ME AND IDOL Pt 2

ME AND IDOL Pt 2
44. I hope



Hari kembali arra sedang bersiap untuk pergi sesuai dengan di janjikan jin kalau ia akan ke indonesia..


Jimin telah memesan Zet VIP yang hanya di pakai pemunampang terkhusus dan tak tanghung tanggung jin mengeluarkan uang di sakunya terlebih jimin sudah menyewa pesawat dengan fasilitas kesehatan yang terbaik.karna di khawatirkan takut terjadi sesuatu dengan arra.


"Sudah siap semua?" tanya jin


"Sri bentar lagi aku hanya tinggal sedikit mengoles  bedak" ucap arra


"Kalau begitu , aku akan menunggu mu di ruangan bawah" ucap jin 


"Nee..." angguk arra , setelah jin pergi arra


Jimin berjalan ke luar menuju ruang kluarga..ia hendak mengecek koper yang akan di bawa ke indonesia..dan kebwtulan ajhuma in-gil akan ikut bersamanya, karna takutnya arra kewalahan dengan dirinya.


"Ajhuma...apa kau siap?" tanya jin berteriak


"Neee.....aku sudah siap tuan" balas ajhuma in-gil


"Kau tidak melupakan satu oun kan ..kita disana lima hari" ucap jin


"Nee..aku yakin tak ada yang ketinggalan"


"Oh...baiklah..sebentar lagi taksi akan datang dan kita akan segera berangkat" ucap jin


"Nee..agesemnida..kalau begitu aku akan membawa koper koper ini kedepan" ucap ajhuma in-gil


"Tunggu...!!" ucap jin


"Nee..mwoya?" tanya ajhuma terkejut


"Kau sudah mentransfer uang yang ku beri untuk anak mu" tanya jin


"Ah..nee, aku sudah mentransfernya...gomawo Tuan.." ucap jin


"Ah..baiklah...kalau begitu lanjutkan aktivitasmu aku akan menunggu arra" ucap jin


"Nee...agesemnida" ucap ajhuma in-gil


Dan setelah itu ajhuma in-gil pergi membawa dua koper , arra datang penampilan rapih.


"Kajja" ucap arra


"Ah...nee"balas jin


"Kenapa? Ada yang salah?" tanya herang ketika matanya mendapan tatapan yang berbeda.


"Tidak.sayang kau bilang akan memkai bedak tipis ..lalu kenpa kau seperti ini?" tanya jin


"Lah?? Memang nya aku salah?" tanya arra


"Aku jelek huh?" tanya arra kembali


"Ah..ani..kau tidak jelek sayang" ucap jin


"Lalu...?"


"Kau sangat cantik dari sebelumnya hanya saja kau berbeda dari biasanya" ucap jin


"Ouh...begitu" ucap arra


"Nee...., kau tidak marahkan?" tanya jin


"Ani..nan gwaechanha.." ucap jimin


"Aku menerima apa kondisi mu sayang" pekik jin dalam pelukanya  memeluk arra


Arra tersenyum mendengarnya..namun hatinya berkata" kau menerima kondisi ku tapi ada orang yang tidak menerima ku dengan kondisi ku seperti ini"


"Eoh...tuan..miahae, aku mengganggu mu" ucap ajhuma in-gil yang tiba tiba datang sambil merunduk


Lantas keduanya langsung mrlepaskan pelukan itu


"Aku hanya ingin menyampaikan..taksi sudah datang" ucap ajhuma


"Keduanya?" tanya jin karna memang ia memesan dua mobil taksi.


Yang satu untuknya dengan arra dan satu lagi untuk ajhuma in-gil karna tak mungkin jika mereka di satukan dalam mobil yang sama, tapi mungkin saja hanya saja nanti ketika jin ataupun arra tidur selama perjalanan ada rasa malu yang timbul terlebh jin jika tidur selalu memeluk istrinya


"Nee...tuan..aku sudah memasukan kopernya, kedalam bagasi" ucap ajhuma in-gil


"Ah..baiklah..ayo kita berangkat sekarang" ucap jin sambil melirik arra


"Kajja" ucap arra


Mereka berduapun berjalan menuju ke luar dan di ikuti dengan ajhuma in-gil


Sampai di halaman keduanya langsung menaiki mobil itu untuk  menuju bandara, keberangkatannya ke indonesia akan di tempuh satu jam lagi dan waktu menuju bandara kurang lebih tiga puluh menit. Memang jaraknya waktunya cukup lama tapi itu sengaja untuk meleluasakan perjalanan.


"Kau  baik baik saja kan?" tanya jin ketika melihat arra yang diam


"Nee..nan gwaenchanha"


Ucap arra tersenyum


"Kau sudah Hubungi eomma?" tanya jin


"Nee...aku sudah menghubungi saat dikamar tadi"


"Ouh...bagus lah...jika kau mengantuk tidur lah" ucap jin


"Nee...kau membawa earphone?" tanya arra


"Tentu..., kau mau memakainya" tanya jin


"Nee...aku akan memakainya untuk menghilangkan jenhku selama perjalanan ini" ucap arra


"Baiklah..aku akan ikut mendengarkan , " ucap jin memberika sebelah aerphone pada arra


Arra tersenyum lalu memasang aerphonenya


"kira kira kau akan mendengarkan lagu apa?" tanya jin


Arra habya tersenyum tanpa berkata sepatah kata pun dan tangannya sibuk berkutik dengan aplikasi musik menscroll deretan lagu yang ada di play list nya.


Dan tiba ia menemukan lagu yang ia sukai.


"Kau begitu suka dengan lagu best of me?" tanya jin menatap arra


"Nee...aku sangat suka dengan lagu ini..liriknya penuh makna" ucap arra tersenyum


"Ya...aku tau itu...lagu ini di buat dengan berkolaborasi dengan the chainsmoker"


"Ya...aku tau itu juga karna aku adalah seorang army" ucap arra tersenyum


"Dan sayangnya kenapa kau membiaskan jimin terlebih dahulu dan menikah dengan ku " ucap jin merilik arra sekilas namun pandangamnya berubah kelain arah


"Mianhae...karna masa remaja ku hanya simpati dengan jimin, tapi aku bersyukur jika tidak dengan jimin aku bisa bersama mu "


Jin tersenyum miris


"Kalau saaja aku tau kau akan mrnikah dengan jimin mungkin aku akan menikahi mu terlebih dahulu, sayangnya waktu itu kita telah berbeda karna terputus kontak"


"Kau marah? " tanya arra


"Ani..aku baik baik saja"


"Satu hal yang kau belum tau..kalau kau menjadi first love ku sebelum jimin menikahi ku"


"Jinjja?' tanya jin terkejut


"Nee..untuk apa ku berbohong bahkan aku berharap yang mrnikahi ku pertama kali nya adalah kau" ucap arra berterus terang dengan kenyataan


"Ah...mianhae...aku memang salah, dan tapi kenapa kau mau saja dengan perjodohan itu" ucap jin bingung


"Ya karna ini semua keinginan halmoenimu yang ingin melihatku menikah, sedangkan eommaku dia tau aku menyukai BTS membiaskan jimin, DAN kebetulan eomma ku dan eomma jimin bersahabatan sampai akhirnya mereka memutuskan untuk menjodohkan jimin, di tambah lagi eomma jimin yang tau kalau jimin memiliki seulgi yang ia tak sukai, keduanya pun sepakat dengan perjodohan ini" jelas arra


"Kau menderita dengan jimin saat awal pernikahan itu kan? Lalu kenapa kau tidak meminta bercerai saja ?" ucap jin


"Menurutku pernikahan itu sakral , aku berharap sekali seumur hidupku dan aku memegang teguh ikatan pernikahan dan janjinya itu, mau bagaimana menyakiti, aku terima dengan sabar" ucap arra


Jin hanya diam mendengarkan cerita kehidupan arra


"Karna aku ingin menjadi istri yang baik, tanpa mengecewakan kedua belah pihak, aku berjata i'm fine ketika ibu mengetahui semunya tentang jimin dan seulgi yang menikah karna perjodohan itu mereka yang buat.."


"Aku baik baik saja, ketika semua nya menyakitkan,dan berharap semuanya akan lebih baik pada waktunya, ya jimin memang berubah, tapi lambat laun ia kembali ke semula sampai akhirnya ia memutuskan untuk berpisah" jelas arra tersenyum miris, tak sadar air matanya menetes


"Ah...mianhae aku membuat mu menangis" ucap jin menyadri tetesan air mata keluar dari mata arra dengan segera ia mengusap  air mata itu ..dan memeluk sayng istrinya itu


Tak peduli seorang supir taksi yang melihatnya lewat kaca spion atun pun apa, yang jelas jin hanya ingin memberikan ketengan bagi arra karna yang membuatnya menangis adalah jin sendiri


"dan ku berharap kau menjadi yang terkhir untuk ku,semoga saja " _batin