ME AND IDOL Pt 2

ME AND IDOL Pt 2
73. remember



Ya arra masih mencintai jimin ia tak bisa membohongi dirinya sendiri, dalam lubuh hati yang paling dalam memang masih tersimpan nama jimin,walaupun ia sudah berbuat kasar selama pernikahan, namun arra tak mampu menyembunyikannya lagi, terbukti saat jimin berada disisinya pun jantungnya berdegup kencang.


Walau kian sedikit demi sedikit rasa itu mulai pudar semenjak ada cinta pertamanya yang kini menjadi suaminya.


"Kau tak berbohongkan arra?" tanya jimin


Telinganya yakun tak salah dengar, tapi hatinya ragu dengan apa yang barusan arra katakan.


Arra diam. Jika ia mengatakan nya lagi..bagaimana dengan jin nanti, arra tak berniat pergi dari jin apalagi bercerai tapi rasa cinta nya pada jimin terlalu  kuat untuk di lupakan.


"Arra...ayo katakan apa kau benar kau masih mencintaiku?"tanya jimin kembali


"Sudah lupakan itu, anggap kau tak mendengar apa pun" ucap arra


Dan seketika jimin melemaskan bahunya, yang awalnya terkejut dan begitu bersemangat mendengar ucapan arra , kini di alihkan oleh sang punya


"Eoh...baiklah.,tapi kumohon seminggu lagi kau tinggal disini, bagaimana?" _jimin


Arra mengangguk, kalau ia akan tinggal di rumah jimin untuk beberapa hari lagi, setidaknya anak yang di kandung arra bisa berdekatan Dengan sang ayah aslinya.


Jimin Tersenyum bahagia mendengar ucapannya arra


"Kau bosan..apa kau mau berjalan jalan ke taman?" tanya jimin


Arra pun mengangguk, lalu jimin pun berjalan menuntun arra..


Lima menit kini arra dan jimin berada dalam perjalanan untuk menuju taman yang dituju.


Taman yang berada 2Km dari kedaiaman jimin dan 500 meter dari kediaman almarhum orang tua jimin


Dan tak lama kemudian arra dan jimin tiba di tempat yang dituju..tak ada yang berubah disini semuannya di rawat Dengan rapih dan bunga pun bermekaran seperti biasanya.


Arra duduk di bangku taman di pojok..pikurannya kembali kemasa lalu dimana ia teringat kesalah pahaman yang menyangkut jungkook.


Sstopp...sudah cukup jangan ingatkan arra kembali ke masalalu yang miris biarkan sekarang arra merasaka indahnya berumah tangga dengan kehidupan yang bahagia.


"Kau mau es krim?" tanya Jimin


Arra terperanjat lalu tersenyum


"Kau melamun?" tanya jimin kembali


"Tidak.. Kau bilang tadi apa?" ucap arra


"Kau mau es krim?" ulang jimin


"Ya boleh. aku mau es krim coklat" balas arra tersenyum


"Baiklah...tinggu disini aku akan membelinya sebentar" ucap jimin lalu pergi begitu saja


Sambil menunggu jimin kembali arra menganmbil handphone di blazernya, dan membuka handphonenya ia menemukan 23 panggilan yang tak terjawab dan tak lain dari sang suami.


Arra pun memutuskan untuk mengiriminya pesan.


To: jin oppa


"Jangan cemaskan aku..aku baik baik saja disini..aku masih butuh waktu, baik baik kau disana..aku akan segera pulang jika sudah membaik"


Send


Setelah itu arra menyimpan Handphonenya kembali.


"Ini pesanan mu" ucap jimin memberikan es krim coklat


"Gomawo" ucap arra menerimanya.


"Arra-ahh" gumam jimin


"Yee?" tanya arra melirik


"Kau sudah maafkan aku kan?" tanya jimin mentapa arra


"Kau bertanya lagi. sudah ku bilang bebwrapa kali kalau aku sudah memaafkan mu dari dulu" ucap arra


"Terimakasih. dengan begitu aku lega mendengarnya." ucap jimin


"Memang kenapa?"


"Tidak...aku hanya masih tak enak hati" ucap jimin


"Sudah lupakan saja apa yang dulu terjadi" balas arra


"Nee.." timpal jimin sebelum menjilat es krimnya


Arra menatap jimin,


"Jimin-ah"


"Ye?" balasnya


"Kenapa kau bercerai dengan seulgi.. bukankah dia wanita yang kau cintai" ucap arra


"Selama ini aku telah jtuh cinta pada orng yg salah.."


"Apa maksud mu" tanya arra bingung


"Ternyata seulgi adalah orang yang licik. Ia melakukan segala cara untuk apa yang ia inginkan..kau tau jihoon bukannlah anakku, jihoon adalah anak selingkuhannya"


Jelas jimin


"Bagaimana bisa..?"tanya arra tambah bingung


"Setah aku mrnikah dengan mu dulu dia bermain dengan pria lain..sampai dirinya hamil, namun si pria yang menjadi selingkuhan seulgi itu masih menganggur sampai akhirnya ia berbohong kalau anak yng di kandung adalah anak ku'"


Arra hanya diam mendengarkannya.


"Bahkan eomma dan appa pun ternyata meninggal karna ulah dirinya, dan untung saja jihyun yang hendak menjadi korban nya ke australia " lanjut jimin


"Ah...kau bohong kan jimin?" tanya arra tak menyangka dengan wanita itu, dalam hatinya arra beerbucara "jadi dulu saat ia hendak ke kamar seulgi , saat mendengar percakapan seulgi dengan orang lain tentang obat, itu benar tentang obat eomma park"


"Tidak. Aku sendiri pun awalnya begitu tak menyangka apa yang ku dengar tapi aku mendengarnya langsung dari mulutnya yang ia sedang mengobrol dengan kekasihnya di kamar ku sendiri" tambah jimin


Arra langsung menatap jimin dengan wajah tak percaya


"Kau bilang seulgi mengobrol di kamar mu sendiri?"


"Iya. Ternyata kekasihnya itu sering mengunjunginya saat aku pergi kekantor." ucap jimin


Arra menatap jimin, diluhat matanya berbinar, wajahnya menahan tangis, suaranya pun parau.


"Kau baik baik saja?" tanya arra


Jimin tersenyum. menepis rasa sakit di hatinya. Ia mengusap ujung matanya.


"Sudahlah...aku tak membahas wanita sialan itu"


"Maaf..aku tak bermaksud membuatmu terluka lagi" ucap arra mengusap pundam jimin


"Nee..gwaenchanhaeo.." ucap jimin


Hening.. Pandangan arra tertuju pada kolam dengan air mancur pada patung ikan.


"Arra-ah.." ucap jimin menatapnya


"Ayo pergi  kesana...spotnya bagus untuk foto" ucap jimin


"Eoh...untuk apa? apa kau foto disana?" ucap arra


"Nee..kajja" ucap jimin menarik arra dari duduknya.


Arra pasrah mengikuti jimin yang terlihatnya seperti orang yang bahagia menemukan kesukaanya..usianya menginjak 24 tahun tapi tingkahnya masih menggemaskan..entah arra sendiri bingung dengan para member BTS kenapa bisa di saat usianya sudah tidak muda lagi tapi pandai membuat gemas orang lain.


"Arra-ah..yeogie.." ucap jimin yang dirinya sudah tiba di tempat yang di inginkan. (Arra kemari)


Arra tersenyum. Dalam hatinya ia berbicara pada anak yang di kandungnya


"Lihat nak..ayah mu begitu lucu..dan apa kau akan mengikutinya?"


"Arra-ah kemari..." ucap jimin Kembali


Lalu arra menurutinya.


Menuju jimin yang kini menguarkan handphone di sakunya. Lalu memulai selca nya.


Arra hanya bisa menatap tersenyum , dengan tingkah jimin yang sedang selca dengan gaya yang menggemaskan.


"Arra-ah, bisakah kau fotokan aku di sini?" tanya jimin


"Nee..yeogieah" ucap arra meminta ponsel jimin


Jimin pun memberinya lalu setelahnya ia mulai berpose


Arra pun bersiap memegang hanphone jimin dan menekan  layar


"Hana..dull ..sett..."


Ckreeeekkk


"Deo..?" tanya arra (lagi)


"Nee" ucap jimin yang kini mengubah gayanya dengan gaya pria cool


Arra mengulum senyum, ingin rasanya ia tertawa saat itu juga namun  ia tetap memfoto jimin


"Jigeum, hoejeoneo" ucap jimin berjalan menuju arra (sekarang Gilaran mu)


"Ani...aku tak mau"  tolak  arra


"Aih..kenapa, " tanya jimin bingung


Arra menggeleng..


"Ya sudah.. Foto berdua bagaimana?" tanya jimin


"Untuk apa?"


"Untuk ku makan..ya untuk ku simpalah" ucap jimin mendelik kesal


Arra tersenyum melihat ekspresi jimin,


"Eoh..geuraeseo, kajja"


Jimin pun tersenyum lalu memegang handphonenya dengan sebelah tangan menggunakan tangan kanan sedangkan tangan kirinya merangkul jimin


"Hana..dull ..sett..."


Ckreeeekkkkkkeekkk


Mereka pun berfoto ria, tanoa peduli lingkungan sekitar, yang mungkin menganggap pasangan


"sillyehabnida.." ucap seorang wanita yang mendekati jimin dan ara


Keduannya bingung. Ada appa dengan wanita di hadapannya.


"Yee.."timpal jimin


"Apa kau butuh bantuan??. Aku akan memfoto kalian berdua" ucap wanita itu lagi


"Ah. Benarkah..baikalah ini hadphonenya" ucap jimin


Wanita itu pun mengangguk,


Dan jimin juga auntuk di foto.


"Hana..dull ..sett...". Ucap si wanita itu


Ckreeeekkk


"Deo?"  ucapnya kembali


"Hana..dull ..sett..."


Ckreeeekkk


Ckreeeekkk


"Ini.." ucap si wanita itu memberikan ponsel jimin


"Terimakasih..ini untukmu" ucap jimin memberikan uang karna  sebagai ucapan terimakasih


"Tidak...saya hanya ingin membantu..lagipun saya senang melihat suami istri yang bahagia seperti ini" ucap nya


Jimin dan arra saling menatap satu sama lain dalam diam


"Kalakan pasangan yang sempurna, kalian sampai membuat iri pengunjung yang lain" Ucapnya kembali


Jimin dan arra pun menatap sekeliling dan memang benar pengunjung menatapnya dengan tersenyum


"Ah..kalau begitu saya pamit..permisi" ucap si wanita


jimin pun membungkukan badan tanda terimakasih dengan senyuman.


Setelah itu keduannya canggung, ucapan wanita itu benar benar membuat jimin dan arra sadar kalau dirinya sedang di perhatikan orang banyak.


"Ah..ayo kita duduk disana" ucap jimin menunjuk tempat duduk berwarna merah  yang di tempati anak anak


Arra mengangguk lalu pergi mengikuti jimin.


Sampainya disana keduanya sibuk dengan masing masing arra berkutik dengan handphonenya dan jimin dibuk melihat hasil foto barusan.


Setelah berkutij dengan handphonneya arra menatap jimin. Ia masih mempethatikan hasil foto itu.


"Boleh aku melihatnya" ucap jimin


Jimin mengangguk lalu memberikan handphonenya pada arra.. Arra menggeser layar handphone itu untuk melihat semua gambar.


Sedangkan jimin kini bermain dengan anak  kecil yang berada di sebelahnya..


Arra pun berdiri lalu Memfoto jimin ketika ia sedang memangku anak kecil yang kebetulan memakai warna pakaian yang sama.


Arra tersenyum, dalam foto itu arra melihat jimin pasrah ketika di tatapi anak kecil, iA Memejamkan matanyaselerti orang dewasa yang hendak berciuman.


" Kehadiranmu dalam hidupku lah yang memiliki pengaruh besar untukku,seketika aku melupakan beban pikirannnku"_jimin