
Hari berlalu kini dengan cepat
Arra sedang di make up ,
Gadis itu di menatap pantulan wajahnya di cermin , sedangkan perias telaten mengaplikasikan make up ke wajahnya.
Sungguh di rasa berat gaun yang ia pakai, karna memang panjang di tambah lagi dengan pakai heels yang cukup tinggi sehingga nanti di alltar arra dapat menyeimbangi tinggi seokjin
Ya hari ini..hari bahagia dimana kedua kalinya arra merasakan di pelaminan dengan gaun dan rambut di tata rapih layaknya seorang putri
Setelah dua hari yang lalu. arra bertemu dengan keluarga jin dan mereka menitah untuk segera menikah.
"Kau beruntung mendapatkan kim seokjin, selaian pria tampan di juga pewaris satu satunya perusahaan milik ayahnya" ucap si tukang rias
Sedangkan arra Tersenyum membalas gurau, atau lebih tepatnya pujian untuknya.
____///___
Di ruangan lain
Jin sedang menyisir, merapikah rambut yang kemarin ia sengaja potong hanya untuk hari ini..dimana hari bahagianya dengan arra akan terlaksana beberapa menit lagi
"Kalau saja wanita itu tidak hamil anak mu..appa tidak akan merestui mu karna aku tidak rela putra kesayangan ku menikahi seorang janda dari temannya sendiri" ucap pria paruh baya
Jim diam dari kativitasnya..seolah tak mendengar apa yang di kata sang ayah
Memang kemarin saat arra tidak ada di ruang tamu yang pergi ke toilet, seokjin dan orang tuannya membahas pernikahan antara arra dan dirinya.
Ayahnya menolak karna saat pertama lihat wanita itu ia tau kalau arra adalah istri dari jimin. Sebelum ia mengetahui kalau mereka sudah bercerai, kalau sudah tau pun dirasa percuma tapi untung saja jin memiliki alasan dan terpaksa bohong untuk mengatakan kalau arra hamil anaknya.
"Dan ku harap anak yang di kandung arra itu lelaki..karna hanya lelaki yang bisa di andalkan, kalau tidak kau harus menceraikannya." jelas pria paruh baya itu
"Nee apa, semoga saja begitu" ucap jin yang sekarang memakai dasi panjang sambil menatap cermin
Dalam hati sebenarnya dirinya takut kalau arra akan melahirkan anak perempuan , dan mau tak mau jin harus kehilangannya karna kalau tidak ia akan kehilangan ayahnya .
Setelah selesai, jin merunduk ditemani sang ayah tuan kim yang sengaja kemari datang untuk menyaksikan putra satu satunya untuk menikah dengan pilihannya yang padahal sampai saat ini belum ia restui.Suara pintu terbuka membuat keduanya menanggah untuk melihat siapa yang datang
"Aish..namjoon ..kau membuat ku kaget saja ku pikir kau orang yang di suruh oleh pendeta" ucap hosoek sembari tersenyum
Namjoon tersenyum lalu merangkul hyungnya
"Selamat hyung...."
Jin membalas rangkulan namjoon
"Nee..gomawo"
"Ah hyung...kau terlalu gugup iya??" tanya namjoon
"Ya..begitu lah"ucap tuan kim tersenyum menimpali saudaranya
"Ah...ada appa kim ternyata, aku baru menyadarinya" ucap namjoon kaget
"Kau baru menyadari, karna kau sibuk dengan hyung mu" omel tuan kim
"Ah..mianhae..." balas namjoon tersenyum malu
MAAF YAH KALAU ADA TYPO,, MAKLUMIN AJA AUTHOR KAN BUATNYA GX LIRIK LIRIK LAGI..YANG PENTING LANGSUNG UP + UP AJA
OH .YAH..READERS AKU MINTA TOLONG BUAT...
**VOTE NYA DONG.YANG BANYAK
LIKE NYA JUGA JANGAN LUPA,.
KOMENNYA PUN YANG BANYA...
AUTHORNYA BUTUS SEMANGAT,
MASA GX SEBANYA ME AND IDOL ( PERJODOHAN**)