
Hening...
Arra kini sedang di perjalan menuju apartemen sang suami.
Perasaan canggung menerpa mereka , antara jimin dan arra tak ada yang berkata sepatah pun
Arra menatap perutnya, lalu tersenyum
"Kau sedang bersama appa mu sayang" _batin arra
Jimin yang menyadari itu pun memberanikan dirinya untuk membuka suara
"Aku bahagia kau mendapatkan lelaki yang lebih baik" ucap jimin
"Jin hyung sangat menyangimu, aku jadi tenang " lanjutnya
Arra melihat sekilas jimin yang tersenyum, namun ada hal yang didapati seperti senyuman terpaksa kala mengatakannya
"Yee....aku juga bersyukur dengan itu" ucap arra
"Terimakasih kau sudah menyempatkan bertemu dengan jihyun, terimakasih juga karna kau masih mau menganggap jihyun sebagai adikmu" ucap jimin
"Nee...aku adalah kaka dari jihyun, dan sampai kapan pun akan begitu" ucap ara
"Arra-ah" pekik jin
"Yee?"
"Jika saja kemarin aku lebih awal mengatakan penyesalan ku padamu dan aku meminta mu kembali, apa kamu akan menerimanya?" ucap jimin kikuk
"Mwo?" tanya ulang arra
"Eoh..maksudku..kalau aku ingin kau kembali dengan ku apa kau mau menerimaku lagi?" tanya jimin
Arra diam,, sungguh hal seperti ini tak terduga olehnya
"Ah..mianhae,,kau masih mempunyai seulgi!!" balas arra
"Lalu, jika seulgi sudah ku ceraikan, apa kau mau?" tanya jimik melirik dalam kemudinya
"aku tak Bisa menerimanya karna aku tak mau di jadikan perusak rumah tangga orang" balas arra
Jimin diam...
Tak menyangka dengan apa yang dikatakan arra yang begitu bijak,
"Karna aku tau bagaimana rasanya ketika rumah tangga yang di bangun seketika hancur karna orang ketiga, terlebih orang yang menghancurkannya, adalah orang yang di cintai " ucap arra kembali
Jimin mentap sekilas, ucapa arra benar benar mengagetkan jimin yang sedang mengemudi , untung saja Jimin tidak me-rem mendadak di tengah jalanan.
Kata kata arra benar benar mengungkapkan fakta yang di alaminya.
"Aku minta maaf , karna selama ini aku mengecewakan mu..seharusnya aku berfikir tenang saat itu" ucap jimin
Arra tersenyum
Jimin mengangguk, suasana kembali hening.
"Eoh..ya..siapa nama anak mu?" tanya arra
"Jihoon..park jihoon" ucap jimin
"Eoh...nama yang bagus" ucap arra sambil mengangguk
"Yee..." balas jimin
"Eoh..Nanti,,jika kau melahirkan anak, kau akan memberi nama apa?" tanya jimin
"Entah..aku belum terpikir , karna usia kandungan nya oun baru tiga bulan lebih" tawa arra bersamaan dengan ucapannya
"Eoh..begitu" ucap jimin
"Kalau saja kau masih istriku aku akan memberikan nama park jirra jika perempuan, dan park Jisung jika lelaki"_batin jimin
hening
"Jimin-ah...turunkan aku disini saja" ucap arra saat jalannya melewati super market
"Kenapa?" tanya jimin
"Aku mau kemini market dulu untuk membeli keperluan" ucap arra
"Ah..ani...aku akan menemani mu" ucap jimin.
"Ah..andwae..mungkin seulgi akan menunggu mu, sebaiknya kau pulang sekarang" ucap arra
"Tidak..aku sudah berjanji pada jin hyung untuk mengantarmu samapi tujuan..jadi aku harus menemanimu sebelum kau sampai di tujuan" ucap jimin
"Ah..baiklah..." ucap arra pasrah
Jimin pun membalikan mobilnya , karna mobilnya yang di tumpangi melewati super market
Jimin memarkirkan mobilnya lalu, arra dan jimin pun turun , berjalan berdua menuju mini market itu
Arra berjalan menuju jajaran keperluan badannya, mulai dari sampoo, lotion, bedak, parfum , ataupun alat make up lainnya.
"Kau masih memakia produk yang sama " ucap jimin yang diam diam memperhatikan arra
"Nee..sejak kapan kau tau, padahal dulu kau jarang datang kekamarku, bahkan kau tak memperhatikan keadaan meja rias ku?" ucap arra bingung
Jimin diam gelagapan..
Sebenarnya jimin selalu kekmar bekas arra di aprtemenya, hanya untuk melepas rindu dengannya kadang ia juga memakai parfum VT milik arra untuk mendapatkan aromanya, tapi untung saja hari ini tidak..kalau iya maka jimin akan malu karna kaetahuan .
Arra pun memasukan bedak, minyak, perfum dan kebutuhan lainnya yang dipakai bayi,
Dan itu membuat jimin bingung melihatnya, padahal arra belum punya anak tapi kenapa dia memasukan perlatan Bayi,. Namun jimin tak mau bicara ataupun beryanya itu urusan arra biarlah , karna jimin bukan siapa siapanya lagi.
VOTE...LIKE DAN KOMENNYA READERS