ME vs OM OM

ME vs OM OM
Sosok Hela Dibalik Kecantikannya



• Di kampus ZXY •


“ASTAGA RALINE AKU BENAR-BENAR BANGGA DENGANMU!!” ucap Angel histeris sesaat setelah memasuki ruang kelas dan berdiri di hadapan kedua temannya yang sedang duduk asik mengobrol.


Teman-teman yang berada di dalam ruang kelas pun langsung menoleh ke arah Angel. Cheryl langsung berdiri membekap mulut temannya itu dan mendudukkan di sebelahnya, sedangkan Rosaline meminta maaf dengan teman kelasnya atas perbuatan Angel yang sudah berbicara gaduh.


“Bisakah kamu pelankan suaramu? Suaramu itu sudah mengganggu teman-teman lain yang berada di ruangan ini” ucap Rosaline memijit keningnya.


“Maaf....aku terlalu bersemangat” Angel nyengir menyesali perbuatannya. “Kamu tidak tahu kan betapa terkejutnya aku saat membuka media sosial tadi. Aku langsung menemukan fotomu di akun milik majalah ELJE. Kamu menjadi cover di majalah itu dan foto berpasangan dengan si Nexon Andreas itu! Astaga!! Kamu sungguh temanku yang membanggakan!” Angel mengguncang tubuh Rosaline karena terlalu bersemangat.


Rosaline yang diguncang Angel hanya bisa pasrah. Teman baiknya itu memang selalu ekspresif.


“Hei sudahlah, jangan mengguncangku. Aku hanya bisa berharap respon masyarakat tidak buruk terhadapku yang masih orang baru” ucap Rosaline.


“Hei apa kamu bercanda? Aku saja sangat menyukainya. Bahkan respon masyarakat pun juga menggila setelah foto kalian diterbitkan. Mereka justru sangat menyukai foto kalian berdua. Komentar mereka rata-rata mengatakan kalau kalian berdua sangat serasi. Sungguh cerminan ‘Perfect Couple’ yang sesungguhnya. Ahh...temanku ini akan menjadi terkenal. Aku bangga denganmu Raline. Aku harap kamu akan segera sukses!” ucap Angel senang dan memeluk erat Rosaline dari samping. Cheryl senyum geleng-geleng melihat sikap temannya itu.


Rosaline juga tersenyum menanggapi respon Angel yang bersemangat. “Aku harap juga begitu. Semoga semuanya bisa berjalan dengan lancar”.


Tak lama dari itu, dosen mata kuliah datang dan kelas pun segera di mulai.


🐤🐤🐤🐤🐤


Setelah kelas selesai, Rosaline, Angel, dan Cheryl langsung keluar kelas dan berjalan ke arah keluar kampus. Di sepanjang mereka berjalan, orang-orang yang mengenal Rosaline selalu menyapanya dan memberikan selamat kepadanya karena bisa menjadi model di majalah ELJE. Berita tentang Rosaline bahkan sudah menyebar hampir di seluruh penjuru kampus hanya dalam sehari. Dan seperti biasa, Rosaline akan menanggapi teman-teman yang sudah menyelamati dan menyapanya dengan ramah.


Namun tiba-tiba, ketenangan itu tidak berlangsung lama. Tiga orang yang selalu mencari masalah dengan Rosaline menghadang jalannya dan kedua teman baiknya. Siapa lagi kalau bukan Aurel, Frysca, dan Olivia.


“Wah...aku tak menyangka anak teladan kampus kita ini ternyata punya profesi lain” ucap Aurel dengan menatap sinis Rosaline. “Sungguh mengejutkan, bahkan dia juga berpasangan dengan Nexon. Katakan, berapa yang sudah kamu bayar hingga berhasil menjadi model di majalah itu huh?”


“Hei siluman ular, apa yang kau bicarakan? Untuk apa Raline membayar hanya untuk menjadi model di majalah itu? Kau pikir Raline ini orang macam apa. Dia tak perlu membayarnya, karena Raline memang pantas mendapatkannya. Apa kau buta, tidak bisa melihat wajah temanku yang cantik ini? Jadi wajar saja jika dia bisa menjadi model di majalah itu” ucap Angel menatap kesal Aurel. Kemudian dia melanjutkan, “Jika kau iri maka akui saja. Apa susahnya sih mengakui rasa irimu itu” Angel menatap remeh Aurel.


Aurel mendengus kesal mendengar omongan Angel. Dari dulu Angel memang selalu berkata pedas kepada Aurel dan temannya.


Aurel tidak mau kalah. Dia harus menggunakan kesempatan ini untuk menjatuhkan Rosaline.


“Iri? In-your-dream! Waktu itu aku melihatnya keluar dari kantor ELJE. Aku yakin saat itu dia pasti sedang menyogok agar bisa menjadi model majalah itu, jika tidak mana mungkin? Aku saja yang sudah setahun menjadi model di SJ Management, tapi tidak pernah sekali pun ditawari pihak majalah itu meskipun berada di gedung yang sama. Sedangkan Raline? Memangnya siapa Raline ini?! Pasti ada sponsor khusus yang mendukungnya, iya kan? Katakan! Mengakulah, siapa yang sudah membantumu?!” Aurel membalas omongan Angel dan menudingkan telunjuknya di depan wajah Rosaline.


Rosaline hanya diam saja. Dia menatap datar dan merasa muak mendengar ocehan Aurel.


Kemudian Frysca ikut membantu menghardik Rosaline. “Ahh, atau jangan-jangan kamu sudah di sponsori oleh tuan Jeffrin itu? Aku masih ingat, saat itu kalian berdua terlihat sangat dekat dan bahkan bergandengan tangan. Apa kamu sudah merayunya dan memohon menjadi kekasihnya sehingga dia membantu menerbitkanmu sebagai model? Ckckck, dasar perempuan murahan” ucapnya sinis.


Olivia yang mendengar ucapan kedua temannya itu merasa perkataan mereka sudah keterlaluan. Olivia selama ini sebenarnya tidak membenci Rosaline, dia hanya ikut-ikutan Aurel dan Frysca saja.


Olivia hanya bisa diam dan menatap kedua temannya itu. Dia lebih memilih untuk mundur beberapa langkah menjaga jarak dari kedua temannya itu, karena dia tidak mau terlibat.


“Hei, aku rasa kalian berdua sudah bicara keterlaluan. Raline pasti tidak akan serendah itu. Aku tahu kalian tidak suka dia, tapi tidakkah tuduhan itu terlalu mengerikan? Aku sudah cukup satu kali saja salah sangka dengan Raline. Aku tidak ingin menuduhnya sembarangan seperti ini” ucapnya dalam hati.


“Kalian berdua, jaga mulut kalian! Kalian sudah sangat keterlaluan menuduh Raline seperti itu!” ucap Cheryl membela Rosaline.


“Huh, keterlaluan? Yang kami ucapkan benar kok. Aku heran, apa yang dilihat tuan Jeffrin darimu Raline. Aku bahkan berkali-kali lipat jauh lebih baik darimu” Aurel menatap remeh Rosaline. “Kamu itu hanya orang biasa, tampangmu juga sangat pasaran, dan bahkan sangat tidak sederajat dengan tuan Jeffrin ataupun kami bertiga. Tak disangka dibalik wajah polosmu ini ternyata ada sosok perayu ulung murahan”.


Rosaline menatap dingin Aurel. “Sudah selesai bicara?”


“Kenapa? Apa kamu tidak terima dengan ucapanku, Raline? Semua ucapanku benar kan. Kamu itu hanya seorang perayu dari kalangan bawah yang merangkak untuk bisa naik status. Kamu harus sadar diri, jangan karena kamu sudah berhasil masuk majalah dan memiliki tuan Jeffrin di sisimu itu lantas akan menaikkan statusmu. Kamu sangat tidak pantas bersanding dengannya! Harusnya akulah orang yang pantas menjadi kekasih tuan Jeffrin, karena aku berasal dari keluarga yang lebih baik darimu” ucap Aurel sambil menudingkan telunjuknya ke wajah Rosaline.


Perdebatan keenam perempuan itu tak luput dari pandangan anak-anak kampus. Bagaimana tidak? Saat ini mereka berdebat di tempat umum. Banyak orang yang berlalu lalang melewati mereka. Tentu saja perdebatan mereka akan menjadi bahan tontonan.


‘Lihat, perempuan gila status itu mencari gara-gara lagi dengan Raline dan temannya’


‘Astaga aku ingin sekali menjambak rambutnya. Dia benar-benar keterlaluan tidak pernah bisa menghargai orang lain’


‘Untung saja Aurel itu perempuan, jika dia laki-laki mungkin aku sudah menonjok mukanya karena sudah bicara omong kosong tentang dewi kampus kita’


‘Paling sebentar lagi dewi kampus kita akan mengskakmat omongan perempuan gila itu, kita lihat saja kelanjutannya. Ini pasti akan seru’


Ya, banyak orang-orang yang memang tidak suka dengan Aurel dan temannya. Mereka sudah terkenal suka meremehkan dan tidak pernah menghargai orang lain. Tidak hanya Rosaline saja yang sudah menjadi korbannya, tapi juga orang lain yang berasal dari kalangan keluarga orang biasa di kampus itu sering sekali dia hardik.


Kini saatnya Rosaline melakukan pembalasan. Tatapan Rosaline berubah dingin. Kali ini auranya bahkan terasa seperti Dewi Kematian. Wajah cantik gadis itu ditutupi oleh kabut tanpa ampunan. Hawa mengerikan pun menyelimuti sekujur tubuh gadis itu. Membuat lima orang yang berada di sekitarnya bergidik ngeri melihat sosok Rosaline yang berbeda 180 derajat. Dia sudah bukan lagi gadis yang murah senyum dan ramah, seolah ada sosok lain yang menguasai tubuh Rosaline saat ini.


Olivia yang melihat perubahan Rosaline pun merasa merinding. “Raline yang seperti ini benar-benar mengerikan. Astaga, kamu akan kalah lagi Aurel. Untung saja kali ini aku tidak ikut-ikutan tindakan bodohmu” ucapnya dalam hati.


Rosaline maju beberapa langkah mendekati Aurel.


“Dengarkan aku baik-baik nona Aurel yang gila hormat” Rosaline dengan telunjuknya menekan bagian dada atas Aurel. “Kamu pikir kamu siapa berani membandingkan aku denganmu? Sucuil pun kamu tidak bisa dibandingkan denganku. Dari segi manapun, kamu-tetap-kalah-telak-dariku. Dan aku juga sangat tidak sudi dibandingkan dengan orang menjijikkan sepertimu”


“Kamu memang cukup cantik, tapi sayang sekali mulutmu ini sangat berbisa. Mulutmu ini sudah sangat berdosa karena suka sekali merendahkan orang lain. Apa sekali pun kamu tidak pernah memikirkan perasaan orang yang sudah kamu caci maki itu, huh? Kamu pikir hidupmu itu sudah diatas awan? Ingat nona, diatas awan masih ada awan” Rosaline mengusap sekilas mulut Aurel dan menatapnya dengan mengerikan.


Angel dan Cheryl yang melihat tindakan Rosaline sekarang benar-benar terpaku. Keduanya memang tahu kalau Rosaline tidak akan diam saja jika sudah diusik. Tetapi kali ini, Rosaline benar-benar terlihat sangat berbeda.


Apa dia masih Raline yang selama ini aku kenal... – batin Cheryl.


Aurel dan Frysca sebenarnya mulai merasa menciut. Tetapi keduanya berusaha terlihat tenang dibalik jiwanya yang sudah ketakutan melihat tatapan dan sikap Rosaline yang lebih mengerikan dari biasanya.


Rosaline menatap lekat Aurel. “Aku bisa menghancurkan kehidupan mewahmu itu hingga menjadi debu, Aurel. Aku sangat bisa membuatmu dan juga temanmu merasakan pengalaman menjadi orang-orang yang selalu kalian pandang rendah itu. Dan tadi kamu bilang bahwa aku ingin naik status dan tidak pantas dengan tuan Jeffrin? Lalu kamulah yang lebih pantas menjadi kekasihnya? Hmph! Benarkah?” Rosaline tertawa dengan mengerikan, kemudian melanjutkan.


“Aurel...Aurel... Kamu sungguh sangat lucu sekaligus bodoh. Kamu saja tidak tahu siapa aku sebenarnya. Dengan status yang sudah kumiliki sekarang ini, aku hanya tinggal menjentikkan jariku untuk melemparkan kalian ke jalanan tanpa perlu mengotori tanganku untuk menyentuh langsung kulit kalian. Jika kamu merasa pantas menjadi kekasihnya, maka aku teramat sangat pantas menjadi menantu di keluarga Avicena dan menjadi istri sahnya Jeffrin Ferdinand Avicena” Rosaline semakin mendekat ke Aurel, membuat Aurel ketakutan dan reflek mundur.


Rosaline membelai perlahan rambut Aurel yang tergerai. “Kau tahu? Tidak ada sejarahnya orang tak beretika sepertimu bisa diterima baik oleh kalangan kami. Jadi sadarlah dengan posisimu, karena kamu hanya akan dianggap sebagai lalat rendahan oleh Jeffrin. Dan aku peringatkan padamu, jangan pernah lagi menudingkan telunjukmu itu di wajahku. Jika masih terulang, mungkin aku akan mematahkan dan meremukkan telunjukmu tanpa ampun hingga kau menangis menjerit kesakitan. Mengerti?” kemudian dia melepaskan belaian itu.


Aurel sudah setengah mati menahan rasa takutnya hingga berkeringat dingin. Badannya pun juga sudah bergetar.


Rosaline beralih menatap Frysca, membuat gadis itu ingin sekali menangis di tempat karena ditatap penuh intimidasi seperti itu.


“Ahh dan kau...” Rosaline membelai pipi Frysca dan berkata, “Kau itu hanyalah seekor kecoa tanpa sayap jika tidak ada Aurel di sisimu. Berhentilah terlihat sok hebat di hadapanku, karena sikapmu ini sungguh membuatku ingin muntah”. Rosaline mendekat ke telinga Frysca dan berbisik, “Percaya atau tidak, aku bahkan bisa membuatmu hancur dan tampak murahan hanya dalam semalam. Jadi perhatikan baik-baik mulut sampahmu itu sebelum aku merobeknya” Rosaline menyeringai mengerikan kemudian menjauh dan melepaskan belaian pipi tersebut.


Sungguh Frysca ingin kencing di celana saat mendengar bisikan Rosaline. Lututnya benar-benar terasa lemas dan tulang tubuhnya seakan rontok. Bisikan dari gadis itu sukses membuat jiwa Frysca terguncang.


Kemudian Rosaline melanjutkan perkataannya. “Jadi, hentikan semua omong kosong kalian itu dan segera enyahlah dari hadapanku sebelum aku menjadi semakin murka. Karena jika aku sudah sangat murka, kalian bahkan tidak akan bisa membayangkan apa yang bisa aku lakukan terhadap kalian” Rosaline menyeringai tipis dan menatap lekat Aurel dengan tatapan mengerikan, kemudian dia ganti menatap Frysca.


Olivia yang dari tadi tak lepas memperhatikan sikap Rosaline benar-benar gemetar merasa ketakutan. “Apa gerbang neraka baru saja terbuka? Hawa mengerikan macam apa ini.... Untung saja aku tidak ikut mengusik Raline. Bisa gila aku menghadapi dia yang sangat mengerikan seperti sekarang ini. Aku yakin Raline pasti menyembunyikan sesuatu hingga dia bisa berkata seperti itu” ucapnya dalam hati.


Cheryl dan Angel benar-benar tercengang melihat sikap teman baiknya itu. Ini adalah pertama kalinya mereka berdua melihat Rosaline bisa bersikap seekstrim itu. Sama sekali tidak terpancar kelembutan pada diri Rosaline sekarang ini. Dibalik kecantikan wajah Rosaline ternyata ada sisi lain yang sama sekali tidak mereka ketahui sebelumnya.


Raline... Apakah kamu sadar bahwa sekarang ini kamu benar-benar berubah menjadi sosok Hela, Dewi Kematian? Dimana sosok Raline temanku yang lembut itu.... – ucap Angel dalam hati dengan menelan ludahnya berat.


Tanpa mereka sadari, ada seseorang yang dari tadi memperhatikan Rosaline dan yang lainnya. Orang itu sebenarnya sangat terkejut bahwa ternyata gadis itu mempunyai sisi lain yang seperti itu. Tetapi orang itu juga menyunggingkan senyum senang mendengarkan ucapan Rosaline. “Gadis kecilku ternyata bukanlah seekor kucing, tetapi dia benar-benar seekor singa yang tangguh. Bahkan gertakannya juga begitu meyakinkan” gumam orang itu.


Orang yang memakai kemeja hitam lengan panjang yang digulung hingga sikut dan celana panjang hitam itu, kini berjalan mendekat ke arah Rosaline. Setelah sampai, dia langsung berdiri tepat di sampingnya. Namun Rosaline masih belum menyadari kehadirannya ataupun menoleh ke arah orang itu.


Angel yang melihat orang itu, berulang kali dia menepuk-nepuk lengan Cheryl saking tak percayanya. Kedua gadis itu masih merasa shock dengan sikap Rosaline, dan sekarang ditambah lagi dengan kehadiran orang itu.


“Apa Raline akan selamat?” bisik Angel ke telinga Cheryl.


“Aku hanya bisa berdoa yang terbaik untuknya” balas Cheryl dengan berbisik.


Aurel, Frysca, Olivia juga tak kalah shock melihat kehadiran orang itu. Terlebih lagi Aurel, dia seperti terkena dua kali serangan jantung. Pertama karena sudah diperlakukan seperti itu oleh Rosaline, dan sekarang melihat kehadiran orang itu.


Kemudian orang itu merangkul pundak Rosaline dari samping. “Apa Raline calon istriku ini sudah selesai berdebat?” ucap orang itu menyeringai senang.


Rosaline kembali tersadar ketika ada orang yang memanggil namanya dan ada tangan yang menepuk lalu merangkul bahunya. Gadis itu melihat heran tangan yang yang sudah mendarat di bahu kirinya, kemudian dia beralih menoleh perlahan ke arah pemilik tangan itu. Membuat jarak muka keduanya juga makin mendekat. “Hah? Sejak kapan dia disini?” ucap Rosaline dalam hati.


Rosaline tersenyum canggung menatap orang itu. “Apa yang kamu lakukan disini?”


“Aku ingin menjemput calon istriku, apakah salah? Kita kan sudah lama tidak bertemu. Apa kamu tidak merindukanku?” ucap orang itu dengan menekankan kata ‘calon istriku’.


Astaga, aku sudah lama sekali tidak bertemu dengannya. Tapi sekarang dia tiba-tiba muncul dan menjadi semakin aneh – batin Rosaline.


Kemudian Rosaline mendekat ke telinga orang itu dan berbisik perlahan, “Om Jeff, apa yang sudah kamu katakan? Jangan membuat situasi yang bisa menyebabkan orang lain menjadi salah paham. Hentikan tingkah lakumu ini”


“Kalau begitu jadilah gadis penurut dan ikuti perintahku. Jika tidak, aku bisa bertindak lebih jauh dari ini” balas orang itu dengan berbisik.


Om om ini benar-benar selalu bertindak semaunya sendiri – batin Rosaline.


“Kami berdua pergi dulu. Aku ingin menghabiskan waktu bersama calon istriku ini” ucap orang itu berpamitan kepada Angel dan Cheryl. Dia berpamitan karena tahu kalau kedua orang itu teman Rosaline. Tapi dia sama sekali tidak menghiraukan keberadaan Aurel dan temannya.


Orang yang masih memeluk erat bahu Rosaline itu langsung menuntun pergi meninggalkan tempat tadi. Rosaline hanya bisa pasrah menuruti perintahnya agar keadaan tidak semakin menggila karena ulahnya.


Rosaline menatap memelas kedua temannya dari jauh, seperti memohon pertolongan. Sedangkan Angel dan Cheryl pun hanya bisa memberikan semangat dengan mengangkat tangan mereka ke udara supaya temannya itu bisa selamat. Kemudian mereka berdua pergi meninggalkan tempat tadi dan tak mau lagi menghiraukan ketiga orang di depannya.


Aurel hanya bisa diam terpaku. Dia tak hanya merasa kalah telak dari Rosaline, tetapi dia juga merasa diabaikan oleh orang tadi. Dia mengepalkan kuat tangannya hingga kuku tangannya melukai telapak tangannya. “Raline brengs*k!” gumamnya.


🐥🐥🐥🐥🐥


EPILOG


– Saat di dalam pesawat –


Andrew menyerahkan ponselnya kepada Jeffrin, dan pria itu pun menerimanya.


“Apa ini?” tanya Jeffrin.


“Itu jadwal kuliah Raline. Aku lupa memberitahumu saat itu” jawab Andrew.


“Dari mana kau mendapatkannya?” – Jeffrin.


“Tentu saja dari dosennya. Saat itu aku tidak sengaja melihatnya di atas meja kantor dosen itu, lalu aku diam-diam memfoto jadwal kuliahnya saat dosen itu lengah” ucap Andrew. “Kalau kau mau, kau bisa menjemputnya di kampus setelah pesawat kita landing” imbuhnya.


Jeffrin menyeringai senang. “Ide bagus. Kau ingin apa dariku?”


“Bisa serahkan apartemen mewahmu itu?” – ucap Andrew tersenyum licik.


“Lupakan” – jawab Jeffrin dingin.