Tapi entah mengapa auranya terasa seperti model yang sudah profesional’
Rosaline memeluk lengan managernya karena dia merasa semua orang saat ini sedang menatapnya. “Kak Lisa, kenapa semua orang menatapku seperti itu?”
Lisa terkekeh mendengar perkataan gadis itu. “Apa kamu sungguh tidak tahu alasannya?”
Rosaline menggelengkan kepalanya. Dan itu semakin membuat Lisa tertawa geli.
“Itu karena kamu terlihat sangat cantik Raline, bahkan dengan penampilanmu yang sederhana ini...”
Mendengar pujian dari managernya, membuat Rosaline merasa malu.
“Apakah audisinya sudah dimulai?” ucap Rosaline mencoba mengalihkan pembicaraan.
“Jangan khawatir, kita datang tepat waktu” jawab Lisa.
Kemudian keduanya mencari tempat duduk yang kosong.
Setelah menunggu beberapa saat, seorang pria keluar dari sebuah ruangan dan berkata, “Perhatian semuanya, kami mohon maaf sebelumnya, tapi audisi sudah berakhir. Kalian semua bisa pergi pulang. Terima kasih sudah meluangkan waktu dan mau berpartisipasi...”
Wajah para model lain pun terlihat kecewa dan putus asa setelah mendengar pengumuman itu. Mereka meributkan dan bertanya-tanya mengapa audisi diakhiri secara mendadak. Rosaline dan Lisa pun memutuskan untuk pulang saja, tidak ingin bergabung dengan orang-orang yang meributkan hal itu.
Dan dengan langkah percaya dirinya, tiba-tiba manager Regina mendekati pria yang memberi pengumuman tadi. Dia mengira bahwa audisi berakhir karena pihak mereka sudah memilih Regina sebagai ambassador. “Permisi, kapan Regina bisa segera menandatangani kontraknya?”
Pria itu menaikkan satu alisnya, merasa bingung dengan ucapan manager Regina. “Apa? Anda terlalu percaya diri sekali. Saya minta maaf, tapi sayangnya anda dan model anda juga harus pulang” ucapnya datar.
Semua model yang masih berada di tempat itu tentu saja mendengarkan pembicaraan kedua orang tersebut. Mereka heran mengapa model seperti Regina juga bisa ditolak. Setelah mendengar itu, mereka pun bersiap meninggalkan tempat audisi.
“Apa maksud anda?” manager Regina meminta penjelasan kepada pria itu.
“Jawabannya simple. Itu berarti model anda tidak terpilih sebagai ambassador produk kami” ucap pria itu dengan wajah datarnya.
Kemudian pria itu menoleh ke arah lain, dan menemukan sosok yang dia cari. “Nona Raline, tunggu. Anda tidak boleh pulang dulu...” ucapnya dengan wajah yang semangat lalu beranjak menghampiri Rosaline.
Rosaline pun menghentikan langkahnya. “Ya, ada yang bisa saya bantu?” ucap Rosaline terheran. Begitu pun dengan Lisa, dia juga heran mengapa Rosaline tidak boleh pulang.
“Pihak kami ingin bertemu dengan anda sekarang”
Jawaban dari pria itu membuat Rosaline dan Lisa menjadi bingung.
“Saya?”
“Ya, anda nona Raline Vero”
Rosaline dan Lisa saling pandang karena tidak paham dengan situasi ini.
“Mari saya antarkan ke dalam ruangan” ucap pria itu sambil membimbing Rosaline dan Lisa untuk mengikutinya.
Saat Rosaline menuju ruangan, dia melihat Regina yang sedang berdiri mematung tak jauh dari pintu. Regina terlihat shock atas apa yang baru saja menimpanya, dia tak percaya kalau baru saja ditolak.
Tanpa sengaja kedua orang itu saling lempar pandang. Regina melotot tak percaya melihat siapa orang yang memasuki ruangan audisi. Seketika dia mengalami double shock. Bagaimana tidak, orang yang berhasil mendapatkan audisi itu adalah gadis sialan yang sudah merebut Jeffrinnya. Dan sekarang gadis itu juga merebut audisi yang diimpikannya. Sungguh emosi Regina sangat memuncak. Jika saja dia tidak menjaga imagenya di depan umum, dia pasti sudah menjambak rambut Rosaline yang kini semakin dibencinya.
J*lang sialan! Setelah kau merebut Jeffrin, sekarang kau juga merebut audisi ini dariku. Brengs*k! Kau tunggu saja j*lang kecil. Aku pasti akan membalasmu - ucap Regina dalam hati.
Sedangkan Rosaline, dia juga merasa terkejut karena ternyata bisa bertemu lagi dengan wanita itu. Tentu dia masih ingat bahwa wanita itu adalah orang yang mengejar Jeffrin. Sungguh takdir sedang tidak berpihak padanya.
“Kak Lisa, apa kamu tahu wanita itu siapa?” Rosaline berbisik menanyakan kepada managernya.
“Dia itu Regina Tan, dia model yang cukup terkenal. Apa kamu tidak tahu?”
Rosaline ternganga mendengar jawaban dari Lisa. Bagaimana bisa tahu, kan selama ini dia tinggal di luar negeri. “Aku tidak tahu. Aku hanya mengetahui beberapa model saja, dan sialnya aku tidak pernah melihat wanita itu”
Jika sebelumnya aku tahu wanita itu juga seorang model, aku tidak akan menyetujui ide gila Jeffrin. Ini sama saja aku mencari musuh di lingkungan pekerjaanku - ucap Rosaline dalam hati.
🐤🐤🐤
“Nyonya Diana, aku pikir kita harus melanjutkan audisi. Jika tidak mau dilanjutkan, lebih baik kita tanda tangan kontrak dengan Regina Tan saja, daripada dengan model baru ini”
“Direktur benar nyonya. Bagaimana jika gadis ini tidak sesuai dengan standar yang kita cari sebagai ambassador Lencome dari negara ini”
“Kita lihat saja nanti...” jawab Nyonya Diana santai sambil tersenyum. Wanita paruh baya itu tidak akan memberitahukan seberapa mengagumkannya orang yang mereka ragukan itu.
Aku ingin lihat, apa kalian masih bisa bicara seperti itu ketika sudah melihat Raline. Siapa Regina dibandingkan dengannya? Dari segi manapun Raline jauh lebih baik dibandingkan model angkuh itu – ucap nyonya Diana dalam hati.
Saat pintu ruangan terbuka, seorang pria masuk ke dalam sambil membawa gadis yang sudah ditunggu-tunggu. Gadis yang sudah membuat mereka mengakhiri audisi dan menolak Regina.
Semua orang di dalam ruangan itu menahan nafasnya saat Rosaline memasuki ruangan. Kehadiran gadis itu membius orang yang berada di dalam ruangan. Meskipun penampilan gadis itu sederhana, tetapi kecantikannya masih sangat menonjol. Seketika mereka menyesal sudah meragukan gadis itu sebelumnya yang ternyata melebihi harapan mereka. Gadis itu mempunyai daya tarik memikat dan kecantikan yang natural.
Mata nyonya Diana berbinar melihat orang yang dinantikannya sudah datang. Dia sungguh senang berhasil membawa Rosaline ke audisi ini.
Nyonya Diana merasa beruntung bisa bertemu langsung dengan Rosaline saat di acara Art For Children. Di mata nyonya Diana, gadis itu terlihat mengagumkan, kecantikannya bahkan tidak berkurang meskipun wajahnya ternoda dengan cat lukis dan penampilannya terlihat berantakan. Justru tampilan apa adanya itulah yang membuat gadis itu semakin mempesona.
Setelah tahu gadis itu adalah model dari SJ Management, nyonya Diana langsung menghubungi pihak managementnya dan meminta gadis itu untuk mengikuti audisi. Nyonya Diana juga sudah menyelidiki jejak karier Rosaline saat di London. Tak hanya karier, dia juga tahu kalau Rosaline adalah lulusan dari salah satu sekolah terbaik disana. Dan setelah menyelidiki bahwa Rosaline memiliki kredibilitas yang baik, nyonya Diana memutuskan untuk memilih Rosaline sebagai ambassador baru Lencome untuk wilayah Asia. Karena menurutnya, Rosaline mempunyai kecantikan yang natural, karisma yang kuat, memiliki kemampuan intelegensi, dan juga kulit putih mulus yang bercahaya.
“Nona Raline, selamat datang...” Nyonya Diana menyambut gadis itu dan menjabat tangannya. “Saya Diana, Brand and Strategic Manager dari Lencome...”
Rosaline pun menyambut jabat tangan wanita itu. “Halo nyonya Diana, saya Raline Vero. Senang bertemu dengan anda...” ucapnya ramah dan tersenyum. Membuat orang di sekitarnya semakin terpana karena melihat senyumannya.
Kemudian nyonya Diana mempersilahkan Rosaline dan managernya untuk duduk.
“Jadi, produser dan direktur, bagaimana menurut kalian?” Nyonya Diana menanyakan pendapat kedua orang yang tadi sudah meragukan Rosaline.
“Perfect!”
“Sangat sempurna. Sungguh melebihi harapan, hanya itu yang bisa kuucapkan”
Begitulah jawaban dari kedua pria yang tadi sudah meragukan calon model ambassador mereka.
“Anyway, Miss Raline, menurutmu apa arti dari kecantikan yang sempurna?” tanya Nyonya Diana, karena dia melihat pria lain di ruangan itu sudah melupakan segalanya akibat terpesona dengan Rosaline.
“Tidak ada. Kecantikan seseorang tidak ada yang sempurna” Rosaline menjawab dengan santai dan meyakinkan. Namun membuat orang-orang merasa bingung dengan jawabannya.
“Maksudnya bagaimana?” produser yang akan menangani iklan Lencome penasaran dan ingin meminta penjelasannya lebih lanjut.
“Di dunia ini tidak ada kecantikan yang sempurna. Menurut saya, kecantikan bukanlah tentang memiliki tampilan wajah yang cantik. Tetapi tentang memiliki pikiran, hati, dan jiwa yang cantik” Rosaline menjeda sejenak ucapannya, lalu mengambil tisu basah dari dalam tasnya, dan menghapus makeupnya. Tindakannya itu semakin membuat orang-orang terkejut.
Setelah Rosaline memperlihatkan wajah naturalnya, orang-orang semakin kagum. Gadis itu masih terlihat sangat cantik meskipun tanpa makeup.
“Seperti wajah saya saat ini yang tanpa menggunakan makeup, terlihat biasa, tetapi saya tidak malu menunjukkannya. Cantik tidak perlu memiliki standar dan kesempurnaan tertentu. Keunikan dan kelebihan dari masing-masing wanita bisa menjadikannya terlihat cantik tanpa perlu ditutupi kekurangannya, karena setiap wanita diciptakan istimewa. Jadi tidak peduli apapun warna kulitmu, hargai dan percaya dirilah dengan apa adanya dirimu. Kecantikan bukanlah tentang kesempurnaan penampilan luar, tetapi bagaimana kalian memancarkan kecantikan diri dari dalam”
Nyonya Diana semakin mengagumi sosok Rosaline dan memberikan tepuk tangan setelah mendengar jawabannya. “Luar biasa. Saya sangat setuju dengan nona Raline”
Jawaban Rosaline membuat orang-orang di dalam ruangan tersentuh. Gadis itu berhasil membuat mereka terkesan. Perkatannya terdengar tulus dan apa adanya. Bahkan dia juga tidak ragu membuktikan dengan menghapus makeupnya.
“Nona Raline, anda sungguh gadis muda yang bijaksana. Saya kagum dengan anda”
“Kami memang tidak salah sudah memilih anda”
“Terima kasih atas pujian kalian semua...” ucap Rosaline tersenyum ramah.
Kini semua orang sudah sangat yakin dan tidak meragukan lagi pilihan nyonya Diana. Gadis muda itu memang mempunyai kecantikan luar dan dalam. Auranya terasa begitu mulia dan anggun, tepat seperti apa yang mereka cari.
“Ngomong-ngomong saya ingin bertanya, bagaimana kabar calon anak tiri anda? Oh ya, dan bagaimana kabar anda dengan tunangan anda?” Nyonya Diana merasa penasaran dan ingin menanyakan hal ini. Dia menduga bahwa anak kecil itu adalah anak dari tunangannya. Karena saat itu Rosaline terlihat seperti keluarga bahagia dengan pria yang bersamanya, jadi dia menyimpulkan sendiri bahwa pria itu adalah tunangannya.
Semua orang terkejut mendengar ucapan nyonya Diana, begitupun dengan manager Rosaline.
‘Sejak kapan Raline punya tunangan’
‘Jadi nona Raline akan segera menikah’
‘Apa?! Sudah bertunangan?!!’
‘Aku tidak menyangka gadis secantik Raline mempunyai calon suami yang sudah beranak’
“Calon anak tiri? Tunangan? Saya tidak mengerti maksud nyonya” Rosaline merasa bingung mendengar perkataan nyonya Diana. Gadis itu berpikir apakah dirinya saat ini sedang dijahili.
“Oh my dear child, jangan membohongi orang yang lebih tua darimu...” ucap Nyonya Diana terkekeh.
“Tapi saya memang mengatakan yang sebenarnya nyonya...”
Nyonya Diana menjadi bingung. Saat itu dia melihat Rosaline menunjukkan rasa kasih sayangnya terhadap gadis kecil itu, bahkan pria yang bersamanya juga terlihat jelas sangat perhatian dan menyayangi Rosaline. “Lalu siapa gadis kecil dan pria yang bersamamu saat di acara Art For Children?”
Rosaline berpikir sejenak, sepertinya nyonya Diana sebelumnya sudah pernah bertemu dengannya saat dirinya bersama dengan Adeline dan William. “Ahh, pria itu adalah teman saya, dan anak kecil itu adalah anaknya”
“Bukankah pria itu calon suamimu? Karena saat itu kalian terlihat sangat dekat”
Rosaline tidak tahu harus bereaksi bagaimana. Dia merasa canggung dan terkejut. “Eeh-emm tidak nyonya, kami berdua tidak memiliki hubungan spesial. Pria seperti dia mana mungkin tertarik dengan orang biasa seperti saya...”
Nyonya Diana tidak bertanya lebih lanjut. Tetapi dia bisa menilai sendiri dan melihat dengan jelas, hubungan antara kedua orang itu tidaklah sesimple yang gadis itu ucapkan.
My dear child, kamu tidak hanya memiliki wajah yang cantik, tapi juga pribadi yang baik. Kamu begitu polos hingga tak menyadari bahwa sebenarnya ayah dari gadis kecil itu sangat perhatian dan menyukaimu. Aku harap kamu segera menyadari perasaan pria itu – ucap nyonya Diana dalam hati.
“Baiklah, kalau begitu kami ucapkan selamat datang untukmu di keluarga besar kami. Selamat karena nona Raline sudah menjadi ambassador baru untuk produk kami...” ucap nyonya Diana tersenyum.