
Ajhuma in-gil kini sibuk menata piring di meja makan, ia sudah selesai masak dengan bahan bahan yang ia bawa dari korea selatan kemarin, kini dirinya sedang menuangkan air di setiap gelas, ia mendengar suara derap kaki yang melangkah menuju ruangan dimana ia berdiri, ia melirik ke arah luar ruangan itu...
_____
Jin berjalan menuju luar ruangan - kamar .tiba di dibawa ia berjalan menuju dapur untuk mengambil segelas air putih, dan ia pun berpapasan dengan ajhuma in-gil yang sedang menyiapkan makanan
"Tuan...makanan sudah siap" ucap ajhuma in-gil dengan senyuman
"Nee..terimakasih" ucap jin
"Dimana nyonya.., " ucap ajhuma in-gil
Seketika raut wajah jin berubah, menjadi kesal kembali
"Dia masih di atas" jawab jin
"apa perlu saya memanggilnya" ucap ajhuma kembali
"Tidak usah..nanti juga dia akan kemari" ucap jin
Mendengar ucapa itu Ajhuma in-gil mengangguk, lalu pergi melakukan aktivitasnya.
Ajhuma in-gil tau kalau keduanya sedang bertengkar kerna jelas beberapa waktu lalu suara bentakan dari tuannya terdengar
Ajhuma in-gil bertanya juga, hanya untuk memastikan apakah keduanya baik baik saja atau tidak, dan ternyata tidak, karna ajhuma bisa mengetahui jawabannya dari ekspresi wajah tuannya.
Entah apa yang membuat keduannya bertengkar, baru kali ini juga ajhuma in-gil melihat keduannya hertengkar padahal sebelumnya mereka tak sperti ini, bahkan sangat romntis, walau dirinya tau kalau dalam rumah tangga tak luput dari masalah.
Jin menatap makanan di meja, biasanya arra sibuk menyediakan mengambilkan makannan untuknya, tapi kali ini dan baru pertama kali ia makan tanpa istrinya itu.
Jin menatap ke tangga menuju lantai dua, tak ada pergerakan ataupun suara yang keluar dari atas sana,
Jin pikir arra mungkin sedang mandi, dan mungkin ia akan kemari untuk makan,, samapi akhirnya jin memutuskan untuk mengisi perutnya dengan makanannya terlebih dahulu, tak peduli rasa solidaritasnya kali ini tak ada.
___
Kali ini arra berdiri dalam rundukannya..walupun air mata tak sungkan untuk mengalir semaunnya, arra masih binggung dengan apa yang harus ia lakukan untuk menebus kesalahannya yang fatal,
Ia berjalan menuju kamar mandi..lalu menutupnya dengan perlahan , ia menyalakan shower lalu membasi tubuhnya tanpa melepas pakaian.
Ia merenungi dirinya bagaimana bisa ia berbuat ceroboh dengan hal yang tak sengaja,
Satu hal, arra hanya bisa menangis memikirkan masalahnya saat ini.
*
*
*
*
*
×
×
×
×
×
Ajhuma inggi sudah selesai dengan ativitas mencuci piring di dapur, namun ia tak kunjung mendapati nyonya masuk keruangan yang ia tempati bersama majikannya.
Begitu pun dengan jin yang kini sudah selesai dengan makannya, bahkan jin sudah lama berdiam diri menatap gelas putih yang kosong karna airnya sudah ia masukan sendari tadi,
Dan lagi selama, makan tadi jin tak bosan bosan menatapi lantai atas dimana teedapat kamar yang di tempatinya berdua dengan ara, ya walaupun hatinya sakit, bahkan lebih dari sakit ia tetap memperhatikan pujaan hatinya.
"Tuan...apa saya harus memanggil nyonya, " ucap ajhuma in-gil yang khawatir dengan keaeaan sang majikan
"Ah..tidak..mungkin ia kembali tidur, jika nanti jam sepuluh dia belum kemari , tolong antarkan makanan untuknya," ucap Jin
"Nee, agesemnida" ucap sang ajhuma
"Baiklah..aku mau keluar, jika arra menannyakan ku katakan jika aku pergi ke rumah orang tuannya" ucap jin sambil berdiri
Ajhuma in-gil pun mengangguk, lalu setelah itu jin pergi keluar ruangan.
Jin melangkahkan kakinya menatap matahari yang hangat dia area villa yang di tempatinya, jin sangat suka dengan keadaan seperti ini kesejukannya membuat jin sedikit tenang dari masalahnya.
Jin berjalan menuju villa milik orang tuannya itu, ia menemukan seorang supir yang sedang membersihkan mobilnya.
"Good morning" ucap jin tersenyum
Jin kembali tersenyum lalu masuk kedalam villa yang di tinggali mertuannya itu...sungguh jin sangat suka berada disini
Ia melangkahkan kakinya menuju ruangan ..melihat lihat dekorasi rumah itu..karna kemari ia belum sempat berkeliling karna rasa lelah sehabis perjalanan.
"Hey.. Menantu" ucap seorang paruh baya
"Ah..appa" ucap jin membalikan badan melihat pria yang menjadi ayah dari istrinya itu lalu membungkukan badan
"Bagaimana kabarmu" tanya appa kim berjalan mendekati menantunya itu
"Baik..aku sangat baik" ucap jin tersenyum
"Eoh . dimana arra? " ucap appa kim
"Dia..masih dikamarnya, mungkin sekarang sedang berdandan" ucap jin
Appa kim mengangguk, lalu keduannya berjalan menuju ruang santai untuk mengobroh beberapa hal
Di Tempat lain arra selesai dengan mandinya setelah tubuhnya mengigil kedinginan.
Ia keluar dari kamar mandi itu dengan kimono yang terbuka, ia merasa dingin tapi sedingin sikap jin padanya.
Ya sendari tadi arra memikirkan bagaimana caranya ia meminta maaf pada sang suami dan menjelaskan keteledorannya.
Dan sekaran ini ia menatap dirinya di cermin meja rias, ia tersenyum.
"Aku harus menjelaskan apa pun yang terjadi" pekik arra
Ia pun membuka lemari pakaian yang semalam ia sudah tata dari kopernya,.
Ia mengabil satu pakaian, lalu mengenakannya dengan cepat, ia harus menemui jin dan membicarakannya dengan baik baik. Kalau hisa arra akan berlutut di kakinya demi maaf yang di inginkan.
Lima belas menit arra selesai dengan semuanya termasuk memakai bedak..ia keluar dari kamr , lalu berjalan menuruni anak tangga dengan semangat, sepuluh anak tangga ia lewati dengan dengan cepat, karna tak sabar ingin menyelesaikan masalahnya.
"Aaaaaaakkhhhh"
Suara teriakan dengan keras menggema du ruangan , ajhuma in-ghil yang sedang membereskan makanan pun terkesiap dengan suara itu. ia tau suara siapa dan langsung menuju ke arah sumber suara.
Sungguh terkejut saat ajhuma in-gil tiba ruang tamu yang menghubungkan kdua ruangan itu..
"Ah..nyoonyaa.."
"Aigoo...aigoo" pekik ajhuma in-gil mendekati majikannya yang terkulai lemas
"Ya tuhan...darah" ucap ajhuma in-gil lalu dengan segera ia berlalu keluar ruangan mencari tuannya,
Ajhuma in-gil melangkahkan kakinya menuju villa kediaman orang tua arra karna sebelumnya tuannya berkata kalau ia ada di rumah sang mertua.
________
Jin tertawa leoas sejenak masalh dengan arra ia lupakan, ya
Jin sedang bersenda gurau dengan mertuanya ini, ternyata mengasikan berbincang dengan ayah dari istrinya , dari luar memang terlihat sangat garang tapi memang manusia tidak bisa di tentukan menurut penampilannya.
"Oh..yah jin...aku hanya berpesan pada mu jaga anak ku, ku harap kau lelaki yang terakhir untuk nya" pekik tuan kim sebelum meminum tehnya.
Jin yang sedang mengunyah kripik pun mengangguk dengan senyuman, memang pasalnya tak ada niatan untuk meninggalkan arra sedikit pun.
"Tentu...aku akan menjaga arra semampuku" ucap jin
"Ya..aku percaya padamu," ucap tuan kim mengangguk
"Eoh..sayang kenapa arra belum kemari?" tanya nyonya arru pada menantunya itu
"Mungkin dia sedang sarapan " jawab jin
Tak lama kemudian datang seorang ajhuma yang tergesa gesa, dengan raut wajah yang takut dan khawatir.
"Ah..permisi tuan" pekik ajhuma in-gil sambil tersenggal senggal nafasnya lantas ketiga bertanya dalam hati dengan rasa bingung
"Aish..ajhuma kau kenapa?, kenapa terburu buru begitu" ucap jin
"Ah..ani tuan, nyonya...nyonya arra" ucap ajhuma in-gil
"Ada apa dengan arra,? Katakan jangan seperti itu" ucap jin khawatir seketika
Ajhuma in-gil menarik nafas seketika.
"Nyonya, tuan, nyonya jatih dari tangga" ucapnya
Sontak jin langsung lari menuju villa yang di tinggalinya, bersama arra..
Vote, like dan komennya jangan Lupa ARMY!!!