
hari ini jimin tengah berada di restoran milik hyunganya.
"Kenapa kau tak membalas pesanku ataupun panggilan ku?, tapi walaupun begitu aku senang karna kau baik baik saja" batin jimin
Dengan hoodie yang menutupi kepala juga masker dan sunglasses.
Jimin menatap pasangan itu, terlihat keduanya saling menatap penuh kebahagian, jimin merasa senang melihat Arra baik baik saja walau hatinya begitu khawatir.
Ini bukan pertama kalinya jimin menginjakan kaki di restoran hyungnya, dulu jimin juga pernah kemari untuk menemui jin hyung nya, Namun ia tak kunjung datang ya mungkin ketika terjadi pertengkaran antara Arra dan hyung. niatan hatinya memberitahu tentang Arra selalu gagal.
Ya jimin tahu Arra sedang dalam bahaya. Karna udah tahu dari mulutnya langsung beberapa waktu lalu juga ketika Arra datang kemari sendiri. Jimin pun kebetulan ada. Namun Arra tak melihatnya, dan ketika jimin hendak menghampiri nya dua orang dengan postur tubuh tegap dan besar diam mengikuti Arra .
Dan sejak saat itu jimin memutuskan untuk membuntuti arra. Sampai sekarang. Bahkan jimin pun ikut ke pantai untuk memastikan Arra baik baik saja, ya jimin mendapatkan informasi itu tak sengaja dari pembantunya, yang telah membuat janji dengannya. Beberapa hari sebelumnya.
**Flashback onn
Jimin berjalan menyusuri pantai. Dari kejauhan ia melihat mantan istrinya bersama suaminya.
Ia muak dengan apa yang ia lihat, tapi mau bagaimana lagi, ada orang yang harus ia lindungi. Dilihat dua pria dengan baju serba hitam mengikuti seseorang , jimin pun dengan segara mengikutinya kembali dengan menggunakan masker dan SUNGLASS-NYA.
"Eoh..jimin-si" pekik seseorang
Seketika jimin terhenti dari langkahnya. Ia terdiam dan menatap pasir putih di bawahnya
"Jimin-si..lama tak bertemu, bagaimana kabarmu?" ucapnya kembali
Jimin pun menatap , melihat ke lawan bicaranya. di dapati pasangan dengan anak lelaki yang di gendong oleh si pria yang tersenyum padanya
"Eoh. Kau.." ucap jimin
"Yee.. Ku harap kau baik baik saja" ucap wanita itu
"Ck. Untuk apa kau menanyakan kabar ku, kau bisa melihatnya sendiri kan, aku tanpa mu bisa hidup" balas jimin menatap seulgi dengan senyuman miris
"Aish... Kau rupanya dendam padaku huh?" tanya seulgi
" untuk apa memperjelas, kalau kau sudah tau yang sebenarnya" balas jimin
" aku tau itu..tapi apa kau tak merindukan jihoon" ucap seulgi menatap anak lelaki yang di pangku si pria yang tak lain park jin young.
Jimin menatap anak itu, terlihat usianya kini sudah menginjak satu tahun
"Untuk apa? Dia bukan anak ku . apa lagi darah Dagingku" ucap jimin sinis
"Sih..baiklah.. Kalau begitu. Tapi ku harap kau bisa menemukan yang terbaik untukmu, karna kesempatan mu untuk kembali bersama Arra hanyalah tipis, itu terbukti karna aku melihat dia dengan hyung mu jin" timpal seulgi tersenyum
"Apa urusan tentang hidupku." ucap jiminn tersenyum getir, lalu ia melangkahkan kakinya menghadapi park jin young
"Ku harap kau mengajarkan istrimu tentang etika, bilang padanya jangan sibuk urusi orang lain urusi saja hidupnya" balas jimin lalu melenggang pergi.
---------
"SShiit...." pekik jimin ketika ia menyadari kalau dirinya kehilangan jejak dua orang yang sedang membuntuti orang
"Aish... Kenapa aku buang buang waktu hanya untuk orang tak Jelas" gusar jimin
Jimin melarak lirik ke setiap sudut pantai , tak mungkin ia bisa menemukan orang di antara kerumunan pengunjung ini?
Dan mau tak mau jimin harus mencarinya kembali.
"Aish.. Bichineo"
Jimin berjalan kesana kemari, menyusuri kerumunan orang yang berlalu lalang.
Namunnia tak kunjung menemukan orang yang sedang menguntit itu.
Namun indra pendengaran jin berfungsi sangat baik hari ini. Ia menangkap suara teriakan dari wanita yang sedang dibuntuti.
Arra...
Ia bermain air dengan hyungnya, dan terlihat begitu bahagia. Tawanya menggambarkan semua itu. Begitupun Jin. Yang sama sama menikmati bermainnya itu.
Seketika hati jimin merasa sakit. Kenapa harus ada penyesalan di akhir? Jika di awal mungkin jimin akan mengunakan baik baik waktunya yang telah berlalu.
Sungguh jimin tak terima rasanya melihat wanita yang ia cintai bersama orang lain . namun mau bagaimana lagi. Nasi sudah menjadi bubur. Tapi bisa di kembalikan seperti semula. Walaupun bisa pasti ada sesuatu yang menyakitkan, atau pun buruk di pandang.
Jimin menatap pasangan itu kembali. Lalu mencari dua lelaki yang membuntuti Arra dan jin. Ya jimin ingat di kemari untuk melindungi Arra dan anaknya. Bukan bernolstagia dengan masa lalu nya.
Jimin pun berjalan menghampiri kedua orang itu berpura pura tak mengenal walau ada di dekat mereka.
Dalam hati ingin sekali melapor polisi. namun jimin tak mau gegabah
"Yeoboseo"
Suara itu membuat jimin llebih menajamkan indra pendengaran nya.
"Nee.. Kami sedang mengikuti target. Mereka sedang berada di pantai heundae" ucap salah satu pria yang memegang handphone di telinganya
Jimin diam
Dalam hati jimin ia berpikir kalau orang itu benar benar sedang melapor pada tuannya
Siapa lagi kalau bukan Kim woo seok, Ayah dari kim seokjin, hyungnya.
Sampai saat ini jimin masih tak percaya dengan apa yang diucap Arra beberapa waktu yang lalu. Dan lagi bagaimana bisa Arra menyembunyikan semua ini dari suaminya. Padahal nyawanya sangat dalam berbahaya.
"Nee. Tuan.. Kami akan melakukannya sesuai dengan perintah." ucap si pria itu kembali lalu memasukan handphone nya ke dalam jasnya.
Jimin merunduk. Ia memikirkan bagaimana caranya bisa mengatasi semua masalah yang di hadapi Arra. Jika jimin jadi Arra mungkin ia akan tertekan dengan ancaman yang di berikan ayah dari hyungnya itu. Dan memilih pergi dari kehidupan jin hyung
Ya. Memang pengorbanan jin hyung sangatlah besar. Dan itu sepatutnya di terimanya.
"Aaish. Apa aku harus memberitahu jin hyung sendiri?" batin jimin
Tak lama kemudian dua orang penguntit itu bergerak yang juga mengikuti jin hyung dan arra. Namun sayang ternyata mereka mengarah ke kamar mandi.
Jimin pun memutuskan untuk beristirahat menuju hotel penginapannya. Yang dulu ia pernah kunjungi bersama mantan istrinya. Dan kebetulan Arra dan jin hyung pun menginap disana jadi jimin bisa mengawasinya dengan mudah.
Setelah beberapa lama berjalan jimin di hotel dan berjalan menju restoran, ia memilih tempat duduk dekat jendela yang memberikan penampakan diluar sana. Jadi jimin tak melewatkan pasangan yang di buntutinya.
Seketika jimin mendapat ide, ketika melihat mobil jin hyung terparkir di luar gedung hotel.
Jimin pun berjalan keluar dan menghampiri mobil itu, jimin menempelkan GPS di bawah mobil jin hyung.
Ya. Untung jimin punya GPS yang terselip di handphonenya. Dengan begitu jimin tak repot harus mendatangi rumah hyungnya untuk mencari tahu keadaan Arra
Ia hanya mengecek letak GPs itu di ponselnya,dan langsung dapat lokasi dimana Arra sekarang. Ya walaupun itu juga belum tentu efektif.
Tapi berkat hari kemarin jimin sekarang bisa tahu keberadaan Arra.
Flashback off**
Sama seperti hari kemarin Hati jimin sangat sakit ketika melihat Arra dan hyungnya tengah bersenda gurau.
Mana tanya berkaca kaca,jimin ingin menangis namun lagu penyesalan hanyalah penyesalan, jimin tak mungkin bersama lagi bersama Arra. Keduanya sudah bahagia. Juga waktu kemarin selam dua minggu sudah cukup untuk menghilangkan rasa rindu pada Arra.
Jimin mencoba menepis pikirannya sekarang. Ia menegugus minuman yang tadi ia pesan. Hal yang terpenting kali ini adalah keselamatan Arra dan anaknya.
Jimin egois membantu Arra hanya karna anak yang di kandung Arra. Toh jika terjadi sesuatu pada Arra anaknya pun juga ikut ikutan kena.
Pikirannya semula kembali ke hari kemarin yang berencana memberitahu hyungnya tentang masalah ini, setidaknya jimin tenang jika suami dari Arra itu tau yang sebenarnya. Ya semoga saja
Jimin menatap kembali pasangan yang sedang berbicara itu, namun beberapa menit kemudian sang sakit pergi keluar sedangkan sang pria tetap duduk di kursi.
Jimin menatap wanita itu, sampai akhirnya bayangannya pun ikut lenyap di pelupuk matanya. Kini tinggal jin hyung yang sedang menyapa para tamu.
________
"Bagaimana makanan ya . kuharap anda menikmatinya" ucap jin mendatangi satu persatu meja makan dengan senyuman
Pengunjung itu mendongakan kepalanya menatap si orang yang menyapanya
"Jin Hyung" gumamnya
"Jimin-si?" ucap jin terkejut mendapati pengunjungnya tak lain kawannya
"Kau.. Kau kemari kebetulan atau kau kemari karna tau ada Arra?" tanya jin kembali dengan wajah datar
Jimin menatapnya.
"Eoh. Mianhae hyung. Aku lancang" balas jimin
Jin tertawa masam
"Haish. Sudah ku kura kau kemari ada maksud lain, aku mohon jimin jangan rusak hubungan rumah tanggaku dengan Arra, dia sudah menjadi milikku, kau harus merelakanya" balas jin
Sungguh, jin membenci jimin setelah Arra menginap di kediamannya itu, jin tau apa arti sahabat tapi jin juga tak bisa mengerti jika sahabat menutupi apa yang sebenarnya.
"Jin hyung, aku kemari memang ada maksud. Tapi bukan berarti aku ingin menghancurkan hubungan rumah tangga mu" balas jimin
" geuleom museun tteus-iya??" tanya jin
( lalu apa maksud mu?)
Jimin menarik nafas, ia ragu dengan apa yang hendak ia katakan, jimin tak mau yang di takutinya Terjadi. Tapi ragu itu ia tepis karna ini demi kebaikan semuanya.
"Mwo??" tanya jin kembali menatap jimin dengan raut wajah muak
"Ah..hyung aku hanya ingin memberitahu kalau Arra dalam bahaya" ucap jimin seketika
"Apa maksudmu?" tanya jimin dengan raut wajah yang bingung
"Begini hyung, Arra sedang dalam bahaya karna ia sedang menjadi sasaran pembunuhan" balas jimin
"Siapa yang melakukannya?" tanya jin, dalam hatinya ia bertanya apakah itu benar?
Jimin benar benar ragu dari sebelumnya, ia takut hyungnya akan berfikir negatif tentangnya setelah menyebutkan nama si pelakunya
"Nugurang?" tanya jin Kembali dengan nada tinggi untung saja pengunjung sedang sepi hanya ada karyawan saja.
"Ah. Mmh. Appa mu hyung, kim woo seok" balas jimin seketika setelah menghela nafas
Terkejut, dan lucu , yang kini di rasakan jin, saat mendengar nama yang menjadi pelaku
Seketika jin tertawa garing
"Asih..jimin-si kau berulah lagi rupanya, jangan kau hancurkan hubungan kami hanya karna egomu" balas jin
Jimin terdiam, dugaannya benar terjadi, hyungnya tak percaya dengan perkataannya dan dirinya di cap negatif
"Ah. Ani hyung. Memang itu kenyataanya" balas jimin
"Aku tau hubungan ku dengan appaku sedang bermasalah, dan aku tau appa ku tidak menyukai Arra. Tapi tolong kau jangan mencoreng nama baiknya hanya karna egomu" balas jin
"Tapi hyung.."
"Sudah sudah. Aku sudah membenci mu karna kau menyembunyikan Arra. Dan kini kau berulah lagi membuat rasa benci ku terus bertambah., tolong pergi dari sini aku tak mau melihat mu lagi" ucap jin sambil mendorong tubuh jimin keluar
"Hyung. Aku tidak bohong" balas jimin
"Pergi.. Aku mohon jangan tampakan lagi wajahmu, dan jangan coba coba lagi menghancurkan hubungan orang. Kau sudah terima karma nya" balas jin masih mencoba mendorong jimin keluar
"Hyung...."
"Pergi" bentak jin
Dan mau tak mau jimin pun pergi keluar dari kaffe itu.
Ia berjalan kembali ke mobilnya lalu pergi begitu saja.
**MAAF TYPO..DAN MAAF BARU UP. KARJA ADA GANGGUAN JARINGAN, JADI GAK BISA CEPET UP.
DAN
SELAMAT HARI RAYA IDUL Fitri, MOHON MAAF LAHIR dan BATIN**..