
Satu minggu setelah pernikahan
arra kini tinggal dengan jin tepatnya di apartemen pengusahan terkenal yang di beri gelar worldwide handsome itu
Bertepatan dengan hari ini pula usia kandungan arra menginjak tiga bulan..yang di lihat dari kondisi fisiknya perut arra mulai membuncit
Kini arra sedang menyiapkan makanan untuk seokjin, yang kini sudah sah menjadi suaminya, dan sebentar lagi hendak berangkat ke kantor
Sungguh..arra tak habis pikir dengan jin sampai sekarang..yang padahal ia bisa dengan gampangnya mencari dan memacari gadis lain ketimbang menunggu dirinya..tapi walaupun begitu arra bersyukur karna setidaknya ia mempuanya lelaki yang menyangi nya.
Dan semoga pernikahan ini untuk yang terakhir kalinya.
"Selamat pagi chagiya" ucap jin yang tiba di meja makan..
"Ah...nee selamat pagi" ucap arra yang mendapat ciuman hangat di pipi yang di buat oleh jin
"Woa...sepertinya enak makanan ini?" ucap jin yang melihat makanan di meja
"Aih....kau berlebihan sekali...aku hanya masak telur mata sapi dan bubur saja" ucap arra
"Tapi ini seperti spesial karna kau yang membuatnya" timpal jin tersenyum
"Oppa-ah" ucap arra tersenyum malu..
sungguh baru kali ini arra merasakan indahnya rumah tangga,
"Arra_ah.. sebaiknya kita mencari pembantu saja ," ucap jin di sela sela memakan buburnya
"Menyewa pembantu? Untuk apa ? Ah..maksudku..aku bisa mengerjakan aktivitas rumah sendiri" ucap arra yang akhirnya duduk di meja makan
"usia kandungan mu semakin besar,,aku tak ingin kau kelelahan" ucap jin
Seketika arra tersedak dalam minumnya ketika mendengar jin berkata seperti itu
"Kau tak apa?" tanya jin ketika melihat arra tersedak dalam minumnya.
"Nee,,nan gwaenchanha" balas arra sambil mentap jin sedangkan jin sedang mengelap air yang tumpah karna arra
"Ya tuhan apakah ini yang di sebut kasih sayang suami?!" batin arra
"Lalu bagaimana,,,ku mohon kau harus mau.." ucap jin kemudian setelah selesai membersihkan air yang berceceran
Arra tersadar dari lamunnya. Lalu ia tersenyum dan mengangguk
"Oppa" pekik arra
"Yee?" tanya jin
"Mianhae..kau tak bisa merasakan malam pertama karna aku sedang hamil" ucap arra tertunduk malu
Jin menatap arra yang tertunduk ketika ucapannya barusan di lontarkan
Diambil tangan si wanita dengan lengan kirinya, sedangkan lengan kanan menarik dagu arra keatas agar dirinya bisa menatap wajah arra
"Tak usah kau katakan itu, aku menikahi mu bukan karna aku menginginkan malam pertama dengan mu, tapi aku ingin menjaga mu dan bayi kita" ucap jin tersenyum
Arra terkejut dengan apa yang dikatakan jin ia mengatakan "bayi kita" sungguh lelaki yang sulit dicari di jaman sekarang ini
Biasanya orang orang tidak akan mengaku yang bukan darah dagingnya tapi jin ,, ia mau mengakui nya..
"Tapi....aku takut kau haus akan nafsu , dan bisa saja kau lari kelain hati secara aku ini bisa di ibaratkan ....?" ucap arra
"Aish....sudah..jangan rendahkan dirimu,, aku tak mungkin begitu" ucap jin
"Tapi..."ucap arra terpotong ulah telunjuk jin yang mengapit kedua bibirnya
"sudah cukup, jangan katakan apapun lagi...aku menerima mu tulus" ucap jin kemudian
"Oppa....gomawo" ucap arra
"Ya sudah...aku harus berangkat..dan nanti soal pembantu akan di ambil dari yayasan" ucap jin
Arra pun mengangguk lalu berdiri ketika sang suami berdiri
"Jaga dirimu baik baik..jika ada sesuatu hubungi aku" ucap jin
"Nee...araseoh" ucap arra
Dan setelah itu jin melumat bibir sang istri dengan singkat lalu pergi ke luar untuk berangkat ke kantor.
______//___//
Kini arra sendiri di apartemen jin..sungguh entah apa yang harus ia lakukan sekarang, ia pun mulai menaiki anak tangganya untuk menuju kamar dilihat di dinding foto pernikahannya berbaris dengan rapih.
Seketika pikirannya teringat dengan pesan jimin, ya jimin datang saat itu dan arra pun terkejut dengan adanya dirinya di depan pintu kamar
Flashback onn
Arra sedang berias di dalam kamar, yang tadi pagi ia tempati, ini sudah malam dan itu mengharuskan arra untuk berganti pakaian.
Gaun berwarna pink pich panjang, dengan dada yang terbuka kali ini yang dikenakan arra,
Arra tak butuh banyak lagi make-up untuk di aplikasi kan di wajahnya, cukup menambah lipstik saja yang tadinya luntur bekas minum minum tadi
Setelah itu Arra menatap bayangannya di kaca. Di rasa sudah sempurna dengan penampilannya arra pun melangkahkan kakinya untuk keluar , karna pasti jin sudah menunggu
"Kau" ucap arra saat membuka pintu, yang di dapati seorang lelaki
".arra" ucapnya
Melihat wajahnya dengan segera arra menutup pintunya kembali
"Arra..ku mohon buka pintunya" ketuk lelaki itu diluar
"Untuk apa jimin kemari" batin arra
"Arra ku mohon,,buka pintunya" ucap jimin kembali
"Lupakan janjimu,kalau kau tidak akan menampakkan diri di hadapan ku lagi" ucap jimin kemudian
"Arra-ah..aku hanya ingin berbicara dengan, mu dan ingin tau keadaan bayi ku" ucap jimin lagi
Arra termenung mendengar ucapan jimin, yang ingin tau keadaan bayi ku, ya tak ada salah nya juga karna jimin tetap lah ayah dari anak yang di kandung nya, dan tak baik juga kalau arra harus menjadi ibu penghalang anak bertemu bapaknya,
Dan akhirnya arra memutuskan untuk membuka pintu
Di tatap jimin tersenyum , sedangkan arra membalasnya dengan rasa takut
"Terimakasih kau sudah membuka kan pintu" ucap jimin
"Jika kau ingin berbicara, masuklah" ucap arra
Jimin mengangguk lalu mengikuti ucapan arra, setelah masuk pintu pun terkunci
"Kau bisa melihat kondisi ku sekarang, dan kau sudah tau jawabannya, kalau aku baik baik saja" ucap arra tanpa basa basi
Jimin tersenyum
"Nee....dan aku bersyukur karna itu, "
"Lalu, apa lagi yang ingin kau katakan" tanya arra kemudian
Jimin menarik nafasnya...lalu mengatakan apa yang dia rasakan......
Vote. dan like.readers...coment nya jangan lupa..author nangis😭😭😭
karna sepi.. dan maaf kalau ada typo