
***Part terakhir. . .
Part 17 ++++
Mohon untuk tidak menirunya, dosa di tanggung sendiri. Dan author hanya menulis***.
Orang orang berlalu lalang di kediaman arra, menyiapkan pesta yang begitu megah dengan hiasan bunga mawar putih berjajar yang menyambut para tamu yang datang, terlebih karangan bunga yang tak terhitung pun menambah megah suasana, entah berapa ribu tamu yang hadir dari berbagai negara.
"Kau yakin dengan keputusan mu?"
Arra mengangguk dengan tersenyum membalas ucapan ayahnya itu, setelah sebulan memikirkan keputusan yang tepat setelah membaca surat peninggalan jin, ia akhirnya mau menikah dengan jimin kembali.
"Aku menikah bukan semata mata menuruti wasiat dari jin, tapi karna aku kasian dengan anak ku yang nanti tak mendapatkan kasih sayang dari seorang ayah, seperti yang di katakan jin" ucap arra
"Baiklah. Semoga kau bahagia sayang" ucap tuan kim
Arra tersenyum kembali , ia kini menatap pantulan wajahnya di cermin ia berharap dan berdoa "jika pernikahannya ini , adalah yang terakhir kalinya dan semoga jimin adalah jodoh terakhirnya"
Ya karna jika harus main main, arra sudah merasa lelah setelah melewati berbagai pilu yang menyakitkan selama rumah tangga terlebih kini ia sudah mempunyai dua anak.
"Kau sangat cantik sayang" ucapan itu keluar dari bibir sang ibu.
"Terimakasih eomma" ucap arra
Sungguh arra merasa beruntung mempunyai orang tua seperti mereka, yang peduli dengan kebahagiaanya ya setelah seminggu lalu arra memberi tahu kalau ia akan menikah, orang tuanya langsung terbang kekorea kembali dan syukurnya proyek yang di kerjakan sang ayah sudah selesai.
"Dimana bayi mu?" ucap nyonya aru
"Ajhuma in-gil sedang mengganti pakaiannya, " ucap arra
"Ouh. Baiklah kami berdua pergi dulu untuk melihatnya , nanti jimin kemari akan menuntun mu" ucap tuan kim
"Eoh. Nee" angguk arra
__________
Disisi lain jimin yang baru saja tiba bersama jihyun langsung mendapati tatapan dan ucapan selamat dari para tamu, dan setelah itu jimin langsung keruangan arra karna sebentar lagi acara akan di mulai.
Sesampainya diruangan jimin terkejut dengan penampilan arra yang begitu mempesona, tampilannya sungguh sangat cantik bagaikan wanita belum pernah melahirkan.
"Wae?" tanya arra dan itu membuat jimin tersadar
"You're so beauty" ucap jimin seketika
Arra tersenyum, penuh malu. Baru kali ia mendapat pujian dari Jimin yang sungguh penuh Arti
"Kau sudah siap?" tanya jimin kembali
Lalu arra pun mengangguk, jimin pun mengulurkan tangannya, mempersilahkan arra untuk berdiri. Lalu mereka pun berjalan.
******
Sampai di depan acara, jimin menekuk tanganngan agar membentuk siku siku supaya arra merangkulnya, arra pun yang mengerti itu langsung mengaitkan tangannya, dan setelah itu mereka pun berjalan menuju sang pendeta untuk pemberkatan.
Sorak ramai, memenuhi ruangan, termasuk suara melengking dari J-hope yang berteriak keras . sampai suga pun yang tak kuasa langsung berpindah tempat, sedangkan jungkook hanya tertawa melihat hyungnya.
Berbeda dengan namjoon dan taehyung mereka sibuk dengan pasangannya masing masing. Terlebih taehyung sangat protektif menjaga irene yang tengah hamil 6 bulan. Juga namjoon yang menjaga hyemi yang tengah hamil dua bulan.
15 menit usai pengucapan janji suci, yang artinya arra dan jikin kembali memnjadi sami istri, dan kini arra dan jimin menyapa para tamu.
"Tak ada yang tau, jika tuhan Sudah menakdirkan pasti terjadi. Selamat jimin-ah" ucap jhope kala ia sampai di depan pengantin
"Nee. Hyung. Gomawo" ucap jimin tersenyum
"Ingat pesanku ini hyung, jangan kau menyia nyiakannya lagi, jangan kau menyakitinya, cintai dia seperti kau mencintai diri mu sendiri" ucap jungkook
"Nee. Aku akan menjaga dan mencintai dia sepenuh hatiku" ucap jimin
"Selamat jimin-ah, arra-ah" ucap suga
"Nee hyung, gomawo" ucap jimin
"Jungkook-ah kapan kau menikah" ucap jimin bergurau
Jungkook tersenyum.
"Aku belum memikirkan itu hyung, lagipun belum ada yang cocok untuk ku" ucap jungkook
"Aish. Kau bisa saja, banyak yang mau dengan mu kookie-ah. Secara diri mu kan playboy sedunia" ucap jhope
"Aish. Hyung bagaimana aku di sebeut playboy sedunia sedangkan diriku sendiri belum pernah berpacaran" tangkas jungkook
"Lagi pun jika aku sudah memiliki kekasih. Aku belum mau menikah sebelum hobi hyung, dan suga hyung menikah" ucap jungkook lagi
"Apa apaan kau jungkook-ah. Kenapa kau menyangkut pautkan dengan hyung mu?jika kau mau menikah menikah saja " ucap suga
Jungkook tersenyum
"Aish. Hyung aku hanya bercanda...... Tapi serius jugaaa, hahaha"
"Baiklah.. Aku tak mau melewatkan pestanya, untuk kalian semoga kalian menjadi keluarga yang sehidup semati." jika kalian saling mencintai jangan pernah saling meninggalkan, dan jangan buat kesalahan kedua" ucap suga
"Neee. Hyung. Terimakasih atas masukannya" ucap jimin
Suga tersesenyum
"Ayo silahkan menikmati pestanya" ucap Arra.
Lalu ketiga orang itu pun langsung pergi dari hadapan jimin dan arra.
"Jimiiiinn-ah." teriak seseorang mendekat
"Eh. Tae" ucap jimin melirik sumber suara itu
"Selamat Kawan , atas pernikahan mu yang kedua kalinya" ucap taehyung sambil mengangkat dua jarinya
"Gomawo, tae-ah" ucap jimin
"Selamat arra-ah" ucap irene
"Nee. Chamshamnida" balas arra
" aku tak menyangka, kau ternyata pandai membuat anak" gurau jimin sambil tertawa
"Husst... Kau tak tau, aku hanya bersikap lugu di depan kamera tapi aslinya uuuuhhh" ucap irene sambil berbisik
"Chagiah. Jangan sampai kau berbicara tentang hubungan intim kita, karna mereka pasti akan melakukannya" ucap taehyung
"Arra-ah kau harus bersiap, karna jimin sudah lama menanti mu" ucap taehyung kembali dengan tawa merayu
Dan sungguh arra di buat tersipu dengan ucapan taehyung,
"Aish.. Sudah sudah. Itu urusan ku jangan kau campuri" ucap jimin
"Ah. Baiklah..aku akan bergabung dengan suga hyung dan lainnya . Sekali lagi selamat jimin-ah, arra-ah" ucap taehyung
"Nee gomawo" ucap jimin dan arra bersamaan
Dan setelah taehyung oergi kini giliran mantan leader grup nya dulu.
"Ah. Hyung . dari mana kau ?" tanya jimin duluan
"Ah. Mianhae, tadi hyemi minta dianatar kamar mandi, dan aku takut terjdi apa apa ,lalu aku temani dia" ucap namjoon dan hyemi tersenyum
"Oh..begitu, kau sangan over protektif" jimin mengangguk
"Tentu, karna hyemi sedang mengandung anak pertama ku, aku harus menjaganya dengan baik bukan" ucap namjoon
Seketika jimin teringan masalalunya, dimana ia menelantarkan arra sampai ia kehilangan calon bayinya hanya karna wanita sialan bernama seulgi.
"Oh. Iya. Selamat jimin-ah. Kau menadi pengantin lagi dengan wanita yang sama" ucap namjoon
"Nee. Gomawo hyung" ucap jimin
"Selamat arra-ah. Semoga jimin menjadi yang terakhir untuk mu, dan semoga ini keputisan yang terbaik " ucap hyemi
"Nee gomawo" ucap arra tersenyum
"Baiklah. Aku mau bergabung dengan yang lain. Sekali lagi selamat jimin-ah. Jangan lakukan kesalahan yang sama karna kesempatan jarang di temui" ucap namjoon
"Nee hyung. Gomawo" balas jimin.
Lalu namjoon dan hyemi pun pergi dari hadapan jimin dan arra, dan setelah itu jimin dan arra menyapa tamu yang lainnya.
____________
Ucapan itu seketika keluar dari bibir j-hope dan membuat yang lainnya tersentak.
"Ya. Kau benar hyung, biasanya jika ada pesta ia paling ceria, dengan candaan yang tak masuk di akal" ucap taehyung menelak sambil memegang gelas
"Sampai sekaranga aku tqk menyangka, jika jin hyung sudah tiada" ucap jungkook
"Ya.. Siapa yang tau, nyawa bisa kapan saja hilang" ucap jhope
"Yaa.. Bisa saja besok kau" ucap suga seketika setelah menyesap minumannya
"Yakkkk... Kenapa kau tega sekali mengatakan itu padaku, Aku belum menikah. Kau tak boleh begitu " ucap jhope gusar
"Hey hyung. Menikah atau pun tidak mati ya tetap mati, umur dan takdir itu di tangan tuhan " ucap jungkook
"Nah. Kau betul" ucap suga menyetujui ucapan jungkook
"Ya. Aku tau tapi aku tak mau jika harus mati besok" ucap jhope
"Eh. Jika sudah waktunya kau tak bisa mengelak,bukan" ucap suga
"Haish. Sterah kau saja hyung" ucap jhope menyerah
"Hey...." ucap namjoon menghampiri sahabat sahabatnya itu
"Neee" balas semua
"Hyung kenapa dengan matamu, ? Kenapa berair" tanya jungkook
"Ah. Ani.." ucap namjoon tersenyum sambil menyeka air matanya
"Kenapa hyemi-ah " tanya suga pada istri namjoon yang berada di sisinya
"Ah. Ani.. Dia hanya teringan jin hyung" ucap hyemi
"Ku rasa kita sama" ucap J-hope termenung Begitu pun dengan yang lainnya
"Sudah jangan di bahas lagi, jin hyung sudah tenang dan dia bahagia di surga, tak ada yang bisa mengelak dengan takdir, jika tuhan berkehendak maka terjadilah" ucap suga
____________
Malam tiba . pesta pun usai di laksanakan, kini jimin dan arra berada di ruangan yang sama namun keduanya cukup canggung dalam hal apa pun.
Ya . walau pun jimin dan arra pernah satu rumah tapi semua terjeda saat arra dengan mendiang jin suaminya. Dan kini ia bingung harus bagaimana, tak ada ucapan atau perlakuan apapun .
Namun arra, Usai mandi dengan air hangat kini ia mengambil piyama untuk di kenakan. Setelah itu ia ingin menghampiri buah hatinya yang seharian penuh di urus orang tuanya dan ajhuma in-gil yang kini tengah berada dikamar nya. Ya arra sudah menempatakan anak anaknya di kamarnya yng hanya berjarak lima langkah dari kamarnya. Sengaja iq lakukan karna takut nantinya ia tak terbiasa.
"Baby.." ucap arra kala tiba dikamar anaknya. Dilihat jinra dan jira masih membuka kelopak matanya dan tengah bermain dengan halmoeni nya.
Arra pun menggendong baby boy nya, sambil tersenyum ia mencium anaknya
"Mianhae handsome, seharian mama jauh dari kamu"
"Kamu pasti kangen mama kan? Iya kan" ucap arra mengajak bicara anaknya yang baru merumur enam bulan itu, dan hanya di balas senyuman oleh sang anak
Dan seketika tiba tiba baby girl jira menangis. Seperti minta di gendong juga seketika ia Memberikan jinra pada sang ibu
"Uuuh sayang. Baby girl nya mama. cemburu dengan kakak mu?" ucap arra yang kini menggendong jira
"Kamu kangen juga sama. Mama huh? Mianhae , mama terlalu sibuk hari ini" ucap arra
"Permisi nyonya, baby-nya belum minum susu " ucap ajhuma in-gil sambil membawa botol susu
"Ah. Nee, berikan" ucap arra
Lalu ajhuma in-gil pun memberikan botol susu itu pada majikannya, Dan arra pun memeberikan pada anaknya
"Dimana jimin?" tanya nyonya aru sambil memberikan susu botol pada jinra
"Mungkin dia sedang mandi" ucap arra
"Oh. Begitu" ucap nyinya arru
Arra mengangguk. Lalu tak lama jimin pun datang dengan senyum. Ia menghampiri anaknya.
"Yah. Sudah tidur" ucap jimin kala ia di hadapan kedua anak
"Baru saja" ucap nyonya arru
"Ku rasa aku kurang beruntung" ucap jimin tersenyum
Arra dan nyonya arru tersenyum
"Arra-ah. Sebaiknya kau beristirahat sanah, bukannya kau lelah seharian? Biarkan jira dan jinra disini. Jimin kau juga" ucap nyonya arru
"Ah. Baiklah" ucap arra lalu ia memberikan jira pada ajhum in-gil
"Sudah sanah" ucap ajhuma arru.
Arra mengangguk lalu ia berjalan meninggalkan ruangan itu bersama jimin.
Dan tiba di kamarnyaa kembali arra merasa canggung kini hanya ada dia dan jimin di ruangan.
Ia memutuskan untuk berbaring terlebih dahulu, sedangankan jimin jimin duduk di sofa dan hanya terdiam.
Arra memncoba memejamkan matanya, berharap ia bisa tidur setelah melewati hari yang lelah namun seketika ia terbangun kembali setelah mendapati pelukan dari belakang tubuhnya. Dan sudah pasti tentunya jimin.
Nafas jimin begitu berat, membuat arra tidak nyaman, terlebih ketik jimin menjilati lehernya. Arra tak bisa menolaknya karna kini ia telah menjadi istri jimin tak mungkin jika ia memarahinya bukan!?
Seketika jimin membalik tubuh arra , dan keduanya saling bertatap.
"Apa kau mau berhubungan dengan ku?" tanya jimin
Dan seketika arra mengangguk, lalu tanpa basa basi jimin perlagan mengecup arra, sambil menggerayani Tubuhnya. Dan arra hanya bisa pasrah ketika jimin memainkan tubuhnya , rasa yang hebat baru ia rasakan kembali dan mau tak ia harus mendesah ketika jimin melucuti bajunya lalu menyesap punt*ng milik arra.
"Ahhhh... Sstthh...jimin-ah"
Mendengar deaahan itu membuat jimin lebih bergairah, terlebih arra menyebut namanya, ia pun langsung membuka Cd milik arra.
Dimainkan ms. V arra dengan jarinya. Membuat arra kewalahan menahan rasa nikmat. Sampai cairan bening pun keluar. Jimin pun langsung mencium, menjilat dan memasukinya dengan tangan pada ms. V yang tengah basa itu
"Aahh.. Sssttt. Aaah. Jimin"
Ketika ms.V arra semakin basah jimin menghentikan aksinya. Ia memilih mencium bibir arra dan memainkan p*yu d*ranya. Dan itu membuat arra gusar seakan minta di lebihkan dengan spontan ia berkata
"Ayo jimin-ah. Aku tak tahan ssttt" ucap arra
Dan dengan sigap pun jimin langsung membukan CD miliknya sendiri dan memasukannya ke dalam Ms.V sang istri. Ia memaju mundurkan gerakan agar arra menikmatinya.
"Aahhh...sstt.. Uuuhh...Ssssstt. Sayang. "
"Sssttt. Uhh. Aaah. Jimin"
"Faster... Ssstt. Ahh. Faster. Jimin-ah.."
Desahan dan rancauan keluar dari bibir arra yang tengah menikmati, dan itu membuat jimin bersemangat lagi , dan mempercepat gerakannya.
Aahhh...ssstt.. Uuhhh. Sstt..aaahh..
Uuh.. Ssstt. Aaahh.. Aahh. Aahh...
Uuhh. Ssst. Aahh..uuhhh.. Ihh. Sstt
Faaster . ssttss.. Faste...rr...sstt
Tak peduli dengan suara keduanya salin mendesah di kamar itu hingga sampai akhirnya mereka lelah dan tertidur lelap tanpa busana sehelai pun . keduanya saling memeluk penuh kasih sayang.
"*Kini aku merasakan kasih sayang dari orang yang aku impikan. Mencintai dengan balasan sayang, memperhatikan dengan balasan cinta, berhubungan tanpa paksaan atau jebakan, Semuanya kini aku dapatkan. Memang kesabaran akan berbuah manis jika kita mensyukurinya, dan jodoh tetap lh jodoh mau bagaiamana caranya , takdir itu pasti Tak ada yang tau, jika tuhan Sudah menakdirkan pasti terjadi. " _arra
"Pesan yang ku ambil dari perjalan hidup ku kini. Adalah jangan kau menyia nyiakannya lagi, jangan kau menyakitinya, cintai dia seperti kau mencintai diri mu sendiri Jangan lakukan kesalahan yang sama karna kesempatan jarang di temui"_ Jimin*
End.
*Horeeeeeeeeeeeeeeeeeeee...... 🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉 akhirnya Me and IDOL Pt 2 sudah selesai. Jika kalian suka, aku bisa buat Pt 3. Kalau tidak ya sudahlah. Lagi pun aku takut ceritaku kepanjangan kaya sinetron di tv R*T.
Dan author (PRJMHHR) A.K.A Hesti Hafit Riyani. Mengucapkan terimakasih buat kalian yang setia nunggu, setia baca cerita khayalan yang gk jelas ku ini. Awalnya author gk nyangka kalau bakal banyak yang baca. Malah awalnya author takut gk ada yang baca tapi kalau kita berusaha ternyata ada hasilnya.
Maaf kalau ada tulisan atau bacaan yang kurang paham atau kasar, atau typo karna author juga manusia biasa yang punya salah.
Intinya terima kasih banyak. Buat kalian kalian , I purple U 💜💜💜
Saranghae.😙❤**