
• 2 tahun lalu – London •
“Where are you going, Ros?” Lauren bertanya pada Rosaline yang sudah berpakaian rapi dan terlihat cantik.
“Hari ini adalah ulang tahun Rob. Aku akan pergi menemuinya di apartemen dan memberikan kejutan untuknya” Rosaline menjawab sembari membereskan barang bawaannya.
“Apa hari ini kamu juga akan memberitahu dia yang sebenarnya tentang dirimu?” Lauren memperlihatkan wajah serius kepada sahabatnya itu. Dia memang kurang suka kalau Rosaline berhubungan dengan pria yang umurnya lebih tua darinya itu.
Gadis itu tidak mengatakan sepatah kata pun dan langsung menuju pintu untuk keluar dari kamarnya.
Lauren masih memandangi kepergian sahabatnya itu. Dia tak habis pikir kenapa Rosaline bisa mencintai pria seperti itu selama bertahun-tahun. Kemudian Lauren menghela nafas beratnya dan berkata, “Ros sangat cemerlang dan memiliki segalanya, tetapi kenapa dia berubah menjadi bodoh jika sudah menyangkut tentang pria itu...”
🐤🐤🐤
• Malam harinya •
Seorang gadis dengan senyum cerah di wajahnya sedang membawa kotak yang berisi kue di tangannya. Rosaline tidak sabar untuk merayakan ulang tahun pria itu. Faktanya, dia sudah menyukai pria itu sejak pertama kali mereka bertemu. Pria itu tidak mempermasalahkan jarak umur keduanya yang terpaut jauh dan bersedia menunggu Rosaline. Dan saat Rosaline sudah menginjak usia dewasa, pria itu menjadi semakin dekat dengannya.
Ketika Rosaline sampai ke apartemennya, dia melihat pintu masuk tidak tertutup rapat. Saat dia masuk ke dalam apartemennya, semua lampu di ruangan itu mati. Gadis itu menyiapkan diri, jaga-jaga jika terjadi sesuatu yang buruk. Lalu dia mengecek keadaan apartemen itu, dan sepertinya tidak ada hal yang mencurigakan ataupun ada barang yang hilang.
Tiba-tiba, Rosaline mendengar suara aneh dari dalam kamar. Dengan diam-diam, perlahan dia membuka pintu kamar yang sedikit terbuka itu. Saat dia membuka pintu itu, betapa shocknya Rosaline melihat pria yang dia cintai sedang melakukan hal intim bersama dengan seorang wanita. Seketika dia seperti sulit bernafas, rasa sesaknya benar-benar mencekik dirinya.
Karena Rosaline sangat shock dan tubuhnya terasa lemas, dia menjatuhkan kotak kue yang dia bawa, membuat kedua orang yang berada diatas tempat tidur itu menyadari kehadiran Rosaline yang sedang berdiri terpaku di depan pintu kamar.
(Semua percakapan diucapkan dalam bahasa inggris)
“Aku minta maaf, pintu masuk apartemennya terbuka, jadi aku pikir terjadi sesuatu yang buruk. Anyway, happy birthday Mr.Golding” setelah mengatakan itu, Rosaline balik badan dan segera beranjak dari kamar itu.
“Lin, tunggu...” ucap pria itu sambil mengambil celananya yang tergeletak di lantai, lalu dia bergegas menyusul Rosaline. “Ku mohon dengarkan aku dulu. Biarkan aku menjelaskan semuanya padamu”
Rosaline menghentikan langkahnya. Dia berusaha menutupi perasaan hancurnya dengan memasang topeng yang terlihat tegar.
“Mr.Golding, anda tidak perlu menjelaskan apapun. Ini salahku yang sudah masuk tanpa izin ke dalam apartemen anda” ucap Rosaline dengan membungkuk dan meminta maaf atas kesalahannya.
Belum sempat pria itu menjelaskan lebih lanjut kepada Rosaline, seorang wanita tiba-tiba saja datang dan makin memperburuk suasana diantara mereka berdua.
“Rob, siapa dia?” ucap seorang wanita yang baru saja keluar dari kamar menggunakan kemeja pria itu.
Rosaline melihat wajah wanita yang menggunakan kemeja milik pria itu, lalu dia mulai menyadari siapa identitas wanita itu. Kemudian Rosaline kembali membungkuk dan meminta maaf sama seperti sebelumnya. “Miss Claudia, maafkan aku karena mengganggu kalian berdua secara tiba-tiba seperti ini”
Keduanya merasa terkejut karena Rosaline mengetahui wanita itu.
“Lin, kamu tahu dia?” ucap pria itu.
“Miss Claudia adalah model yang berasal dari negaraku dan saat ini sedang naik daun. Dia adalah salah satu model yang mengikuti acara London Fashion Week yang mengenakan desain dari brand Burberry. Jadi tentu saja aku tahu tentang dia”
“Begitu rupanya. Tidak pernah terpikirkan aku akan menjadi terkenal di Inggris juga” ucap wanita itu sambil tersenyum dan memegang erat lengan pria itu. “Ahh, jika aku tidak salah ingat, bukankah kamu berada di acara itu juga? Saat itu kamu membawakan koleksi utama dari desainer Simon Rocha. Benarkan?”
“Ya, benar”
“Wow, aku tidak menyangka gadis semuda dirimu bisa menjadi model utama untuk desainer ternama seperti dia. Kamu pasti sangat hebat” entah kenapa suara wanita itu lebih terdengar seperti sindiran daripada pujian.
Rosaline tidak ingin menjawab perkataan wanita itu. Saat ini bukanlah saatnya untuk membahas hal yang tidak penting. Yang dia inginkan adalah segera keluar dari gedung neraka yang sangat menyiksa dirinya ini.
“Anyway, Mr.Golding dan Miss Claudia, saya meminta maaf sekali lagi karena sudah mengganggu waktu kalian berdua. Dan sekali lagi aku ucapkan selamat ulang tahun untukmu, Mr.Golding”
Lalu Rosaline berjalan keluar dari apartemen dengan raut wajah pucat dan perasaan yang hancur. Sekuat tenaga dia menahan rasa sakit di dadanya. Dia berusaha keras agar tidak membiarkan setetes air mata pun jatuh saat dia berjalan keluar dari gedung apartemen itu.
Baru saja beberapa hari yang lalu mereka berdua merayakan kelulusan Rosaline dalam suasana yang sangat romantis. Pria itu benar-benar menunjukkan keseriusan dalam hubungan mereka selama ini. Dan selama mereka berhubungan, tak pernah sekali pun pria itu melakukan hal yang menyakiti Rosaline. Namun sekarang semua kenangan indah itu hancur begitu saja dan berubah menjadi luka yang menyakitkan.
“Ros, kau gadis bodoh! Kenapa kau membiarkan dirimu terpuruk seperti ini, bukankah kau sudah tahu dari awal kalau akhirnya mungkin akan menjadi begini” gumam Rosaline. Dia sudah tidak bisa menahan rasa sakit di dadanya yang tidak tertahankan. Ketika dia sudah menjauh dari gedung itu, maka lepaslah sudah semua pertahanan air matanya. Gadis itu berjalan melewati jalanan malam dengan angin dingin yang bertiup menusuk tubuhnya. Saat ini baik pikiran, tubuh, dan hatinya benar-benar merasa kesakitan.
🐤🐤🐤
• Di suatu hari, pada saat pagi •
(Semua percakapan diucapkan dalam bahasa inggris)
“Hello” ucap orang dari seberang telfon.
“Paman Ed, ini Lauren. Aku ingin tanya, apakah sekarang Ros pulang ke rumah tante Sandra?” Lauren bertanya dan suaranya terdengar sangat cemas di telfon.
“Nona muda Ros tidak ada di rumah. Terakhir dia kemari seminggu yang lalu sebelum Nyonya Sandra berangkat ke Milan. Apakah ada sesuatu yang terjadi?” jawab Paman Ed. Dia adalah orang yang bertanggung jawab mengurus dan mengawasi Rosaline ketika Sandra sedang tidak berada di rumah untuk urusan bisnis.
Lauren ragu-ragu untuk saat ini, dia dilema akan memberitahukannya atau tidak. Jika diberitahukan, maka akan terjadi kekacauan di keluarga Heinanverero. Tetapi jika dia diam saja, maka sesuatu mungkin bisa saja terjadi pada sahabatnya itu.
Akhirnya dia memutuskan untuk memberi tahu orang di seberang telfon. “Aku terakhir kali melihat Ros 3 hari yang lalu, dan sampai sekarang dia belum kembali lagi ke asrama. Aku juga sudah bertanya pada semua temanku, tetapi mereka tidak ada yang melihatnya juga”
Pria diseberang telfon tidak percaya atas berita yang baru saja dia dengar, hingga dia menjatuhkan telfonnya karena merasa sangat terkejut. Pikirannya benar-benar kacau ketika dia berspekulasi tentang kemungkinan alasan mengapa Rosaline tiba-tiba menghilang.
“Hello? Hello paman Ed?” suara Lauren dari seberang.
Paman Ed dengan cepat mengambil ponselnya yang terjatuh di lantai dan menjawab, “Nona Lauren, jangan khawatir. Aku akan pergi untuk mencarinya sekarang. Tolong jangan beritahu perihal ini kepada keluarganya yang lain”
“Baik, akan kulakukan. Tetapi jangan lupa untuk langsung menghubungiku saat paman sudah menemukan Ros...” jawab Lauren, kemudian dia memutuskan sambungan telfonnya.
Dia merasa sangat gelisah di dalam mobil ketika dia mencoba memikirkan dimana kemungkinan gadis itu berada. “Nona muda, aku harap nona berada disana...” gumamnya.
🐤🐤🐤
• Setelah beberapa jam berkendara •
Di suatu tempat yang berada jauh dari keramaian, dan berada di antara hutan yang luas terbentang. Tempat tersebut memiliki pemandangan yang sangat indah, udara yang sejuk, dan pepohonan yang rimbun. Di dekat danau, ada sebuah villa yang cukup besar dengan gaya bangunan kayu minimalis modern. Tempat itu adalah salah satu tempat private yang dimiliki oleh keluarga Heinanverero.
Paman Ed dengan cepat turun dari mobil dan segera menuju ke dalam villa. Di dalam villa, dia melihat penutup piano tergeletak di lantai, dan juga ada biola yang terletak di atas piano. Sepertinya gadis itu baru saja memainkan alat musik tersebut. Ini menandakan bahwa memang benar orang yang dicarinya berada di villa.
Dia dengan cepat keluar dan menuju ke danau. Di sana, dia melihat gadis muda yang dicarinya. Gadis itu sedang berdiri termenung di tepi danau dengan selimut tebal yang membungkus tubuhnya.
“Nona muda Ros...” Paman Ed berteriak sembari berlari ke arah gadis itu.
Rosaline membalikkan tubuhnya ketika mendengar suara familiar memanggil dirinya. Ketika Paman Ed mulai mendekat ke arahnya, seketika air matanya jatuh dan membasahi wajahnya. “Aku sangat bodoh paman...” ucap gadis itu terisak.
Paman Ed bisa melihat betapa hancurnya gadis muda itu. Hatinya juga turut sakit melihat gadis itu menangis. Selama bertahun-tahun dia mengawasi dan mengurus Rosaline, dia tidak pernah sekali pun melihat gadis itu dalam keadaan seperti sekarang. Rosaline masih berusia 17 tahun, tetapi dia harus menghadapi masalah yang berat di usianya yang masih semuda ini.
Paman Ed tahu dari awal bahwa hal seperti ini pasti akan terjadi suatu saat nanti ketika nona mudanya memutuskan untuk tetap berhubungan dengan pria itu. Bahkan keluarganya pun juga tahu dan sudah memprediksi hal seperti ini akan terjadi. Meskipun begitu, mereka tidak pernah melarang apapun yang ingin dilakukan Rosaline, dan lebih memilih mendukung keputusannya.
“Berhentilah menangis. Nona sudah menginjak usia dewasa, tetapi kenapa justru sekarang bertindak seperti anak kecil? Keluarga Heinanverero tidak mendidik dan membesarkan nona untuk menjadi gadis yang lemah dan berpikiran sempit. Nona adalah gadis yang cemerlang dan kuat. Nona bukanlah orang yang menyedihkan seperti ini. Nona adalah harta yang berharga di keluarga Heinanverero, putri dari seorang Anthoni Heinanverero, pemilik dari Heinan Group. Jangan pernah menjatuhkan diri nona hanya untuk seseorang yang tidak menghargai nona...”
Rosaline merenungi semua perkataan yang baru saja diucapkan Paman Ed. Kemudian gadis itu menghapus air matanya.
“Bangunlah dan bersikaplah layaknya seorang wanita dewasa. Nona memiliki segalanya dan bisa melakukan apapun yang nona inginkan. Jadi mengapa nona harus menangisi pecundang buruk seperti itu. Diluar sana masih banyak orang yang bersedia mengantri untuk membahagiakan nona. Jangan pernah buang waktu nona untuk berlarut dalam kesedihan yang sia-sia ini...”
Gadis itu tidak tahu bagaimana harus menanggapi kata-kata Paman Ed yang dipenuhi dengan kekecewaan terhadapnya. Selama ini, dia tidak pernah melihat Paman Ed sangat marah hingga seperti ini.
Rosaline menatap Paman Ed, sesaat kemudian dia tersenyum. “Paman, tolong rapikan villanya. Aku akan pulang ke asrama sekarang” kemudian gadis itu mendekat ke arah Paman Ed dan berkata, “Aku mengerti. Terima kasih untuk semuanya paman...”
🐤🐤🐤
• Malam harinya •
Sekarang sudah larut malam ketika Rosaline baru saja tiba di stasiun kereta. Dia baru saja pergi jalan-jalan dengan Lauren. Ketika orang-orang berjalan keluar dari stasiun, mereka semua kaget ketika mendengar suara seorang gadis menjerit.
“B*tch!”
Semua orang melihat ke sekitar, ingin tahu siapa yang dimaksudkan oleh gadis itu, tetapi sayangnya tidak ada. Mereka menganggap sepertinya gadis itu hanya sedang mabuk dan membuat keributan saja.
“If I were there, maybe I would slap that b*tch!” ucap Lauren tak kalah geram.
Wajah Rosaline sudah berubah memerah dan air mata mulai membasahi wajah cantiknya.
“Aku tidak menyangka, dia akan benar-benar tega melakukan semua ini padaku” ucap Rosaline terisak.
“Aku sudah katakan padamu berulang kali sebelumnya, dia itu brengs*k”
“Aku tahu” jawab Rosaline lirih, air matanya masih saja mengalir.
Saat malam semakin larut, dua gadis yang sedang mabuk duduk di lantai kamar hotel yang sudah mereka sewa. Hari ini mereka berdua ingin bersantai dan melepaskan rasa penat.
“Lauren, kenapa aku bisa bodoh sekali? Apa aku sudah mulai kehilangan kepintaranku?” Rosaline mabuk dengan memegang botol wine, tidak peduli seberapa banyak yang sudah dia minum.
“Well...terkadang cinta memang bisa membuat orang bodoh...” ucap Lauren, kemudian dia cegukan, dan melanjutkan ucapannya, “B*jing*n itu...bah! Apa dia tahu siapa kamu sebenarnya? Jika dia tahu kamu adalah putri mahkota dari Heinan Group, dia pasti tidak akan pernah berani untuk tidur dengan j*lang sialan dan murahan itu. Mentang-mentang pria itu punya segalanya, jadi dia bisa melakukan apapun yang dia inginkan. Dasar b*jing*n tua brengs*k tak tahu diri!” lalu Lauren meneguk botol winenya.
“Ini sakit sekali, Lauren. Aku tidak bisa menahan rasa sakitnya...” Rosaline menatap kosong ke depan dan air matanya tidak berhenti mengalir.
“Baby, kamu itu gadis yang kuat. Kamu bahkan mempunyai jiwa monster di dalam dirimu. Berhentilah bersikap sok lemah seperti ini...”
“Kenapa kamu harus mencintai pria seperti itu sih? Padahal kan dia 11 tahun lebih tua darimu. Kamu ini masih muda dan sangat cantik, Ros. Apa kamu sudah buta hingga memilih mencintai om om seperti itu? Apa di dunia ini populasi pria muda sudah mulai musnah? Yah, walaupun harus kuakui bahwa dia memang b*jing*n tua dengan wajah tampan dan seksi. D*mn it! Aku ingin sekali mengutuknya!” ucap Lauren yang semakin mabuk.
“Lauren, aku pikir kamu sudah mabuk cukup parah...” Rosaline memperhatikan kalau sahabatnya itu sudah terlalu banyak minum, sehingga membuatnya semakin meracau tidak jelas.
Lauren merengut pada sahabatnya yang mencoba mengambil botol wine miliknya. Tetapi karena cengkeramannya masih cukup kuat, Rosaline akhirnya menyerah dan membiarkan sahabatnya untuk melanjutkan minum.
“Baby Rosaline Heinanverero, biarkan aku menikmati ini. Kita masih punya waktu beberapa hari lagi sebelum acara kelulusan. Plus, I'm celebreting your freedom from that a**hole. Pria tua seperti itu, dan gadis muda seperti kita, memang tidak akan pernah cocok. Seharusnya pria itu sudah kau buang sejak dulu saat kontrakmu dengan perusahaannya berakhir. Jadi sekarang, biarkan kita berdua bersenang-senang. Karena aku ingin merayakan kebebasan sahabatku ini, okay?” ucap Lauren dengan seringai di wajahnya.
Rosaline tidak bisa berkata-kata mendengar perkataan konyol Lauren. Dia merenungkan, kalau kata-kata yang diucapkan sahabatnya itu ada benarnya juga.
Lauren benar. Aku akhirnya bisa terbebas dari permainan cinta yang buta ini. Selama lebih dari satu tahun, aku bodoh dan dibutakan untuk cinta yang sia-sia – ucap Rosaline dalam hati.
Kedua gadis cantik itu terus mengobrol dan meracau tidak jelas. Ketika mereka mulai lelah dan sudah selesai menghabiskan sisa botol terakhir winenya, tanpa disadari kedua gadis itu pun tertidur.
🐤🐤🐤
Sekarang ini masih fajar ketika Rosaline tiba-tiba terbangun. Gadis itu memperhatikan Lauren masih tertidur lelap di sebelahnya. Rosaline benar-benar merasa hangover akibat kegilaan semalam. Gadis itu bangun dan mengambil selimut diatas tempat tidur untuk menyelimuti Lauren yang tertidur di lantai.
Dengan langkah kaki yang diseret, Rosaline menuju ke kamar mandi. Setelah selesai, dia mengambil bantal dari tempat tidur dan melanjutkan untuk tidur lagi di sebelah Lauren.
“Rosaline, apa yang sudah terjadi kemarin adalah kenangan, dan apa yang akan terjadi besok adalah misteri. So, move on!” Rosaline bergumam lirih, lalu perlahan dia tertidur kembali.