
Drrrttt..drrrttt.. Drrrrt..
Pagi hari tiba arra terbangun karna suara getaran handphonenya, dengan mata yang masih mengantuk mengambil handphone yang ada pada nakas itu.
Seketika ia membuka matanya dan membaca si pemanggil yang melakukan vidio call
박지민
Seketika ia menggeser tombol hijau
"Yee.. Waenaeo?" tanya arra merapihkan rambutnya
"Kau baru bangun?" tanya jimin yang di lihat tersenyum padanya
"Yee. Ada apa menelpon sepagi ini?" ucap arra yang sekilas melirik jam dinding dikamarnya yang menunjukan pukul 07:00 kst
"Ah..apa aku meganggu mu?" ucap jimin
"Ani..untung saja kau melakukan panggilan di waktu yang tepat, karna jin tak ada disini sekarang" balas arra yang kini mendudukan badannya
"Ah..syukurlah..apa dia sudah berangkat kerja?" tanya jimin
Yang terus tersenyum
"Ani.. Aku tak tau dia kemana karna untuk yang kedua kali nya dia tak pulang di malam hari" balas arra
"Dia tak pulang malam hari?" tanya jimin ulang karna terkejut
"Yee.."
"Apa kau sudah menanyakan apa yang dia lakukan di luaran sana?" tanya jimin
"Sudah..tapi dia bilang bukan urusan ku" balas arra dengan gusar
"Aish..apa ini salah ku, karna dia tahu beberapa hari yang lalu kau tinggal di Kediaman ku" tanya jimin khawatir
"Ani..dia tau tentang itu, dia tidak marah tapi obrolan kemarin tentang mu yang membuatnya marah" ucap arra jujur
"Tentang ku? Apa yang kau bicarakan tentang ku" tanya jimin
"Sudah..aku tak mau membahasnya lagi" ucap arra
"Eoh..baiklah. Apa kau sudah mencarinya, atau menghubunginya?" tanya jimin
"Sudah. Aku sudah bertanya kesana kemari, mengunjungi restorannya,Namun hasilnya nihil ,entah dia dimana sekarang ini," ucap arra
"Eoh..ah..kau bilang jin hyung punya restoran" ucap Jimin
"Nee.."
"Dimana??" tanya jimin
"Jalan Mangnidan-gil. di Mangwon, Mapo-gu, Seoul," balas arra
"Eoh..begitu" ucap jin sembari mengangguk
"Jimin-ah.. Apa kau tau wanita bernama eunha?"tanya Arra
"Eunha..?, aku baru saja mendengar namanya" balas jimin
"Eoh..begitu yah.. Aku kira kau kenal dengan nya"
"Memang nya kenapa?" ucap tanya jimin penasaran
"Ani.., sudah lupakan saja" balas arra
"Aish..kau ini kenapa?" ucap jimin
Sedangkan arra hanya tersenyum samar
"Arra-ah. Apa kau masih menerima ancaman itu lagi?" tanya Jimin kemudian
Arra menganggguk
"jin hyung tau mengenai ini?"
Tanya Jimin lagi
"Ani..aku tak mau menambah keributan antara anak dan appanya itu, sudah cukup aku membuatnya bertengkar" balas arra
"Tapi arra.. Nyawamu sedang dalam bahaya" ucap Jimin gusar
"Aku bisa menjaga diriku sendiri, terimaksih sudah mengkhawatirkanku" balas arra tersenyum
"Nee..tapi..."
"Sudahlah..aku baik baik saja," ucap arra
"Eoh..baiklah kalau begitu.. Jika kau membutuhkan bantuan hubungi aku" ucap jimin
"Nee..gomawo,"
"Ya sudah..kau sekarang pergi, mandi dan makan yang banyak kau terlihat pucat" ucap jimin
"Baiklah. aku akhiri panggilannya. Sampai jumpa" ucap arra
Jimin mengangguk..lalu dengan segara arra mematikan sambungan vidio call nya itu.
________
_____
17.00 sore kst
"Kau sudah pulang?" tanya arra ketika ia mendapati jin masuk ke dalam kamarnya
Jin hanya diam,
"Apa urusan mu lebih penting, sampai kau tak memberitahu ku?" tanya arra kembali
Jin masih saja diam, ia malah membuka pakaiannya untuk pergi mandi
"Oppa?" ucap arra
Namun untuk ketiga kali nya jin tak menyhutinya, ia malah langsung pergi kekamar mandi tanpa menatap arra sekali pun.
Arra. Setelah panggilannya dengan jimin selesai beberapa jam lalu, setelah mandi arra langsung pergi ke restoran jin dengan harap bisa menemui jin, namun ternyata hal yang sama di alami seperti kemarin, lalu ia pun memutuskan untuk pulang, dan setelahitu hanya mengurung dirinya sendiri dikamar.
ia hanya berdiam diri di rumah, makanan yang di antar ajhuma in-gil pun belum ia sentuh..padahal sudah dua nampan yang tersaji di atas meja dan kini makanan itu sudah dingin dan tidak enak dimakan.
Dan kini setelah menunggu beberapa jam, jin datang namun sayang sikapnya lebih parah seperti yang kemarin.
Drrrrttt..drrrrttt..
Getaran handphone mengalihkan pandangan arra, di lihat suara getaran handphone itu berasal dari kantong kemeja jin yang di tergeletak di ranjang.
Arra mencoba mendekat, dan mengambilnya,
Namun seketika handphone itu kembali diam, ia menatap layar ponsel itu
Eunha
Missed call
Seketika suar pintu terbuka terdengar dengan segera arra memasukan handphone suaminya itu kembali. Lalu berjalan menuju sofa kembali.
________
_____
jin keluar kamar mandi, seperti biasa ia mengambil pakaian di lemari. Dan memakainya karna ia lelah dan ingin tidur
"Kau berubah!!" ucap arra
Jin hanya menatapnya sekilas tanpa berkata
"Aku kira kau pria yang baik untukku, tapi ternyata ku salah" ucap arra kembali
Jin diam
"Aku takan begini jika kau menghargaiku"batin jin
Setelah berpakaian, kini Jin hendak menaiki kasur nya itu, untuk tidur namun pandangannya malah tak sengaja Menatap nampan yang berisi makanan yang terlihat belum di sentuh
"Apa kau belum makan" tanya jin yang akhirnya berucap
Arra diam
"Kenapa kau tidak makan, kau sedang hamil" ucap jin kesal
"Apa peduli mu tentangku, bukannya wanita itu lebih penting dari ku?" balas arra
"KenaPa? Apa kau merasakan sakit hati?" tanya jin
"Wanita mana yang tak sakit hati melihat suaminya dengan wanita lain?" ucap Arra tegas
"Memang kau melihat ku bersamanya? Kapan? Kenapa kau tak melabrakku" ucap jin
Arra diam
"Aku tak akan menjadi seperti ini jika kau menghargaiku," ucap jin lalu ia pergi tidur begitu saja
Arra langsung meneteskan air matanya, ia berjalan menuju ranjangnya dan di tidur di sebelah jin. Ia memunggungi suaminya itu.
Ia mengigit bibirnya sendiri. Berharap jin tak mendengar tangisannya itu,.
"Aku memang salah., dan aku baru menyadari kalau aku tak pernah menghargai suami ku sendiri, aku bodoh karna aku menyia nyiakan orang yang rela berbuat Apapun demi diriku," batin arra
Arra membalikan badan, ia menatap jin yang juga tidur memunggunginya.
Seketika ia mendekati tubuh jin, lalu memeluknya. Ia menangis di pelukannya itu tak peduli jin merasa risih Karna air mata yang Membasahi bajunya, yang jelas arra tak kuat dengan P yang ia rasakan.
"Oppa..mianhae..kalau selama ini aku belum menjadi istri yang baik untukmu, maaf aku tidak bisa menghargaimu, dan maaf jika aku selalu membicarakan mantan suami ku padamu,
Aku benar benar minta maaf untuk semuanya, aku ini bodoh tidak menyadari perasaan mu, aku tak tau jika SelAma ini kau terluka karnanya, tapi jujur..aku mencintaimu tanpa paksaan. Aku menyangimu tanpa alasan." ucap arra sambil menangis