
Arra sedang menikmati tehnya di rutoof, ia memikirkan masa depannya jika bersama jin,
Sejujurnya arra belum bisa menerima kembali lelaki lain ..walaupun itu jin lelaki yang duulu membuatnya tergila gila.
Tapi faktanya arra sulit melupakan mantan suaminya.
*Flashback
Ya kemari selepas arra membeli buah
Dirinya melihat jimin yang masuk ke toko pakaian bersama jihyun
Arra awalnya tersenyum ketika melihat lelaki itu bersama adiknya tengah tersenyum , hendak menghampiri dan ingin ikut dalam senyuman itu namun arra mengurungkan niatnya..
Karna ingat dengan janjinya.
dan karana itu arra segara membayar buahnya dikasir,
Selepas berjalan dua langkah dari kasir , arra menangkap suara yang berteriak memanggil namanya
Dan dengan cepat arra berlari ketika derap kaki terdengar di telinganya.
Bukan tanpa alasan arra seperti.memang seharusnya arra membalikan badan untuk melihat suara siapa yang memanggilnya.
Tapi arra tidak, pasalnya ia mengetahui siapa pemilik suara itu, karna suara itu memang familiar.
Di rasa lelah arra pun memutuskan untuk bersenyum di balik tembok
Dan benar dugaan arra kalau itu jimin , jimin mengejarnya, jimin meneriaki namanya..
Arra melihat dengan mengintip di balik tembok..dilihat jimin menyapu wajahnya dengan Gusar bertolak pinggang sambil melirik kesemua Arah.
"Untuk apa kau mengejarku"-batin arra
Dirasa sudah aman arra pun melanjutkan langkahnya untuk segera keluar dari area perbelanjan dan menghubungi jin agar menjemputnya*.
_________
*Arra menatap perutnya yang belum buncit itu dengan sayang ia mengelusnya.
"Mianhae..karna eomma mu ini harus menyembunyikanmu dari appa mu" pekik arra tersenyum*
Dan sampai sekarang ini arra masih berfikir untuk apa jimin mengejarnya..untuk apa?
________
Drrrrrrttttt...drrrrrttt....drrrrrrtt.
"Arra-ah"
"Nee.?"
"Kau sedang apa?"
"Aku sedang duduk..apa meeting mu sudah selesai"
"Nee...apa kau perlu seseuatu?"
"Tidak..memang ada apa?" ucap arta bingun
"Tidak..ah..arra-ah?"
"Yee...?"
"Apa kau mau menjadi istriku"
Arra diam
"Ah..maksudku..mmm nanti saja"..
"Aku akan kerumah mu sekarang..aku ingin bicara dengan mu"
"Ah..nee arraseoh"
Arra melirik layar nya itu , panggilan sudah dia akhiri oleh jin . arra bingung dengan apa. Maksudnya
"Apa kau mau menjadi istriku"Β ulang arra saat jin menelpon semenit yang lalu
"Secepat itu kah dia?" pekik arra
_______/_/////________/__/////______//
..
Malam tiba arra sedang menunggu jin untuk datang kerumahnya.
Sambil menyiapkan makanan arra memutar lagu di handphone nya lagu BTS masih ia simpan sejak usia lulus Sekolah
"Geureoni take my hand right now
Ireon naega mitgiji anha
Sogeuroman sucheon beoneun deo malhaesseodeon geu mal
Geudaeneun nal tteonaji ma
You got the best of me
You got the best of me
Kkuminji hyeonsirinjineun ttakhi jungyochi anhji
Geujeo niga nae gyeote idaneun ge
ThanksHaruharu Yeoreum, gyeoul
You got the best of me
You got the best of me
So please just donβt leave me
You got the best of meΒ πΆπ΅
Best of me ya itu lagu kesukaan arra, sampai saat ini ia masih menyimpannya dan mendengarkannya.
Teriak arra menyanyikan penggalan lirik yang dalam lagunya di nyanyikan oleh repper BTS.
Sungguh sampai saat ini arra tak menyangka kalau dirinya bisa kenal dengan Member BTS bahkan dekat dengan mereka
"Hey....pantas saja." ucap seseorang
"Ah...kau sudah datang" ucap arra melirik lelaki
"Nee... Saat aku mengetuk pintu kau tidak menanggapinya, dan aku masuk saat mengetahui pintunya tidak terkunci"
"Ah..mianhae" ucap arra tersenyum
"Kau..hafal dengan lagunya" ucap jin
"Nee...wae,, apa aku tidak boleh?" tanya arra
"Ani...kau menyukai lagunya,"
"Sangat..." ucap singkat arra
"Kau ARMY" ucap jin
"Nee.dari dulu aku army, sama seperti army yang lain aku selalu berkhayal dengan semuanya..termasuk kau.." jelas arra
"Lucky fans" celetuk jin tersenyum
"Nee..bahkan aku tak menyangka kalau aku bisa dekat dengan kau bahkan menikah degan jimin walau akhirnya tragis" ucap arra tersenyum miris
"Aish...sudahlah, jangan ingat masala lalu mu,seharusnya sekarang kau lihat masa depan mu" ucap jin
Arra tersenyum
"Baiklah..kau bilang kau ingin mengatakan sesuatu.." ucap arra
"Nee" angguk jin
"Kalau begitu kita makan dulu, setelah itu kau katakan apa yang ingin kau sampaikan" ucap arra.
Jin pun tersenyum lalu mengangguk mengiyahkan apa yang dikatakan arra
Arra dan jin duduk berhadapan dalam menyantap makanannya..tak ada kata yang disamapai baik dari jin ataupun arra keduannya khusyu menyantap makanan
"Oppa...apa menginap disini" tanya arra sebelum menyantap mamakananya
"Nee...tapi besok pagi ku harus berangkat kembali karna urusan kantor sedang sibuk sekarang"
Arra mengangguk lalu melanjutkan makannya
10 menit kemudian
jin kini sedang berada di roptoof , menatap bintang yang bertaburan dengan dinginnya angin yang menerpa kulit putihnya.
"Ayo minum kau pasti kedinginan" ucap arra yang baru saja datang dengan teh hangat di tangannya
"Ah..gomawo " ucap jin menerima gelas yang diberikan arra
Arra pun duduk di sebelah jin, dirinya juga menatap langit sambil menggenggam gelas hangatnya
"Kau ingin mengatakan sesuatu bukan?" ucap arra
Jin melirik arra
"Nee...tapi ku harap kau mengerti dengan apa yang ku katakan"
"Baiklah...katakan saja" ucap arra menyuruput tehnya
Jin membuang nafasnya , karna gugup mengatakannya, karna ia takut kalau arra tidak mengerti
"Arra...aku ingin kau menjadi istriku."
Arra yang meminum tehnya pun tersedak,
"Kau tak apa ?" ucap jin panik
"Ah..gwaechanha,"
"Ah..mianhae. ..Aku tau ini sangat cepat tapi aku menginginkannya , aku tak mau melihat orang menghina mu jika usia kehamilan mu sudah membesar, jadi ku harap kau tau mengapa"
"Kau serius,?"
Arra menatap jin, dengan harap ia mencari kebohongan yang tersirat di matanya tapi arra rasa itu mustahil karna jin mengungkapkannya dengan serius
"Aish.kapan aku berbohong padamu, aku benar mengatakannya ..jadi kuharap kau menerimanya" ucap jin
Arra diam memikirkan apa yang harus ia katakann baru saja ia bilang tidak bisa memilih lelaki lain tapi jin berniat baik padaku..
"**Tuhan aku harus apa"-
arra
MAAF KALAU ADA TYPO.. JANGAN LUPA LIKE AND KOMEN YAH READERS.
VOTE JUGA..YAHππ**