
Malam hari berlalu. Pagi pun datang kembali.
Seharusnya arra yang kini bangun lebih dulu, tapi sekarang jin yang terlebih dahulu.
Tidak.. Ini pukul 06:00 pagi, dan biasanya arra bangun pukul 06:30 dan jin menyusulnya ,ya jin sengaja bangun terlebih dahulu, ia ingin cepat pergi dari tempat ini.
Marah??
Sudah jelas begitu. Siapa yang tidak marah jika seorang lelaki yang notabane nya suami, sang istri harus membahas lelaki lain. Terlebih mantannya, orang yang pernah ada di hatinya.
Jin keluar dari kmar mandi, dengan segera ia bersiap dengan memakai pakaian rapih.
Ia melirik arra sekilas, yang tenang dalam tidurnya..
Setelah itu ia berjalan keluar dengan perlahan lalu pergi meninggalkan kediaman itu.!!
____________
________
_____
Mata yang bersinar , membangunkan arra dari tidurnya. Ia melentangan tangan kananya ke arah suami, namun saat hendak merangkulnya , arra merasakan tempat tidur di sebelahnya kosong. Dengan Segera arra pun membuka matanya
Dan benar setelah dilihat, memang benar tak ada jin di sampingnya. Ia melirik ke kiri dan kenan, ke semua ruangan namun tak ada suara yang menandakan jin ada, di balkon maupun kamar mandi pun tak ada.
"Chagi-ah.. " pekik arra ucap arra menuju arah kamar mandi namun tak ada sahutan dari orang yang d cari
"Kau dimana sayang?" ucap arra kembali
"Oppa.. Kau dimana?" ucap arra yang kini berjalan ke arah balkon. Namun sayang nya sama hasilnya dengan di kamar mandi.
Arra pun memutuskan untuk pergi ke bawah siapa tau jin , suaminya itu ada di sana yang entah sedang apa.
Arra menyusuri anak tangga dengan perlahan dan hati hati, sebenarnya ia ngilu berjalan sendiri tapi Tetap saja arra tak mau berdiam diri dikamar menunggu jin menuntunya. Arra harus mandiri.
Seketika arra teringat dengan ucapan jin semalam yang mengatakan"anggap saja aku hanya pengasuh mu yang menjaga mu sampai melahirkan"
Hatinya bertanya tanya apa benar selama ini arra memanfaatkan jin untuk mengurusi dan membantunya, tapi arra rasa tidak begitu, malah arra tak menyuruh jin membantunya, itu kemauan jin sendiri.
Tapi entah kenapa setelah mendengar ucapan jin semalam. Hati arra terasa ngilu, benarkah itu SemuA? Ataukah jin marah karna hal yang lain? Entah, selebihnya itu semua akan arra tanyakam langsung pada suaminya ketika saat ia bertemu yang mungkin di dapur.
Sampainya di bawah. Arra tak mendapatkan batang hidung dari pria berbahu lebar diantara para member BTS itu, ia berjalan perlahan kesetiap ruangan namun hasilnya nihi. Dan satu ruangan yang belum ia kunjungi adalah dapur, arra berjalan menujunya dan samapinya di sana ia mendapati ajhuma in-gil yang sedang memasak
"Ajhuma" ucap arra
"Ah..nyonnya.." ucap ajhuma in-gil setelah membalikan badan mendapati majikannya yang perlahan mendekati meja makan. Dengan segera ajhuma in-gil menuntunya untuk duduk di kursi
"Kau perlu sesuatu?" tanya ajhuma in-gil lagi
"Ani.. Aku hanya ingin bertanya apa kau melihat suami ku?" tanya arra
"Tidak.. Aku belum menemukannya dimana pun , aku kira ia masih di kamar nya?" balas ajhuma in-gil
"Kau benar tidak melihatnya?" tanya arra memastikan
"Ia benar, beberapa jam lalu aku berada di belakang, dan setelah itu menyusuri semua ruangan untuk membersihkannya tapi aku tak melihat tuan" ucap ajhum in-gil
"Eoh.begitu.. Terimakasih" ucap arra
"Nee" balas ajhuma in-gil.
"Kalau begitu saya lanjut masak dulu nyonya" ucap kembali ajhuma in-gil
Arra mengangguk
Ajhuma in-gil yang menyadari raut wajah majikannya pun menerka nerka dalam hatinya
Kalau kedua majikannya itu sedang ada masalah
"Ouh tuhan...baru saja kemarin lalu mereka bertemu dan kini kau datangkan lagi masalah baru" batin ajhuma in-gil
Arra hanya diam dalam duduknya pikirannya cemas. Takut terjadi sesuatu pada suaminya, mungkinkah jin benar benar marah sampai ia pergi tanpa memberi tahu siapa pun. Tak biasanya bukan jin begini?
"Ajhuma" ucap arra pelan
"Nee. Nyonya." balas si ajhuma Menatap
"Bali sakah kau tolong aku" ucap arra
"Tentu.." ucap Ajhum in-gil
"Tolong tuntun aku, aku mau kekamar" ucap arra
"Loh.. Nyonya tak sarapan dulu, makanannya sebentar lagi matang" ucap ajhuma in-gil
"Ani..aku kehilangan selera makan, " balas arra
"Eoh..baiklah..mari Say antar" ucap ajhuma in-gil
Arra mengangguk lalu keduanya berjalan menuju lantai dua, dengan perlahan Dan pegangan erat arra lakukan tiba di tangga.
"Hati hati nyonya" ucap ajhuma in-gil
"Nee. Gomawo" balas arra.
Lima menit
Arra hanya bisa termenung mengingat ucapan nya semalam, jin benar benar marah kala ia menyinggung nama jimin.
Sungguh arra tak bermaksud menyakiti hatinya, arra hanya kasian saja melihat jimin yang mungkin ingin melihat anak yang dirinya kandung.
Dan langkah selanjutnya arra mengambil handphine yang ia taruh di nakas lalu menekan nomor suaminya
Tuuuuuttttttttthh....tuuutttthhh...
Tuuuttthhh..tttuuutttt..ttuutttttttt
"Nomor yang anda tuju sedang di alihkan coba beberapa."
"Oh...shit" pekik arra kala mendengar suara operator yang menyautinya
Jin mengalihkan panggilan Arra tanpa langsung jin menolak panggilan arra
Sebegitu marahkah jin padanya.
Untuk kedua kali arra melakukan panggilannya lagi
Tuuuuuttttttttthh....tuuutttthhh...
Tuuuttthhh..tttuuutttt..ttuutttttttt
"Maaf nomor yang anda tunu berada di sesi luar area, silahkan coba---"
Arra frustasi panggilannya kini bukan lagi di alihkan, tapi jin mematikan ponselnya,
"Jin dimana kau sekarang???" pikir arra
Restoran???
Ya. Apa dia di restoran..? Mungkin saja.. Jin berada disana dan sibuk melayani pelanggannya,
Arra pun dengan segera berjalan menuju kamar mandi untuk menuju kesana. Arra harus segera meminta maaf
____________
Setengah jam berlalu arra tiba di restoran, ia berjalan perlahan membuka pintu kaca restoran itu, dan di sambut baik oleh pekerja di sana.
"Ah.. Noona. Kau kemari!!" ucap doo jihan yang berjalan mendekatinya.
"Ah.. Nee.. Gomawo telah membantuku"ucap arra tersenyum ketika dirinya di dudukan di kursi seperti sebelumnya
"Kau kesini sendiri? Dimana tuan jin?" tanya doo jihan
"Ah.. Justru Aku kemari karna aku berpikir suami ku berada disini, tapi sepertinya tak ada" ucap arra
Doo jihan bingung, karna bagaimana bisa sang istri tidak mengetahui suaminya dimana
"Ah.. Aku rasa aku sia sia kemari" ucap arra kembali.
"Ah..sepertinya begitu, karna dari pagi pun tuan jin belum datang kemari," balas doo jihan
Arra diam, ia berfikir dimana suaminya sekarang?
"Noona kau sudah menghubunginya?"tanya doo jihan kembali
"Nee. Tapi ponselnya tidak aktif" ucap arra
"Ah..mungkin tuan jin sedang ada keperluan mendadak,dan kebetulan handphonenya mati"ucap doo jihan memberi ketengan
"Ya semoga saja" ucap arra
Doo jihan mengangguk,
"Kalau begitu saya mau lanjut bekerja lagi, permisi" ucap doo jihan
Arra mengangguk, karna memang kondisi restoran ini sedang ramai,dan arra berseyukur tentang itu.
________
_____
"Bagaimana tuan ..kau bisa melimilih tipe yang kau suka"
"Ah.. Tapi ku rasa ini berlebihan"
"Bagaimana Dengan yang ini, dia cantik dan menarik, menurutku dia sempurna " tunjuk pria itu
"Ah.. Kurasa cocok"
"Kau menyukainya?"
"Berapa biayanya satu malam??"
"Tidak mahal untuk membuat mu puas , hanya 1 juta won saja"
"Baiklah ini uang nya jika aku nyaman denganya, aku akan memikirkannya menjadi milikku. Terimakasih"
"Kebahagian ku sederhana. Cukup Hargai aku ,itu saja" _jin
Maaf typo. jangan lupa vote like dan komen