ME vs OM OM

ME vs OM OM
Perfect Couple



Beberapa hari kemudian


• Di gedung ELJE and SJ Management •


Di dalam ruangan kantornya, Ellena sedang menunggu kedatangan Rosaline. Ellena berada di ruangan itu tidak sendiri, ada dua orang lagi yang sedang bersamanya. Hari ini adalah jadwal yang sudah dijanjikan. Sebelumnya, Rosaline pun juga sudah dikabari oleh managernya dan mengkonfirmasi kehadirannya.


Tak lama suara ketukan pintu terdengar. Ellena menyuruhnya masuk, dan terlihatlah sosok orang yang sedang ditunggu-tunggu muncul dari balik pintu. Dia masuk ke dalam ruangan ditemani dengan managernya, Lisa.


Ellena berdiri dari duduknya saat Rosaline memasuki ruangan. Begitu pun dengan dua orang lainnya.


“Miss Vero, it’s good to see you again” sambut Ellena tersenyum dengan menjabat tangan Rosaline. Karena ini di lingkungan kerja, maka sesuai perjanjian, Ellena akan menyembunyikan identitas Rosaline dan memperlakukannya secara profesional.


Rosaline menyambut tangan Ellena. “Saya juga senang bisa bertemu lagi dengan anda, nyonya Ellena Rein” ucapnya tersenyum ramah.


Sebelum mempersilahkan duduk, Ellena memperkenalkan dua orang yang berada di ruangan itu.


Dua orang yang dari tadi berada di ruangan itu pun tak henti-hentinya menatap Rosaline. Mereka terpesona dengan kehadiran gadis yang tidak pernah mereka lihat sebelumnya itu. Penampilan gadis itu benar-benar menyegarkan dan tampak anggun di mata mereka.


“Raline, perkenalkan. Pria ini yang akan menjadi rekanmu dalam pemotretan untuk majalah ELJE nanti. Nexon Andreas. Dia adalah salah satu model yang terkenal di negara ini. Kami juga pernah beberapa kali bekerja sama. Mungkin kamu pernah mendengar tentang dia sebelumnya” ucap Ellena.


Rosaline mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan orang itu. “Nice to meet you, tuan Nexon Andreas. Namaku Raline Vero, panggil saja Raline” ucapnya dengan tersenyum ramah dan hangat.


Pria berawakan tinggi 183 cm, berkulit putih, beralis tebal, berbibir seksi dan berparas tampan itu pun kembali tersadar dan menyambut tangan Rosaline. “Nice to meet you too, nona Raline. Aku Nexon Andreas, panggil saja Nexon” ucapnya dengan tersenyum hangat dan ramah. Mata Nexon juga memancarkan kekaguman saat melihat Rosaline.


Kemudian jabatan tangan pun terlepas.


Ellena kembali mengenalkan orang yang satunya. “Dan wanita di sampingnya ini adalah Gina, manager pribadi Nexon”


Wanita yang bernama Gina itu mengulurkan tangannya terlebih dahulu. Dan Rosaline pun menyambutnya. “Halo Raline. Senang bertemu denganmu. Panggil saja aku kak Gina. Selain manager, aku juga kakak kandung dari Nexon” ucapnya.


Dan Rosaline pun membalas dengan tersenyum ramah. “Senang bertemu denganmu juga kak Gina. Panggil saja aku Raline”.


Kemudian Raline juga mengenalkan managernya Lisa kepada kedua orang tadi.


Setelah itu, Ellena mempersilahkan mereka semua untuk duduk.


“Nexon, ini adalah Raline yang aku ceritakan tadi. Sebelum ini, dia juga sudah menjadi model sejak usia remaja di London. Dia sempat vakum sekitar dua tahun semenjak kepulangannya kesini, karena dia sibuk mengurus awal studinya. Bisa dipastikan kalau Raline ini sudah berpengalaman, jadi kamu tidak perlu khawatir” ucap Ellena.


“Kamu memang benar-benar cantik Raline, sama seperti yang nyonya Ellena bilang” ucap Gina memuji.


Rosaline tersipu malu mendengar ucapan Gina. “Terima kasih kak Gina atas pujiannya”


“Jadi karena konsep pemotretan kita adalah ‘Perfect Couple’, maka kalian harus terlihat akrab sebagai pasangan. Dari segi umur kalian terbilang pas, Raline 19 tahun dan Nexon 24 tahun. Dari segi tinggi, kalian berdua juga tidak terlihat buruk. Raline memang tidak setinggi super model, tapi dia masuk kategori tinggi untuk seorang perempuan dan akan cocok dengan tinggi Nexon. Jadi kalian akan tampak pas di kamera nanti. Dan dari segi visual, Nexon sudah banyak dikenal orang, dan Raline adalah wajah baru yang fresh. Aku rasa ini perpaduan yang bagus, pasangan muda yang cantik dan tampan” terang Ellena antusias.


“Ya, aku setuju sekali. Setelah melihat Raline, aku jadi yakin kalau edisi kali ini pasti akan menjadi booming. Mereka berdua benar-benar terlihat seperti ‘Perfect Couple’ yang sesungguhnya” ucap Gina senang.


Rosaline dan Nexon yang berada di ruangan itu hanya mendengarkan saja pembicaraan kedua orang tersebut.


“Baiklah, kalau begitu mari kita mulai saja sesi pemotretan” ucap Ellena.


Kemudian mereka pun meninggalkan ruangan dan menuju studio.


🐤🐤🐤


Saat sudah berganti kostum, Rosaline dan Nexon keluar dari dressing room dan menunggu selesainya pengaturan studio sambil mengobrol di ruang tunggu. Mereka berdua mencoba mengakrabkan diri secara pribadi untuk membangun chemistry.


“Apa aku boleh memanggilmu dengan akrab, Raline?” ucap Nexon.


Rosaline tersenyum ramah menanggapi Nexon. “Tentu saja. Kalau begitu, apa aku juga boleh memanggilmu ‘kak Nexon’? Mengingat kita harus bekerja sama untuk pemotretan ‘Perfect Couple’ ini, maka aku ingin terlihat lebih akrab agar tidak terlalu canggung saat di foto”


“Ya, tentu saja. Aku sangat senang kalau kamu tidak merasa canggung denganku. Aku juga senang mempunyai kesempatan untuk bisa bekerjasama denganmu” ucap Nexon ramah.


“Harusnya aku yang merasa senang dan terhormat, karena bisa menjadi rekan dari orang terkenal seperti kak Nexon. Aku sangat menghargai kesempatan yang berharga ini. Aku bukanlah siapa-siapa dibandingkan denganmu kak” jawab Rosaline dengan sedikit terkekeh.


“Hei, kamu ini terlalu merendah. Kamu kan juga sudah berpengalaman sebelumnya. Ngomong-ngomong, apa kamu sudah lama bergabung dengan SJ Management?” tanya Nexon.


“Emm untuk yang disini aku baru beberapa hari lalu bergabung. Dan untuk yang di London, aku sudah lama bergabung sejak usia remaja” jawab Rosaline santai.


“Lalu, dimana kamu berkuliah? Apakah kuliahmu lancar?”


“Aku kuliah di Universitas ZXY. Dan yah, kuliahku sangat lancar. Hingga aku bisa membagi waktuku untuk pekerjaan ini”


“Lalu kak Nexon sendiri, sudah berapa lama menggeluti bidang ini?” tanya Rosaline. Dia mencoba mengenal lebih dekat rekan kerjanya.


“Aku sudah cukup lama, mungkin aku juga memulainya sejak seumuran denganmu saat usia masih remaja. Lalu perlahan aku mulai diperhitungkan sebagai model yang berbakat. Dan aku mulai banyak ditawari menjadi model fashion show, iklan, cover majalah, model produk mulai dari yang biasa sampai yang terkenal, dan masih banyak lagi. Panjang jika harus ku ceritakan, mungkin akan membutuhkan waktu hingga besok” jawab Nexon bercanda.


“Tenang saja, aku ada waktu sampai besok untuk mendengarkan ceritamu” jawab Rosaline dengan senyum jahilnya.


Nexon yang mendengar jawaban tak terduga dari Rosaline pun jadi tertawa. Tak menyangka jika candaannya akan dibalas oleh Rosaline. “Pfftttt...kamu ini sangat lucu Raline. Aku kira kamu tidak akan menanggapi bercandaanku” ucapnya dengan terkekeh.


“Hei, aku ini memang suka bercanda. Jadi tentu saja aku akan menanggapi bercandaanmu” jawab Rosaline dengan meninju pelan lengan Nexon dan mengerucutkan bibirnya.


“You’re so cute, Raline. Aku senang bisa mengenalmu. Aku harap kita bisa berteman baik untuk selanjutnya” ucap Nexon senang dan masih dengan sedikit tertawa.


“Tentu saja. Aku akan sangat senang dan merasa terhormat bisa berteman dengan kak Nexon yang terkenal ini” balas Rosaline dengan senyumannya yang sangat mempesona.


Seketika Nexon menjadi terpikat dengan senyuman itu. Senyuman yang mampu mendebarkan hati setiap lawan jenisnya.


“Raline, Nexon, ayo sekarang kita mulai....” ucapan dari salah satu seorang staf akhirnya mengembalikan kesadaran Nexon.


Kemudian mereka berdua pun menuju studio.


🐤🐤🐤


• Saat pemotretan berlangsung •


Ellena dan Gina mengawasi jalannya pemotretan. Mereka berdua merasa senang karena melihat hasil foto sejauh ini sangat memuaskan dan berjalan dengan lancar. Ellena tak henti-hentinya melihat kagum Rosaline. Gadis itu benar-benar berbakat dan tidak canggung sama sekali dengan orang yang baru dikenalnya. Terlihat sangat profesional dan tidak merasa kesusahan mengikuti semua arahan yang diberikan.


“Tante Ellena, apa tante sudah lama mengenal Raline? Kenapa gadis berbakat seperti itu hanya disembunyikan saja di management milik tante Sandra ini?” tanya Gina yang berdiri di samping Ellena.


Kedua orang ini sebenarnya juga sudah mengenal baik sejak lama. Karena Nexon juga bisa berhasil seperti ini berkat Ellena yang bisa mempercayai bakat Nexon saat itu. Mereka akan berbicara akrab saat sedang berdua saja atau saat hanya ada Nexon. Namun jika ada orang lain diantara ketiganya, mereka akan bersikap dengan profesional.


“Aku mengenalnya belum lama ini. Bukan sengaja disembunyikan oleh management Sandra, tapi Raline sendiri yang memilih untuk berhenti sejenak selama dua tahun ini untuk mengurus studinya. Dan ketika dia sudah memutuskan untuk kembali lagi, aku langsung menghubunginya untuk dijadikan pasangan Nexon dalam pemotretan ini” jawab Ellena.


“Tante sangat tepat memilih Raline untuk berpasangan dengan Nexon. Biasanya anak itu akan merasa canggung jika baru mengenal rekannya. Tapi kali ini dia terlihat nyaman sekali bersama Raline. Sikap Raline juga sangat ramah. Aura gadis itu hampir sama dengan tante Sandra. Sangat percaya diri dan profesional di usianya sekarang. Pantas saja SJ Management tidak mau kehilangan dia” ucap Gina.


Ellena hanya menghela nafas panjangnya mendengar ucapan Gina. “Dia memang keponakan Sandra, jadi sangat mungkin sekali jika dia punya aura yang sama seperti tantenya itu” ucap Ellena dalam hati.


“Yah, kamu benar Gina. Gadis itu benar-benar terlahir dengan banyak talenta yang bahkan dia sendiri tidak menyadarinya” ucap Ellena dengan menatap sendu Rosaline.


“Tante, jika nanti Nexon membutuhkan rekan untuk suatu pekerjaan, bolehkah aku merekomendasikan Raline? Aku mengharapkan Raline bisa ada kesempatan lagi untuk bekerja sama dengan Nexon” tanya Gina antusias.


Ellena tersenyum senang mendengar respon positif dari Gina atas kinerja Rosaline. Ini membuktikan bahwa gadis itu memang benar-benar berbakat tanpa bantuan campur tangan darinya ataupun keluarganya. Nyatanya, sekarang sudah ada orang yang menginginkan kerja sama lagi dengannya.


“Tentu saja, dengan senang hati” jawab Ellena dengan mengedipkan mata.


🐤🐤🐤


Semua sesi pemotretan sudah selesai. Kini tinggal menunggu proses pengeditan kemudian penerbitan cetak dan melalui media online/media sosial.


Saat di perjalanan pulang, Nexon merasa penasaran dengan Rosaline yang terlihat sangat profesional saat berfoto dengannya tadi. Bahkan Rosaline tidak terlihat canggung sama sekali berhadapan dengan Nexon, mengingat ini adalah foto dengan tema sebagai pasangan.


Kemudian dia iseng mencari informasi di internet, siapa tahu akan ada sesuatu yang bisa dia dapatkan. Dia mengetik kata ‘Raline Vero SJ Management London’ di salah satu aplikasi pencarian informasi pada ponselnya. Dan munculah beberapa foto yang dia cari.


Betapa terkejutnya dia melihat foto Rosaline yang ternyata memang bukanlah seorang model amatir dan sudah lumayan dikenal disana. Dia pernah menjadi model beberapa produk fashion item, model outfit, model catwalk, majalah, dan lain-lain. Dia juga pernah mengikuti ajang fashion show yang digelar disana dan menjadi salah satu model dari desainer ternama beberapa tahun lalu, mungkin di saat akhir-akhir tahunnya ketika dia masih tinggal disana.


“Hei kak Gina, lihat ini. Raline bahkan mempunyai karier yang terbilang bagus disana. Lalu kenapa dia malah kembali kesini? Rasanya sayang sekali bukan kalau harus dia tinggalkan begitu saja” ucap Nexon dengan menunjukkan beberapa foto Rosaline di ponselnya.


Gina pun melihat yang ditunjukkan Nexon. Dia juga merasa terkejut karena Rosaline memang bukanlah seorang amatir. Pantas saja Ellena berani menunjuknya menjadi model di majalahnya.


“Hmm benar juga. Sebenarnya memang sayang sekali jika ditinggalkan begitu saja. Jika dilanjutkan, mungkin dia akan segera menyusul menjadi top model seperti tante Ellena dan tante Sandra. Tapi entahlah, mungkin bisa saja Raline memang sudah lelah tinggal berjauhan dengan keluarganya, atau bisa jadi keluarganya yang memintanya kembali kesini” jawab Gina.


Nexon masih merasa terheran. “Benarkah seperti itu. Rasanya misterius sekali Raline ini....” gumamnya dengan tersenyum, sambil memandang foto Rosaline di ponselnya.