ME AND IDOL Pt 2

ME AND IDOL Pt 2
70. You lie



Lima hari pasca kejadian itu jin kini hanya menghabiskan waktu dirumah, ia frustasi dengan apa yang di alami .sampai ajhuma in-gil yang peduli padanya pun bingung harus bagaimana.


Ya bagaimana tidak jin- tuannya Kian hari kian tak terurus , wajahnya pucat, badan sedikit kurus, seribu cara ajhuma in-gil lakukan untuk memberi makan atau pun vitamin namun tak kunjung berhasil. Bahkan tidur pun tuannya selalu mengigau menyebut nama istrinya itu dengan ucapan  "arra segera pulang"


tuan nya pernah bilang kalau ia mencari kemana mana namun tak kunjung di temukan, baik di kediamannya dulu saat sekolah SMA, ataupun apartemennya di daegu.


Ajhuma in-gil yang kadang tak sengaja melihat tuannya tidur, tak kuat menahan sedih sampai meneteskan air mata, Ia selalu menghubungi nyonya nya untuk meminta pulang untuk tuannya, namun tak kunjung ada balasan sekali pun.


Ajhuma in-gil tau apa masalahnya.  Ya Selepas dua hari setelah pulang dari indonesia bersama tuannya, appa dari tuannya- jin bernama kim woo seok datang bersama seorang waNita, ya ajhuma in-gil tau namanya pasalnya ia pengusaha terkenal di bidang tertentu. saat setelah menyuguhkan minuman dan cemilan tak sengaja ia mendengar kalau tuan kim woo seok , mengingkan tuannya untuk menikah dengan wanita yang di bawanya.


Dan setelah kejadian itu pun wanita itu yang entah nama siapa sering datang kemari, namun tuannya selalu mengacuhkannya walau wanita utu sering merayu nya dengan pelukan ataupun tingkah manjanya..


Dan mungkin sebab terjadi pertengkaran  karna nyonya arra sudah tau semuanya.


Entah ajhuma in-gil bingung harus berbuat apa untuk tuannya. Yang jelas semua kebutuhannya ia siapkan walaupun tak di sentuhnya.


Seperti sekarang ini ia tengah berjalan menaika anak tangga menuju kamar tuannya dengan nampan yang berisikan sarapan sandwich coklat dengan segelas susu,


Tiba di depan pintu kamarnya. Ajhuma in-gil mengetuk pintunya.seraya berkata


"Tuan apa kau sudah bangun..saya bawakan sarapan untuk tuan" ucap


Tak lama pun sang tuan membuka kan pintu kamarnya,


"Taruh saja dimeja sana" ucap jin menunjuk meja di dalam kamarnya itu sambil memakai jam tangannya,


Sungguh baru kali ini setelah lima hari kebelakang ajhuma In-gil melihat tiuanya berpakaian rapih.


"Eoh..baiklah"


Ajhuma in-gip pun berjalan masuk kedalam untuk menyimpan sarapannya itu,


Dilihat isi kamar itu berbeda dengan penampilan tuannya


Barusan. Berantakan..mungkin kata itu cocok untuk ruangan ini. Karna tempat tidurnya saja belum di raouhkan di tambah lagi gorden jendela pun belum di buka membuat suasana tambah semraut.


"Ajhuma tolong bereskan Kamarku" ucap jin yang kini sedang menyisir rambutnya.


"Nee..agesemnida" angguk sang ajhuma. Setelah itu berjalan ke ranjang untuk membereskanya


____________________________________


Jin menatap sarapan yang di bawakan asisten rumah tangganya itu,dilihat ada beberapa butir vitamin.


Jin tidak menyentuhnya, namun ia berjalan keluar


"Maaf tuan.." ucapan ajhuma in-gil menghentikan langkah jin yang hendak pergi


"Ada apa?"


"Kau tak memakan sarapannya?"


Tanya ajhuma in-gil


"Aku tak lapar" ucap jin hendak melanjutkan langkahnya kembali


"Tapi tuan..sudah lima hari kau tidak makan, wajahmu pucat, setidaknya minulah vitaminnya" ucap ajhuma in-gil


"Nanti saja..sekarang aku mau pergi,  jika arra datang kabari aku" ucap jin lalu pergi


10 menit berlalu kini jin mengendarai mobil sportnya. Bukan hendak bekerja , melainkan hendak ke kediaman jimin siapa tau arra disana. karna terakhir bertemu dengan arra ia pergi bersama mantan suaminya.


Dan sekarang tidak bekerja lagi atau pun mengurus perusahaannya ayahnya itu, dan untung saja tabunganya  masih sekitar 13 miliyaran, cukup lah untuk hidup beberapa tahun lagi dan membayar Asisten Rumah tangga nya itu, sambil mencoba membuka peluang usaha.


Jin memasang aerphone di telinganya ia mencoba menelpon kembali istrinya itu. Karna lima hari kebelakang panggilannya selalu ditolak


Tuuuutttt..Ttttuuuuttt...Tuuttt


Suara saat panggilannya tersambung. jin berharap kalau arra mengangkatnya. Dengan begitu ia tau dimana ia sekarang..


"Panggilang sedang di alihkan, coba beberapa saat lagi"


Jin menghela nafasnya kala hanya ada suara operator yang menyahutinya.


Jin kembali mencoba lagi namun sama seperti awal. Panggilan selalu di alihkan.


Entah berapa ratus kali jin mencoba menghubungi, selama lima hari kebelakang namun sama seperti barusan.


Jin pun kembali kekemudinya. Namun pikirannya tak henti hentinya memikirkan istrinya itu,


"Tuhan apa kah ini balasan untukku setelah melepas keluarga ku?" batin jin


20 menit jin kini berada di depan kediaman jimin. Ia menekan bellnya ber ulang ulang, dengan hati nya selalu berharap kalau sang istri ada di dalam.


Pintu terbuka di dapati seorang ajhuma


Jin tersenyum


"Maaf..apakah tuanmu ada?"


"Ah..ada,  silahkan masuk, sebentar saya panggilkan tuan" ucap sang ajhuma


Jin mengangguk lalu masuk sesuai dengan ucap an si ajhuma itu.


"Ayo silahkan duduk" ucap si ajhuma lagi


Jin menunggu sambil melarak lirik ruangan berharap ia menemukan arra disini


Tak lama kemudian Jimin pun datang dengan boxer dan kaos putih.


"Hey..hyung.." ucap jimin tersenyum


"Ah..jimin ..bagaiaman kabarmu" ucap jin basa basi


"Aku baik...ada perlu apa kemari" tanya jimin


"Ah..ani...aku hanya ingin bertanya padamu" ucap jin berterus terang


"Tanya apa?"


"Ah..gomawo" ucap jin.


Lalu si ajhuma pun kembali ke dalam.


"Ada apa hyung.." ucap jimin kembali


"Begini..kau kan yang terakhir dengan arra malam itu..aku hanya ingin tanya apa arra disini?" tanya jin


"Arra? Disini? Tidak.. Aku hanya mengantarkannya sampai stasiun, " ucap jimin


"Stasiun?"tanya jin ulang


"Iya..dia memintaku untuk mengantarkannya ke stasiun.." ucap


Jin mentap jimin , berharap ia menemukan kebohongan.namun nyatanya tidak


"Eoh..kau tau dia pergi kemana?" tanya jin


"Entah....mungkin ia oergi kebusan ke rumah lamanya itu" ucap jimin


"Eoh..begitu...kau tau alamatnya" ucap jin karna ia lupa dengan alamat kediaman arra di busan karna hanya sekali jin pernah mengunjunginya , itupun saat pernikaahan arra dengan Jimin.


"Tentu...aku akan mengirimkannya lewat pesan" ucap jimin lalu merogoh kantong celananya itu untuk mengambil handphone


"Nee.." balas jin


"Sudah" ucap jimin


"Nee..terimakasih" balas jin


"Hyung kau sakit?" tanya jimin


"Ah..ani..nan gwaenchanha" timpal jin tersenyum


"Kau bohong hyung..kau terlihat kurus sekarang,wajahmu sangat pucat" ucap jimin


"Tidak jimin..aku baik baik saja..ya sudah aku harus pergi terimaksih" ucap jin


Jimin mengangguk


"Hyung" Pekik jimin kala hyungnya berada di pintu


"Yee?"


"Aku turut prihatin..semoga kau berhasil" ucap jimin


Jin tersenyum


"Gomawo"


Dan setelah itu jin pun kembali mengendarai Mobilnya.untuk pergi ke busan , dan semoga arra benar ada disana.


😄


😄


😄


😄


😄


😄


😐


😐


😐


😐


😐


😐


😐


😐


😐


😐


😯


😯


😯


😯😯😯


"Bagaimana? Apa dia sudah pergi?"


"Sudah..kenapa kau tak mau menemuinya"


"Aku masih butuh waktu,"


"Tapi kasihan dia..dia terlihat begitu strees, Biarkan dia memberi penjelasan."


"Ah..sayangnya aku tak peduli..rasa sakit ku terlalu dalam"


MAAF TYPO YAH.... JANGAN LUPA VOTE .LIKE DAN KOMEN