ME AND IDOL Pt 2

ME AND IDOL Pt 2
74. sorry



Hari hari berlalu jin lewati tanpa arra mungkin ini sudah menginjak dua minggu jin tak bertemu dengan arra..


Jin sangat khawatir tapi jin sedikit tenang ketika arra sesekali mengabarinya.


Terakhir jin berkomunikasi dengan arra kemari ketika arra mengabarinya dengan mengatakan kalau beberapa hari lagi ia akan pulang dan entah itu kapan.. Sampai hari ini pun jin tidak tau arra tinggal dimana.


Sebelum memulai aktivitasnya jin selalu mengirim pesan. Seperti hari ini


From: My_Mine


Jaga dirimu baik baik..cepat pulang aku merindukan mu"


Send


Ya jin tak Bosan bosannya memperingati arra dengan mengirim pesan, karna panggilan arra selalu mengalihkannya.


Setelelah mengirim pesan itu ..jin pun menaiki mobilnya sportnya, ia akan memulai usahanya yang baru, usaha yang semoga menjadi sektor pemasukan uangnya.


15 menit dari apartemennya jin tiba di sebuah restoran, dengan nama KSJ Foods


Ya jin membuka usaha di bidang kuliner, ia mencoba peruntunan dari keahliannya dalam masak, makanan yang di sediakan diambil dari berbagai negera mulai dari india, saudi arabia, indonesia, malaysia, inggris, amerika, perancis, belgia, singapura ,australia dan lainnya. dan syukurnya sudah 2 hari buka tempat yang ia beli dari temannya ini Ramai di kunjungi orang orang.


Dan jin juga berharap kalau itu akan mmberlangsung selamanya.


Yang Orang tau mungkin jin adalah seorang millioner , terlebih ia anak dari pengusaha yang terkenal dengan perusahaan yang berkembang pesat.. Tapi kini jin adalah jin yang memulai menata kehidupan barunya tanpa ada ulur tangan dari orang tuannya.


Jin sudah bisa menerima kehilangan orang tuannya demi cinta nya .bukannya jin ingin menjadi anak durhaka .tapi hanya jin ingin bahagia..ia berhak mendapatkan haknya untuk memilih apa yang ia sukai. Dan sampai sekarang jin tak tau bagaimana keaddan orang tuannya itu, setelah kejadian di pernikahan namjoon.


Dan jin berharap jika ia dapat menunjukan kalau pilihannya yang terbaik, dan tanpa uluran tangannya jin bisa hidup.


Jin masuk ke dalam restoran itu. Ia kemari hanya memeriksa  para perkerja, tak ayal jin menyapa para pelanggannya itu pun yang beruntung.


"Permisi noona.. Kalian mau pesan apa?" tanya jin yang menghampiri dua pelanggan wanita berusia remaja.


Mereka yang sedang bersenda gurau pun melihat si pria yang menjadi pelayan itu


"Eoh..jin oppa" Pekik wanita yang berambut panjang terurai


Jin tersenyum


"Pelankan suaramu..kalau tidak kau membuat gempar seisi restoran ini" ucap jin pelan


"Are you sure, jin BTS" ucap si wanita yang berada disisinya


"Jangan ucapkan lagi..aku pemilik dari restoran ini..jangan jaga bicara kalian" ucap jin kembali


"Baiklah...aku mengerti," anggu si wanita berambut pendek Di kuncir kuda


"Jadi..kalian mau pesan apa?" tanya jin


"Bawakan saja makanan yang enak, menurut mu" ucap si wanita berambut panjang


"Sayangnya aku tak bisa memilih karna semua makanan disini terlalu enak " ucap jin tersenyum


"Ah..oppa kau bisa saja" ucap si wanita berambut pendek


"Baiklah..ku rasa kau wajib mencoba steak saus pedas, dengan roti parata dan gulai ayam" ucap jin


"Makanan apa itu?" ucap si wanita berambut pendek


"Aish...carilah di google..semua makanan yang ku jual diambil dari beberap Negara" ucap jin


"Eoh..baiklah..akan ku coba" ucap si wanita berambut pendek


Jin pungangguk lalu mencatat makanan yang di pesan SetelaH itu pergi begitu saja. Untuk menyampaikan pesan kepada pelayan.


Seketika pikirannya tetntang masalah keluarganya Tersingkirkan dengan kesibukannya kini.


_


_


_


_


_


_


Beberapa jam berlalu sore hari pun telah tiba restoran tidak tutup namun jin akan pulang.


Rasa lelah membuat badannya minta untuk di istirahatkan.


"Oh..soobin" ucap jin pada pekerja


"Nee..sajangnim"


"Aku mau pulang..jika sudah jam 8 malam, tutup saja restorannya walaupun ramai" ucap jin


"Ah..begitu baiklah" angguk soobin


"Yee..kalau begitu aku pergi" ucap jin


"Nee..hati hati tuan" ucap soobin


Lalu jin pergi melangkahkan kakinya ia berjalan menuju mobilnya kembali lalu melajukan untuk menuju apartemennya.


20 menit berlalu agak alambat dari biasanya, karna jalanan yang macet. Jin kini samapai di apartemennya ia masuk begitu saja.


"Ajhuma..." teriak jin


"Yee,, tuan apa anda butuh sesuatu"ucapnya tersenyun


"Ani..Apa arra sudah pulang?" tanya jin


"Belum tuan" balas ajhuma in-gil


Jin mengangguk


"Baiklah..kau sudah masak?" tanya jin


"Sedang tuan..sebentar lagi makanan siap" timpal ajhuma in-gil


"Eoh..kalau sudah panggil aku..aku mau ke kamar dulu" ucap jin


"Nee tuan" balas ajhuma in-gil


Jin berjalan menyusuri anak tangga , pikirannya tentang arra muncul kembali, entah samapi kapan arra meninggalkan rumah, karna jin merindukannya.


Lima menit jin kini sudah sampai di deoan kamarnya, ia membuka kamarnya dan terkejut dengan apa yang ia lihat.


"Arra?" gumam jin


Jin membulatkan matanya lalu menepuk pipinya, ia tau ia merindukan arra tapi tak biasanya ia menghalukan kalau ada arra di kamarnya.


Ya jin melihat arra yabg sedang tertidur di kamarnya, bagaimana bisa bukan ? padahal jin barusan bertanya pada ajhuma kalau tak ada arra disini


Jin mendekat, ia berjalan perlahan, namun semakin mendekat jin menyadari kalau dirinya bukan berhalusinasi tapi benar nyatanya arra ada di kamarnya.


Jin membungkuk menatap wajah wanita itu, deru nafasnya benar terasa, saat di sentuh kening nya pun nyata.


"Arra" gumam jin kembali


Namun sayang ucapannya itu membangunkan arra, jin kembali menepuk pipinya berharap kalau apa yang ia lihat memang benar adanya.


"Eoh kau sudah pulang?, aku ketidurannya saat menunggu mu" tanyanya


Jin diam.


"Wae...waenaeo?" tanya arra bingung sambil mengerjapkan matanya


Jin menyentuh pipi arra dan itu membuat arra semakin bingung


"Hey...ada apa jin?"


"Kau benar arra bukan?" tanya jin masih menatap arra tek percaya


"Yee..aku arra ada apa dengan Mu?" tanya arra


Seketika jin langsung memeluk arra dengan meluapkan rasa rindunya. Ia memeluk begitu erat


"Aku merindukan mu" ucap jin


"Aku pikir kau tak akan kembali, aku takut kau akan pergi meninggalkan ku" ucap jin kembali masih dalam pelukan


Arra melepas pelukan jin dan menatapnya lekat. Ia membelai wajah jin


"Aku kan sudah bilang, kalau aku hanya butuh waktu untuk bertemu dan menunggu semuannya baik" ucap arra


"Dari tadi aku menunggu mu, tapi ajhuma bilang kau tak ada dirumah" ucap arra kembali


"Loh, tadi ajhuma bilang padaku  kau belum pulang mangkanya aku terkejut " ucap jin


"Maaf itu kerjaan ku..aku hanya ingin memberi suprise padamu" balas arra tersenyum


"Aish..kau ini, kau tau aku  ini sampai jatuh skit karna memikirkan mu" protes jin


"Lalu suruh siapa kau memikirkan ku?" tanya arra


"Aih..bukannya bersyukur kau malah memintaku seperti itu"ucap jin geram


Arra tertawa dengan wajah jin yang marah dengan bibir mengerucut,


"Aigoo...aku hanya bercanda sayang." ucap ara namun jin retap diam memalingkan wajahnya.


Arra mendeketa merayu jin dengan menempelkan bibirnya di bibir Jin, namun jin langsung melepasnya


"Kau pikir rayuanmu akan mempan untuk ku huh?" tanya jin masih kesal


"Ayolah..bukannya kau merindukan ku" goda arra


Namun jin tetap diam


"Sayang..aku minta maaf karna ku kau jadi harus kehilangan orang tua mu" ucap arra kembali


Dan kini jin menatapnya ketika arra memegang kedua tangannya.


"Kenapa kau melakukan ini, kau bisa cari wanita lain , tak Se harusnya kau kehilangan orang tua mu demi aku" lanjutnya


"Dengar...aku hanya dengan mu bukannya aku pernah bilang aku menikah dengan buka aku ingin hidup bersama mu tapi aku tak bisa hidup tanpa mu" jelas jin


"Tapi kau--"


"Sudah jangan di bahas..aku hanya ingin bahagia tolong biarkan saja" ucap jin


"Eh..tunggu, bagaimana bisa kau tau kalau aku meninggalkan orang tua ku??" tanya jin bingung


Arra menghelanafasnya sebelum memulia bercerita


"Jadi......."