
Hari kembali pagi..Musim semi telah tiba,
arra mengerjapkan matanya kala sinar matahari mauk lewat tirai yang menutupi jendela.suara germicik burung benar benar membuatnya sadar,
Dilihat jam di nakas menujukan pukul 06:00 Pagi, itu artinya arra harus siap bangun dari ranjangnya untuk menyiapkan sarapan untuk sang suami.
Namun saat hendak bangun dari ranjangnya ia baru menyadari kalau tubuhnya di himpit jin dengan cara memeluknya.
Arra pun membatalkan niatanya..lalu memilih untuk menatap sang suami dalam tidurnya.
Jin begitu tenang dalam tidurnya, setiap sudut wajahnya arra tatapi
sungguh begitu sempurna nya tuhan menciptakan makhluk yang satu ini
Arra mencoba mendekatkan wajahnya..lalu dengan perlahan memaju Bibirnya
__****___***__
Dalam tidurnya jin merasakan sesuatu yang basah menimpa bibirnya, sampai akhirnya ia tersadar.
Jin tau siapa yang berbuat, namun jin tetap tidur, dan situ sengaja jin lakukan agar arra melakukannya lebih lama
Ingin rasanya dirinya membalas lumatan sang istri namun, jin tak ingin membuat wajah arra menjadi merah menahan malu, seprti orang yang ketahuan mencuri
Namun beberapa menit kemudian jin merasa bibirnya sudah di lepas, lalu ia merasakan pelukan erat dari depan,
"Aku menyangi mu kim seokjin"
Ucapan itu terdengar di telinga seokjin..sungguh bahagia yang ia rasakan saat ini,,
Walau arra hanya mengatakan sayang, dan bukan cinta. setidaknya itu membuat jin menepiskan pikiran kalau arra masih mencintai jimin.
"Oppa..bangun" ucap arra pelan
Jin beroura pura menggeliat, melepaskan pelukan arra lalu mencoba mengerjapkan matanya
"Sudah pagi?" gumam jin
"Nee...ayo bangun kau harus mandi" balas arra
"Baiklah.." balas jin
Lalu arra pun melangkahkan kakinya..menuju dapur di bawah.
Dan seokjin melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.
_____//____//__
20 menit kemudian arra dan jin sedang sarapan di meja makan
"Kau tidak adil?" pekik jin
Lantas arra merasa bingung
"Aku??..tidak adil? Kenapa?"
Jin memasang wajah kesal
Arra tertunduk sedih
"Maaf...karna aku belum memberi apa yang seharusnya kau terima di malam pertama"
"Sekali lagi aku minta maaf" ucap arra lagi
"Kau tidak adil, karna kau menciumku saat ku tertidur!" ucap jin tersenyum
"Kalau saja kau menciumku di waktu ku sadat mungkin aku akan membalasnya" ucap jin
Arra membelalakan matanya
"Eoh...,, bagaimana bisa kau tau jika aku mencium bibir mu saat kau sedang tidur," ucap arra polos
"Karna aku merasakannya!" ucap jin sambil memakan sandwich coklatnya
"Nah...kau merasakannya berarti kau tersadar bukan" ucap arra
"Ya...kau benar"_jin tertawa sedikit
"Lalu .. Kenapa kau tak membalasnya" ucap arra dengan polosnya
"Ya .karna aku tidak ingin membuat pipi merah seperti tomat busuk yang ketahuan maling saat pemilik tertidur" ucap jin
"Aish...kau tau aku malu saat ini" ucap arra kesal
Sedangkan jin tertawa
"Sudah...habiskan makan mu" ucap arra yang masih Kesal
"Nee..chagia-ah" ucap jin Masih tertawa
Sedangkan arra memakan sandwich coklatnya dengab rasa kesal.
Hening
"Aku akan pulang lebih awal hari ini, dan kita akan mencari pembantu di yayasan" ucap jin membuka suara kembali
"Eoh...baiklah.." ucap arra
"Dan setelah itu kita pergi jalan jalan" ucap jin kemudian
Arra mengangguk
"Baiklah..aku harus berangkat..hubungi aku jika terjadi sesuatu" ucap jin
"Nee oppa" balas arra
Arra pun mengantar jin sampai pintu , saat sampai di pintu arra berdiri tersenyum,
"Jaga diri baik baik" ucap jin kembali
Arra mengangguk, lalu satu kecupan mendarat di bibir arra
Lalu setelah itu jin pergi melangkahkan kakinya keluar.
________////___///__///
Setelah arra pergi arra memutuskan untuk pergi kembali ke dapur membereskan piring .
Sampai disana arra mengambil satu persatu piring bekas lalu MEMBAWANYA menuju wastafel untuk di cuci.
Apartemennya sangat sepi..sungguh arra butuh sesorang untuk menemaninya,
Terlintas pikirannya terhadap orang tuannya. Arra pun memutuskan untuk menghubunginya lewat sambungan panggilan
Setelah selesai mencuci arra mengmbil handohone yang di taruh di meja makan,
VOTE ...LIKE..DAN KOMEMYA READERSS...BUTUH SEMANGAT