
Sungguh jimin tak menyangka dengan ucapan seulgi..
Ia tak menyangka dengan semuanya...
Baru kali ini ia mengetahui fakta fakta mulai dari seulgi yang sengaja membuat keasalahan untuk menyingkirkan arra supaya arra salah dimata jimin, park jihoon bukan anak biologisnya, dan bahkan kematian orang tuanya pun di sebabkan oleh wanita licik itu..
Ia salah mengira dengan sikap dan sifat Yang selama ini seulgi tunjukan..ia telah tertipu dengan ucapan seulgi..
Sungguh jimin merasa bodoh..karna menyia nyiakan yang terbaik demi yang di anggapnya baik..
"Sudah sanah pergi"
Ucapa sang wanita terdengar di telinga jimin, jimin dengan segera melangkahkan kaki menuju kamar yang berada lima langkah dari posisinya.
Ya jimin masuk ke kamar yang dulu di tempati arra , ia menutup pintu dengan perlahan, supaya binyinya tak terdengar oleh kedua orang itu.
Jimin mengedarkan pandangannaya, baru kal ini jimin menginjakan kakinya lagi dikamar arra yang sebelumnya mengambil peralatan arra untuk digunakan. Di sini tempat
yang menjadi saksi bisu antara dirinya dengan arra yang sedang memadu kasih.
Lagi mengingat semua itu, jimin hanya bisa menyasali apa yang telah menimpanya saat ini..
Hidupnya sangat hancur semenjak orang orang yang ia sayangi telah pergi meninggalkan..ia kira seulgi adalah orang yang paling setia ,, dan lagi lagi ternyata dirinya salah.
Tak sadar air matanya menetes. Sungguh jimin gusar dengan perasaan nya saat ini..marah dan kesal lebih mendominan pada dirinya.
Dan
Kini ia paham kenapa kedua pembaNtunya berperi laku aneh saat dirinya tiba di apartement.
Mereka sudah mengetahui semuannya, tapi kenapa mereka tidak mengatakan yang sebenarnya?
Sudah Lima menit jimin berada di kamar itu...namun ia tak mendengar suara pintu terbuka atau pun derap kaki yang melangkah berjalan menyusuri tangga.
"Aneh...mereka bilang si lelaki akan pulang..tapi kenapa lama sekali.?"_ batin jimin
Jimin pun memutuskan untuk keluar dari kamar itu..lalu pergi memeriksa kamarnya lagi
"Ayo cepat pulang.?." suruh sang wanita yang terdengar telinga jimin.
"Kenapa...., aku masih ingin bersama mu?apa kau tak mau bersama ku "
",ah..bukan begitu...Nanti jimin datang"
"Eh...memangnya...kau bilang dia akan pulang 50 menit lagi...
Sedangkan ini baru pukul 17 : 30!, itu artinya kita masih ounya waktu 20 menit lagi"
"Tapi bagaimana kalau dia pulang lebih cepat!" pekik sang wanita yang terdengar khawatir
"Hey..Tenang lah...jika jimin sudah datang pembantu akan memberi tahunya bukan, dan aku akan bersembunyi di ruangan yang tak pernah jimin kunjungi"
"Tapi aku takut"
"apa yang kau takutkan ...bukannya tujuan kita ingin membuatnya jauh dari kehidupan mu, jadi walaupun dia melihat ku disini..maka semuanya akan selesai..kau tak perlu mengotori tangan mu untuk menjalankan rencama yang kau susun" ucap sang Lelaki
"Tapi..."
"Tapi apa lagi..., sudahlah..ikuti permainnanku, nikmati lumatan dan sesapan ku ditubuhmu, mendeshlah..karna itu membuatku bergairah"
Setelah percakapannitu betakhir kini hanya suara desahan dan lumatan yang terdengar di telinga jimin.
Sungguh miris..tubuhnya yang dulu di buatnya mendesah dan membuatnya bergairah..kini dinikmati orang lain
Muak mendengar suara desahan itu jimin pun meninggalkan nya, jimin sungguh jimin tak berniat menganggu nya walaupun hatinya terasa panas ingin memergokinya..,
Tapi jimin memutuskan untuk turun kelantai bawah. Mencari angin dan melihat jihoon yang mungkin sedang makan..
"Oh tuhan, kenapa kau terlambat memeritahu ku kalau aku menyikainyu, andai waktu bisa diulang kembali ..aku akan memilih arra sebagai wanita terakhirku"
**MAAF KALAU ADA TYPO YAH...MOHON MAKLUM... AUTHOR SEKALI LAGI MINTA DOANYA BUAT KESEMBUHAN KAKEK AUTHOR..
JANGAN LUPA VOTE YANG BANYAK , LIKENYA JUGA...JANGAN LUPA KASIH SEMANGAT BUAT AUTHOR, BIAR SERING SERING UP DENGAN CARA KOMEN YAH..
TETEP STAN YAH...
I PURPLE U ARMY💜**