ME vs OM OM

ME vs OM OM
Wajah Yang Tidak Asing



• Di Universitas ZXY •


“Jadi bagaimana Raline, apa kamu bersedia?”


“Saya sebenarnya tidak keberatan dan bersedia saja. Tetapi masalahnya kenapa harus saya mister?” tanya Rosaline kepada dosen yang sekarang sedang duduk di hadapannya.


“Karena menurut saya kamulah yang paling cocok untuk posisi itu. Apalagi kamu adalah salah satu mahasiswi terbaik di kampus ini. Kemampuan bicaramu juga saya rasa akan sangat bisa mengimbangi narasumber kita nanti” jawab dosen itu.


Rosaline menganggukkan kepalanya. “Baik kalau begitu. Lalu apa yang harus saya lakukan sekarang?”


“Nanti siang asisten dari narasumbernya akan datang kemari. Saya akan menjelaskannya lebih lanjut nanti saja sekalian. Lalu kita bertiga akan membicarakan detail yang akan dibahas untuk talkshownya” ucap dosen itu dengan ramah.


“Saya mengerti. Jika tidak ada yang dibicarakan lagi, saya mohon undur diri sekarang. Nanti siang saya akan kemari lagi. Permisi mister...” Rosaline berpamitan dengan dosennya dan langsung keluar dari kantornya.


Inilah alasan yang membuat Angel menghubunginya kemarin. Karena dosennya ingin Rosaline menjadi moderator di acara seminar kampus.


🐤🐤🐤🐤🐤


Siang harinya Rosaline tak lupa kembali ke kantor dosennya untuk bertemu dengan asisten si narasumber. Dia baru saja selesai dari kelas kuliahnya.


Rosaline menuju ruangan dosennya. Tak lupa mengetuknya dulu sebelum masuk.


Setelah dipersilahkan, Rosaline pun langsung masuk dan seketika itu matanya memandang ke arah orang yang sekarang sedang duduk dengan dosennya. Seorang pria dengan setelan jas rapi, rambutnya ditata dengan klimis, wajahnya terlihat lumayan dan juga manis. Bisa ditebak kalau umurnya pasti sudah menginjak angka 30 tahunan.


Asisten itu menatap ke arah Rosaline. Sekejap dia terpana dengan kehadirannya. Di matanya, Rosaline perempuan yang sangat cantik. Mempunyai wajah baby face yang menggemaskan, kulitnya terlihat putih mulus, mata coklat yang berbinar, wajahnya juga hanya memakai makeup tipis. Penampilannya terlihat sederhana, tetapi sangat pas dan apik di badannya yang tinggi untuk ukuran perempuan. Sangat perfect! Benar-benar kriteria perempuan idaman. Tetapi entah mengapa Andrew merasa tidak asing dengan wajah Rosaline. Andrew seperti pernah melihat Rosaline sebelumnya.


“Tuan Andrew, perkenalkan ini Raline, orang yang nanti akan menjadi moderator di acara seminarnya. Dan Raline, ini tuan Andrew, asisten dari orang yang akan menjadi narasumber kita” ucap dosen itu mengenalkan keduanya.


Rosaline dan Andrew pun saling berjabat tangan untuk berkenalan.


“Raline. Salam kenal...” ucap gadis itu dengan tak lupa menampilkan senyum ramahnya.


Andrew nyaris hilang akal ketika menjabat tangannya dan melihat senyuman yang memikat. Sekuat tenaga Andrew mempertahankan kesadarannya untuk menjaga wibawanya saat harus bertatap muka dengan Rosaline. Andrew berpikir siapapun pria yang nanti menjadi pendamping Rosaline pasti akan sangat beruntung. Andai saja dirinyalah yang berhasil menjadi pria beruntung itu.


Sadarlah Andrew, jangan menjadi pria yang berpikiran macam-macam. Dia ini masih anak kuliahan. Bahkan umurnya mungkin masih belum genap 20 tahun. Saat kamu sudah menjadi anak yang ingusan dan suka bermain di pasir, gadis ini mungkin baru saja menjadi embrio. Jangan berpikiran untuk menggodanya. Sadarlah dengan posisimu! – ucap dalam hati Andrew.


“Salam kenal juga. Saya Andrew. Senang bisa berkenalan denganmu nona Raline...” ucapnya saat berkenalan dan menampilkan senyum bodohnya.


Rosaline pun dipersilahkan duduk setelah selesai berkenalan dengan Andrew.


“Raline ini salah satu mahasiswi terbaik dan berbakat, seperti yang sudah saya katakan kepada anda tadi. Public speakingnya saat presentasi di kelas sangat bagus, pengetahuannya pun luas dan kritis. Dia juga mempunyai predikat yang bagus di kampus ini. Jadi saya rasa dia akan sangat cocok menjadi moderator untuk narasumbernya” jelas dosen itu kepada Andrew.


Apa benar begitu? Oh astaga, bahkan aku rasa dia juga akan sangat cocok menjadi kekasih untuk narasumbernya. Mungkin Raline bisa menjadi pilihan yang tepat untuknya.... – batin Andrew.


“Ahh...begitu. Saya harap dia bisa menjalankan tugasnya dengan baik” jawab Andrew tersenyum.


“Tidak pernah. Ini yang pertama untukku” jawab Rosaline dengan ramah.


“Apa sebelumnya kamu pernah tahu tentang siapa narasumber ini?” tanya Andrew.


Rosaline menggelengkan kepalanya. “Tidak. Aku belum mengetahui siapa orangnya dan berasal dari mana. Karena aku belum mendapatkan penjelasan lebih lanjut...”


"Apa kamu tahu Avicena Group?" tanya Andrew.


"Ya, tentu aku mengetahuinya. Aku rasa siapapun orang di negara ini pasti juga tahu. Karena Avicena Group adalah salah satu group perusahaan besar di negara ini" jawab Rosaline tersenyum.


Meskipun Rosaline tidak terlibat dalam urusan perusahaan keluarganya, tetapi gadis itu tidak lantas apatis dengan lingkungan bisnis keluarganya. Dia sangat mengetahui group perusahaan apa saja yang ada di negaranya, dan bahkan group perusahaan dari berbagai negara lain.


Tumbuh besar dalam lingkungan keluarga pebisnis, membuat Rosaline juga ikut terdidik untuk hidup sebagai pewaris dari Heinan Group. Ayahnya memang tidak ingin memaksakan kehendak Rosaline, tetapi gadis itu memang sadar diri dengan posisinya, sehingga dia tidak boleh acuh begitu saja dan juga harus mempelajari bisnis. Yah, meskipun sebenarnya Rosaline mempunyai passion di bidang lain.


"Yah, memang benar kami masuk dalam jajaran group perusahaan besar. Tetapi masih jauh sekali jika dibandingkan dengan Heinan Group yang sangat besar dan berkuasa di negara ini...." ucap Andrew terkekeh.


Rosaline merasa canggung saat mendengar Andrew mengucapkan nama perusahaan keluarganya. Andai saja pria di depannya itu tahu kalau orang yang sedang berbicara dengannya saat ini adalah anak dari pemilik Heinan Group yang dia sebutkan tadi.


Gadis itu tersenyum canggung pada Andrew. "Ahh ya benar...." ucap Rosaline seadanya


"Lalu apakah kamu mengetahui siapa pemilik dari Avicena Group?"


"Bukankah pemiliknya dan yang menjabat sebagai chairman (ketua) sekarang adalah tuan Frans Avicena? Jadi apakah beliau yang akan menjadi narasumbernya?" jawab Rosaline.


Andrew senang karena gadis di depannya ini memang berpengetahuan luas. Bahkan dia juga tahu siapa pemilik perusahaan tempatnya bekerja.


"Yah benar, tuan Frans adalah pemilik sekaligus chairman dari Avicena Group sekarang. Tetapi untuk yang akan menjadi narasumbernya adalah anak dari tuan Frans..." ucap Andrew.


"Ahh...begitu rupanya. Aku tidak begitu tahu jika itu mengenai anak dari Avicena Group. Bisakah memberitahuku info tentangnya?"


Andrew merasa shock mendengar gadis di depannya yang tidak mengenal siapa bosnya. Disaat wanita lain diluar sana menggilai bosnya, gadis di depannya ini kemana saja?


"Nona Raline yakin tidak mengetahui apapun tentang dia sebelum ini?" ucap Andrew tak percaya.


Rosaline menggelengkan kepalanya dan berkata, "Tidak tahu. Apa memang aku harus mengetahuinya sebelum ini?" ucapnya polos.


Astaga aku tidak percaya ini. Ternyata masih ada perempuan yang tidak menggilai bosku itu. Sepertinya dia memang orang yang tepat... - ucap Andrew dalam hati.


“Baiklah. Saya akan menjelaskan secara singkat kepadamu tentang siapa anak dari Avicena Group yang akan menjadi narasumber nanti. Dia adalah...........” Andrew menjelaskan sesingkat mungkin tentang narasumber yang adalah bosnya itu.


Kemudian dilanjutkan dengan membicarakan topik yang akan dibahas saat acara. Rosaline pun mengikuti dan memperhatikan semua penjelasan dari Andrew agar semuanya nanti berjalan lancar.