
**Sore hari berlalu , gelap malam pun sudah hilang
Kini pukul 07:00 pagi**
Arra dan jungkook berada di kamarnya masing masing, untuk membersihkan diri dari keringat di siang hari.
Jungkook menempati kamar tamu yang berada lima langkah di sebelah kamar arra.
Ya , arra sudah mendapat ijin dari orang tuanya mengenai jungkook yang hendak menginap di kediamannya.
Lima belas menit berlalu kini arra selesai dengan mandinya, ia kini memakai baju tidur dengan warna biru langit, setelah utu ia menyisir rambutnya,.
Drrrrttt...ddddrrrtt..ddrrrtt..
Getaran handphone yang berulang ulang membuat mata arra terlaihkan ..ia menatap layar handphone yang berada pada sofa di belakang tubuhnya.
Ia berjalan menghampirinya, dilihat panggilan masuk, tertera nama "jin oppa" sebagai pemanggil.
Sunggup arra merasa senang dengan panggilan yang masuk ini, ia tersenyum lalu segera mengangkatnya dan meletakan handphonenya di telinga.
"Ya..chagia-ah. wae na hante jeonhwa haess-eo??" tanya arra sedikit berteriak kala panggilannya tersambung ( ya..sayang kenapa kau baru menghubungiku?)
"Mmm...mian..mianhae,, ilhal su-iss-eoseo, yeonlag hal gihoega eobs-eossseubnida, mianhae"
(mm..mm.maaf..aku ada pekerjaan jadi aku tak sempat menghubungimu, maaf)
"Aish .baiklah..aku mengerti itu, jadi bagiamana pekerjaannya,?" tanya arra yang kini mengoleskan bedak tipis di wajahnya.
"Ah...mianhae..sepertinya aku tidak bisa menjemputmu kembali ke korea, ada masalah yang harus ku hadapi"
"Gwaenchanha...lagi pun aku disini masih sangat nyaman, aku masih merindukan eomma ku"
"Eoh..arraseoh...dangsin-eun jeongmal haengboghage deullibnida ..."
( oh..begitu.. Kau terdengar sangat bahagia rupanya?)
"Kau benar, jika boleh aku akan pulan satu bulan kemudian. Apa itu boleh?" tanya arra karan memang rasa rindunya terhadap eomma dan apa nya cukup besar..jadi butuh waktu lama untuk menghilangkannya.
"gwaenchanhseubnida. jeulgisigi balabnida."
(tak apa ku harap kau menikmatinya,)
"Ah...gomawo chagia-ah"
"Dan ku harap kau menjaga kondisi tubuh mu dan bayi kita,"
"Tentu..dak kau juga, jangan gila kerja, pikirkan kondisi mu "
"Pasti..ya sudah aku harus mengakhiri panggilannya karna aku sudah sampai di kantor"
"Baiklah..sampai jumpa lagi, love you?"
"Love you too"
Sambungan terputus, begitu pun hiasan wajah arra yang selesai di make up dan kini ia melangkahkan kakinya menuju meja makan, tak lupa pula ia membawa handphone di tangannya.
Lima menit
Arra sudah sampai di meja makan , di dapati nyonya arru dan tuan kim , sang orang tua yang tersenyum kepada anaknya. Arra pun melakukan hal yang sama ia teesenyum sembari menyapa
"Selamat pagi"
"Pagi sayang" ucap tuan kim
"Kau senang sekali..ada apa?" ucap nyonya arru
"Ani..." ucap arra tersipu malu
"Aish..aku ini ibu mu , tidak mungkin aku tidak mengenali kebahagian yang terpancar di wajah mu" ucap nyonya arru
"Ada apa? Katakan?" lanjutnya
"Ah..jin oppa baru saja menelpon ku, dan aku sangat senang" ucap arra
"Aish..kau seperti remaja yang tengah kasmaran, pertahan kan dia jika itu yang menurut mu baik" ucap tuan kim
"Nee..aku tau itu"
"Eoh..yah .mana jungkook?" ucap nyonya arru
"Ah..iya..aku lupa membangunkannya" ucap arra
"Ya sudah..panggil dia..suruh dia sarapan" ucap tuan kim
"Nee..appa"
Lima menit berjalan arra kini sampai di pintu kamar jungkook. Di ketuk pintu tersebut beberapa kali namun tak ada balasan.
Saat aarra memegang knop pintunya, ternyata tidak kunci, arra pun memutuskan untuk masuk dan betapa terkejutnya , ternyata jungkook baru saja keluar kamar dengan handuk yang di selempangkan di pinggangnya.
Sontak arra langsung menutup matanya dengan tangannya
"Aish..jungkook,, katakan dari tadi jika kau sedang mandi" omel nya
Jungkook yang melihat arra tertutup matanya dengan segera memakai boxer dan kaos berwarna putih bergambarkan orang asing
"Sudah ..buka matamu..aku sudah selesai" lanjut jungkook
Perlahan arra mebuka matanya ..mengalihkan tangan di matanya, dan dengan segera ia berjalan menuju jungkook
"Aish..kau ini,,menyebalkan sekali, untung saja aku tidak teriak " ucap arra sembari memnyubit jungkook
Jungkook pun tak kuat menahan rasa sakit langsung berlari menyebrangi kasur
"Aish..kan sudah ku bilang aku minta maaf lagipun kau malah masuk begitu saja"
Arra menatapnya
"Oh..jadi kau pikir aku yang salah, hey tuan jeon.. Suruh siapa kau tidak mengunci kamar mu huh?" tanya balik arra Lalu berjalan menuju jungkook untuk menyubitnya kembali
Namun naas saat hendak sampai di hadapan jungkook arra tersandung selimut yang terjatuh akibat jungkook yang menyebrang dan untung saja dengan sigap jungkook menahannya untuk tidak jatuh ke lantai,
Keduanya diam..hanya saja mereka saling menatap...
Namun beberapa menit kemuadian arra membuka suara
"Benarkan posisi ku"
Dan dengan cepat jungkook membenarkan posisi arra untuk kembali tegak.
Keduanya kikuk entan apa yang terjadi barusan membuat merekak merasa canggung.
Jungkook,, seketika kejadian itu membuat jantungnya berdegup kencang dengan darah yang berdesir (umpama 😅😂)
Arra membuatnya semakin jatuh cinta , padahal jungkook sudah merelakannya.
"Aish ... " pekik jungkook
"Apa yang aish??" tanya arra
"Ani..gwaenchanhaeo" ucap jungkook tersenyum
"Huh..untung saja aku tak terjatuh..kalau tidak aku tak tahu harus menangis seperti apa" ucap arra
"Ah..mianhae.." jungkook menatap arra
"Ya sudah lupakan..ayo kita makan eomma dan appa ku sudah menunggu" ucap arra
Jungkook mengangguk lalu mengikuti arra keluar.
"Kenapa lama sekali..kenapa kalian tertawa, apa terjadi sesuatu" tanya nyonya arru melihat keduannya yang datang
"Ah..ani...hanya saja jungkook tangannya tidak mau diam," ucap arra
"Kenapa?" tanya nyonya arru
"Dia mengelitiki ku sampai aku lelah tertawa" ucap arra mengadu
"Bohong..dia bohong..justrus sebaliknya aku yang habis dikelitikinya" timpal jungkook tak terima sedangkan arra hanya tertawa.
"Ya sudah..ayo sekarang kalian makan, cukup bercandanya" ucap tuan kim
"Nee..appa" timpal arra dan jungkook mengangguk, setelah itu mereka makan bersama sesekali mengbrol tentang jungkook dan kesibukannya.
___+++__+++__+++__+++__
SEOUL, KOREA SELATAN.
Jin masuk kegedungnya..dan seperti biasa ia di sapa oleh karyawannya.
Lelah.. Dan tak enak hati membuat harinya murung, karna ucapan sang ayah kemarin lalu.
Entah harus bagaimana jin mengataknnya, menghadapinya, yang jelas jin egois karna tak ingin kehilangan yang di cintai baik arra maupun sang orang tua.
Tiba di ruangannya.
Jin kaget menemukan sang ayah yang sudah duduk di kursi miliknya, sembari menghadap pemandangan di luaran sana
"Ada apa, appa kemari sepagi ini" tanya jin menyimpan tas kantornya di atas meja.
Tuan kim woo seok membalikan kursi dan badannya untuk berHadapan dengan sang anak.
"Tidak, appa hanya ingin berterimakasih karna kau menuruti apa yang ku mau" ucap arra
Jin mendelik.
"Ouh..yah..kau akan bertemu dengan seorang wanita pilihan appa, kuharap kau mau menerimanya, appa yakin dia yang terbaik untuk mu" ucap kim woo seok
"Yah...seterah" ucap jin malas lalu membuka laptopnya untuk mengurusi pekerjaanya.
"Baiklah...ku harap kau menepatinya" ucap kim woo seok
Sedangkan jin tak berkata sekatapun malah sibuk dengan laptopnya
Kim woo seok tersenyum lalu pergi begitu saja meninggalkan jin yang sibuk,hatinya berharap jin menuruti kemauannya semoga.
MAAF TYPO, JANGAN LUPA VOTE,LIKE,KOMEN..!