ME AND IDOL Pt 2

ME AND IDOL Pt 2
60. ancaman?



Dua hari berlalu


Pagi kembali menghadapinya,


kini kondisi arra sudah merasa membaik, namun berbeda dengan hatinya, jin mungkin sudah tiba dua hari yang lalu , tapi sampai kini arra belum mendapatkan kabar dari jin.


Baik itu kabar, ataupun tentang masalah perusahaannya,


Arra melangkahkan kaki menuju dapur Dengan membawa handphone di tangannya, kali ia tak repot repot lagi menyusuri anak tangga karna dirinya menempati kamar di lantai bawah, itupun saran dari eommanya yang takut arra mengalami kejadian kemarin, karna dokter sudah berpesan


"pastikan kondisi perut arra tidak terbentur apa pun lagi, jika terjadi maka akan berakibat fatal, karna rahimnya terluka maka arra anda tidak akan memiliki keturunan lagi" dan itu tak mau lagi karna sudah cukup arra kehilangan bayi di waktu pertama mengandung.


"Good morning syang?" ucap nyonya rru yang sedang merapihkan meja makan dengan menata sarapan


"Morning mom" pekik arra tersenyum.karna geli memanggil ibunya dengan bahasa asing


"Bagimana keadaan mu sekarang?" tanya nyonya arru


"Baik eomma, seperti yang kau lihat" ucap arra yang duduk dan melerakan handphonenya diatas meja


"Baguslah..ayo sekarang sarapan..makan yang banyak biar kondisi bayimu kuat dan kau punya tenaga" ucap nyonya arru memberikan piring dengan menambahkan makanan diatasnya.


"Nee..aboeji oedi?" tanya arra


(Appa dimana?)


"Apa mu sudah keluar tadi pagi," ucap nyonya arru


"Dia sangat sibuk, sampai tak ingat dengan dirinya sendiri" ucap arra


"Bairlah..appa mu begitu pun untuk dirinya sendiri bukan" _nyonya arru duduk berhadapan dengan arra


"Ya..aku tau setidak nya ,ia tidak lupa kalau aku ada disini " ucap arra sedikit kesal karna sang ayah tak ada waktu untuk dirinya


"Appa mu tidak lupa, tapi mau bagaimana lagi kerjaan yang menuntutnya " jelas nyonya arru


Arra Diam


"Arra-ah?"


"Yee?" timpal arra menatap sang ibu sembari memakan makanannya


"Berapa usia kandungan mu sekarang?"


"Tepat hari ini 4 bulan, kenapa?" tanya arra


"Eoh..kau mau melahirkan dimana?"


"Dikorea, kan suami ku juga dikorea, memang kenapa,?" tanya arra bingung


"Eoh..tidak..eomma pikir kau akan melahirkan disini" pekik nyonya arru sembari memasukan makanannya kedalam mulut.


"Ah...aku pun berfikir begitu, tapi aku tidak bisa jauh dari jin sekarang sekarang ini" ucap arra


Nyonya arru tersenyum


"Ah...kau sedang kasmaran huh? Manis sekali" goda nyonya arru


"Ah..eomma, entah kenapa rasa yang dulu hilang kembali ada" ucap arra termenung sembari tersenyum


"Pertahankan dia..dia sangat baik, buktinya dia bisa menerima anakmu walau bukan darah dagingnya" ucap nyonya arru


"Ya..aku akan mempertahannya"


"Lalu bagaimana dengan jimin? kau sudah melupakannya?" pekik nyonya arru


Arra diam..entah harus menjawab apa yang jelas ini semua sangat membingungkan untuk hatinya yang plin - plan


"Eomma mendengar berita kalau dia bercerai dengan istrinya itu? Apa itu benar?" ucap nyonya arru lagu


Arra mengangguk


Nyonya arru tersenyum getir


"Itulah balasan karma dari cintamu yang tak terbalas, dia dibutakan dengan cinta palsu tanpa memandang cinta yang murni" ucap nyonya arru


Lagi lagi arra diam, karna mungkin benar apa yang dikatakan eommanya kalau semua itu adalah buah karma dari cintanya dulu.


"Tapi arra,, jika jimin ingin bertemu dengan anakmu kelak, Biarkan saja karna walau bagaimana pun jimin adalah ayah dari anak yang ada dikandungan ku" lanjut nyonya arru


"Nee..eomma aku paham itu, aku tau juga bagaimana rasanya jika kita di jauhkan dari anak kita sendiri"


"Ya sudah..habiskan makanannya" ucap nyonya arru


Arra mengangguk,lalu melahap kembali makanan yang masih tersisa di piring.


Drrrrrttt..dddrrrrttt...


Handphone arra bergetar berkali kali, arra meraihnya dan dilihat bukan lah panggilan, tapi terdapat notifikasi yang masuk dari pesan kaokaltalk. Ternyata jungkook yang mengiriminya pesan, arra membukanya dan memaca pesannya.


@jeonJK


-"Hi..noona.."


-"Bagaimana kabar mu"


-"kudengar kau di indonesia? Apa boleh aku berkunjung?"


-"sudah lama kita tak bertemu semenjak kau menikah dengan jin hyung"


Baru saja hendak membalas, arra terkejut karna jungkook melakukan panggilan ke handphonenya.


Arra pun dengan segera mengangkatnya lalu menempelkan ke telinganya.


"Ah...nooona"


"Ada apa?"


"Tidak noona..aku hanya ingin berkunjung ke kediaman mu"


"Sudah ku bilang jangan panghil ku noona.aku ini seumurang dengan mu kookie" ucap arra


"Hehehehe.. Maaf..aku lupa, jadi bagaimana boleh?"


mendengar jungkook tersenyum, sudah terbayang bagaimana tjngkahnya seperti bayi dengan senyuman gigi kelincinya


"Kemarilah...aku ada di bogor"


"Yah...kirimkan alamatnya, sekarang aku masih berada di jakarta, mungkin nanti malam aku akan berangkat menuju kediaman mu"


"Ya..baiklah.."


"Yasudah...aku putus sambungannya, dan jngan lupa kirim lokasinya"..


"Iya..iya..aku ingat dengan pesan ku"


"Baiklah..sampai jumpa"


"Nee."


Arra pun meletakan kembali handphonenya lalu , melahap makanna yang sedikit lagi habis


"Nugurang?" tanya nyonya arru (siapa)


"Jungkook" balas arra


"Jungkook,,teman jimin? Grup BTS?" tanya nyonya arru.


"Nee.dia bilang ingin berkunjung nanti malam"


"Ouh..kemarilah.."ucap nyonya arru


Arra mengangguk ,


Tak lama kemudian arra selesai dengan sarapannya..


"Sarapan ku sudah selesai,Aku mau kebelakang,,"


"Baiklah..hati hati" ucap nyonya arru


Dan arra pun pergi ke belakang halaman villa nya dan seperti biasanya ia membawa handphone di tangannya,.


Arra berjalan dengan santai, seraya mengelus perutnya, wajahnya tersenyum namun hatinya risau dengan keadaan jin.


Tiba di belakang villa nya yang terdapat taman juga kolam, arra berjalan menuju tempat duduk dengan bahan bambu berwarna hitam,


Arra membuka screen lock nya lalu mengetik no handphone sang suami, ya arra berniat untuk menelponenya,


Tuuuuuuttt.....tuuuuutttt....tuuutt


"Mohon maaf panggilan dialihkan, silahkan hubungi beberapa saat lagi"


Suara oprator yang malah menyautinya,


Arra mencoba menelpon lagi..


Tuuutttttt...tttuuutttt..tttuuutttt..


Lagi hanya suara oprator yang MenyAhuti panggilannya.


Sampai akhirnya arra memutuskan untuk menelpon ajhuma in-gil


"Yeoboseo"


"Ye..nyonya? Mwoya?"


"Ah..ani..kau hanya ingin tahu kalau kalian baik baik saja, aku menelpone suamiku tapi tak kunjung diangkat"


"Ah...kami baik baik saja, tuan jin mungkin sedang sibuk, tuan sudah berangkat beberapa jam yang lalu"


"Ouh..begitu..baiklah.sekali lagi tolong jaga suami ku, sampaikan salamku untuknya, katakan jika ia sudah pulang tolong hubungi aku"


"Nee..nyonya agesemnida"


"Baiklah. Aku tutup sambungannya,"


"Nee.."


Arra pun menutup sambungannya, ia membuka apps kaokaltalk untuk mengirim alamat pada jungkook, lalu menyimpan handphonenya di kantong bajunya,


Karna bosan ia kembali berjalan menuju dalam rumah untuk menonton tv menghilangkan bosan,


Drrrrttttt..ddrrrtt..


Handphone arra kembali bergetar dilihat notif pesan yang masuk,bukan dari jin, ataupun jungkook


Arra membacanya, pesan itu berisi


"Kau sudah jauh dari suamimu, dan Aku akan menyusun rencana agar suami mu meninggalkan mu"


Seketika arra termenung..ternyata ucapannya di hari lalu benar benar dilakukan.


"TUHAN TOLONG JAGA HATINYA UNTUKKU..AKU MENCINTAINYA."_ARRA


MAAF TYPO......!