
Di dalam rumah, William kembali memikirkan apa yang baru saja dilakukannya. Dia sendiri tidak menyangka bisa berbuat senekad itu. Sekejap dia menjadi hilang akal ketika memikirkan kata ‘saingan’. Dia mengintip dari jendela, mobil gadis itu sudah tidak ada. Lalu dia pergi ke kamarnya.
William membaringkan tubuhnya di tempat tidur. Apakah gadis itu akan marah setelah dicium olehnya? Apakah gadis itu akan membencinya? Berbagai pertanyaan muncul di benaknya. Jantungnya terus berdebar cepat, wajahnya masih memerah, seluruh tubuhnya entah mengapa terasa gerah.
“Apa yang sudah kau lakukan William? Bagaimana jika Raline berpikiran yang macam-macam karena tindakan bodohmu tadi. Sebenarnya ada apa denganmu...” ucapnya sambil mengusap wajahnya.
🐤🐤🐤
• Di Orchard Residence •
Hari sudah sangat larut malam ketika Rosaline tiba di rumah.
“Baby, selamat datang!” ucap Rayen sambil merentangkan kedua tangannya, berharap adiknya akan menyambut pelukannya.
“Sweetheart, bagaimana perjalananmu?” tanya ayahnya.
Rosaline tidak menjawab ucapan mereka. Pikirannya sekarang sangat kalut hingga tidak bisa mendengar siapa yang mengajaknya bicara. Dia hanya berjalan dengan ekspresi datar melewati kakaknya dan mengabaikan ayahnya yang duduk di sofa. Padahal kedua pria itu sengaja belum tidur untuk menyambut gadis kecil yang mereka rindukan. Tetapi Rosaline justru langsung jalan menuju kamarnya.
Rayen bingung karena baru kali ini dia diabaikan oleh Rosaline, membuatnya bertanya-tanya apa yang terjadi pada adiknya. Begitupun dengan tuan Anthoni, dia heran mengapa putrinya bersikap aneh, sangat berbeda dari biasanya.
“Ayah, ada apa dengan Ros? Apa yang sedang dia pikirkan sampai mengabaikan kita berdua?”
“Tidak tahu. Apa mungkin terjadi sesuatu saat dia makan malam?”
“Mana mungkin, dia kan hanya diundang makan malam oleh keluarga dosennya”
“Lalu, apa terjadi sesuatu ketika dia di luar negeri?”
“Itu juga tidak mungkin. Karena saat aku videocall dengannya, moodnya selalu baik”
“Jadi apa yang membuat Ros bersikap seperti itu....”
Ayah dan anak itu masih memikirkan apa yang terjadi dengan Rosaline. Mereka merasa khawatir jika terjadi sesuatu dengan Rosaline. Dan mendadak Rayen menatap ayahnya dengan wajah cemas, berharap kalau kemungkinan ini tidak akan pernah terjadi.
“Ayah, tidak mungkin kan ingatannya....” belum sempat Rayen melanjutkan, tuan Anthoni sudah menyahut dengan suara yang menggertak. “Tutup mulutmu, Rayen! Itu tidak akan mungkin terjadi! Dan jangan pernah bicara sembarangan jika masih ada Ros di sekitar kita!” tuan Anthoni menatap tajam anaknya.
Rayen hanya bisa menghela nafasnya berat. “Maafkan aku ayah...”
🐤🐤🐤
Sementara itu di dalam kamarnya, Rosaline sedang duduk di depan laptop. Dia fokus mencari sesuatu di internet. Dia ingin melakukan suatu penelitian. Karena itulah dia membaca berbagai artikel tentang alasan psikologis mengapa pria yang punya sikap seperti William tiba-tiba bisa berubah drastis dan bahkan melakukan tindakan ‘berbahaya’. Rasanya Rosaline enggan mengakui fakta bahwa dia sudah dicium olehnya. Sepertinya efek tindakan William sudah menghilangkan separuh akal sehatnya hingga Rosaline melakukan penelitian konyol untuk menolak kenyataan.
“Kenapa William bisa bertindak seperti tadi? Ekspresi dan gerakan tubuhnya adalah tanda-tanda... Tidak, itu tidak mungkin. Aku terlalu berlebihan memikirkannya. Pasti ada penjelasan lain. Tapi ini tidak mungkin salah, di artikel juga dijelaskan bahwa itu tanda kalau dia... D*mn it! William, kau sudah membuatku kacau! Arrrgghh kepalaku sakit...”
🐤🐤🐤
Pagi harinya
Saat mereka bertiga sarapan bersama, kedua pria yang dari semalam mencemaskan gadis kecilnya bisa melihat bahwa Rosaline terlihat muram dan lunglai. Sepertinya semalam Rosaline tidak tidur dengan nyenyak. Semua itu terlihat jelas dari mata pandanya.
Rayen dan tuan Anthoni saling menatap, mereka khawatir sekaligus ingin tahu apa yang dipikirkan Rosaline.
“Ros, apa ada sesuatu yang mengganggumu? Atau mungkin ada yang bisa kakak bantu?” Rayen bertanya untuk menghilangkan rasa cemasnya.
Tuan Anthoni meraih tangan putrinya dan menggenggamnya. “Sweetheart, ada apa denganmu?”
“Apa ada orang yang berani menyakitimu?” tanya Rayen lagi.
Rosaline akhirnya menyadari kehadiran kedua pria itu setelah sekilan lama dia berada di meja makan layaknya zombi. Dia menatap ayah dan kakaknya bergantian.
“Aku hanya bingung karena memikirkan tentang sesuatu. Untuk beberapa alasan, aku tidak bisa mendapatkan jawaban yang tepat. Menurut teori psikologi, biasanya ketika seorang pria bertindak seperti itu kepada seorang gadis, berarti pria tersebut memiliki perasaan untuknya. Tapi aku pikir itu salah. Pasti ada jawaban lain yang lebih masuk akal yang mungkin belum ditemukan oleh dunia ilmu psikologi” ucap Rosaline dengan wajah bingungnya.
“Ya benar, pasti ada kesalahan. Mana mungkin dia menyukaiku. Mungkin karena kecapekan, dia tidak sengaja mengira aku adalah orang lain. Yah, ini jawaban yang lebih logis. Itulah sebabnya William melakukan apa yang dia lakukan semalam kepadaku...” ucap Rosaline dalam hati.
Rosaline menghela nafasnya. Dia masih mencoba memikirkan berbagai kemungkinan lain yang dirasanya lebih masuk akal untuk menyangkal segala fakta.
Ketika mendengar jawaban bahwa ada hubungannya dengan seorang pria, kedua singa jantan ganas itu mulai waspada. Apakah bayi perempuan kesayangan mereka sudah jatuh cinta lagi?
“Sekarang pria brengs*k mana lagi yang sudah membuat adikku seperti ini?” ucap Rayen dalam hati.
Tuan Anthoni juga tidak menyangka kalau putrinya bisa membicarakan pria lain setelah bertahun-tahun.
Karena tidak bisa fokus dengan sarapannya, Rosaline memilih untuk segera berangkat ke kampus. Tak lupa dia berpamitan dengan kedua pria yang masih dalam pikiran kacaunya.
“Dad, menurutmu siapa pria yang sedang dipikirkan Ros?”
Tuan Anthoni berpikir sejenak, lalu muncul satu nama di pikirannya. Pria yang sudah terlibat skandal kencan dengan putrinya, bahkan dia juga sudah memberikan bunga untuk Rosaline.
“Ada satu orang yang aku curigai”
Hati Rayen berbedar dan geram di saat yang bersamaan. Dia tidak bisa percaya kalau Rosaline sudah dekat lagi dengan seorang pria. “Katakan ayah, siapa pria itu? Apakah dia berasal dari keluarga terhormat? Dia pria yang seperti apa? Can he protect our precious Ros? Apa dia orang yang kita kenal?”
“Tenanglah Ray, ayah juga belum tahu apapun tentang bocah itu. Yang ayah tahu dia adalah rekan kerja Ros, namanya Nexon. Ayah pikir berita kencan mereka hanya sekedar rumor, karena Ros juga tidak menunjukkan sikap aneh seperti sebelumnya. Tapi setelah melihat sikap Ros semalam dan pagi ini, sepertinya memang sudah terjadi sesuatu diantara mereka berdua”
“Nexon? Bukankah pihak management sudah klarifikasi kalau itu tidak benar?”
“Ayah juga tidak tahu pasti”
“Tapi sepertinya dia pria yang baik. Kata tante Ellena dia mengosongkan jadwalnya selama 2 hari hanya untuk mendampingi Ros sepanjang masalah berita itu terjadi”
Tuan Anthoni sedikit merasa lega mengetahui bahwa pemuda itu mempunyai perhatian tulus untuk putrinya. “Ray, segera selidiki dan cari tahu lebih banyak tentang dia”
Rayen menganggukkan kepalanya dan menjawab, “Okay, dad”
“Telfon kakekmu supaya dia mengirim orang untuk mengawasi gerak-gerak bocah itu”
“Aku mengerti”
“Kita belum tahu dia orang seperti apa, jadi kita harus selalu bersiap. Setidaknya dia berada di negara yang sama dengan kita. Jika terjadi sesuatu dengan Ros, kita akan lebih mudah mengendalikannya”
Rayen mengangguk paham dengan semua perkataan ayahnya.
“Ahh, karena sekarang Ros sudah dekat dengan pria lain, jadi apa aku sudah boleh balas dendam ke bajing*an itu?” Rayen menunjukkan wajahnya yang menahan amarah.
Tuan Anthoni menatap serius putranya. “Kamu pikir hanya kamu saja yang ingin membalasnya? Dari dulu ayah ingin sekali membunuhnya, tapi jika itu terjadi, Ros tidak akan memaafkanku. Kamu tahu kan bagaimana perasaan adikmu untuk pria itu, Ros bahkan rela meninggalkan statusnya demi terus tinggal di London bersamanya. Mereka berdua memang sudah berpisah, tapi tidak dengan hati mereka. Jadi lebih baik jangan lakukan apapun kepada pria itu jika tidak ingin membuat Ros hilang kendali”
“Apa saat ini ayah sedang membela bajing*n itu?” Rayen terheran karena ayahnya terkesan membela pria itu.
“Ayah ini kenapa sih, apa ada sesuatu yang masih ayah sembunyikan dariku? Perkataan ayah aneh sekali” ucap Rayen curiga.
“Tidak ada. Sekarang kamu hanya perlu fokus mengawasi hubungan Ros dengan Nexon. Dan ingat, jangan sampai Ros tahu soal ini” ucap tuan Anthoni penuh penekanan.
Entah mengapa Rayen merasa ganjil dengan perkataan ayahnya. Rasanya ada sesuatu yang mencurigakan, tetapi Rayen akan berusaha mempercayai apa yang dikatakan ayahnya. Mungkin ini hanya sekedar prasangkanya yang berlebihan.
“Apa aku salah menyembunyikan kebenarannya dari Ros? Tapi jika dia tahu yang sebenarnya, bagaimana nanti jika Ros kembali lagi dengannya? Sweetheart, maafkan ayah yang sudah banyak membohongimu...” ucap tuan Anthoni dalam hati.
🐤🐤🐤
• Di Universitas ZXY •
Cheryl dan Angel saling pandang karena melihat Rosaline yang sepanjang kuliah dimulai, gadis itu sama sekali tidak fokus. Dia terlihat seperti anak anj*ng yang kehilangan arah.
Setelah perkuliahan selesai, kedua gadis itu baru berani bertanya ke Rosaline.
“Apa terjadi sesuatu denganmu, Ral? Sepertinya kamu sedang memikirkan sesuatu” tanya Angel.
“Apa kamu sedang terlibat masalah?” tanya Cheryl.
Rosaline menatap kedua sahabatnya itu. “Hei, aku ingin tanya pada kalian. Jika ada seorang pria yang biasanya bersikap serius, acuh, dingin, tidak peduli, intinya dia terkesan mengintimidasi. Lalu tiba-tiba dia berubah 180 derajat, sikapnya sangat berkebalikan dari biasanya. Bahkan dia bisa berubah menjadi sosok yang romantis dan perhatian. Menurut kalian, apa mungkin dia sedang mengalami gejala depresi? Atau mungkin kerasukan?” tanya Rosaline polos.
Angel yang sedang minum, seketika menyemburkan air yang berada di mulutnya setelah mendengar perkataan sahabatnya. Sedangkan Cheryl yang menatap serius Rosaline, demi apapun dia ingin sekali menampar wajah sahabatnya itu.
“Raline, apa otakmu sudah mengalami penyusutan? Kenapa kau berubah menjadi idiot?” ucap Angel dengan wajah tak percayanya.
“Apa kebetulan kepalamu sudah terbentur sesuatu? Apa aku perlu membawamu ke dokter?” ucap Cheryl.
Rosaline merasa bingung dengan jawaban kedua gadis itu. “Memangnya kenapa? Apa ada yang salah denganku?”
“Demi kerang bikini bottom, kau ini bodoh sekali Raline! Aku pikir kau anak yang pintar, tapi hal sepele seperti itu saja tidak tahu. Mana ada pria berubah menjadi baik karena efek depresi atau kerasukan. Kau ini sudah tidak waras ya?!” ucap Angel ngotot.
“Kali ini aku sependapat dengan Angel” ucap Cheryl.
“Lalu menurut kalian apa jawabannya? Aku sudah semalaman membaca berbagai teori psikologi, tapi menurutku jawabannya tidak ada yang tepat...”
“Oh ya ampun, aku ingin sekali mencekokimu dengan obat serangga. Jawabannya sangat simple nona Raline yang terhormat. Pria itu me-nyu-ka-i-mu! Pria itu sangat menyukaimu hingga dia bersedia merubah sikapnya untukmu!” ucap Angel berapi-api.
Sekali lagi Rosaline mendapatkan jawaban yang sama, jawaban yang tidak ingin dia dengar dan akui.
“Ee-eeh apa yang kamu katakan? Ini bukan tentangku. Aku hanya sedang melakukan penelitian saja...” ucap Rosaline mengelak. Dia merasa malu karena ketahuan.
Angel menyenggol lengan Cheryl. “Lihat, si baby Raline ini rupanya sedang malu-malu karena tertangkap basah. Bahkan di jidatnya juga tertulis jelas ‘ADA PRIA YANG MENDEKATIKU’. Masih saja dia pura-pura dan memberi alasan konyol. Sepertinya kita perlu menghajar Raline supaya dia mau mengaku” ucapnya sambil tertawa.
Cheryl juga jadi ikut tertawa mendengar perkataan Angel. Kali ini ucapannya memang benar, Rosaline tidak bisa menghindarinya.
“Jadi, siapa pria itu?” tanya Cheryl to the point.
“Tidak ada, Cher. Aku hanya sedang iseng bertanya” Rosaline masih kukuh tidak mengaku.
“Yah baiklah, terserah kamu saja. Jika kamu sudah siap bercerita, kami berdua akan selalu siap mendengarkan” ucap Cheryl dengan wajah senyum-senyum.
Angel yang memiliki insting sebagai anj*ng pelacak, dia bisa mencium bau-bau sesuatu yang mencurigakan. Sepertinya ciri-ciri yang disebutkan tadi mirip dengan seseorang. “Ral, jangan bilang pria yang kamu maksud adalah temannya mister Evan” Angel menyipitkan matanya menatap Rosaline.
Sungguh Rosaline ingin segera kabur dari hadapan kedua gadis itu. Dugaan Angel yang tepat sasaran membuatnya bingung harus mengelaknya dengan cara apa.
“Kk-kamu ini bicara apa? Ssi-siapa juga yang sedang membicarakan William. Jangan bicara sembarangan...”
Seperti mendapatkan pencerahan, Angel melotot dengan wajah yang antusias. Semuanya terkonfirmasi setelah Rosaline menyebutkan nama teman dari mister Evan.
“Woaah! Jadi benar?!! Oh astaga, kau sudah terperangkap oleh hot daddy William?! Daripada si lajang tua menyebalkan om Jeffrin, ternyata kau lebih memilih pria yang sudah berpengalaman? Wow, seleramu benar-benar luar biasa Raline. Aku bangga padamu yang tidak memandang status seseorang! Saranku, jangan pernah berduaan di kamar dengannya, itu akan sangat beresiko” cerocos Angel.
“Heiishh, si gila ini kambuh lagi” ucap Cheryl sambil melirik Angel.
Cheryl beralih menatap Rosaline. “Apa itu benar, Ral?”
“100% benar! Si bayi ini akhirnya jatuh juga ke perangkap daddy William yang mempesona, hot, dan seksi” ucap Angel selengekan. Dan dia langsung mendapatkan pelototan tajam dari Cheryl.
Jantung Rosaline berdebar kencang. Dia merasa seperti tersangka yang berada di tengah persidangan untuk dihakimi.
“Tentu saja tidak. Kami berdua hanya kebetulan harus berteman karena Adeline yang dekat denganku”
Cheryl melihat sorot mata Rosaline. Terlihat jelas ada keraguan saat dia mengatakannya. “Kamu bukan orang yang pandai menutupi perasaanmu...” ucap Cheryl dalam hati.
“Baik, kalau begitu aku ingin tanya. Diantara ketiga pria ini, mana pria yang seandainya akan kamu pilih untuk dinikahi. Nexon, Jeffrin, atau William?” tanya Cheryl.
Tubuh Rosaline seketika melemas. Pertanyaan Cheryl sungguh tidak terduga. Dia meremas tangannya yang bergetar.
“Tidak ada. Cheryl, aku...aku...” Rosaline berusaha mengatur nafasnya. “Aku tidak akan menikahi pria yang tidak aku cintai. Mereka bertiga hanyalah teman bagiku. Dan untuk saat ini, aku tidak ingin terikat dengan siapapun, karena aku masih belum siap”
Mendadak atmosfir diantara mereka bertiga berubah menjadi canggung.
Angel dan Cheryl bisa melihat ada ketakutan di wajah Rosaline. Jika dipikir-pikir selama mereka berdua mengenalnya, gadis itu sangat tertutup perihal perasaannya dan tidak pernah mau menjalin kedekatan khusus dengan pria. Apa mungkin alasannya karena ada seseorang yang sudah membuatnya menjadi seperti itu? Tetapi kalau di nilai dari jawaban gadis itu, sepertinya dugaan mereka berdua benar.
Cheryl menggengam tangan Rosaline dan tersenyum. “Aku mengerti. Jangan dipikirkan, aku hanya asal bertanya kok”
Angel juga langsung merangkul Rosaline untuk menghiburnya dan mengusir suasana yang tidak menyenangkan. “Hei baby, tidak perlu serius begitu. Lupakan pria yang tua-tua. Aku akan menyiapkan pria brondong yang seksi dan menyegarkan untukmu. Kalau perlu aku akan mengadakan party brondong untuk kita bertiga. Bagaimana, tawaranku menarik kan?”
Mendengar ucapan Angel yang menggelikan, Rosaline tak kuasa menahan tawanya. Sikap gilanya itu selalu berhasil menghibur Rosaline.
“God, tolong cabut nyawa Angel sekarang juga” geram Cheryl.
“Ide yang menarik. Kapan kita akan mengadakannya?” Rosaline membalas candaan Angel.
“Okay! Aku akan segera memilih brondong kualitas terbaik dan yang paling unggul” ucap Angel semangat.
“Baiklah. Jika semua sudah siap, aku yang akan menyewa villanya” canda Rosaline.
Cheryl melongo tak percaya melihat Rosaline yang menanggapi kegilaan Angel. Dia sedikit menyesal karena tadi sempat mengasihani gadis itu. Tetapi tampaknya suasana hati sahabatnya itu sudah kembali membaik berkat Angel.
“Aku ralat ucapanku. God, please seret mereka berdua ke neraka sekarang juga” Cheryl geleng-geleng kepala sambil memijat keningnya.
Dan ketiga gadis itu pun tertawa bersama karena obrolan konyol mereka.