ME AND IDOL Pt 2

ME AND IDOL Pt 2
29. appa jin hyung



Seorang pria paruh baya yang pergi meninggalkan anaknya itu dari kantor..ia sangat lelah menntikan calon penerus perusahaannya itu dari anak semata wayang.


"Siang pak" ucap karyawan membungkukan badan ketika drinya melintas di koridor


Ia membalasnya dengan senyuman, karna tak usah berucap senyuman pun Bisa membuat hati si penyapa senang.


"Ayo pulang" ucap pria paruh baya itu ketika sampai di depan kantor


Si supir yang mendengar perintah dari atasannya itupun segera melangkahkan kaki untuk pergi mengambil mobil di basment


Sambil menunggu seorang supir, ia pun duduk di loby,, ia berkutik dengan handophone, sembari membaca berita harian yang sedang menjadi topik.


Matanya sibuk membaca, tapi pikirannya sibuk memikirkan anaknya ..sungguh sampai hari ini ia tak rela ketika anaknya menikah dengan seorang janda.


"Siang...pak" sapa karyawan yang melintas masuk kantor


Ia melirik dan memberi senyuman


Tak lama kemudian suara klakson meobil menyadarkannya..pertanda mobil sudah siap di gunakan.


Pria paruh baya itu pun berdiri dan melangkahkan kakinya,untuk menuju mobilnya.


Ya...memang seharusnya sang supir turun, untuk menyampaikan kalau mobil sudah siap dan mungkin seharusnya pula pintu mobil harus di bukakan ,mempersilahkan sang atas untuk naik.


Tapi berbeda dengan Kim woo seok , seorang yang rendah hati yang dan tak banyak tingkah dengan hal apapun.


Namun berbeda dengan urusan yang menyangkut putranya..kim woo seok tak ingin yang salah, apa lagi yang buru termasuk arra di matanya sudah salah.


Ia merilikan matanya saat tengah di perjalanan ia teringat pesan sang istri yang menitah membalikan roti kesukaannya di mini market...


"Ajhusi..hasibsio jungjineo"  ucap sang atasan


"Nee..sajangnim" ucap sang supir


Tak lama kemudian mobil pun berbelok arah di menuju mini market.


"Daegineo" ucap kim woo seok


Pria paruh baya itu pun pergi melangkahkan kakinya saat mobilnya sudah berhenti di depan mini market..


Saat tengah berjalan , matanya terus terfokus pada handphonenya karna istri mengirimkan  pesan untuk membeli barang keperluan dirumah..


Sungguh kim woo seok tidak tau menau tentang semuanya, tapi demi cintanya pada istrinya ia tetap melakukannya dengan sepenuh hatinya.


Fokus berbalas pesan kim woo seok lupa untuk memperhatikan jalan , dan al hasil dirinya malah menabarak orang.


"Ah...mianhae...aku tak sengaja maaf kan aku" ucap


"Eoh....kim saesangnim ?" ucap soerang yang di tabraknya itu


"Eoh...kau ,,, lama tak bertemu" ucap kim woo seok melihat orang yang di tabraknnya


"Nee...saesangnim,," ucap pria yang di tabrak itu sambil membungkukan badan


"Eoh...bagaimana kabar mu, ?" tanya kim woo seok


"Baik..aku baik.." ucap nya.


"Ah..jimin...sebaiknya kita mengobrol dulu saja di kaffe terdekat...


"Eoh...baiklah..." ucap jimin


**Ya jimin selepas pulang dari apartement jin untuk mengatarkan arra pulang


Jimin pergi ke mini market untuk membeli kebutuhan seulgi , ya memang sungguh hal ini membuatnya sangat sperti ibu rumah tangga membeli bedak, membeli pembalut, membeli maskara, membeli eyeliner,  jimin membenci ini tapi untuk sang istri yang telah melahirkan anaknya, jimin bisa apa.


Karna pengorbanan nyawa tak sebanding dengan rasa malu.walau jujur rasa cinta jimin pada seulgi mulai surut karna entah setiap hari jimin pulang malam, seulgi tak ada di rumah,dan tiba tiba jimin bangun darinya tidur seulgi sudah ada di sisinya..dan urusan bayi...hanya bisa mengandalkan baby sister.


VOTELIKE DAN KIMEN REDERS, YANG BANYAK YAH...


I PURPLE YOU**