
• Di Orchard Residence •
Rosaline baru saja menyelesaikan mandinya dengan berendam beberapa saat untuk merilekskan tubuhnya. Hari ini jadwal kuliahnya dari pagi hingga sore, jadi dia merasa sedikit lelah. Terlebih dia baru tiba di rumahnya saat langit sudah mulai gelap karena terkena macet di jalan.
Masih dalam keadaan menggunakan handuknya, Rosaline berdiri terdiam sesaat di walk in closet yang terletak di dalam kamarnya dan mengedarkan pandangannya. Tanpa sengaja, dia melihat shopping bag yang terasa familiar di matanya. Setelah melihat isi di dalam shopping bag itu, Rosaline tersenyum cerah dan bergegas menggunakan isi di dalam shopping bag itu.
Rosaline merasa senang bisa menggunakan pakaian yang sekarang ini sedang dia gunakan. Pakaian yang berasal dari shopping bag tadi.
Kemudian dia mengambil foto dirinya sendiri (selfie) menggunakan ponsel miliknya. Dia berpose selfie dengan berdiri di samping tempat tidur, dan menampilkan wajah imutnya. Setelah selesai, dia langsung mengirimkan foto selfienya itu.
.
.
🐤🐤🐤🐤🐤
• Di sisi lain, di waktu yang bersamaan •
Di jalanan yang padat kendaraan, sebuah mobil sedan sedang melaju menuju rumahnya. Di dalam mobil itu, seorang pria sedang sibuk membaca dokumen-dokumennya meskipun dia sudah pulang dari kerja. Ketika dia sedang fokus membaca dokumen yang ada di tangannya, tiba-tiba ponselnya bergetar karena ada notifikasi pesan. Menggunakan tangan kanannya, dia meraih ponsel di sampingnya dan membuka isi pesan tersebut.
Setelah melihat isi pesannya, seketika dokumen yang berada di tangan kiri pria tersebut jatuh ke bawah dan pria itu juga memasang wajah terkejutnya.
Mendengar suara sesuatu terjatuh di belakang, supirnya pun menjadi ikut mengecek keadaan tuannya yang sedang duduk dibelakang. Apalagi supir itu juga melihat ekspresi wajah tuannya yang tidak biasa dari kaca spion belakang.
“Tuan, apa ada sesuatu yang salah? Apa saya perlu menghentikan mobilnya?” ucap supir itu.
Pria itu tidak berkata apapun. Hanya memberikan isyarat kepada supirnya untuk melanjutkan saja perjalanan ke rumah dan tak perlu menghentikan mobil. Supir itu merasa penasaran dengan apa yang baru saja terjadi dengan tuannya.
Gadis ini sebenarnya kenapa? Apa yang dipikirkannya? – ucap pria itu dalam hati. Wajahnya pun juga mulai menghangat dan memerah.
Saat mobil itu sudah sampai di tujuannya, pria itu dengan cepat keluar dari mobil dan segera masuk ke dalam rumah. Baru beberapa langkah masuk ke dalam rumah, dia di blokir oleh seorang gadis kecil. Gadis kecil itu merentangkan tangan kanannya ke depan untuk menghentikan langkah pria itu. Setelah berhasil menghentikannya, gadis kecil itu menatap pria itu dan berkata, “Pesan dari tante”
Pria itu hanya bisa menghela nafas panjang melihat tingkah gadis kecil itu. “Ya, tantemu memang mengirimkan pesan”
Kemudian pria itu menyerahkan ponselnya kepada si gadis kecil. Setelah menyerahkannya, pria itu tiba-tiba teringat lagi kejadian di mobil beberapa saat yang lalu. Dan seketika membuat wajah pria itu kembali menghangat dan memerah. Dia pun meninggalkan gadis kecil itu untuk pergi ke kamarnya.
Gadis kecil itu pun langsung berlari ke arah ruang keluarga untuk duduk manis dan segera membuka pesan dari tantenya, Rosaline.
[ Adeline, bagaimana kabarmu? Aku sudah merindukanmu. Aku harap keadaanmu baik-baik saja dan sekolahmu juga menyenangkan. Jangan lupa untuk selalu makan sayuran ya. Ngomong-ngomong, apakah aku sudah terlihat imut sepertimu saat menggunakan ini? Aku harap kamu menyukainya ]
[ Foto selfie Rosaline menggunakan piyama tidur onesie beruang ]
Adeline sangat senang melihat pesan dari Rosaline. Terlebih saat ini Rosaline sedang menggunakan piyama yang dibelikan olehnya.
Dengan senyum semangat, Adeline pun membalas pesan dari Rosaline dan langsung mengirimkannya.
Adeline juga membaca pesan sebelumnya yang ternyata juga sudah dibalas oleh Rosaline beberapa hari yang lalu. Dia merasa senang karena Rosaline begitu perhatian kepadanya.
Bisa mendapatkan perhatian dari tante Ralinenya, membuat hati Adeline berbunga-bunga. Diatas kepalanya terasa muncul pelangi yang mewarnai hidupnya.
Setelah selesai, Adeline langsung naik keatas menuju kamar ayahnya dengan wajah gembiranya.
🐤🐤🐤🐤🐤
• Di dalam kamar William •
William sedang berada di bawah guyuran shower untuk mendinginkan dirinya yang sejak tadi entah kenapa terasa hangat. William berpikir kalau rasa hangat itu mungkin karena dia akan terserang demam.
Kejadian saat di mobil tadi begitu membekas di pikirannya dan benar-benar mengacaukan pikirannya. William berusaha keras untuk menghapus pikirannya yang mengingat foto gadis yang dilihatnya tadi. Entah kenapa jantungnya selalu saja berdetak cepat setiap kali memikirkannya.
Saat William baru saja keluar dari kamar mandi, seseorang mengetuk pintu kamarnya. William menyahutnya dari dalam kamar. “Siapa?”
Karena tidak ada balasan dari luar pintu, maka sudah dapat dipastikan hanya ada satu orang, Adeline.
William berjalan menuju pintu kamarnya dan membuka pintu itu. Dilihatnya Adeline tersenyum cerah bersinar sambil menggenggam ponsel miliknya.
“Sudah selesai?”
Adeline hanya menganggukkan kepalanya dengan ekspresi gembiranya. Kemudian dia merentangkan kedua tangannya agar ayahnya mau menggendongnya. Meskipun tubuh William masih sedikit basah, mengingat dia saat ini hanya menggunakan handuk yang menutupi bagian bawahnya saja, William tidak menolak permintaan Adeline dan tetap menggendongnya.
“Your welcome” William mencium balik pipi Adeline.
William kemudian menurunkan Adeline dan mengatakan, “Tunggu ayah dibawah, kita makan bersama”.
Adeline menganggukkan kepala dan langsung menuju ke bawah.
Malam ini William kembali merasakan sesuatu yang aneh yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya. Hal ini sama seperti kejadian beberapa hari yang lalu, tetapi hari ini perasaannya jauh lebih aneh dari yang sebelumnya. Dia kembali merenungkan, sebenarnya perasaan apa yang saat ini sedang dia rasakan.
🐤🐤🐤🐤🐤
• Kembali lagi ke Orchard Residence •
.
.
Setelah selesai mengirim foto ke Adeline, Rosaline kembali melanjutkan berfoto ria menggunakan ponselnya. Dia merasa senang bisa menggunakan piyama tidur yang digunakannya sekarang. Karena Rosaline sama sekali tak punya model piyama seperti itu sebelumnya. Jika dia ketahuan memakai piyama seperti itu, mungkin kakaknya akan mengejeknya habis-habisan. Tetapi karena permintaan dari Adeline, dia pun dengan senang hati bersedia untuk menggunakan piyama tidur yang kembar dengan gadis kecil itu.
Di waktu yang bersamaan saat Rosaline sedang berfoto ria, Rayen dan tuan Anthoni sudah pulang ke rumah. Mereka menanyakan keberadaan Rosaline kepada pelayan rumahnya, dan ternyata Rosaline sedang berada di kamarnya. Tuan Anthoni memilih untuk duduk istirahat sejenak di ruang keluarga, dan Rayen memilih naik keatas untuk mengecek keadaan adiknya.
Saat Rosaline sedang asik berfoto ria, Rosaline tidak sadar kalau sedang ada orang yang mengetuk pintunya. Dia terlalu larut dalam kesenangannya berfoto. Terlebih lagi volume TV di kamarnya juga lumayan keras.
Merasa tidak ada jawaban karena sudah diketuk berkali-kali, Rayen pun langsung membuka pintu kamar Rosaline.
“Ros, kamu sedang ap---” ucapan Rayen terhenti saat melihat apa yang sedang dilakukan adiknya.
Saat pintu kamar terbuka dan muncul Rayen dari balik pintu itu, posisi Rosaline sedang berdiri dengan tangan kiri yang bergaya mencakar, mulutnya terbuka lebar, dan tangan kanan memegang ponsel. Sebut saja dia sedang berpose ala seekor beruang yang akan menyerang mangsanya. Dan jangan lupakan, saat ini Rosaline memang sedang memakai piyama tidur onesie beruang berwarna coklat tua.
Merasa ada kehadiran orang lain di kamarnya, Rosaline pun menoleh perlahan ke arah pintu yang berada di sisi kanannya. Dilihatnya sang kakak sedang berdiri di depan pintu dengan muka terkejutnya. Sudah bisa dipastikan, kakaknya ini akan segera mengeluarkan kata-kata yang tidak masuk akal setelah melihat penampilannya saat ini.
Mereka berdua saling tatap beberapa saat.
Beberapa detik kemudian.
“AYAAAAAHH RUMAH KITA SUDAH DISERANG BERUANG!!!”
teriak Rayen sambil berjalan ke bawah menghampiri ayahnya. Kemudian suara tawanya pun menggelegar terdengar sampai ke dalam kamar Rosaline.
Rosaline yang mendengar ucapan kakaknya pun merasa geram, mengepalkan tangan kirinya, meremas ponsel di tangan kanannya. Kemudian dia berteriak.............
“DASAAAR KAKAK TIDAAK WAARAAASS!!!”
Sekali lagi, rumah tuan Anthoni Heinanverero diguncang oleh teriakan kedua anaknya.
Begitulah adu teriak dari Rayen dan Rosaline. Para pelayan di rumah itu pun juga tidak kaget mendengar pertengkaran kakak beradik itu. Karena memang cara mereka berdua saling menyayangi adalah dengan bertengkar seperti itu.
🐤🐤🐤🐤🐤
• Larut malam, di kamar William •
William menatap kosong ke depan meskipun saat ini TV sedang menyala di depannya. Pikirannya masih tidak karuan memikirkan kejadian tadi. Kemudian dia teringat ponselnya yang tadi dipinjam oleh Adeline. Dia ingin tahu apa yang Adeline lakukan terhadap ponselnya. Karena setelah ponselnya tadi dikembalikan Adeline, William sama sekali belum menyentuh ponselnya lagi.
Diraihnya ponsel yang terletak disampingnya. Ternyata ada notifikasi pesan baru lagi dari Rosaline. Baru melihat notifikasi saja sudah membuat jantung William mulai berdetak cepat.
Lalu dibukalah pesan tersebut.
Adeline membalas pesan dari Rosaline. Dan isi pesan balasan tersebut adalah:
[ I miss you too. Sangat suka. I love you ]
Dan ternyata Rosaline membalas lagi pesan dari Adeline. Isi pesan tersebut adalah:
[ I love you too ]
Seketika matanya membelalak dan jantungnya semakin berdetak cepat. Tidak hanya melihat foto selfie dari Rosaline, tetapi dia juga harus menghadapi kenyataan melihat isi pesan yang dikirimkan Rosaline ke ponselnya. Lagi dan lagi, wajah William terasa hangat dan semakin memerah.
William mengambil nafas dalam-dalam, kemudian menghembuskannya perlahan. “Tenangkan dirimu, William. Bukan kamu yang sedang berkirim pesan dengan Raline” gumamnya.