ME vs OM OM

ME vs OM OM
Rahasia Dibalik Alasannya



ELJE


ELJE adalah salah satu majalah fashion yang populer dan terkenal di negaranya. Sejak awal didirikan hingga sekarang, popularitas ELJE sangat stabil dan justru semakin banyak yang memberi apresiasi positif. Karena ELJE selalu berinovasi mengikuti perkembangan jaman. ELJE didirikan oleh dua orang mantan Top International Model, Sandra Jean dan Ellena Rein.


***


SJ Management


SJ Management adalah salah satu modeling agensi papan atas yang menyalurkan model-model profesional untuk berbagai keperluan yang dibutuhkan klien, iklan, photoshoot, hingga fashion show. Agensi ini berada dibawah pengawasan Ellena Rein. SJ adalah singkatan dari Sandra Jean dan didirikan olehnya sendiri. SJ Management juga mempunyai cabang yang berada di London, yang langsung diawasi oleh Sandra Jean. Pengalaman dan terkenalnya Sandra Jean selama bertahun-tahun di dunia modeling memberikan nilai tambah bagi agensi ini.


***


SJ Management berkolaborasi dengan ELJE dalam berbagai kesempatan, termasuk menyalurkan model yang akan digunakan. Karena ELJE termasuk salah satu bisnisnya, Sandra pun memutuskan untuk menyatukan gedung kantor keduanya di satu tempat untuk memudahkan Ellena mengawasi bisnis miliknya. Gedung seluas empat lantai, dimana lantai satu dan dua akan digunakan untuk ELJE, dan sisanya digunakan SJ Management.


🐤🐤🐤


Rosaline berhenti di depan sebuah gedung yang terdiri dari empat lantai. Gedung itu bergaya modern dengan desain yang unik dan fresh. Di depan gedung terdapat plang nama yang bertuliskan 'ELJE and SJ Management'


Gadis itu melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam gedung. Dia sudah membuat janji sebelumnya untuk bertemu Ellena Rein. Dia berhenti di bagian meja resepsionis.


“Selamat siang nona, ada yang bisa saya bantu?” ucap resepsionis ramah.


“Saya Raline. Saya ingin bertemu nyonya Ellena Rein dan sudah membuat janji sebelumnya” jawab Rosaline ramah.


Kemudian resepsionis itu mengkonfirmasi terlebih dahulu, lalu mempersilahkan Rosaline untuk ke ruangan Ellena.


🐤🐤🐤


“Rosaline! Finally, I can meet you. Senang sekali bisa bertemu denganmu secara langsung” ucap Ellena sambil memeluk erat Rosaline.


“Me too. I’m also very happy to meet auntie Ellena” Rosaline membalas hangat pelukan Ellena.


Tak lama Ellena melepas pelukan mereka.


“How are you, dear? You’re good, right?” tanya Ellena dengan tersenyum.


“Yeah, I’m fine” Rosaline tersenyum.


“Akhirnya kita bisa bertemu secara langsung setelah sekian lama. Biasanya kita hanya akan mengobrol sesaat lewat videocall. Dan ternyata kamu jauh lebih cantik saat dilihat secara langsung seperti ini”


“Tante Ellena juga tidak kalah cantik dariku...”


Sebelum ini Ellena dan Rosaline sempat beberapa kali mengobrol lewat videocall. Karena Sandra dan Ellena selalu melakukan pembicaraan bisnis mereka melalui videocall, dan setelah masalah bisnis selesai, mereka akan lanjut mengobrol biasa yang terkadang diikuti oleh Rosaline. Ellena merasa senang bisa kenal dengan Rosaline, karena menurutnya, Rosaline adalah anak yang sangat berbakat di dunia modeling sama seperti tantenya. Padahal saat itu usia Rosaline masih terbilang muda.


“Aku sudah melihat beberapa hasil pemotretanmu di majalah, fotomu saat menjadi model produk, saat menjadi model catwalk, dan foto-fotomu yang lain. Dan kamu sungguh mengagumkan di usiamu yang masih muda saat itu. Akhirnya hari dimana aku bisa bekerja sama denganmu datang juga Ros...” ucap Ellena senang.


Rosaline tersipu malu dipuji berlebihan oleh Ellena, orang yang telah lama menjadi rekan bisnis sekaligus sahabat tantenya. “Tante Ellena ini terlalu berlebihan memujiku. Aku tidak sebaik itu, aku hanya sedang beruntung saja. Aku juga tidak menyangka kalau akhirnya akan mengikuti jejak tante Sandra”


Anak ini, selalu saja suka merendah. Dia bahkan tidak sadar dengan talenta luar biasa yang dia miliki. Sayang sekali kan kalau talentanya itu hanya disembunyikan di dalam rumah – batin Ellena.


“Ros, kamu ini selalu saja merendah. Baiklah, sekarang mari kita membahas tujuan kita” ucap Ellena sambil mengedipkan mata.


Kemudian dia mempersilahkan Rosaline untuk duduk di sofa.


“Sandra mungkin sudah sedikit memberitahumu mengenai konsepnya. Kamu juga akan bekerja sama dengan orang yang sudah sangat berpengalaman. Dan karena itulah tante sangat ingin kamu yang menjadi modelnya untuk kesempatan kali ini. Karena tante rasa kalian berdua adalah perpaduan yang sangat cocok”


“Ya, aku mengerti tante. Aku harap semuanya bisa berjalan dengan lancar” ucap Rosaline tersenyum ramah.


🐤🐤🐤


“Jadi kamu sudah memutuskan untuk kembali bergabung di agensi tante Sandra yang disini?” tanya Ellena.


“Ya, aku sudah memutuskannya. Aku hanya akan mengambil job yang sesuai dengan jadwal kosongku, karena aku tidak mau mengganggu jadwal kuliah. Aku merasa bosan jika hanya berdiam saja di rumah. Aku sudah vacum selama dua tahun. Jadi sepertinya sekarang saatnya untuk kembali lagi” jawab Rosaline.


“Kalau begitu tante akan berikan manager dari agensi, agar dia bisa mengurusnya ketika kamu mendapatkan jadwal. Untuk lebih lanjutnya, tante mungkin akan mengabari melalui managermu. Tante sudah memilih managernya, namanya Lisa. Aku rasa kamu akan cocok dengannya”


“Baiklah tante. Terima kasih sudah mengurus semuanya untukku” ucap Rosaline. Kemudian dia kembali teringat untuk mengingatkan lagi pada tante Ellena. “Dan tante ingat bukan, aku disini juga akan tetap menggunakan identitas sebagai Raline, sama seperti saat aku menjadi model di London”


Anak ini, masih saja tetap hobi menyamar – batin Ellena.


Ellena memijat keningnya. Dia tidak paham kenapa Rosaline masih saja menyamar saat sudah kembali kesini.


“Tante, kumohon. Tante tahu kan alasan kenapa aku pertama kali menggunakan nama Raline ini. Karena saat itu aku tidak mau dianggap selalu mengandalkan koneksi tante Sandra. Aku memang berawal dari hanya sekedar membantunya, tetapi itu hanya beberapa kali saja. Tante Sandra sudah memberiku kesempatan, dan aku memutuskan untuk mengambilnya. Aku benar-benar berusaha keras untuk membangun diriku menjadi lebih baik, karena aku sadar bahwa perlahan aku mulai nyaman dengan pekerjaanku ini. Untung saja saat itu ayah dan kak Rayen menyetujui keputusanku”


Rosaline berhenti sejenak, menghela nafas, kemudian kembali melanjutkan.


“Dulu aku pernah cerita kan ke tante Ellena. Model lain selalu mengira aku di anak emaskan oleh pihak management, tapi itu semua salah. Aku mendapatkan job karena memang klien itu yang menginginkanku, bukan karena tante Sandra atau management yang merekomendasikan secara khusus. Lalu suatu ketika, aku mendengar pembicaraan beberapa model agensi. Mereka menduga aku adalah kerabat tante Sandra, sehingga aku bisa mendapatkan banyak job. Dan mereka berencana untuk mendekati dan berteman denganku supaya mereka bisa memanfaatkanku demi keuntungan mereka. Aku benar-benar merasa takut jika nanti aku tidak akan pernah bisa mendapatkan teman yang tulus denganku. Aku juga takut jika nanti tidak akan pernah ada orang yang bisa menerimaku dengan apa adanya. Dari situlah aku makin melarang keras tante Sandra untuk mengungkap identitasku” Rosaline sedikit merasa sesak ketika harus mengingat masa lalunya kala itu.


“Terlebih setelah kembali ke negara ini, aku tidak mau dikira mengandalkan koneksi ayahku dan juga tanteku. Aku sangat berterima kasih pada tante Ellena karena sudah memberiku kesempatan. Aku sangat menghargai kesempatan ini, dan akan kujadikan kesempatan ini untuk memulai semuanya dari awal lagi. Aku janji akan melakukan yang terbaik dan tidak akan mengecewakan tante. Dan aku harap tante juga tidak memperlakukanku dengan spesial. Perlakukan aku sama seperti yang lainnya” Rosaline manatap Ellena dengan tatapan yang meyakinkan.


My dear Ros, aku harap kamu akan selalu baik-baik saja disini. Aku akan menjagamu sebaik mungkin dan tidak akan mengecewakan Sandra yang sudah mempercayakanmu padaku – batin Ellena.


“Tante mengerti. Tante berjanji akan merahasiakan identitasmu. Dan perlu kamu tahu, tante disini memang menginginkanmu karena kamu memang sangat cocok dan sudah sangat berpengalaman sebelumnya. Jadi bukan semata-mata karena kamu adalah keponakan Sandra ataupun kenalan tante. Tetapi karena tante Ellena dan tante Sandra percaya dengan bakatmu” Ellena menggenggam tangan Rosaline yang duduk disampingnya, lalu mengelus tangannya.


Rosaline terharu mendengarkan ucapan dari tante Ellena. Entah kenapa mendengar perkataan tante Ellena membuat Rosaline merasa lega. Dia lega karena hasil kerja kerasnya bisa dihargai oleh orang lain.


“Thank you so much, tante Ellena” jawab Rosaline tersenyum haru.


“Your welcome, dear” jawab Ellena.


Kemudian Ellena pun melepaskan genggamannya.


“Oh ya, ngomong-ngomong kalau tidak salah ingat, waktu itu kamu berencana untuk melanjutkan kuliah di Manchester kan? Kamu sangat bersikeras untuk bisa kuliah disana. Selain itu, kamu juga sama sekali tak pernah kembali ke negara ini. Lantas kenapa sekarang kamu justru memutuskan kembali kesini? Aku bahkan sempat berpikir alasanmu tidak pernah kembali kesini karena kamu sepertinya tidak rela jika harus meninggalkan kariermu disana sebagai model” tanya Ellena.


Rosaline terdiam sejenak. Dia mencoba memikirkan jawaban yang tepat. Dia juga tahu kalau suatu saat pasti akan ada yang menanyakan pertanyaan ini suatu hari nanti.


Rosaline tersenyum menatap Ellena. “Sebenarnya aku tidak masalah jika harus meninggalkan karierku disana. Karena aku yakin jika ada kesempatan, pasti aku bisa melakukannya dimana pun aku tinggal. Aku tidak pernah pulang karena ayah dan kak Rayen yang selalu menyusulku kesana. Meskipun mereka ingin aku sesekali pulang, tapi merekalah yang akhirnya tidak tega jika aku harus menempuh penerbangan lama sendirian. Lagi pula kami selalu melakukan videocall, jadi lumayan untuk melepas rindu” Rosaline terkekeh mengingat sikap ayah dan kakaknya.


“Lalu, aku tidak jadi melanjutkan kuliah di Manchester karena....” Rosaline terhenti sejenak, menghela nafas panjangnya, dan melanjutkan kalimatnya yang tertunda. “.....karena mungkin memang sudah saatnya aku pulang. Aku sudah lama tinggal di London. Maka dari itu, aku memutuskan untuk pulang dan melanjutkan studiku disini saja. Supaya aku tidak lagi hidup terpisah dari ayah dan kak Rayen” jawab Rosaline tersenyum getir, menahan hatinya yang terasa sakit. Ucapannya memang tidak sepenuhnya bohong, hanya saja bukan itu alasan terbesarnya.


Karena sebenarnya aku sudah tidak ada alasan lagi untuk tetap tinggal disana – batin Rosaline.


Ellena hanya mengangguk saja tanda mengerti. Lalu mereka kembali mengobrol tentang hal-hal yang lain.


Setelah urusan mereka benar-benar selesai, Rosaline pun langsung pamit pulang.


🐤🐤🐤


Ketika Rosaline akan keluar dari gedung kantor 'ELJE and SJ Management', tidak sengaja ada orang yang melihatnya keluar dari tempat itu. Orang itu merasa terheran dengan apa yang dilakukan Rosaline di tempat itu.


“Bukankah itu Raline? Untuk apa dia disini?” ucapnya terheran.