ME AND IDOL Pt 2

ME AND IDOL Pt 2
36.Jihoon



Setelah megatakan dan mengetahui ciri lelaki itu jimin pun pergi dari dapur


seperti tujuan nya dari awal yang hendak mengunjungi jihoon yang mungkin makanan yang di berikan baby siternya.sudah habis


Sampai di taman belakang jimin menemukan jihoon yang sedang di pangku baby sister.


"Ah.Tuan..kau disini?" tanya sang baby sisiter ketika membalikan badan karna mendengar suara derap kaki yang melangkah.


"Nee...ada apa..kau kaget" ucap jimin


Sedangkan sang baby sister menggeleng


"Kau mungikin berpikir aku akan beretengakar dengan seulgi bukan" tanya jimin tersenyum


Sontak sang baby sister pun menatap


"Kau tak usah kaget .aku tak akan memulainya..sebelum dia yang memulainnya, dan ku harap kau tak membocorkan hal ini anggap saja tak ada apa apa ,dan anggap saja aku tidak mengetahui apapun dari kalian" ucap jimin


Sang baby siater hanya diam.


"Kenapa kau diam..apa kau mau mengadukan ini pada seulgi?" tanya jimin


"Ani....aku janji tidak akan mengantakannya pada seulgi" ucap baby sister.


"Baiklah....terimakasih kau sudah mau menjaga rahasia ini..sekarang tolong berikan jihoon ke pangkuan ku."Β  ucap jimin


Sang baby sister mengangguk lalu menyerahkan jihoon pada tuannya,


"Baiklah..kau bisa pergi...ingat jangan mengatakan apapun tentang ini..kalau tidak kau akan kegilangan pekerjaan mu" ucap jimin


"Nee..agesemnida" ucap baby sister


Setelah baby sister jihoon pulang..kini jimin menatap si anak..


Di menatapa wajah jihoon lekat lekat, ia mengelus pipi..tangan, kaki, tak ayal ia menciuminya berulang kali.


baru kali ini ,jimin kembali mendudukan bokongnya di kursi taman setelah terakhir kali bersama arra dimalam hari.


"Aish...kenapa arra lagi?" pekik jimin


Ia menepis pikuran nya terhadap arra yang selalu menyambanginya.


Jimin kembali menatapi si anak yang di beri nama jihoon olehnya, seketika jimin tersenyum mengingat polosnya dirinya yang masih menganggap jihoon itu anak nya padahal beberapa jam yang lalu jiminΒ  mendengar fakta kalau jihoon bukan anaknya.


"Kau tau , betapa bahagianya aku ketika kau lahir,, bahkan ketika kau hadir aku malah melupakan cinta ku demi dirimu,saat ibu mu ibu untuk kesakitan aku lebih memilih dirimu dibandingkan cinta ku, karna aku tau betapa berharganya kau yang lahir dari seorang rahim ibu untu ke dunia..dan aku tidak ingin menjadi appa yang buruk mu untuk mu sudah cukup dua kali aku menyianyiakan anakku dari rahim arra" ucap jimin


Kau sudah ku anggap sebagai anak sendiri..bahkan batin dan pikiranku selalu mengingat mu,". Ucap jimin menatap sang anak


Tak sadar meneteskan air mata.. Dulu ia tidak memperdulikan kandungan arra..tapi kini ia sangat menginginkannya.


"Aku sangat menginginkan mu, ketika kau masih kandungan aku selelu menciumi perut ibumu, aku berharap yang terbaik untuk mu, dan kelak kau takan mengikuti jejak appamu ini dalam bercinta"


Jimin tersenyum lalu mengusap air matanya.


"Sayng. Mungkin ini pangkuan ku terakhir..kau dan aku akan berpisah. kau akan ikut dengan eomma mu,bahkan kau akan punya appa baru, sedangkan aku disini akan hidup sendiri saat waktunya tiba, dan aku harap kau tumbuh dengan baik dengan ibu mu, aku disini hanya mendoakan yang terbaik untukmu,Β  maaf kalau appa tak bisa menjaga mu sampai kau dewasa" ucap jimin lalu ia mencium pipi nya,


Jimin mendekap jihoon menghirup aroma bau jihoon..sungguh mungkin nanti ia akan merindukan hal seperti ini..


Di tatap sang bayi yang tersenyum padanya dengan gusi tanpa gigi.. Sungguh jihoon baru saja berumur satu bulan tapi tingkahnya seperti dua atau tiga bulan .


"Kau tersenyum dan ini mungkin yang terakhir bagi ku melihat mu seperti ini" ucap jimin


**MAAF KALAU ADA TYPO YAH...MOHON MAKLUM... AUTHOR SEKALI LAGI MINTA DOANYA BUAT KESEMBUHAN KAKEK AUTHOR..


JANGAN LUPA VOTE YANG BANYAK , LIKENYA JUGA...JANGAN LUPA KASIH SEMANGAT BUAT AUTHOR, BIAR SERING SERING UP DENGAN CARA KOMEN YAH..


I PURPLE U ARMYπŸ’œ**