ME AND IDOL Pt 2

ME AND IDOL Pt 2
41. Lie



Waktu cepat berlalu kini jin tengah berada kantor dengan mata yang tertuju ke laptopnya.


Ya beberapa jam lalu ia berpamitan denga istrinya setelag ia menyuruhnya untuk mengemasi pakaian yang hendak di bawanya ke indonesia..


Sungguh mungkin jika terjadi ini kali ketiga jin menginjakan kaki ke negri maritim itu.karna yang pertama ia kesana untuk syuting sebuah acara, dan yang kedua ia pergi kesana untuk melaksanakan konser dengan BTS,


Jin tak sabar pergi kesana karna ia tau negara indonesia begitu indah dengan pesona pemandangannya. Di tambah lagi jin bisa menghabiskan waktu bersama arra istri tercintanya. kemungkinan ia akan berada di sana untuk beberapa hari paling lama seminggu.


Jin keluar dari ruangannya..di dapati sang sekertaris yang berdiri menghormatinya


"Ada yang perlu saya bantu?" tanya jsang skretaris


"Ah...ya...aku hanya ingin bertanya apa ada jadwal meeting untuk seminggu kedepan?" tanya jin


Sang skretaris pun mengangguk lalu melihat jadwal di kelender mininya


"Nee...ada tiga pertemuan yang tuan harus lakukan,yaitu pada hari senin kamis dan sabtu" ucap skretaris itu


"Eoh..begitu..kau, tolong batalkan semua..berikan alasan kalau saya sedang ada keperluan di negara lain" ucap jin mengambil keputusan


"Nee.agesemnida"


"Baiklah...saya akan keluar kalau ada sesuatu hubungi saya" ucap jin


"Nee.agesemnida" balas skertaris kembali.


Lalu jin pun melangkahkan kakinya berjalan menuju pintu lura. Oran orang memberinya salam saat dirinya lewat di depan karyawannya, tak seperti tuan kim woo seok yang ramah dengan senyuman, tapi jin sulit dengan itu.


Menurutnya senyumannya langka, hanya saat saat tertentu saja yang dapat ia tunjukan. Kecuali dulu saat dirinya berada di BTS , dimana dunianya berbeda yang di liput oleh kamera.


Jin kini berada di mobil, kali ini bukan pulang tujuannya..tapi pergi untuk membeli makanan, atau stok cemilan di rumah.


Ya sekalian, cemilan untuk besok ia pergi ke indonesia.


Sore telah tiba, jin kini ia sudah berada di apartemennya..tak lupa ia membawa jinjingan bekas tadi berada di mini market ,yang sekurang kurangnya lima kantong plastik yang berisi jajan.


"Chagi-ah.. Nan bahwaneo" ucap jin sambil teriak


"Chagi-ah...kau dimana?" teriak jin kembali


Tak lama kemuadian datang ajhuma in-gil,


"Tuan kau sudah pulang?" tanya nya


"Nee...dimana arra?" tanya jin


"Ah..dia.. Dia dikamarnya, tadi saya lihat dia menangis " balas ajhuma in-gil


"Menangis..ada apa?" tanya jin bingung


"Entah tuan..saya tidak tau, yang saya tau sepulang dari mini market untuk membeli keperluan nyonya sudah menangis, dan langsung pergi kekamar " balas ajhuma in-gil


" nee..agesmnida" balas ajhuma


Setelah mengatakan itu jin pun langsung pergi menemui arra dikamar karna takut terjadi sesuatu padanya.


Sampai dikamar jin menemukan arra yang tergeletak tidur dengan wajah semaraut


Melihat hal itu jin pun langsung mendekat. Ia  mengusap wajah arra, ddirasakan pipinya masih basah dan lengket , rambut rambut menempel di pipinya. Dilihat matanya pun sembab karna mungkin tangisannya membuatnya terlalu lelah .


"Apa yang terjadi pada mu syang?" gumam jin yang menatapa wajah arra dengan sedih


"Apa yang membuat mu seperti ini?" pekik jin kembali.


Jin pun membenarkan posisi arra , untuk tidur dalam keadaan yang sempurna..namun siapa sangkah tindakannnya mmebuat arra terperanjat dari tidurnya.


"Kau sudah pulang" ucap arra sambil mengusap matanya berharap wajah setelah menangis itu terhapus.


Jin tersenyum


"Nee ....tapi kenapa kau menangis sampai matamu sembab dan kelelahan seprti ini?" tanya jin menangkup wajah istrinya


" apa yang terjadi?" tanya jin ketika tidak mendapatkan respon dari arra


"Tuhan apa harus aku memberi tahu yang sebenarnya?" _batin arra


"Ah..ani...gwaenchanha...aku hanya merindukan jmorang tuaku" ucap arra yang pada akhirnya beralasan.


"Aish..


Ada apa dengan mu, kan sudah ku bilang kita akan pergi kesana besok, aku sudah memesat penerbangan pribadi"ucap jin


"Ah...begitu yah..." timpal arra


"Kau belum mandi huh?" tanya jin


Arra tersenyum membenarkan ucapan jin


"Aish...sudah sanah mandi...aku akan menyusul mu" ucap jin


"Nee..baiklah...aku duluan" timpal arra mrnganggik dengan senyuman


"Tuhan...apa yang harus akau lakukan dengan semua ini..masalah pada hidupku selalu datang saat ku bahagia..tuhan


. seandainya kau bisa menjawab pertanyaanku, kapan aku bisa bahagia dengan kehidupan tanpa drama seperti ini"_ARRA


****MAAF KALAU ADA TYPO YAH...MOHON MAKLUM... AUTHOR SEKALI LAGI MINTA DOANYA BUAT KESEMBUHAN KAKEK AUTHOR.. dan maaf juga jarang up..terus kalau up up nya satu chapter , authornya lagi banyak tugas seoklah..terus sering sakit jadi gx fokus, sekali lagi maaf


JANGAN LUPA VOTE YANG BANYAK , LIKENYA JUGA...JANGAN LUPA KASIH SEMANGAT BUAT AUTHOR tetep stan yah sama me and idol


I PURPL**