
Sore telah tiba, tepatnya pukul 20:00
jimin kini ia sudah berada di apartemennya..keadaan kini berubah jin sering tak memperdulikan seulgi..namun pada jihoon ia sungguh tak tega.
"Ah..tuan Kau sudah pulang?" tanya sang ajhuma yang sedang lewat
"Nee...dimana wanita picik itu" ucap jimin
"Ah...di sedang di kamarnya." balas sang ajhuma
"Apa dia membawa lelaki itu lagi?" tanya jimin sembari menggulung lengan bajunya
"Ah ...nee tuan pagi tadi selepas kau berangkat ke kantor .seperti biasanya ia membawa lelaki itu kekamar dan saya mendengar suara lenguhan nyonya seulgi dengan mengatakan "faster chagi-ah"...tapi sejam setelah iitu dia berjalan keluar ,bersama lelaki itu tadi dan baru datang pulang sepuluh menit sebelum tuan datang" jelas pembantu
"Oh...baiklah...terimakasih informasinya...kalau ada kabar lain beritahu aku" ucap jimin
"Nee...ageesemnida"
"Oh..yah..dimana jihoon" ucap jimin
"Di sudah tidur,, sejak tadi sore setelah mandi"
"Oh...begitu..baiklah..kau bisa kembail kemabali ke aktivitasmu," ucap jimin
"Nee..agesemnida" balas ajhuma lalu pergi kembali ke tujuan semula..
Jimin melangkahkan kakinya menuju lanatai dua dimana kamarnya berada, sungguh jimin tak habis pikir dengan kelakuan seulgi.
Bagaimana bisa ia meninggal jihoon dengan seorang babysister tanpa mengawasinya, jimin yang bukan bapaknya saja sangat geram dengan kelakuan wanita itu yang hanya mementingkan diri sendiri.
Jin melangkahkan kakinya menuju tangga, seandai nya saja membunuh itu di legalkan oleh negara mungkin jimin untuk lertama kali nuya ingin membunuh seulgi karna kelakuannya dan rahasianya yang ditutupi.
"Kau sudah pulanh sayang?" ucap seulgi saat jimin sudah berada dikamarnya di dapati seulgi denga handuk yang melilit tubuhnya dengan tangan yang menggesakan handuk kerambutnya
Jimin yang ditanya oleh seulgi pun hanya diam..dia tak mengeluarkan sepatah katapun karna rasa malas berhadapan dengan wanita ini. Namun dalam hatinya ia beegumam
"Dasar jalang, kau sudah puas memenuhi nafsu lelaki itu?"
Oh..tidak untuk pertama kalinya jimin mengatakan seulgi jalang..padahal dulu ia menantang keras ketika arra berkata "seulgi jalang", bahkan malah jimin sendiri yang malah memfitnag arra mengatakan kalau ia adalah jalang, tapi padahal kenyataanya memang berbanding terbalik
Ya..seandainya saja jimin tau apa yang sebenarnya terjadi mungkin jimin takan melakukan hal itu.
"Kau sakit kepala huh? Atau kau baru saja mabuk?" tanya seulgi yang melihat jimin menggelengkan kepalanya.
Dan lagi lagi jimin diam.
Ia lebih memilih menyimpan tas kantornya dan mengambi baju ganti dan handuk.
Setelah itu ia pun pergi keluar. Seperti biasanya ia hendak menuju kamar arra.
Jimin membuka pintu itu, dengan langkah kaki perlahan ia membaurkan dirinya pada ranjang yang berselimutkan biru itu.
Jimin lelah Dengan kehidupannnya kini. Maslahnya begitu bertubi tubi, rasa penyesalan selalu membanjiri.
"Tuhan.haruskah aku mati sekarang?" pekik jimin mengusap kasar wajahnya itu dengan tangan.
Sungguh jimin putus asa sekarang ini, banyak hal yang tidak bisa jimin lalui semuanya akan pergi, dan jimin tak punya siapa siapa lagi.
"Tuhan,, cabut saja nyawaku jika aku tak di perlukan lagi?" pekik jimin kembali
Ya mati...mungkin jalan satu satunya jimin lari dari kenyataan, jimin rasa tak ada gunanya lagi untuk hidup karna
Kebahagian jimin telah terenggut oleh kelirunya pilihan yang dianggap baik untuknya.
jimin masuk ke kamar mandi untuk melakukan niatan yang sebelumnya,
sampai di kamar mandi Jimin min menemukan obat yang fungsinya untu menghilangkan bau kamar mandi.
jimin melihat dan memperhatikan nya, terlintas di pikiran yang berkata
"mati saja lebih baik"
"TUHAN ......APA BENAR INI YANG TERBAIK?"_ JIMIN
**MAAF KALAU ADA TYPO YAH...MOHON MAKLUM... AUTHOR SEKALI LAGI MINTA DOANYA BUAT KESEMBUHAN KAKEK AUTHOR.. dan maaf juga jarang up..terus kalau up up nya satu chapter , authornya lagi banyak tugas seoklah..terus sering sakit jadi gx fokus, sekali lagi maaf
JANGAN LUPA VOTE YANG BANYAK , LIKENYA JUGA...JANGAN LUPA KASIH SEMANGAT BUAT AUTHOR tetep stan yah sama me and idol
I PURPLE U💜**